Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
back home


__ADS_3

"Ohh begitu" Senyuman ramah terpancar dari bibir lelaki itu."Sebelumnya perkenalkan nama ku daniel" Menjujung tinggi tangan daniel hendak bersalaman dengan mawar, mengetahui isyarat yang di berikan oleh daniel, mawar pun menyambut hangat jabatan tangan daniel, sambil tersenyum menyebut namanya yang begitu indah.



"Mawar... salam kenal."Karena baru kenal, dengan secepat mungkin mawar menarik tangannya, senyuman ramah mawar berhenti, mawar mengalihkan pandangannya ke arah jalanan.


bertanya kapan bus nya akan datang?


Kekhawatiran mulai muncul di hati mawar, dia bukannya menuduh tapi orang tidak bisa langsung di anggap baik, kalau hanya bertemu beberapa menit. Dan sekarang keadaannya memungkinkan untuk orang asing yang ada dihadapan mawar melakukan kejahatan.



Terlihat dari ekspresi mawar sekarang yang mulai was was"Dia khawatir?" Daniel menangkap jelas ekspresi yang di tunjukan oleh mawar."Bagaimana kalau aku mengantarkan mu pulang?" Tawar daniel, mendengar tawaran daniel, ekspresi wajah mawar semakin berubah ketakutan, teringat kuat di pikirannya nasehat yang di berikan oleh ibu mawar.


Bahwa anak perempuan harus bisa menjaga dirinya.



Tanpa berfikir panjang mawar langsung menolak ajakan daniel, "Maaf tapi.. aku tidak bisa, aku pergi dulu." Langsung dengan sedikit berlari mawar meninggalkan daniel, dengan hati bercampur aduk, takut, cemas, khawatir akan terjadi sesuatu padanya.


Daniel tak berusaha mengejar mawar karena tahu akan kekhawatiran yang di rasakan oleh mawar.



Malam itu sedikit toko toko yang mulai menutup gerainya, perlahan muncul kehidupan malam yang jarang di lihat langsung oleh mawar.


Sepanjang mawar berjalan ia melihat banyak perempuan yang senang hati menjajakan dirinya, bagai barang yang dapat di beli kepada lelaki lelaki ******** yang kurang ajar.


"Apa ini kehidupan malam?" Tanda tanya besar muncul di benak mawar, ibu mawar selalu mendidik mawar agar menjadi seseorang yang berguna. Yang dapat bermanfaat bagi semua orang, sehingga ia baru pertama kali melihat gelapnya dunia malam.



Mawar mempercepat langkah kakinya, entah harus berapa lama lagi mawar berjalan, yang jelas kini mawar sedang ketakutan.


Sampai pada sebuah gang yang gelap, muncul 2 orang lelaki yang mengahadang jalan mawar, mengnetikan langkah kaki mawar.



"Gadis manis.. mau pergi ke mana? sudah lah disini saja bersama saya?" Lelaki itu menggoda mawar, mawar menatap tajam lelaki itu, kemudian temanya lagi berkata.


"Malam ini bersenang senang lah bersama kami." Lelaki itu memegang tangan mawar, dengan sekuat tenaga mawar berusaha melepaskan genggaman tangan lelaki itu" Lepaskan! Lepaskan! Tolong!!" Mawar berteriak, dua orang laki laki itu kebih kuat di bandingkan dengan mawar, mereka menarik mawar masuk kedalam bagian gelap dari gang itu.



   Tak mau menyerah begitu saja, mawar masih terus berusaha melepaskan genggaman kedua lekaki itu, sambil berteriak meminta tolong.

__ADS_1



   sampai dari arah kejauhan datang seseorang lelaki yang tampan, tanpa basa basi langsung menghajar kedua lelaki itu dengan tangan kosong, salah satu lelaki itu jatuh tersungkur,melihat kesempatan yang bagus mawar berlari ke arah lelaki itu yang ternyata adalah daniel.



   Usaha kedua lelaki itu belum selesai, mereka berdua berusaha membalas pukulan yang di berikan oleh daniel, sayang walau mereka berdua tapi daniel sangatlah kuat. Yang terjatuh terkapar kali ini adalah mereka berdua, malas berbasa basi, daniel mengakhiri pertarungan ini dengan mematahkan tangan dari kedua orang lelaki itu.



   Sambil lari terbirit birit kedua lelaki itu menjerit kesakitan, jangan di tanya kenapa daniel begitu kuat, itu karena dirinya sendiri adalah seorang atlet karate sewaktu sma dan juga saat di perkuliahan, mematahkan tangan lawan bukanlah hal yang asing lagi bagi daniel.



   Setelah selesai membereskan kedua lelaki itu, di lihatnya mawar yang sudah terjatuh di lantai dengan lutut bertumpu pada tanah, Perasaanya masih campur aduk, antara kaget dan tak menyangka, dia pikir kehidupan malam tidak semenakutkan ini, dia sendiri belum mengetahui pasti seluruhnya, namun malam ini mawar mengerti hidup tidak lah mudah, karena malam ini juga harta miliknya hampir saja di rebut.



  "Tak ada yang perlu dikhawatirkan, mereka sudah pergi." Daniel dengan lembutnya menyodorkan tanganya lagi pada mawar untuk kedua kalinya, mawar masih dalam keadaan tubuh bergetar, napas memburu dan juga beberapa kali dia terisak.



"Sudah, ayo berdiri di sini dingin." Daniel menyamakan tinggi badannya dengan mawar yang masih bersimpuh di atas tanah, diam menundukan kepalanya.




"Sudah jangan menangis.. aku ada disini oke!" Daniel menghapus air mata mawar, sambil menyelipkan poni mawar ke belakang daun telinganya "Kau mau ku antar pulang?" Kali ini daniel kembali berusaha membujuk mawar, walaupun menolak daniel akan keras kepala memaksanya, karena siapa yang akan tega meninggalkan seorang gadis sendirian di tengah malam?



Sejenak terdiam, mawar memikirkan lagi baik baik.



"apa yang perlu dikhawatirkan lagi, daniel lah yang tadi sudah menyelamatkan mu mawar, dia sudah 2 kali berbuat baik padamu, apakah kau perlu pembuktian lagi? Bahwa daniel itu baik, sekarang sudah malam, bus pun pasti tidak ada, dari pada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, lebih baik kau mengiyakan tawaran daniel."



Hati mawar mengatakan yang sesungguhnya tentang kejadian yang tadi menimpa nya, dan selalu daniel lah yang menolongnya.



"Oke.. tapi apa tidak merepotkanmu? " Pada akhirnya mawar menerima tawaran daniel, walau agaknya dia masih sedikit canggung, begitulah.

__ADS_1



"Tentu saja tidak. "Senyuman manis terpancar lagi dari bibir daniel, Mawar mengangguk dan mengikuti daniel yang berjalan menuju motornya, motor daniel tak jauh terparkir dari tempat ia berada sebelumnya, motor daniel motor yang cukup tua, terlihat dari bagian bagian motornya yang jarang sekali di temui pada motor biasanya.



"Ayo naik!" Perintah daniel yang sudah selesai menyalakan mesin motor, mawar yang mendengar perintah daniel langsung menaiki motor daniel dengan sedikit canggung, kedua tangannya tergantung diudara sangat ragu untuk memeluk pinggang daniel, mawar mendengus pelan sampai akhirnya memberanikan diri mencekram jaket yang digunakan oleh daniel sebagai pegangannya.



   Malam itu angin cukup kencang, suasana malam yang dingin pun terasa begitu hangat, jalanan yang mulai sepi oleh pengendara menandakan hari sudah cukup malam, sesekali terdengar suara hewan malam yang menjadi penyeru simfoni alami mengalunkan nada lucu yang tak dipeduli, walau begitu malam ini terasa begitu hangat bagi mereka berdua.



   Mereka berdua berada dalam kecanggungan yang luar biasa, daniel maupun mawar hanya diam dengan masing masing perspektif bagaimana pertemuan mereka yang terjadi karena ketidaksengajaan, daniel hanya bertanya sekiranya kebingungan dengan jalan menuju rumah mawar, pun mawar juga sama, hanya menjawab ajuan pertanyaan daniel setelahnya sunyi.




***




  Daniel memarkirkan motornya di pinggir jalan tepat di depan rumah mawar, rumah tipe klasik yang berbeda dari rumah yang ada berjejer di sekitarnya. Rumah tua yang terlihat elegan, antik dan bersih, pagar kayu yang memisahkan antar pembatas halaman dan jalan, begitu elok berjejer rapih.


 


Halaman yang luas dan di tumbuhi pohon pohon dan rumput rumput membuat rumah terlihat asri dan segar di pandang, dan air mancur yang berbentuk ikan membuat suasana rumah semakinterlihat sempurna.



  Mawar turun dari motor daniel sambil membuka helmnya, berdiri disamping motor daniel dengan sedikit bingung akan berbicara apa. "Hmm terimakasih, maaf merepotkan" Mawar tersenyum kecil menatap manik mata hitam legam milik daniel yang begitu terang terosot cahaya bulan.



"Sama sama, tidak apa-apa, aku senang bisa membantumu" Jawab daniel membalas senyuman mawar, yang tak berpaling dari menatap manik matanya, daniel yang menyadari itu hanya diam tak peduli bahwa mawar kini menatapnya lemat-lemat.



"Kalau begitu pergi dulu." Daniel menyalakan mesin motornya, sebelumnya dia tersenyum lagi pada mawar setelahnya motor daniel hilang bersama dengan malam yang semakin gelap.


__ADS_1



__ADS_2