
Ucap vino kesal di dalam hatinya, ingin rasanya dia membuat diego hancur!
Tak lama pintu ruangan vino terbuka, sahabat terbaik sekaligus tangan kanan vino datang menemuinya yaitu alfie.
Alfie langsung duduk di sofa yang ada di ruangan vino, dia bersantai tanpa peduli bahwa sahabatnya sedang sangat emosional.
"Ada apa kamu datang kesini!" Teriak vino pada alfie dia bahkan tidak peduli dengan siapa dia berbicara, saat marah vino tidak bisa di kendalikan.
"Tenang bro.. Mari duduk di sini..Aku tahu kamu sedang ada masalah bukan?" Alfie sangat tenang di banding vino yang mudah marah.
Vino mendekati alfie dan duduk di sampingnya, vino memegang kepalanya dengan wajah yang penuh amarah.
"Ceritakan? Ada masalah apa kamu? Kulihat tadi anak buahmu mendatangi mu?"
Alfie menepuk pundak vino, agar vino tidak terlalu terbawa emosi.
"Aku hanya...Aku menyukai seorang gadis, yang sekarang di miliki oleh kekasihnya." Ucap vino pelan menatap alfie.
"Jadi kamu menyukai seorang gadis yang sudah mempunyai kekasih?" Tanya alfie
"Iya.. Bisa di bilang begitu, tapi sebelum kekasihnya sekarang aku dulu lah yang mengenalnya dan aku lah yang pertama kalinya menjalin hubungan dengan gadis itu"
"Aku tidak paham maksudmu? Jelaskan dari awal, aku akan mendengarkannya."
"Oke... Dulu sewaktu SMA aku adalah orang yang sangat susah di atur, aku hidup bagaikan berandalan yang tidak mempunyai orang tua, aku bersekolah di salah satu sma terbagus yang ada di kota ini dulu, orang tuaku lah yang menyekolahkan ku di sana. Namun aku sering membuat masalah di sekolah, bahkan aku di juluki iblis oleh teman teman ku, aku mempunyai geng yang tidak segan melukai siapapun yang berani melawanku, bahkan guru takut kepadaku. Pekerjaan ku di sekolah hanyalah tidur di kelas setelah itu bertengkar lalu tawuran, waktu itu aku dan grup ku hendak membakar ruang guru hanya karena guru baru membentakku, dan ada guru yang sampai terluka parah karena di dorong oleh ku jatuh dari atas tangga."
Alfie memperhatikan setiap kata yang di ucapkan oleh vino, tak pernah dia lihat bosnya ini begitu ekspresif dalam menceritakan sesuatu hal.
"Tapi guru tidak pernah berani mengeluarkan ku dari sekolah, alasannya mungkin satu dulu ayah ku adalah orang yang sangat kaya, dan hanya aku yang membayar besar untuk bersekolah di sana. Sampai ada seorang gadis baru yang di pindahkan dari kelas lain untuk masuk kekelasku, gadis kuncir 2 yang sangat imut dan polos menatapku dengan tatapan jutek dan penuh kebencian. Wali kelasku bahkan menyuruhnya untuk duduk bersebelahan dengan ku, yang dimana semua orang tidak akan berani untuk duduk di sampingku, Karena beberapa hari seorang murid duduk di sampingku akan menghadapi banyak masalah seperti kaki patah, keracunan, sampai gila dan trauma, tapi berebeda dengan gadis itu, dia menekanku... Dia menantangku untuk melakukan permainan dengannya ucapnya seperti ini ''Aku menantangmu! Aku akan berusaha duduk di samping mu selama 7 hari jika aku berhasil kamu harus pindah dan mencari tempat duduk lain'' Baru kali itu aku melihat seorang perempuan berani menantangku, bahkan membuat perjanjian dengan ku, tentu saja aku menerimanya. Sampai hari hari kami lewati bersama, aku banyak membuat masalah untuknya agar dia tidak tahan duduk di sampingku. Banyak perdebatan yang kami buat berdua di kelas, aku dan dia banyak membuat masalah. Kadang saat itu aku membuatnya terluka dengan di hajar oleh para musuhku, saat dia berusaha melindungi ku yang sudah tidak berdaya, dia memberi ku banyak nasihat yang jika didengar dapat membuat mu sakit telinga, dan tanpa sadar aku mulai takut kehilangannya, di saat dia tidak bersekolah selama 7 hari karena sakit, aku merasa duniaku hampa aku merindukannya dan pada akhirnya aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Lalu aku dan dia menjalin hubungan yang tidak pernah di prediksi oleh siapapun. Dan diriku yang dulu nakal sudah di hapus olehnya, dia yang membuat ku menjadi sekarang seseorang yang memiliki perasaan, tapi kadang aku sendiri tidak bisa mengontrol emosiku. Sampai aku harus pergi karena ayahku pindah tempat kerja ke luar negeri, itu sangat mendadak bahkan aku tidak sempat mengabarinya? Dan saat itu aku dan dia putus komunikasi, tapi saat aku tidak bersamanya aku tidak bisa melupakannya aku menunggu untuk aku pergi menemuinya dan meminta maaf padanya" Jelas vino panjang lebar, dia terkadang tersenyum saat menceritakan hal yang di ingatnya begitu menyenangkan dan sangat dia rindukan.
Bahkan vino tidak pernah memikirkan bahwa mawar akan bahagia tanpanya?
"Lalu apakah kamu menemukan gadis itu lagi? Dan siapa namanya? Juga siapa kekasihnya yang baru ini?" Tanya alfie penasaran dia begitu serius mendengarkan cerita sahabatnya ini.
__ADS_1
"Namanya sofia rosalina, tapi di sekolah dia di panggil mawar. Dan sekarang dia berpacaran dengan diego natakusuma!"
Vino kembali marah saat menyebut kan nama diego, baginya diego adalah musuh yang paling besar yang harus di hadapinya.
"Apa!? Diego natakusuma? CEO perusahan klp grup?" Alfie terkejut dia membuka matanya lebar lebar.
"Yah.. Aku menemukannya di salah satu perusahaan milik ayahku.. Dan. aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri dia sedang bermesraan dengan diego."
"Sabar! Aku tahu yang kamu rasakan sekarang, lalu kamu ingin aku membantu dengan cara apa?" Tanya alfie serius.
"Aku hanya butuh kamu carikan informasi mengenai mawar selama 8 tahun terakhir ini, apa yang dia alami sampai di berbeda dengan dirinya yang dulu, aku butuh itu."
Pinta vino pada alfie, alfie mengangguk dia akan segera mencarikan informasi yang di pinta sahabatnya.
"Aku akan mencarikannya untukmu, tenang lah.. Aku yakin mawar akan menjadi milikmu." Alfie berdiri dari duduknya, dan pergi dari ruangan vino.
'Aku harap..Aku bisa terus memiliki mu... Hanya kamu yang aku inginkan!'
Pukul 16.30 di perusahaan berita dan majalah ternama, mawar kini sedang menunggu diego menjemputnya di depan cafe yang sudah di sepakati oleh mereka berdua.
Dan tak lama... Diego datang dengan mobilnya berhenti di depan mawar.
"Apakah kamu menunggu lama?" Diego menurunkan kaca jendelanya menanyakan pada mawar.
"Tidak... " Jawab mawar.
"Mari masuk.. "
Mawar masuk kedalam mobil diego, dia duduk bersebelahan dengan diego.
"Aku minta maaf membuat mu menunggu, tadi ada rapat dadakan dan itu sangat penting jadi aku tidak bisa menolaknya."
Jelas diego meminta maaf pada mawar.
__ADS_1
"Ahh tidak apa... Aku baru menunggu beberapa menit di sana, kamu tidak perlu khawatir." Jawab mawar sambil tersenyum manis pada diego.
Mobil diego melaju di jalan raya yang mulai padat oleh pengendara karena jam sekarang adalah jam pulang kantor bagi seluruh pegawai.
"Besok adalah hari minggu, apakah kamu ada acara?" Tanya diego.
"Mmm mungkin aku akan mengajak vani pergi ke taman bermain, akhir akhir ini aku begitu sibuk sehingga tidak memberikan banyak waktu untuknya."
"Oke.. Bagaimana jika besok aku ikut dengan mu?"
"Tentu saja... Dengan senang hati."
"Jadi besok aku akan menjemput kerumahmu... Pukul 09.00 oke?"
"Oke... "
Pembicaraan di antara mereka begitu formal namun cukup hangat dan menyenangkan hati.
Sesampainya di depan rumah mawar, diego memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Mawar keluar dari mobil diego.
"Aku menunggu mu esok.. " Ucap mawar pada diego yang mengikutinya keluar dari mobil.
"Berikan ini pada vani... " Diego memberikan sebuah hadiah pada mawar.
"Apa ini?" Tanya mawar
"Rahasia! Aku harap adikmu suka, sampai bertemu nanti esok." Diego mencium kening mawar, lalu pergi dari rumah mawar dengan mobilnya.
'Dia sangat baik... Aku sangat mencintaimu..'
Ucap mawar dalam hatinya sambil tersenyum malu mendapat kecupan dari diego di keningnya
__ADS_1