Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
aku mencintaimu


__ADS_3

mawar menatap santai guratan indah wajah diego, alis yang sedikit tebal, hidung yang mancung dan juga rahang yang tegas membuatnya menjadi salah satu nama dalam catatan suami idaman seorang wanita, belum lagi dengan reputasi nya sebagai seorang CEO di usia mudanya, membuat diego menjadi idaman semua orang.


Seorang wanita dengan surai hitam yang di gerai, dengan blazer berwarna biru langit, di tambah juga sebuah kemeja berwarna putih membuat nya terlihat begitu sempurna, jangan lupakan sebuah skhrit selutut membuatnya terlihat lebih elegan dan lebih cantik dari pada karyawan kantor biasanya.


Sebuah senyuman terus bersemi tertaut di wajah cantiknya, tak ada kesedihan atau celah bagi seseorang untuk menjelek kan wanita ini karena dengan sekali pandang semua orang akan tahu bahwa dia adalah wanita yang hebat.


"Aku dengar kau melakukan wawancara dengan jenifer thomson?" Diego yang berada di hadapan mawar, mulai membelah keheningan di antara mereka berdua.


Pertanyaan diego itu hanya di jawab dengan anggukan juga dengan sebuah senyum semringah, yang membuat diego tanpa keheranan.


"Apa yang dia katakan?" Diego menaruh sebuah burger cheese saos yang baru saja dia makan setengahnya, diego lebih mementingkan untuk menunggu jawaban dari mawar yang terlihat biasa saja.


"Mmm jenifer baik... Dia berkata aku murahan, aku orang miskin, aku tidak pantas dengan mu, dia berkata bahwa kau dengannya sudah di jodohkan, juga dia bilang agar diriku pergi dari hidupmu... Dan yang paling parah dia menyiapkan uang yang cukup banyak untuk membuatku pergi dari hidupmu...Hahahaha lucu bukan?"


Jawab mawar sambil tertawa renyah, sesekali dia menenggak es chocolat brownies with wipcreams yang dia pesan supaya membuat membasahi tenggorokan kering nya.


"Kau tidak marah?" Jujur saat ini diego sangat bingung dengan sikap mawar, seharusnya mawar marah saat seseorang menghina dan merendahkan harga dirinya, tapi berbeda dengan mawar yang malah menganggap ini sebuah lelucon yang patut untuk di tertawai.


"Untuk apa marah? Toh memang itu adalah sebuah kenyataan, aku tidak mungkin bisa membohongi nya.. " Jawab mawar sambil tertawa menunjukan deretan gigi kecilnya yang sangat rapih.

__ADS_1


Saat ini pandangan diego pada mawar berubah, dia sedikit takut mawar terganggu dalam hal kejiwaan, perkataan jenifer seharusnya dapat menjadi tamparan keras untuk mawar, tapi ini apa? mawar tertawa, apakah dia benar benar menganggap ini semua hanya lelucon?


Banyak sekarang tanda tanya yang harus di jawab oleh mawar, diego sudah menyiapkan banyak sangkalan jika sudah berbicara tentang status dan juga perjodohan sialan ini.


"Lalu? Apa kau akan menurutinya dan menerima uangnya?" Diego semakin intens menatap mawar yang masih memancarkan sebuah senyuman manis yang susah untuk di artikan.


"Jika memang itu sebuah keharusan, kenapa tidak aku lakukan?" Jawab mawar sarkas tapi menohok menusuk hati kecil diego dan membuatnya sedikit tersentak.


"Uhuk uhuk uhuk.." Diego terbatuk perkataan mawar tadi membuatnya banyak berfikir.


"Pelan pelan... Jika masih ingin makan, jangan banyak berbicara oke... Tidak baik untuk kesehatan..." Mawar memberikan segelas lemon tea untuk diego, yang di sambut baik oleh diego.


Mawar menggeleng "Bukan karena uang, selama aku masih bisa bernafas aku bisa mendapatkan nya... " Lirih mawar, wajahnya terlihat sendu, tatapannya datar tidak ada lagi sebuah kecantikan yang biasa mawar tunjukan.


"Lalu?" Tanya diego sambil menaikkan satu oktaf nada suaranya, kesal, sedih dan takut di rasakan secara bersamaan oleh diego.


"Lalu? Kau bertanya lalu? seharusnya kamu mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya saat aku benar benar mengakhiri hubungan konyol ini... " Jawab mawar sambil memutar bola matanya jengah, walau mawar sedikit takut diego tersinggung dengan ucapan nya dan marah, mawar yakin jika diego yang mengakhiri hubungan ini semuanya tidak akan berjalan rumit.


"Kau benar benar akan mengakhiri hubungan ini tanpa sebuah perjuangan? Kamu tidak ingin mempertahankan hubungan ini?" Tanya digeo sambil menatap mawar yang sedang asyik memainkan sendok es miliknya.

__ADS_1


"Memperjuangkan? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Kenapa kau tidak mau memperjuangkan hubungan ini dan menjelaskan semua ini pada kedua orang tuamu? Apa aku benar benar terlalu hina, untuk di pandang oleh mereka...


....Jika memang seperti itu, kau bisa segera mengakhiri hubungan ini, itu lebih baik bukan? Aku tidak mau di gantung tanpa ada sebuah kepastian, kau tahu bukan aku benci yang namanya menunggu? Apa lagi hanya untuk sebuah ketidakjelasan... Hahahahahha" Tawa mawar pecah, walau di wajahnya terlihat pancaran meremehkan dan juga sebuah tatapan dingin yang di tidak pernah dia tunjukkan untuk siapapun.


"Maafkan aku... Aku tidak tahu, semua itu permintaan keluarga ku... Tapi tenang saja aku akan berusaha mempertahankan hubungan ini, aku juga tidak mau kehilangan dirimu, aku takut... " Cicit diego sambil menggenggam tangan mawar erat, diego tahu mawar hanya berpura pura, untuk menutupi semua perasaan nya yang terluka, diego paham mawar hanya berusaha untuk terlihat kuat di hadapan dia, diego tahu mawar lemah, mawar hanya ingin semua orang menanggap sebagai orang yang kuat.


"Maafkan aku.... " Diego beranjak dari duduknya lalu menarik mawar dalam pelukannya, "Maaf... Aku seharusnya tidak membuat pertanyaan itu... " Tambah diego sambil menciumi pucuk rambut mawar yang sangat harum.


Mawar diam seribu bahasa, dia ingin menangis tapi sepertinya air matanya sudah kering, sehingga yang ia bisa lakukan adalah melenguh di dada diego yang dapat membuat perasaannya sedikit tenang, walau dia mengetahui diego sedang menetes kan air mata. Mawar berusaha tidak peduli dan tetap diam, menerima pelukan diego, dia tidak menolak atau menerimanya yang mawar ketahui ini adalah yang dia butuhkan.


"Aku tidak ingin dirimu pergi dari kehidupan ku, aku hanya terlalu marah mengetahui kau pergi dengan lelaki lain, maafkan aku... Aku bersalah, tapi ku mohon jangan pernah mengatakan untuk mengakhiri hubungan ini, aku menyayangi mu mawar.... " Diego berkata sambil memeluk mawar yang masih diam, hanya deru nafas mawar yang membuat diego menerka, mawar tidak bereaksi apa pun.


"Maafkan aku... " Diego melepasakan pelukannya lalu menatap mawar yang masih diam dengan wajah datar nya.


"Aku berjanji akan memberi tahukan hubungan kita pada kedua orang tuaku, walau mereka tidak setuju aku tidak akan meninggalkan mu....


...Aku bahkan rela jika harus kehilangan segalanya hanya untuk bersama mu... Aku mencintaimu mawar..." Ucapan diego tadi sontak membuat raut wajah mawar berubah dan kini menatap diego tajam.


"Jangan katakan kau akan membantah kedua orang tua mu hanya demi diriku! Jika memang kedua orang tua mu tidak setuju dengan hubungan ini, kita harus mengakhiri nya sekarang, aku tidak mau kau kehilangan segalanya hanya demi diriku yang tidak berguna seperti ini! Kau harus ingat perjuangan orang tua mu untuk mengurus mu, walau kau bukan anak kandungnya tapi aku yakin mereka ingin yang terbaik untuk mu! Mengerti lah... "

__ADS_1


Jawaban mawar membuat gurat senyum terpancar di wajah diego. "Aku akan rela melakukan apa pun untukmu, aku akan mempertahankan mu bagaimana pun caranya. Termasuk kehilangan kedua orang tuaku..."


__ADS_2