
"Tidak apa apa aku akan selalu mempercayaimu...Bagaimana jika kita pulang? ini sudah cukup malam" Diego menatap jam rolex yang melingkar di tangannya.
"Aku tidak bisa...Aku harus menjaga vino.." Jawab mawar sayu..Matanya masih terlihat sembab bekas menangisi vino.
"Baiklah aku akan menemani mu disini aku harap kamu tidak menolaknya!" Paksa diego, mawar hanya mengangguk kecil memberikan tanda setuju dengan permintaan diego.
"Oke aku juga akan ikut menemanimu....Tidak baik jika malam malam kalian berdua seperti ini.." Sela erika meminta persetujuan.
"Tapi bukannya kamu besok harus bekerja?" Mawar menatap erika bingung.
"Jangan mengatakan hal yang seharusnya kamu juga laksanakan esok, bukannya kamu juga besok harus bekerja?" Erika membalikan fakta bahwa mawar juga besok harus bekerja.
"Tidak apa apa.. Ini adalah tanggung jawabku, aku yang telah membuat vino seperti ini.. " Jawab mawar lirih, sesekali dia menatap vino yang masih tidak sadarkan diri.
"Sudahlah.. Aku setuju jika erika menemani kita berdua.. " Diego merangkul pinggang mawar mendekatkan tubuh mawar di dekapannya.
Mawar akhirnya mengangguk menerima keputusan erika.
Jam sekarang menunjukan pukul 22.13 mawar masih berjaga agar jika vino sadar dia bisa segera menyelesaikan masalahnya, dan mengakui kesalahannya.
Sedangkan erika sedang menggeser geser layar ponselnya sambil membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang.
Dan diego sedang sangat sibuk dengan teleponnya, diego bahkan bulak balik ke dalam kamar hanya untuk mengangkat telefon sepertinya telefon dari seseorang yang sangat penting.
Tak lama mawar sudah sangat mengantuk dan sekarang mawar sedang menguap karena sudah tidak kuat akhirnya mawar tertidur di samping vino dengan tangan vino yang masih dia genggam erat.
Sebegitu besarnya rasa bersalah mawar pada vino sampai harus membuat dirinya seperti ini?
Erika juga sudah tertidur di atas sofa, dan masih menggenggam telefonnya kelihatannya erika begitu lelah.
Diego sudah selesai dengan teleponnya dia kembali masuk kedalam ruangan vino, dia melihat mawar dan erika sudah tidur terlelap.
__ADS_1
Diego mendekati mawar, mensejajarkan tingginya dengan mawar yang sedang tidur di kursi sambil menaruh wajahnya di kasur vino.
Diego menatap mawar sayu, hatinya begitu sakit saat ini karena kekasih yang dia sayangi sedang sangat memperhatikan orang lain.
Namun diego sudah bukanlagi anak kecil, dia paham akan posisi mawar saat ini dia paham dengan rasa bersalah yang di rasakan oleh mawar padahal bukan dirinya lah yang telah melakukan ini.
Diego mencium pucuk rambut mawar sekilas lalu menyelimuti tubuh mawar dengan selimut yang sudah di sediakan.
"Sedikitpun rasa percaya diriku pada mu tidak akan hilang, karena aku tahu... Dirimu tidak akan pernah mengkhianati ku.. " Diego mengusap usap rambut mawar, diego juga tidak lupa untuk menyelimuti erika yang sudah tidur dengan posisi tidak jelas, karena bagaimana pun juga erika adalah sahabat baik mawar.
Diego juga sudah sangat lelah, dia bahkan meninggalkan seluruh pekerjaan kantornya hanya untuk mencari keberadaan mawar.
Karena baginya tidak ada yang tidak penting di bandingkan dengan keselamatan mawar.
Akhirnya diego tertidur di sofa yang berbeda dengan sofa erika karena di dalam ruangan vino di sediakan 2 buah sofa.
....
Mawar menunggu vino membukakan matanya, mawar sedang mengusap usap wajahnya yang masih di bilang bernatakan karena baru bangun tidur.
Tapi dia hiraukan dia lebih memilih untuk melihat vino sadar atau tidak.
Saat itu juga mata vino terbuka pandangan vino langsung tertuju pada mawar yang sedang duduk di sampingnya.
"Vino... Kamu sudah sadar?" Mawar menatap vino lembutnya senyumnya begitu terukir jelas dari wajahnya.
"Kenapa aku tidak mati?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut vino, vino terlihat sudah sangat lelah dengan keadaannya.
__ADS_1
"Vino.. Maafkan aku.. Aku tahu semua ini salahku, tolong maafkan diriku..Aku tahu diriku salah.. " mawar menggenggam tangan vino erat, senejak vino terkejut dengan perilaku mawar padanya yang sudah berubah menjadi lebih lembut.
"Aku akan memaafkan mu asal...Kamu menjauhi diego dan kita mulai hubungan yang baru.. " Tanpa rasa bersalah vino meminta hal yang tidak mungkin di lakukan oleh mawar.
"Apa!? Kamu meminta ku untuk menjauhi diego? Maaf! Tapi aku melakukan hal seperti ini hanya untuk meminta maaf padamu, aku tidak menyangka kamu masih bisa meminta hal yang sudah beberapa kali aku tolak! Kamu memang tidak akan berubah akan terus sama seperti vino yang suka memanfaatkan kebaikan orang lain..!"
Mawar marah dia masih tidak yakin bahwa vino bisa meminta hal yang sangat bodoh seperti itu.
"Aku melakukan ini karena dirimu! Karena dirimu aku seperti ini! Mengertilah sedikit aku sangat mencintai mu!" Vino menjelaskan hal yang memang ia ingin katakan pada mawar sebelumnya.
"Mencintaiku? Kamu hanya membuang buang waktu vino, mencintaku hanya membuat dirimu gila! Berhentilah mencintaiku, aku tahu kamu adalah orang baik vino, aku tahu kamu adalah lekaki yang bisa di andalkan, kamu bisa menemukan wanita yang lebih sempurna dari aku! Hidup mu tak perlu selalu terus mengharapkan ku, aku sudah bahagia bersama diego, kita bukanlagi anak SMA yang terus bertengkar hanya karena masalah kecil, aku ingin aku bahagia tanpa ada gangguan sedikitpun, aku ingin kamu bahagia walau tanpa harus bersama ku...Aku yakin kamu mengerti dengan apa yang aku ucapkan, jangan lupa minum obat mu nanti siang aku akan kembali menjenguk mu."
Setelah kata terkahir yang di ucapkan mawar, mawar langsung beranjak pergi dari duduknya untuk membangunkan diego dan juga erika.
"Diegooo, diego... bangun.. Sudah pagi.. rika... Ayo bangun..." Mawar menggoyang goyangkan tubuh diego dan erika, agar mereka segera bangun dari tidur lelapnya.
Diego dan erika menatap mawar heran bahkan wajah mereka berdua terlihat sangat lusuh, tapi sangat menggemaakan.
"Aku menunggu kalian berdua di luar.. " Mawar langsung pergi meninggalkan diego dan erika juga vino yang masih terdiam dalam lamunannya.
Sedangkan diego dan erika menunjukan raut wajah kebingungan.
Diego langsung berdiri dan mendekati vino, vino tidak ingin menatap diego dia yakin diego pasti akan menghinannya.
"Semoga lekas sembuh.. "Hanya kata kata itu yang terlontar dari mulut diego laku dia pergi meninggalkan vino dengan erika berdua.
Erika mendekati vino dan duduk di sampingnya, sambil membenarkan rambut dan wajahnya yang masih berantakan.
"Ahhh bapak, nama saya erika mungkin bapak sudah mengetahuinya saya ingin mengatakan semoga bapak lekas sembuhh hehe maaf mungkin saya mengganggu bapak.. Kalau begitu saya harus pergi maaf.." Erika menyudahi apa yang dia katakan, sepertinya erika merasakan bahwa vino acuh padanya bahkan saat erika berbicara vino tidak menatapnya sedikitpun.
Apalagi menjawabnya itu rasa tidak mungkin. ketahuilah bahwa sesungguhnya vino adalah orang yang sangat cuek dengan wanita apalagi wanita yang tidak pernah dia kenal.
__ADS_1
Erika membalikan tubuhnya berjalan pergi meninggalkan vino, namun tiba tiba sebuah tangan merangkul pinggang ramping erika menghentikan langkahnya.
"Tolong temani saya di sini.. " Suara itu terdengar lirih dan yakin bahwa suara itu adalah suara vino, dan juga vino yang memeluk erika