
Mawar melihat orang yang mengulurkan tangannya, ternyata dia seorang laki laki yang sangat tampan, sambil tersenyum menatap mawar.
Mawar menggenggam tangan laki laki tersebut, membantu mawar untuk berdiri.
"Terimakasih..." mawar tersenyum kearah laki laki tersebut, setelah melepaskan tautan tangan mereka berdua.
"Sama-sama, apa ada yang sakit?" Tanya lelaki berkaos putih itu dan membalas senyuman mawar, yang tak kalah manis dengan wajahnya, mawar menggeleng mengatakan bahwa dia baik baik saja.
"Aku baik, Kalau begitu aku harus segera pergi, sekali lagi terimakasih." Mawar membungkukan tubuhnya sambil berlalu pergi meninggalkan laki laki itu tanpa sadar senyum mawar mengembang, lelaki seperti itu akan sangat jarang di jumpai.
Mawar masuk kedalam restoran di sana ramai oleh orang orang yang sedang bersantap, mawar mengedarkan pandangan mencari erika, ke sekeliling restoran dan melihat erika sedang menyantap makanan pesananya, mawar menghampiri erika dengan sedikit terburu buru, walau kakinya masih terasa sedikit sakit.
"Ahhh! erika..Kau makan duluan?" Tanya mawar sesampainya dimeja yang di tempati oleh erika, menarik kursi kosong dan mendaratkan bokongnya disana.
"Habisnya kau lama sekali... dari mana?" Tanya erika sambil meletakan sendok dan garpu yang sebelumnya dia pegang untuk mengaduk spaghetti miliknya. "Aku tadi di tabrak pesepeda" Jelas mawar yang hanya bisa menunjukan wajah memelas.
"Apa!? tertabrak pesepedah lalu kau tidak apa apa?" Erika terlihat khawtir, sesekali erika memeriksa bagian dari tubuh mawar, memastikan bahwa sahabatnya itu baik baik saja.
"Tidak aku baik baik saja" Mawar tersenyum menyadari sahabatnya sangat perhatian padanya, walau kadang menyebalkan.
"Ya sudah jangan marah... aku sudah memesankan makan untuk mu, ayo makan." Tawar erika sambil mengibaskan tangannya di udara.
__ADS_1
"Hmm" Mawar menarik semangkuk makanan, ia melihat santapan malam yang begitu lezat, membuat siapapun yang melihat pasti kehilangan akal sehat, karena dari bentuknya saja membuat perut berguncang, apalagi saat sudah masuk kedalam perut, mungkin perut akan menari kegirangan.
"Ayo makan." erika mempersilahkan mawar untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia. satu piring spaghetii berwarna merah berbumbu pedas dengan bertabur daging yang lembut di atasnya membuat air liur pun menetes.
"Mmm, sepertinya sangat lezat, aku cicip yah erika" Mawar menyuapkan satu sendok spagheti ke dalam mulutnya, sempat terdiam sejenak merasakan rasa dari spagheti itu.
"Ini sangat lezat erika! Aku menyukainya" Mawar tersenyum bahagia, sambil terus menyuapkan spagheti kedalam mulutnya.
Setelah kenyang menyantap makanan, mawar dan erika kini sedang bersiap siap untuk menunggu kedatangan lusiana. 5 menit lagi menuju pukul tujuh malam hari, tapi lusiana sudah datang dengan senyuman yang ramah dan juga hangat tersenyum ke arah mawar dan erika.
"Hallo! apa kalian wartawan dari majalah news hot corp?" Tanya lusiana sambil menatap mawar dan erika secara bergantian.
"Iya.. nama saya sofia rosalina, dan ini teman saya erika. Silahkan duduk." Mawar menjawab dengan sangat ramah dan sopan. Sikap yang selalu membuat orang lain suka dengan mawar. "Silahkan jika anda mau memesan minuman atau makanan." Tanya erika ramah, itu sudah menjadi kewajiban mereka sebagai wartawan.
***
setelah selesai wawancara, lusiana pamit untuk pulang. "Kalau begitu saya pamit pulang, terimakasih yah." ucap sambil membereskan beberapa barangnya yang tergeletak diatas meja, lalu tersenyum pada mawar dan erika.
"sama sama, hati hati di jalan, kami juga berterimakasih anda telah meluangkan waktu untuk melakukan wawancara." Jawab mawar dengan sopan, menjabat tangan lusiana juga erika melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Setelah itu lusiana pergi meninggalkan mawar dan erika. "Kalau semua artis ramah dan sopan seperti lusiana, pasti semua orang akan sangat senang bisa mengobrol lama bersamanya." Kata erika sambil membereskan barang barang yang berada di atas meja.
"Kalau semua artis seperti lusiana, tidak akan ada pekerjaan untuk kita, sudahlah ayo kita pulang." Ajak mawar pada erika, erika mengangguk dan berjalan keluar mengikuti mawar dari belakang. Mawar berjalan dengan sangat cepat, sehingga erika tertinggal di belakang.
"Mawar.. tunggu! Aku menggunakan sepatu heels" Teriak erika berusaha mengejar mawar yang sudah berjalan jauh keluar restoran.
"Erika... Cepatlah, sebentar lagi bis menuju rumahku akan lewat." jelas mawar kenapa dia berjalan dengan begitu cepatnya.Sesampainya di halte bus erika langsung terduduk lemas di kursi.
"Huuuh kaki ku rasanya mau copot," Erika mengusap usap kakinya.
"Maaf rika, tapi aku takut tidak ada lagi bis yang menuju arah rumahku" Jelas mawar lagi pada erika.
"Iya aku paham, besok akan ku berikan hasil wawancara ini pada bu susi, semoga bu susi tidak kecewa lagi!" kata erika pada mawar, mengepalkan kedua tangannya sambil tersenyum meyakinkan.
"Iya... untung saja lusiana ada waktu kalau tidak..." Mawar mentap langit malam yang sangat sepi, karena tak dilihat sama sekali gugusan bintang yang mewarnai gelapnya malam ini.
setelah menunggu beberapa menit, datang bus, tapi bus itu adalah jurusan menuju rumah erika, jarak rumah mawar dan erika sangat jauh. "ya sudah.. bye mawar!" Erika masuk kedalam bus, meninggalkan mawar sendirian di halte bus. Malam itu sepertinya, orang orang tidak perduli dengan keadaan siapapun, hanya lewat begitu saja sambil sibuk dengan kegiatan nya masing masing. Mobil lalu lalang melewati jalan raya yang sangat terang, angin semilir melewati tubuh mawar yang sedang memperhatikan jalan raya. Tak sadar sebuah motor berhenti tepat di hadapan mawar yang dari tadi tak menyadari kedatangan motor ke hadapannya.
"Hai?" pengendara motor yang berhenti di depan mawar membuka helmnya dan menyapa mawar, ternyata dia adalah seorang laki laki, yang tadi menolong mawar,mawar melirik laki laki tersebut yang sedang duduk di atas motor.
"Ohhh kau, hai!" Mawar menyapa laki laki itu, tak lupa dengan senyumannya "Hai juga. Kau sedang menunggu bus yah?" Tanya laki laki itu "Iya aku sedang menunggu bus" Jawab mawar sambil menatap lelaki yang ada dihadapannya, dengan rasa sedikit aneh dan perasaan yang berbeda.
__ADS_1