Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
akhir dari sebuah hubungan (bag 2)


__ADS_3

'Menjadi yang kedua di hidupmu' Vino menyerah untuk mendapatkan mawar menjadi miliknya seutuhnya, namun dia bisa memiliki mawar walau hanya menjadi yang kedua.


Walau orang itu pintar sekalipun jika mengenai cinta dia akan lupa bahwa sesungguhnya hal itu dapat membuat seseorang terluka.


Mawar pergi meninggalkan vino begitu saja, dia sudah sangat siap jika harus berpisah dengan vino hatinya sudah cukup mantap untuk melupakan hal mengenai vino yang dulu pernah dia cintai.


Saat mawar kembali ke tempat duduknya dia melihat erika sedang asyik menggeser geser layar ponselnya sambil tersenyum senyum tidak jelas.


Karena penasaran akhirnya mawar mengintip dari kejauhan melihat apa yang membuat sahabatnya itu tersenyum senyum bahagia.


"Darrrrrr!" Mawar menepuk pundak erika, yang membuat erika langsung kaget dan hampir melempar handphone yang tengah di pegangnya.


"Mawar!? Bikin kaget aja!" Erika menajamkan matanya pada mawar, mawar dianggap telah merusak ketenangannya.


"Hihihihihi, jangan marah... Kamu lagi ngapain sih senyum senyum sendiri? Lagi chatan sama cowo yah?" Mawar mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk ke arah wajah erika yang mulai memerah malu.


"Enggak! Aku gak lagi chatan sama siapa siapa curigaan banget jadi orang!" Erika malah menunjukan ekspresi malu nya yang sebenarnya dia hendak menunjukkan ekspresi marah tapi dia tidak bisa melakukannya.


"Iya deh iya aku percaya, ohhh yah tadi pak vino menyuruh kita untuk mewawancarai Pamela Anderson." Ucap mawar lalu duduk di kursi kerjanya.


"Apa! Pak vino!? Kenapa dia bisa menyuruh kita?" Erika malah terkejut dengan orang yang telah menyuruh mereka untuk mewawancarai Pamela Anderson yaitu vino.


"Iya, pak vino yang menyuruh kita sepertinya dia sekarang menggantikan posisi pak herman sebagai direktur di perusahaan ini." Mawar hanya menjelaskan tanpa memandang wajah erika, dia harus segera menyiapkan beberapa pertanyaan untuk wawancara nanti.


"Ahhh semakin rumit saja hidup mu mawar, aku minta maaf karena tidak bisa membantu mu.. " Erika bersedih, menjadi sahabat yang tidak berguna selalu dia rasakan karena tidak pernah bisa membantu mawar.


"Tidak apa apa, aku sudah cukup senang kamu masih ada di samping ku dan mau menjadi teman bercerita ku... Ohh dan aku juga minta maaf siang ini aku tidak bisa makan siang bersama mu aku ada janji... " Mawar meletakan seluruh berkas yang di pegang olehnya dan menatap erika teduh, dia yakin sahabatnya itu adalah orang yang dapat selalu membantunya.


"Iya... Aku tahu kamu sudah ada janji dengan diego bukan?" Terka erika.


"Ahhh tidak aku hanya akan pergi menemui teman SMA ku." Jawab mawar berbohong, dia tidak ingin menceritakan bahwa dia akan bertemu dengan vino di taman siang ini.


"Reuni?" Tanya erika lagi memastikan.


"Iya!" Jawab mawar spontan lalu kembali mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Tak lama ponsel mawar berdering, dia melihat notifikasi di layar ponselnya dan itu adalah pesan dari diego untuknya.


DIEGO


💬 mawar... Aku ingin mengajak mu makan siang bersama, Apa bisa?


'Diego mengajak ku makan siang bersama, apa yang harus aku lakukan apakah aku harus jujur pada diego kalau aku akan bertemu dengan vino apakah diego akan marah?' Mawar bimbang tapi dia harus segera memutuskan.


💬 Maaf...Tapi siang ini aku ada urusan pekerjaan, mungkin lain kali saja... "


💬 Oke... Semoga tugas mu lancar.


'Aku lagi lagi berbohong pada diego, padahal diego sudah berjanji akan mempercayaiku tapi kenapa sulit untuk ku mengatakan hal yang sesungguhnya'


Mawar menyesal dia ingin menbatakan yang sejujurnya pada diego namun sangat sulit.


Setelah selesai menghubungi diego, mawar meneruskan tugasnya lagi, dia ingin ini segera selesai.


***



Sesampainya disana mawar duduk di salah satu kursi panjang yang di sediakan dia duduk di temani semilir angin dan kicauan burung yang saling bersautan.


Lalu dari sampingnya datang vino dan langsung duduk di samping mawar dengan tatapan yang terfokus pada burung burung yang bertebangan vino lebih memilih diam.


Sejenak keheningan memecah di antara keduanya, mereka sedang menyiapkan hatinya masing masing untuk mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.


"Jadi bagaimana?" Vino bertanya membuat ketenangan mawar berhenti sejenak.


"Aku ingin mengakhiri hubungan kita, lupakan seluruh masalalu kita anggap saja itu sebagai sebuah cerita yang tidak akan pernah di teruskan kisahnya, kita sudah bahagia dengan hidup kita masing masing bukan?" Mawar menatap vino dengan rambut yang masih beterbangan karena di tiup kencangnya angin.


"Aku tahu... Aku mengerti...Aku tahu rasa sakit yang telah aku perbuat padamu, tapi percayalah bukan hanya dirimu yang tersiksa karena kehilangan ku, aku pun merasakannya! Selama 8 tahun hidup tanpa dirimu itu tidak mudah, bahkan aku tidak pernah membuka hatiku untuk satupun wanita selama 8 tahun ini, karena aku yakin kamu masih menunggu ku... Tapi jika kamu memang menginginkan itu, aku akan melakukannya, tapi fikirkanlah terlebih dahulu, aku bahkan rela dan mau jika harus menjadi orang kedua di hidupmu." Jelas vino sambil menatap mawar yang sangat cantik dan kini mawar sedang memejamkan matanya, menikmati indahnya suasana taman ini.


"Aku tidak bisa vino, menduakan mu sama saja dengan aku melukai diego kamu paham maksud ku bukan? Aku harap kamu mengerti, dan dari hari ini juga aku mengakhiri hubungan ini! Kita tidak lagi mempunyai hubungan lebih." Jawab mawar pelan dia tidak lagi menatap vino dia yakin menatap vino sama saja membuat keyakinannya goyah pada keputusannya.

__ADS_1


Vino dengan cepat langsung memeluk mawar erat hatinya begitu bergejolak setelah mengetahui keputusan yang telah di ambil oleh mawar.


"Maafkan aku mawar.... Maaf selama ini aku telah membuat mu terluka. Sekali lagi maafkan aku.... Aku mendoakan mu bahagia dengan diego, jangan ragu untuk menghubungi ku jika kamu punya masalah, kita masih berteman bukan?" Vino selama beberapa menit memeluk mawar, lalu melepasakannya.


Mawar tidak ingin memberontak atau tidak menerima pelukan vino, karena sesungguhnya dia juga tidak ingin melihat vino begitu bersedih karenanya.


"Aku memaafkan mu, kamu tidak melakukan kesalahan hanya takdir yang sudah menentukan untuk kita mengalami hal seperti ini jangan salahkan dirimu sendiri." Mawar memegang kedua pundak vino, berusaha menguatkan vino yang sekarang menundukan kepalanya.


Vino tidak berkata apa apa lagi, baginya tugasnya sekarang untuk membahagiakan mawar telah selesai.


Lalu vino pergi meninggalkan mawar sendirian di taman, vino berjalan lemah tanpa arah semangatnya untuk hidup kini sudah hilang.


Orang yang selalu membuatnya semangat hidup sudah tidak bisa ia dapatkan.


Vino berjalan di tengah ramainya kendaraan yang melintas, berjalan pelan di tengah jalan tanpa peduli ada mobil yang melaju kencang menuju ke arahnya.


Dannnn


*Duarrrrrrr*


Tubuh vino terpental tertabrak mobil, mobil yang menabrak vino melaju kencang meninggalkan tubuh vino yang terkulai lemas di jalan.


"Aku harap aku bisa terus melihat senyummu bahagialah bersama diego, aku mencintaimu mawar." Kata terakhir yang di ucapkan vino sebelum ia menutup matanya, meneteskan air mata dan tidak sadarkan diri.


Darah bercucuran jatuh dari bagian kepalanya karena dia cukup terbentur keras pada mobil dan aspal jalan.


Orang orang yang melihat kejadian itu, langsung membantu vino dan segera menelefon ambulance untuk membawanya kerumah sakit.


Mawar yang sedari tadi masih duduk di taman, melihat keributan yang terjadi di pinggir jalan sana, karena penasaran mawar mendekati arah keramaian itu dan melihat vino terkulai lemas dengan bersimbah darah, mawar langsung menerjang seluruh orang orang yang ikut melihat kejadian itu supaya mawar bisa memastikan bahwa yang di lihatnya itu benar benar vino.


Alangkah kagetnya mawar saat mengetahui orang yang dia lihat saat ini benar benar vino.


Mawar langsung memeluk vino yang sudah tidak sadarkan diri.


"Vino!!!!! Bangun.... Vinooooo ini aku.... " Mawar menangis di depan tubuh vino.

__ADS_1


"Panggil ambulance mana ambulance....!!!! " Mawar berteriak pada seluruh orang orang yang memperhatikan kondisi vino.


Tak lama ambulance datang, vino di bawa kerumah sakit bersama dengan mawar.


__ADS_2