Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
kenyataan


__ADS_3

yang kamu katakan memang benar terlalu berharap itu menyakitkan!





sofia rosalina





Mawar tidak peduli dengan persyaratan yang di berikan oleh Jenifer thomson, Yang terpenting baginya kini adalah tugasnya segera selesai.


"Aku sudah mendapat persetujuan dari pihak jenifer, besok jenifer meminta ku untuk mewawancarai pukul 09.00" Jelas mawar pada erika sambil meletakan telefonnya di atas meja kerjanya.


"Bagus! Orang seperti jenifer ini sangat lah membantu pekerjaan kita." Jawab erika senang.


"Tapi esok jenifer meminta hanya aku yang mewawancarai nya, dia tidak suka keramaian." Tambah mawar membuat erika menaikkan kedua alisnya.


"Sudah besok aku saja yang mewawancarai jenifer, tapi aku minta tolong padamu bantu aku... " Mawar memohon pada erika.


"Apa? Jika aku bisa membantu aku akan melakukannya." Jawab erika singkat.


"2 hari lagi adalah hari pesta pernikahan anak dari perdana menteri, tapi hari itu juga aku memliki janji pada diego untuk menemaninya, jadi aku mohon kamu untuk kamu menggantikan ku pada acara itu." Jelas mawar.


"Memang diego hendak mengajak mu kemana?" Tanya erika.


"Aku tidak tahu, waktu itu aku di minta untuk mewawancarai pamela Anderson dan diego lah yang membantu ku untuk mewawancarainya, tapi dengan syarat aku harus ikut dengannya dalam sebuah acara dan aku tidak bisa menolaknya, ako mohonnnnnnn bantu aku...."


"Baiklah aku akan menggantikan mu bertugas disana atau lebih jelasnya aku yang akan bekerja sendiri." Jelas erika lalu di ikuti anggukan kecil.


Mawar membuang nafas pelan, yang sekarang perlu dia lakukan hanyalah menyelesaikan tugasnya untuk mewawancarai jenifer thomson.


"Kamu ingin makan siang dengan diego?" Tanya erika. "Tidak...Akhir akhir ini diego tidak pernah memberiku kabar." Jawab mawar mantap.


"Tidak pernah memberi kabar sama sekali?" Tanya erika lagi, lalu mawar hanya mengangguk menyetujui apa yang di katakan oleh erika.


"Apa kamu tidak khawatir?"


"Untuk apa khawatir dia adalah seorang CEO pekerjaannya bukan hanya menghubungi ku dan memberi ku kabar, mungkin akhir akhir ini diego sedang sangat di sibukkan dengan pekerjaannya." Jelas mawar.


"Jika memang sudah tidak memberi mu kabar, itu patut di curigakan mawar... "


"Hahahahaah jangan terlalu berfikiran negatif, aku percaya pada diego seperti diego percaya kepadaku." Ucap mawar yang hanya dapat membuat erika menggeleng gelengkan kepalanya.


Lalu mereka berdua kembali meneruskan pekerjaan nya masing masing.

__ADS_1


Sudah beberapa hari ini diego tidak pernah menghubungi mawar, mawar juga tidak terlalu khawatir kenapa diego tidak pernah menghubungi nya karena yang mawar ketahui hanya diego yang sedang di sibukkan dengan pekerjaannya, mawar juga tidak khawatir dengan kondisi diego karena dia sering melihat diego berlalu lalang di tv maupun berita













Keesokan harinya tepat pukul 09.00 mawar sudah berada di tempat yang sudah di tentukan oleh jenifer, namun mawar masih menyadarkan dirinya tentang apa yang dia lihat saat ini.


Sebuah rumah atau yang lebih tepat di sebut istana tengah di pandangi oleh mawar, dia sangat terpukau dengan apa yang di sajikan sekarang di depan matanya.


Di lihat mawar 2 orang lelaki yang berdiri tegap di depan gerbang rumah itu meyakinkan mawar bahwa 2 orang lelaki itu adalah penjaga rumah ini.


"Hallo pak, saya sofia rosalina, saya ingin bertemu dengan jenifer thomson ada?" Tanya mawar pada salah seorang lelaki itu.


"Anda sudah di tunggu di dalam, masuklah." Kedua lelaki itu membukakan gerbang untuk mawar, mawar hanya tersenyum lalu masuk kedalam halaman rumah besar itu.


Halaman rumah itu sangat luas bahkan di halaman depan dapat menjadi lapangan golf.


Setelah berjalan beberapa meter dari gerbang depan mawar sampai di sebuah pintu besar dan disitu sudah ada seorang pembantu rumah tengah menunggunya.


"Nona sofia rosalina, silahkan masuk anda sudah di tunggu oleh nona jenifer." Mawar hanya mengangguk dan masuk kedalam rumah besar itu dan tentunya diikuti oleh pembantu tadi.


Sesampainya di ruang tamu mawar melihat seorang wanita cantik yang tengah duduk di atas sofa yang di lapis emas.


"Silahkan duduk... " Pembantu itu mempersilakan mawar duduk, mawar hanya mengangguk lalu duduk di dekat wanita itu yang tak lain adalah jenifer thomson.


"Hallo mba sofia rosalina atau mawar." Sapa jenifer dingin pada mawar, mawar hanya membalasnya dengan senyuman.


"Hallo panggil saja saya mawar." mawar mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan jenifer, jenifer hanya membalas nya malas lalu kembali menunjukan sikap cueknya.


"Apa yang ingin kamu ketahui tentang kehidupan ku?" Tanya jenifer sambil menyeruput teh yang tersedia di atas meja.


"Saya hanya ingin menanyakan tentang kehidupan pribadi anda juga tentang kesukaan serta bagaimana rasanya menjadi seorang anak dari pemilik perusahaan bank negara?" Jelas mawar tentang apa tujuannya untuk mewawancarai jenifer.

__ADS_1


"Baiklah kita mulai jangan banyak basa basi karena waktu saya tidak banyak."


Lalu mawar memulai wawancara nya, dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang harus di jawab oleh jenifer.


Setelah selesai mewawancarai jenifer mawar tengah membereskan barang barangnya hendak berpamitan pada jenifer.


"Tunggu jangan dulu pergi!" Jenifer menahan mawar untu tidak pergi dari duduknya


"Pelayan!" Teriakan jenifer menggema di seluruh ruangan, juga disusul seorang wanita dengan membawa sebuah tas koper besar mendatangi mereka berdua.


Pelayan tadi meletakan tas koper yang di bawanya di atas meja dan membuka tas koper itu, terlihat isi dari tas itu adalah uang yang sangat banyak.


"Terima ini.. " Jenifer menyodorkan tas koper berisikan uang itu pada mawar. "Maksudnya?" Mawar bertanya bingung tentang maksud dari jenifer memberikan nya uang.


"Terima ini untukmu." ucapan jenifer lagi membuat mawar tambah kebingungan.


"saya tidak paham maksud dari ini?" Mawar semakin kebingungan dia masih tidak paham akan apa yang jenifer bicarakan.


"Terima ini dan jauhi diego!" Suara jenifer semakin meninggi, hal itu juga yang membuat mawar semakin kebingungan.


"saya tidak paham? Maksudnya apa?" Tanya mawar lagi. "Saya ingin menegaskan pada kamu, bahwa saya adalah wanita yang sudah di jodohkan oleh keluarga diego! Saya juga sebentar lagi akan melaksanakan pertunangan dengan diego jadi saya mohon untuk anda jangan lagi berhubungan dengan diego! Sebab karena kehadiran anda pertunangan saya dengan diego terus di tunda tunda! Terima uang ini dan pergi dari kehidupan diego! Lagi pula kamu berpacaran dengan diego hanya untuk mendapatkan uangnya kan?" Jenifer berucap dengan sinis menatap kepada mawar.



"Kamu memang cantik, bahkan lebih cantik dari diriku tapi sayang nya dirimu itu miskin! Siapa lah orang tua yang mau menikah kan anaknya dengan orang miskin seperti mu, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah mendapatkan restu dari orang tua diego! Hahahah sekuat apapun kamu berusaha diego akan tetap menjadi milikku seorang!" Tawa Jenifer membuat mawar sedikit kaget, cinta telah membutakan jenifer.



Jleb!




Kata kata itu seolah menampar wajah mawar hatinya terasa sakit, memang benar dia adalah orang miskin bahkan asal usul ayah dan ibunya tidak jelas tapi sampai saat ini mawar tidak pernah mempunyai niat untuk memanfaatkan kekayaan diego, dari awal mawar menerima diego sebagai bagian dari hidupnya karena di landasi oleh cinta.


Mawar berdiri tegap dia menatap Jenifer tajam dengan wajah yang terlihat kesal namun berusaha di tahan oleh mawar, mawar hanya bisa mengepalkan tangannya dan menahan dirinya untuk tidak melukai jenifer


"Maaf anda memang benar saya adalah orang miskin! Anda memang benar saya tidak mempunyai apa apa, bahkan asal usul orang tua saya tidak jelas! Tapi saya tidak seperti anda melakukan sesuatu hal yang sangat murah seperti ini? Apakah kedua orang tua anda tidak mengajarkan etika dan sopan santun? Saya akan merasa sangat malu jika menjadi anda karena reputasi saja tinggi tetapi sikap lebih jelek dari orang miskin dan cara anda ini sangat munafik! Sungguh anda melakukan ini malah membuat saya semakin yakin bahwa anda takut kalah dengan kehadiran saya dalam hidup diego!



.....Apakah anda memang merasa kalah cantik dari saya? Apakah anda merasa tidak akan pernah bisa merebut diego dari saya? Jika memang anda benar benar mencintai diego rebut dari saya dengan cara yang adil! Dan maaf saya tidak membutuhkan uang anda karena walau saya miskin saya bisa mendapatkan uang ini tanpa bantuan anda, sekali lagi terimakasih, saya pergi!"


Mawar pergi dari rumah Jenifer sambil menahan air matanya, sejujurnya dia sudah sangat terluka dengan perkataan jenifer namun demi melindungi harga dirinya dia harus berusaha menahan air matanya.


'Kamu memang benar terlalu berharap itu menyakitkan!'


Mawar akhirnya menetes kan air mata, dia langsung menghapus air matanya kasar sambil berjalan menjauh dari rumah jenifer.


'Memang seharusnya aku tidak membuka hati ku untuk siapapun lagi, karena untuk kedua kalinya cinta telah membuatku terluka!'

__ADS_1


__ADS_2