Crazy Ceo: Make Me Happy!

Crazy Ceo: Make Me Happy!
bintang dan matahari


__ADS_3

Dia adalah ayah dari diego yang sangat gagah dengan balutan tuxedo berwarna hitam yang mendominasi.


Mawar tak tahu apa yang akan dia perbuat kini, yang jelas mereka berdua jadi tontonan banyak orang, seorang wanita dengan dress press body menatap mawar dengan tatapan tak suka, wajahnya terlihat lebih dewasa tapi tetap terlihat bak anak muda.


"Kau tak seharusnya memperlakukan calon istri mu seperti itu diego!" Bentak ayah diego, diego diam sambil mengepalkan tangannya kesal, rahangnya mengeras tanda tak suka.


"Tapi aku tidak akan pernah mau menikah dengan orang seperti dia!" Balas diego dengan intonasi yang cukup tinggi.


"Siapa lagi ini! Cewe murahan kayak dia!" Wanita dengan dress Press body yang di ketahui adalah ibu angkat diego dengan cepat mendorong bahu mawar.


Mawar menunduk dia tak berani menatap kedua orang tua diego yang sudah sangat tidak suka dengan dirinya, setetes air mata jatuh dari pipi mawar.


Mengerutuki dirinya sendiri karena tanpa berfikir panjang datang ke pesta pernikahan ini, diego dengan segera memeluk mawar apa pun yang terjadi cintanya pada mawar tidak akan berkurang sedikit pun.


"Lepas! Ibu tidak harus mendorong seseorang yang aku sayangi!" Bentak diego tak kalah menyeramkan bahkan wajahnya sudah penuh dengan rasa ke kesalan.


"Diego! Apa kau tidak ingat! Kau adalah anak angkat! Kau seharusnya ingat jasa apa yang telah kami berikan padamu!" Kini ayah john yang bersuara namanya brain natakusuma, wajahnya cukup tampan malah sebagian orang mengira bahwa diego adalah anak kandung brian walau kenyataan nya berbeda.


Diego kembali diam, untungnya saja mereka sedang berdebat di sebuah ruangan yang mulai sepi dan memang sudah sengaja di kosongkan, saat mendengar perdebatan antara keluarga ini, hanya ada beberapa pengusaha penting yang tak terlalu memperdulikan masalah yang sedang terjadi.


"Kau harus menikahi jenifer!" Tambah brian final, jika dia sudah menentukan sebuah keputusan maka dia tidak akan mengubahnya.


"Tidak akan pernah! Aku diego natakusuma sudah mempunyai seorang kekasih bernama sofia rosalina yang akan tetap aku cintai! Dan akan tetap aku pertahankan!"


'Sofia? Marga itu? Sofia? Apa masalah nya?' Seorang lelaki paruh baya dengan rambut yang sedikit memutih memutuskan untuk mendengar kan perdebatan kecil di antara sesama keluarga ini.


Mawar semakin menangis, menyadari status nya bahwa dia benar benar tidak akan pernah bisa bersanding dengan diego.

__ADS_1


"Tidak bisa! Kau harus tetap menikahi jenifer!" Suatu keputusan yang memang sudah di pikirkan matang matang oleh brian menikahi jenifer adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah brian ambil.


"Jika kalau begitu aku memutuskan untuk keluar dari keluarga natakusuma, maafkan aku ayah, ibu aku tidak ingin terus di kekang, aku sudah dewasa apa yang ku pilih itu akan ku tanggung resikonya." Diego sudah menarik tangan mawar hendak membawanya pergi, namun niat itu urung di lakukan saat ibu diego yaitu Valery natakusuma sudah menampar wajah mawar, yang di penuhi oleh air mata.


"Jadi gara gara kau gadis murahan! Anakku diego berubah! Kau gadis miskin tidak tahu malu! Kau hanya memanfaatkan kekayaan anak ku!" sarkas valery yang menatap tajam mawar tengah menahan rasa sakit di pipi bagian kanannya.


Mawar meringis, menjadi seorang yang miskin bukanlah hal yang menyenangkan, tapi seumur hidup nya dia belum pernah di tampar oleh orang tuanya sendiri, mawar semakin kesal dia membalas tatapan tajam valery yang mana tatapan mawar lebih menakutkan.


Diego mengusap usap punggung mawar pelan menenangkan nya dari api kemarahan, hanya saja sekarang mawar sudah terlanjur kesal perlakuan valery sudah melampaui batas.


"Aku sofia rosalina hanya orang miskin yang tak punya apa apa! Aku hanya orang biasanya yang tak punya banyak harta! Tapi satu hal yang membuat ku merasa bangga menjadi orang miskin adalah orang miskin memiliki etika yang lebih baik dari pada orang kaya seperti kalian yang hanya bisa menghina! Ingatkan diriku bahwa orang kaya tidak pernah di ajarkan sopan santun dan etika, bahkan kelakuan nya lebih buruk dari pada orang miskin!" Tegas mawar yang membuat seluruh keluarga natakusuma dan juga thomson terkejut.


Valery menelan salivanya saat merasakan ucapan mawar benar adanya.


"Maafkan aku tapi itu adalah sebuah kenyataan, kalian tak suka dengan diriku itu hak kalian, tapi ingat aku memang miskin tapi aku tak butuh uang kotor milik kalian!" Mawar melepaskan tautan tangan diego dari tangannya.


"Selesai kan urusan kalian!" Mawar membungkukan badannya menghormati semua orang yang berada di dalam ruangan itu, lalu melangkah pergi.


Mawar menangis dalam diam, kepalanya sedikit menunduk melewati banyak tamu undangan, untungnya dia tidak terlalu di buat malu dengan perdebatan tadi, karena itu terjadi di sebuah ruangan yang sudah cukup sepi.


Mawar menyibak gaun panjang yang dia gunakan merasa risih dengan gaun ini karena panjang nya hampir melebihi tinggi tubuhnya.


Suara dentuman musik terdengar bergema di seluruh ruangan besar ini, mawar melihat banyak tamu undangan tengah menatap takjub pada pasangan pengantin baru yang sedang berdansa dengan anggun nya di hadapan banyak orang.


Mawar mengela nafas panjang melangkah kan kakinya untuk pergi dari tempat ini, percuma saja dia datang jika hanya untuk menjadi bahan hina an.


Mawar membuang nafas lagi saat merasakan udara malam mulai menusuk kedalam tulang tulang tubuhnya, gaun yang di gunakan olehnya cukup terbuka menampilkan bahu dan punggung mawar yang begitu putih menggoda setiap orang yang melihatnya.

__ADS_1


Mawar menatap bulan dan bintang dari balkon gedung ini, semua orang cukup sibuk dengan euforia meriahnya pesta ini.


Dia sempat menyesal karena telah meninggalkan diego, tapi apalah daya dia terlalu sakit hati karena ucapan valery yang begitu menikam jantung.


Mawar merasakan sebuah dekapan hangat menyapu bahunya, saat itu juga mawar menyadari sekarang tubuhnya sudah di tutupi oleh sebuah jas berwarna biru navy yang cukup membuat kehangatan menjalar di seluruh tubuhnya.


"Hai? Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi di sini?" Ucap seorang lelaki sambil ikut memandangi titik fokus mawar yaitu bulan dan bintang.


Mawar melirik lelaki yang sekarang tengah berdiri sejajar dengan dirinya, mawar tersenyum samar saat mengetahui bahwa orang itu adalah albert.


"Hai? Aku juga tidak menyangka kita akan bertemu di sini." Jawab mawar sambil menarik sebuah senyum tulus, untuk menyembunyikan rasa sedihnya.


Mawar berfikir sejenak kenapa dia di pertemukan dengan albert masih dengan keadaan yang sangat buruk, rencana apa lagi yang tuhan buat untuknya?


"Kau tamu undangan di sini? Semua tamu di sini adalah jajaran masyarakat kalang atas- maksudku kau bisa datang kesini sebagai siapa?" Tanya albert bingung sambil menggaruk garuk tengkuknya.


Mawar terkekeh pelan, dia paham albert tidak bermaksud menyinggung mawar walau kenyataan nya memang benar.


"Aku kesini untuk menemani temanku, aku hanya seorang wartawan." Jawab mawar jujur dia tak mau sebuah kebohongan di mulai dari awal pertemuan nya dengan albert.


Albert mengangguk samar, sempat menyesal menanyakan hal itu pada mawar.


"Dimana nicky?" Tanya mawar mengalihkan atensi nya dari indahnya gugusan bintang malam.


"Dia bersama dengan ibu ku, aku tidak mungkin mengajaknya kemari." Jawab albert.


"Hmm" Mawar berdehem lalu kembali memfokuskan padangannya pada deretan bintang.

__ADS_1


"Kau suka bintang?" Tanya albert, mawar menangguk tak mau melewatkan setiap sinar yang di sorotkan sang bintang.


"Aku menyukai bintang dan juga matahari, mereka tak bisa bersama dan bertemu pada waktu yang bersamaan tapi mereka selalu melengkapi." Jawab mawar dia tersenyum, merasakan bahwa hal itu terjadi padanya dia tidak akan bisa bersama dengan diego, tapi yang dia harapkan di bisa melengkapi kisah hidupnya dengan diego.


__ADS_2