
"Maaf... Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu, aku tidak tahu... " Mawar menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, sambil menatap albert lekat, mawar menyukai bibir penuh milik albert yang sangat menggoda.
"Tidak apa apa... Kamu juga tidak tahu bukan? Jadi mau makan siang bersama?" Tawar albert lagi sambil menaikan alis kanannya.
"Iya...Aku mau..." Jawab mawar sambil mengangguk anggukan kepalanya. "Baiklah... Nicky....Mari kita makan siang dulu..." Albert beranjak dari duduknya, langsung menggenggam lengan nicky yang masih bercanda dengan anjingnya.
"Daddy... Apa bibi mawal ikut belsama kita?" Tanya nicky polos sambil menatap dua manik mata albert yang berwarna biru cerah. "Iya sayang bibi mawar ikut bersama kita... " Jawab albert sambil menoleh ke arah mawar yang masih duduk di kursi taman, albert memainkan kedua bola matanya memberi isyarat untuk ikut berdiri.
Mawar yang paham akan isyarat yang di berikan oleh albert, berdiri dan berjalan sejajar dengan albert juga nicky.
Saat itu suasana taman sedang cukup ramai karena sekarang adalah jam istirahat untuk para pegawai kantor, mawar tidak tahu albert akan mengajaknya makan siang di mana, tapi mawar memilih diam dan mengikuti albert.
"Dadyy nicky ingin makan bulgel dan chiken wings with cheese sauce..." Pinta nicky pada albert, sekarang posisi mereka yaitu tangan kanan albert yang sedang memegang tali kalung emly, sedangkan tangan kiri albert menggenggam tangan kanan nicky, lalu mawar yang berada di samping kiri nicky yang juga mawar menggenggam lengan kiri nicky.
Posisi ini terlihat seperti seorang pasangan suami istri yang mengajak anaknya jalan jalan bersama dengan anjing peliharaan yang ingin ikut bersama mereka. "Iya nicky sayang....Daddy belikan yah..." Jawab albert lembut, mereka bertiga, ralat bertempat dengan anjing peliharaan milik albert sedang berjalan di trotoar jalan mencari cafe terdekat untuk mereka kunjungi.
"Mawar ingin makan dimana?" Tanya albert sambil melirik mawar yang sedari tadi diam, mawar merasa dia tidak berhak banyak berbicara pada dua orang lelaki yang baru ia temui ini.
"A---ku makan di mana saja... " Jawab mawar gugup, dia sempat terkejut dengan ucapan albert yang membuyarkan pikiran nya, jujur mawar sekarang masih belum bisa melupakan hal yang terjadi padanya hari ini.
Semua kejadian terjadi begitu saja tanpa mawar ketahui, mawar membuang nafas kasar meratapi nasib sialnya hari ini.
Setelah beberapa menit berjalan albert menghentikan langkahnya di depan sebuah restoran cepat saji, mawar sempat bingung kenapa albert memilih tempat ini, karena seharusnya makanan cepat saji tidak baik di makan oleh anak anak, karena dapat merusak kesehatan.
Tapi mawar tidak bisa berkomentar apa apa, itu kemauan albert, mawar juga sudah memutuskan untuk mengikuti semua tempat makan yang di pilih kan oleh albert.
"Yeayyy dady... Makanan cepat saji... " girang nicky saat mereka bertiga duduk di meja makan restoran ini. "Iya daddy izinkan kamu untuk makan makanan cepat saji, tapi hanya boleh sedikit, jangan banyak banyak... " Albert memperingati nicky agar tidak terlalu banyak makan, makanan cepat saji.
"Iya daddy nicky tahu... Bukankah nicky hanya makan, makanan cepat saji sebulan sekali? Bahkan lebih." Bela nicky sambil tersenyum menunjukan deretan gigi giginya yang belum sempurna.
__ADS_1
"Ya sudah... Kamu mau makan apa mawar?" Tanya albert pada mawar, mawar sekarang duduk berhadap hadapan dengan albert sementara nicky duduk di samping albert.
"Burger egg, dengan jus mangga aja..." Pinta mawar, yang di jawab anggukan dari albert. "Nicky tetap ingin pesanan yang tadi?" Kini albert melirik nicky yang sedang mengelus elus bulu halus emly. "Iya dad.. " Jawab nicky sambil terus fokus pada emly yang sesekali menggonggong.
****
Sementara diego kini tengah berada di depan kantor majalah dan berita ternama, diego sebenarnya khawatir dengan mawar karena sedari tadi mawar tidak mengangkat telefon darinya, maupun menjawab pesan yang dikirim oleh diego.
Karena hal itulah diego kini mendatangi kantor mawar, sudah 20 menit diego menunggu di dalam mobil dia tidak berani masuk kedalam kantor mawar, karena jika diego masuk kedalam kantor maka akan terjadi kehebohan yang sangat besar, jadi diego memutuskan untuk tetap menunggu mawar di dalam mobil.
Yang diego yakini mawar akan pergi makan siang bersama dengan erika, tapi sudah 20 menit berlalu dari waktu istirahat diego tidak melihat tanda tanda mawar.
"Kemana sihh!?" Gerutu diego yang sudah bosan menunggu mawar di dalam mobil.
Saat diego hendak menyerah, tapi ternyata tuhan masih baik padanya di lihatnya erika keluar berjalan keluar dari kantor sendirian tanpa di dampingi mawar, hal itu membuat diego sedikit bingung sebab biasanya mawar dan erika selalu bersama.
Tak menyia nyiakan kesempatan itu, diego langsung turun dari mobilnya untuk mendatangi erika yang sudah berjalan menjauh dari kantor.
Erika membalikan tubuhnya menatap lelaki dengan rambut hitam lebat juga dengan setelah jas berwarna cokelat muda, di padukan dengan sweater turtle neck berwarna putih tulang, yang terlihat santai namun tetap modis dan keren.
"Diego?" Erika menatap heran diego yang tiba tiba memberhentikan langkahnya. "Kamu tahu di mana mawar?" Tanya diego dengan nafas yang memburu, setetes keringat melesat dari pelipis diego.
"Mawar? Aku tidak tahu? Aku pikir dia bersama denganmu?" Erika malah kebingungan dengan pertanyaan diego. "Tidak! Aku sedari tadi tidak bersama dengan mawar!" Tolak diego keras keras, wajahnya berubah panik saat mengetahui mawar tidak bersama dengan erika.
"Apakah dia masuk kerja?" Tanya diego lagi, erika sepertinya sedang berfikir sehingga ia teringat sesuatu. "Ohhh iya... Aku lupa mawar sedang ada wawancara dengan jenifer thomson ..." Jawab erika sambil menggidikan kedua bahunya.
"Jenifer thomson?" Diego kebingungan dia terlihat berfikir tak asing dengan nama jenifer. "Apakah mawar tidak memberi mu kabar?" Kini gerak gerik diego semakin tak karuan, keringat dingin kini memenuhi wajah tampan nan erotis milik diego.
"Tidak? Memang seharusnya dia sudah kembali....Tapi aku tidak terlalu khawatir kupikir dia akan langsung makan siang bersama dengan mu!" pekik erika, mereka masih berdiri di jalanan yang ramai oleh pejalan kaki memandang heran kedua insan yang sedang bertengkar di pinggir jalan, yang tak lain adalah diego dan erika.
__ADS_1
"Oh shit!" Diego berlari menuju mobilnya dengan langkah tak seimbang, melaju kan mobil Lamborghini aventador 01 miliknya dengan kecepatan di atas rata rata, pikirannya sudah menerka nerka suatu hal yang akan sangat di sesali olehnya.
Diego tidak peduli orang orang di jalan mencemooh nya karena membawa mobil dengan kecepatan bagai kilat yang menyambar, yang terpenting kini baginya dia bisa melihat mawar dalam keadaan baik baik saja. Bahkan diego tidak memikirkan erika yang kebingungan dengan seluruh tingkah laku diego.
'Jika terjadi sesuatu pada mawar ku jamin orang yang membuat nya celaka tak akan hidup tenang!'
gerutu diego yang masih menyetir dengan keadaan marah, diego mengambil handphone di saku celananya dan menelepon seseorang yang menjadi kaki tangan diego dalam mencari informasi.
"Hallo! tolong carikan informasi terkahir keadaan mawar! Cari dimana sekarang dia berada! Aku tidak meminta waktu lama aku ingin mendapatkan informasi nya segara!"
Marah diego tak lagi bisa di bendung, diego seperti kehilangan udara di hidupnya, bahkan saat ini diego merasa sesak di bagian dada karena kesulitan bernafas, kekhawatiran diego semakin tidak menentu, dia sudah menyumpahi dirinya sendiri karena melibatkan mawar pada permainan bodoh seperti ini.
Drttttt drrtttt
Dering ponsel diego berbunyi tanpa basa basi diego langsung mengangkat telefon yang sudah ia ketahui bahwa itu adalah nomor orang kepercayaan.
"Dimana! dia!" Gertak diego masih dengan keadaan menyetir tanpa peduli kini keselamatan nya berada di ujung tanduk.
``Dari sinyal terkahir di ponselnya, dia berada di taman sekitar 40 menit yang lalu... ``
Mendengar jawaban dari orang kepercayaan nya, diego langsung mematikan telefonnya dan memutar balik mobilnya, dengan stir yang sedikit di banting, diego tidak peduli keadaan jalanan yang sedang ramai tidak akan menghambat nya, beruntunglah diego karena sempat mempelajari drifting saat masih SMA karena sekarang itu sangat berguna.
Diego mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah jenifer, biarkan hukuman untuk jenifer di berikan oleh anak buahnya, yang terpenting sekarang diego ingin melihat keadaan mawar.
Sesampainya di taman kota, diego masih berada di dalam mobilnya, mengitari taman yang berbentuk lingkaran dengan kecepatan mobil pelan, tapi diego belum beruntung karena dia tidak menemukan mawar.
"Kemana dia!" Gerutu diego saat tidak menemukan keberadaan mawar di taman, diego memutuskan untuk menyusuri jalanan dekat taman, sambil memperhatikan jalanan yang ramai, diego mengerem mobilnya dadakan saat melihat mawar dari dalam restoran sedang asyik makan siang bersama dengan seorang lelaki dan anak kecil.
Dinding restoran yang terbuat dari kaca membuat semua orang bisa melihat keadaan di dalam restoran.
__ADS_1
Diego memukul kendali stirnya, hatinya begitu teriris saat melihat orang yang dia sayang sedang bercengkerama dan tertawa bersama orang lelaki lain, dan lupa dengan dirinya.
"Sialan! Begitu cepat dia melupakanku!"