
Yang aku takutkan dari sebuah hubungan adalah ketika aku harus merasakan yang namanya kehilangan
Sofia rosalina
"Aku tidak mau! Aku sudah dewasa ayah ibu! Lagi pula aku sudah mempunyai kekasih! Cukup! Aku tidak mau menerima perjodohan ini!" Diego pergi dari ruang tamu meninggalkan ayah ibunya juga seorang laki laki paruh baya, dengan seorang gadis cantik berumur lebih muda dari diego.
"Paman bibi, aku ingin menikah dengan kak diego... Bibi dan paman akan membantuku kan? Iya kan?" Gadis itu mengerucut kan bibirnya dan menunjukan wajah manja.
"Iya sayang... Bibi dan paman pasti akan membantu mu." Ucap ibu diego.
"Pahhh papah.... Aku akan menikah dengan kak diego kan?" Tanya gadis itu lagi manja pada ayahnya.
"Iya sayang papah akan menikahkanmu dengan diego." Pria paruh baya itu mengusap usap pucuk kepala anaknya.
Gadis itu berjalan pelan pergi dari ruang tamu, alasan yang ia katakan pada ketiga orang tua itu adalah mencari udara segar.
Benar memang benar mencari udara segar namun setelah itu terlintas sebuah pemikiran yang sangat licik di pikirannya.
Gadis itu mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya lalu menelefon seseorang.
"Stev tolong carikan informasi mengenai siapa kekasih kak diego! Cepat yah!"
''Baik akan segera ku carikan''
tutt tutt
Sambungan telefon terputus, dengan senyum menyeringai gadis itu merasa menang.
'Siapapun wanita itu selamanya kak diego akan menjadi milikku!'
Tak lama kemudian telefon gadis itu kembali berdering.
"Hallo bagaimana stev hasilnya?" Tanya gadis itu penasaran.
__ADS_1
``Yah nama kekasih diego adalah sofia rosalina, dia seorang karyawan dan juga wartawan di salah satu perusahaan Berita yang sedang naik daun, mereka berdua berpacaran baru selama 1 bulan kurang, hanya itu yang bisa aku dapatkan jen``
"Tidak apa apa terimakasih stev." gadis itu mematikan telefonnya.
'Hanya karyawan biasa yang tidak mempunyai keistimewaan, aku bisa merebutnya dengan Mudah' Sekali lagi gadis itu tersenyum kemenangan.
***
seminggu kemudian setelah kejadian mawar melepasakan tanggung jawab nya pada vino, kini vino sudah kembali sehat dan keadaan sudah kembali seperti semula.
Namun ada yang membuat mawar merasa tertekan ialah vino memutuskan untuk menjadi CEO di perusahaan majalah dan berita ternama menggantikan ayahnya, hingga vino mengundurkan diri dari jabatan nya sebagai direktur di perusahaan AIRWORK GRUP.
jujur hal itu membuat mawar tambah risih, permintaannya untuk mengundurkan diri di tolak oleh vino, karena alasan mawar masih terikat kontrak dengan perusahaan.
Dan kontrak itu masih berlaku selama 10 bulan lagi, tapi jika mawar memaksa untuk mengundurkan diri dia harus membayar gaji nya selama 10 bulan itu.
Itulah hal yang menambah beban pikiran mawar, bagaimana bisa di membayar 10 bulan gajinya pada perusahaan.
Mawar menghela nafas kasar sambil meletakan kepalanya di atas meja kerjanya, mawar memainkan pena yang ia pegang perasaannya campur aduk dan tidak menentu.
"Jangan terus bersedih... Kamu bisa kan minta bantuan pada diego?" Saran erika yang melihat mawar dalam keadaan yang tidak menentu.
"Aku tidak bisa, aku sudah terlalu banyak merepotkan diego." Jawab mawar yang masih menunjukan wajah kesal dan marah.
"Aku tidak tahu, mungkin aku harus terus bertahan disini selama 10 bulan kedepan, bersabar dengan segala masalah yang benar benar akan menimpa ku." Mawar sudah memprediksi apa saja yang akan terjadi kedepannya jika vino menjadi CEO di perusahaan ini.
"Sepertinya aku juga akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini.. " Ucapan erika sontak membuat mawar kaget.
"Kenapa?!" Mawar menegakkan tubuhnya menatap erika tajam.
"Kamu tahu kan? Alasan ku pergi kesini hanya untuk memperlambat perjodohan keluarga, dan aku sudah berjanji pada ibu dan ayahku bahwa aku akan menikah dengan lelaki yang mereka pilihkan jika aku sudah berusia 24 tahun.
.....Ibu dan ayahku menyetujui nya dan aku pun pergi kesini berharap bahwa lelaki yang di jodohkan dengan ku bosan, tapi ternyata itu tidak semudah yang ku bayangkan lelaki itu tetap setia menunggu ku sampai saat ini, dan akhirnya aku harus menepati janji ku pada ayah dan ibuku, aku akan kembali ke jerman dan menikah juga meneruskan perusahaan keluarga, aku hanya akan menunggu masa kontrak kerjaku habis, hanya tinggal 6 bulan lagi... " Jelas erika pelan.
Memang erika adalah warga asli jerman yang menetap disini karena kabur dari perjodohan, hingga erika bertahan hidup tanpa bantuan dari ayah maupun ibunya.
"Kamu akan pergi ke jerman rika?" Tanya mawar dengan wajah yang mulai memucat.
"Iya mawar aku akan pergi setelah masa kontrak ku habis." Jawab erika pelan, iya yakin setelah ini mawar akan menangis.
"Kenapa...? Kenapa harus secepat ini rika... Kamu berjanji akan melihat ku menikah baru kamu akan pergi!" Ucap mawar sambil menahan air mata yang sudah ingin menetes.
__ADS_1
"Sudahlah... Jangan menangis." Erika menghapus air mata yang belum sempat menetes dari mata mawar.
"Kita bicarakan ini lain kali, sekarang kita harus bekerja." Tambah erika lagi yang di hadiahi anggukan mawar.
"Bu susi ingin kita mewawancarai jenifer thomson, seorang model dan juga anak dari pemilik perusahaan bank negara, umur jenifer masih 22 tahun tapi karirnya sangat melejit di dunia permodelan." Jelas mawar sambil membaca sebuah dokumen singkat tentang jenifer Thomson.
"Nenek nenek itu memang menginginkan kita keluar dengan cepat!" Geram erika saat mendengar penjelasan dari mawar tentang tugas yang sekarang harus mereka laksanakan.
"Sudahlah aku akan menghubungi manajer jenifer ini, kamu teruskan saja pekerjaan mu." Mawar mengambil ponselnya lalu menelefon nomor manajer jenifer yang ia dapatkan dari data perusahaan.
``Hallo?``
"Hallo...Apakah benar ini dengan manajer jenifer thomson?" Tanya mawar.
``Iya, dengan saya sendiri..``
"Saya sofia rosalina dari perusahaan majalah dan berita ternama, saya ingin menanyakan apakah bisa kami mewawancarai jenifer?"
``Ahhh tunggu yah, saya akan bertanya dulu pada jenifer apakah dia masih memiliki jadwal atau tidak, nanti saya hubungi anda kembali.``
"Iya terimakasih.."
tutt tuttt
"Bagaimana eungh?" Tanya erika
"Dia bilang akan menghubungi ku lagi" Jawab mawar singkat lalu meneruskan tugasnya kini.
Sebenarnya mawar juga di sibukkan dengan tugas lainnya, 2 hari lagi adalah pesta pernikahan anak perdana menteri yang akan di selenggarakan secara mewah di salah satu gedung terbesar di negera ini, mawar juga di tugaskan di sana untuk melakukan kerja lapangan bersama dengan tim reporter yang lainnya.
Sedangkan hari itu juga dia mempunyai janji bahwa dia akan ikut dengan diego dalam sebuah acara, sulit untuk mawar menolak permintaan diego karena diego lah yang sudah membantunya untuk mewawancarai Pamela Anderson sebagai ucapan terimakasih mawar hanya bisa menuruti apa kemau an diego.
Tak lama ponsel mawar berbunyi mawar segera mengangkat telefonnya.
"Hallo?"
``Hallo mba sofia rosalina saya adalah manajer jenifer thomson, dia bilang dia setuju untuk diwawancarai oleh anda semua, beliau menunggu anada esok di kediamannya pukul 09.00 pagi, hanya anda sendirian yang datang karena nona jenifer tidak suka keramaian, saya akan mengirimkan alamat rumahnya pada anda."
__ADS_1
Sambungan terputus lalu manajer jenifer mengirimkan location tempat perjanjian.
'Kenapa harus sendiri an?'