Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
godaan alfie


__ADS_3

Ada banyak pertanyaan yang tidak bisa aku jawab termasuk pertanyaan "Kenapa aku begitu mencintaimu?"




-Diego Natakusuma







"Mawar?"


Suara berat seorang lelaki membuyarkan lamunan mawar, mawar mendongakan wajah melihat siapa orang yang memanggilnya.


"Diego?" Mawar terheran karena yang berdiri di hadapannya ini adalah diego, sejak kapan diego ada di sini? Pikir mawar.


Tanpa berkata apapun diego langsung memeluk erat pinggang mawar pelukan kali ini tidak bisa di definisikan oleh mawar karena perasaan yang berbeda bercampur dalam pelukan yang sangat hangat ini.


"Mawar?" Tanya diego yang masih memeluk mawar erat.


"eummm?" Jawab mawar sambil terus menyandarkan kepalanya di dada bidang diego.


"Kenapa aku telepon kamu tidak mengangkatnya?"


Mawar terkejut dia sesegera mungkin melepasakan pelukannya lalu merogoh tas yang di pakainya di ambil dari dalam tas telefon genggam miliknya.


Mawar lalu menatap layar ponselnya tanpa peduli diego yang terus menatapnya.


"Ahhhh baterai ponselku habis, aku belum sempat mengisinya... " Mawar menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, tersenyum canggung menatap diego.


Diego tersenyum lalu mengacak acak pucuk rambut mawar pelan, dan tersenyum manis menunjukan deretan giginya yang sangat rapih.


"Lain kali jangan lupa untuk mengisi baterai handphone mu, aku khawatir kamu tidak bisa di hubungi." Jelas diego kenapa dia bisa tiba tiba memeluk mawar.


"Ma-af aku lupa" Mawar hanya menunduk kepalanya dia merasa bersalah karena telah membuat diego khawatir.


"Kenapa tidak masuk?" Tanya diego bingung karena melihat mawar hanya berdiri di depan pintu.


"Ahhh di dalam ada erika aku tidak ingin menanggu mereka." Jawab mawar singkat sambil menatap pintu kamar vino.


"Begitu kah? Aku rasa vino sangat senang bersama dengan erika." Tebak diego sambil tersenyum bahagia mengetahui vino dekat dengan erika.


Mendengar itu mawar langsung menundukan kepalanya lagi, tiba tiba hatinya merasa resah mendengar ucapan diego.


"Kenapa?" Diego bingung melihat tiba tiba mawar menunduk tanpa mengeluarkan suara.


"Mmm... Tidak ada hanya sedikit khawatir." Jawab mawar sambil menghentakkan salah satu kakinya ke lantai.

__ADS_1


"Bukannya bagus erika dan vino dekat?" Tambah diego lagi.


'Kamu tidak akan paham sifat vino yang menjadikan seseorang sebagai pelampiasan lalu dia memanfaatkan orang itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, kamu tidak tahu diego dia itu mantan gangster dan ketua organisasi aku takut terjadi hal buruk pada erika.'


Mawar melamun dia mencengkram erat tas selempang yang bergelayutan di sisi tubuhnya.


"Hay? kenapa melamun?" Diego mengibaskan tangannya di udara membuyarkan lamunan mawar.


"Ahh tidak.. Aku harus pergi untuk melakukan tugas lapangan." Mawar menatap diego serius terkadang mawar menaikan satu alisnya meminta persetujuan.


"Tugas lapangan mewawancarai siapa?" tanya diego lagi.


"Ahhh Pamela Anderson...Itu adalah tugas yang di berikan vino padaku dan hari ini aku sudah mengadakan janji dengan manejernya untuk menyetujui wawancara ini." Jawab mawar.


"Pamela Anderson? Aku bisa membantu mu kebetulan pamela adalah teman semasa SMA ku dan kini dia


ayahnya juga adalah investor di perusahaan ku, aku bisa membantu mu untuk langsung menemuinya." Tawar diego.


"Kebetulan sekali kalau begitu aku meminta bantuan mu." Jawab mawar girang dia sesekali tersenyum manis.


"Ada syaratnya.. " Goda diego sambil memberdirikan jari telunjuknya.


"Apa?"


"Aku di undang ke sebuah pesta pernikahan, aku ingin mengajakmu pergi ke sana sebagai pasangan ku kamu mau?" Diego menjelaskan persyaratan yang harus di turuti oleh mawar.


"Pesta pernikahan? Mmm baiklah." Jawab mawar mantap, diego mengangguk dengan mawar mereka berdua pergi meninggalkan rumah sakit.


Sementara di dalam ruangan kamar vino, erika sedang duduk di sofa dan sambil memperhatikan vino yang sedang melamun, tak ada yang memulai pembicaraan di antara keduanya erika diam dan vino pun diam.


'Kenapa aku merasa diriku telah merusak hubungan mawar dan vino, tidak apa lah mereka kan sudah berpisah untuk apa aku memikirkan hal itu, lagi pula tidak ada salahnya aku bersama dengan vino.'


"Erika? Kamu sedang memikirkan apa?" Tanya vino.


"Tak ada... " Jawab erika singkat.


"Baguslah, aku ingin bertanya sesuatu apa boleh?" Tanya vino lagi.


"Tentu saja!" Erika berdiri dari duduknya berjalan pelan menuju tempat tidur vino dan duduk di sampingnya.


"Bagaimana kehidupan mawar selama beberapa tahun ini?"


"Mawar? Memang kenapa?" Erika bertanya balik.


"Tidak aku hanya penasaran." jelas vino.


'Sebenarnya vino menganggap ku apa? Di saat aku dan dia bersama dia masih bertanya tentang mawar yang jelas jelas tidak pernah memperdulikannya.' Pikir erika dia mulai menekuk wajahnya.


"Tidak kehidupan mawar seperti biasanya dia hidup, dia bernafas, dia berjalan, dia makan, dia mandi dan minum." Jawab erika ketus.


"Bukan itu maksudku kehidupan pribadinya." Tanya vino lagi, dia tersenyum membuat erika sedikit malu dan tidak bisa menahan untuk tidak mengagumi indahnya senyuman vino.


"Biasa saja dia tidak pernah mempunyai hal yang istimewa dia menjalani hidupnya seperti orang orang biasanya" Jawab erika masih dengan nada ketus dan wajah yang di tekuk.


"Bagaimana dengan kisah percintaannya?" Vino semakin penasaran karena dia ingin mendengar langsung cerita kehidupan dari sahabat dekat mawar.

__ADS_1


"Dia tidak pernah punya kekasih atau pacar! Sudah! Aku harus pergi.... Terimakasih, aku akan kembali nanti malam." Erika semakin kesal dengan sikap vino padanya, apa dia mendekati dirinya hanya untuk menanyakan tentang mawar?


Jika memang betapa jahatnya vino, erika berjalan keluar meninggalkan vino saat menutup pintu erika sengaja membantingnya karena dia sudah sangat kesal.


'Melupakan mu adalah hal yang akan kulakukan ketika melihat mu bahagia bersama orang lain. Tapi aku tidak akan menyerah sebelum benar benar melihatmu menikah dengan diego!' Vino masih berpegang teguh pada keputusannya yaitu dia ingin merebut mawar dari diego.


Vino diam dia melihat punggung erika dari belakang meninggalkan, vino menunjukkan wajah liciknya.


'Apakah aku berhasil membuat seorang wanita cemburu?' Tanya vino pada dirinya sendiri.


"Hahahahahahahahahahha" Vino tertawa keras dia sangat berterimakasih pada erika karena berkatnya vino memliki rencana yang dapat benar benar memisahkan mawar dan diego.


Ckrekk


Pintu kamar vino terbuka, dari belakang pintu datang seorang lelaki berpakaian jas rapih berwarna biru dongker dengan kemeja berwarna putih berjalan mendekati vino dan itu adalah alfie.


"Dari mana saja kau! Kau sendiri tidak sempat mengunjungi ku!?" Vino membentak alfie yang sudah duduk santai di atas sofa tanpa peduli bahwa vino sedang memarahinya.


"Hey!? Kau mengabaikan ku?" Vino semakin jengkel hanya alfie lah yang selalu membuat kesal vino.


"Aku tahu kamu tidak akan mudah mati," Alfie menjawab santai dia bahkan tidak menatap vino.


"Jadi kamu mendoakan ku?" Tanya vino semakin jengkel.


"Setelah kecelakaan ini aku yakin otakmu telah bergeser sehingga dirimu lebih sensitif!" Alfie menatap vino yang sudah Memposisikan tubuhnya untuk duduk di atas kasur.


Vino diam, dia tidak bisa mematahkan ucapan alfie bahwa dirinya sendiri benar benar sangat sensitif dan mudah emosi.


"Sudahlah! Aku sarankan kamu untuk berhenti mencintai mawar, banyak perempuan yang lebih sempurna dari mawar bahkan lebih cantik kamu bisa mendapatkannya dengan mudah." Alfie berjalan mendekati vino lalu menepuk kedua pundaknya.


"Aku tidak mau!" Tegas vino


"Ohh iya aku baru melihat seorang wanita keluar dari kamarmu, apakah kamu kenal dia?" tanya alfie


"Iya dia erika sahabat mawar." Jawab vino.


"Lumayan cantik aku menyukai hidungnya sepertinya dia gadis blasteran jerman." Ucap alfie sambil membayangkan sekilas wajah erika yang ia temui sedang berjalan cukup cepat.


"Apa!? Jangan asal berbicara!" Vino kembali marah emosinya benar benar tidak bisa ia kontrol.


"Santai....Aku tidak akan merebut erika darimu aku sangat setuju jika kamu bisa melupakan mawar dan memulai hidup baru bersama erika, lagi pula dia tidak terlalu buruk." Goda alfie sambil menaikan alisnya ke atas dan kebawah.


"Kamu memang suka sekali merebut sesuatu dari ku."


"Aku bukan merebutnya, aku hanya menuggu ketika kamu menyianyiakannya lalu aku mengambilnya." Alfie memutar kedua bola matanya malas mendengar ucapan vino.


"Lagi pula aku bisa dengan mudah merebut erika, kamu tahu bukan aku sejak SMA sudah bergelar ulzzang[1] tidak akan sulit bagiku untuk meluluhkan hati erika." Tambah alfie semakin membuat vino memanas.


"Ck kamu memang keterlaluan!" Vino semakin kesal dengan segala ucapan alfie.


Alfie memang sedari kecil lahir dan tinggal di korea di sana alfie hidup bersama ibunya karena ibu alfie adalah orang korea sementara ayah alfie adalah orang indonesia, saat SMA alfie sering sekali di bilang lelaki sempurna karena ketampanannya dan banyak wanita yang sudah sangat jatuh cinta dengan alfie.



__ADS_1



[1] sebutan untuk lelaki dan wanita yang memiliki wajah cantik atau tampan di korea


__ADS_2