
Deg,
Betapa terkejutnya Ana saat melihat orang yang pernah dia cintai berdiri tepat dihadapannya.
"Kim Ana.. kau.." ucap pria itu tak percaya dan ikut jongkok dihadapan Ana.
"Park Jimin" ucap Ana tertegun.
Tatapan keduanya saling bertemu satu sama lain dan sangat dekat. Seluruh karyawan yang melihat nya berbisik-bisik dan bergumam.
"Ana.." belum sempat Jimin mengatakan yang akan dia katakan Ana berdiri dan langsung berlalu.
"Ana.." ucap Jimin menahan tangan Ana.
"Tolong lepaskan aku" ucap Ana menatap Jimin.
"Ana.. kau kemana saja.. kenapa kau tidak memberiku kabar apapun.. apa aku berbuat salah kau meninggalkan aku.. Ana apa yang terjadi" ucap Jimin yang terus-menerus bertanya tentang Ana tanpa menghiraukan tatapan seluruh karyawan.
"Tolong, tolong lepaskan aku Jim, semua melihat kearah kita tolong lepaskan" ucap Ana mencoba melepaskan tangan Jimin.
"Tidak sebelum kau menjawab ku" ucap Jimin.
"Lepas" ucap Ana menghempaskan tangan Jimin dan berlari menuju ruangan Taehyung untuk memberikan dokumen yang ia bawa.
"Ana..." Teriak Jimin tapi tidak dihiraukan Ana.
•Maaf Jim, ini akan menjadi mimpi burukku jika Yoon-gi melihatnya• Batin Ana tanpa berbalik kebelakang dan terus berlari kearah ruangan Taehyung.
Jimin yang mencoba mengejar Ana tapi dihentikan oleh Jerry orang kepercayaan Jimin.
"Tuan muda, rapatnya hampir dimulai dan Presdir Yoon-gi sudah menunggu Anda" ucap Jerry.
Langkah Jimin terhenti dan menatap Ana yang semakin menjauh, banyak sekali pertanyaan yang ingin diungkapkan oleh Jimin. Tapi tampaknya Ana menghindarinya.
•Ana, ada apa denganmu?• batin Jimin yang berbalik dan menuju ruang Rapat, sesekali Jimin berbalik untuk melihat Ana yang sudah masuk keruangan Taehyung.
****
Diruang rapat, Jimin melamun dan tidak memperhatikan Dae Hyun yang menjelaskan tentang kerja sama kali ini.
"Jadi, kerja sama kali ini, kita akan membangun hotel disebuah tempat yang sedikit ekstrim dan untuk meramaikan hotel tersebut pertama kami akan membangun cafe dekat hotel itu dan pantai didekatnya akan dijadikan..."
"Stop! Rapat selesai" ucap Yoon-gi menghentikan rapat saat melihat Jimin melamun dan tidak memperhatikan.
"Semuanya bisa keluar" ucap Yoon-gi memecahkan lamunan Jimin.
Setelah semua keluar hanya ada Jimin dan Yoon-gi diruang rapat. Dan membuat pertanyaan dipikiran Jimin.
"Kenapa rapatnya berhenti?" Tanya Jimin.
"Jimin, kau harusnya konsisten dalam pekerjaan, ini sedang rapat kau tidak memperhatikannya dan malah melamun harusnya aku yang bertanya kenapa" ucap Yoon-gi.
"Aniya, aku hanya terpikirkan sesuatu saja" ucap Jimin.
"Apa berkaitan dengan kekasihmu yang menghilang itu" tanya Yoon-gi.
"Yaa kau benar, aku Bru saja bertemu dengannya tapi dia sepertinya menghindari ku. Ingin sekali memeluknya tapi dia berlari dan Jerry mengingatkan aku dengan rapat ini" jelas Jimin.
"Kau baru saja bertemu dengannya tapi kau tidak dpt bicara dengannya?"
"Yaa begitulah" ucap Jimin bersandar di kursinya.
"Ayo, kita pergi ke cafe dan tenangkan dirimu itu" Ucap Yoon-gi beranjak dari kursinya.
"Haisss baiklah" ucap Jimin mengikuti langkah Yoon-gi.
****
Cafe,
Setelah sampai dicafe Yoon-gi memesan makanan dan lagi-lagi Yoon-gi melihat Ana bersama Taehyung dan Jungkook. Yoon-gi hanya menatap tajam tapi tidak disadari oleh Ana.
"Ada apa?" Tanya Jimin.
"Tidak ada" ucap Yoon-gi melanjutkan makannya.
"Bagaimana kerja samamu dengan Hoseok?" Tanya Jimin menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Berjalan lancar Minggu depan baru akan dilakukan kerja lapangannya" ucap Yoon-gi sesekali melirik Ana.
"Baguslah, rapat kali ini kita undur 3 hari kemudian aku butuh ketenangan untuk saat ini" ucap Jimin.
"Tidak masalah" ucap Yoon-gi.
"Bagaimana pernikahanmu?" Tanya Jimin menatap Yoon-gi.
"Aku merasa kurang baik karena aku tidak mencintainya" ucap Yoon-gi.
"Mwo?? Kenapa begitu?" Tanya Jimin.
"Aku hanya menuruti keinginan eomma, aku hanya mencintai Irene" ucap Yoon-gi.
"Apa kau yakin Irene mencintaimu juga?" Tanya jimin.
"Apa maksudmu?"
"Kau belum tau Irene lebih dalam, aku sarankan agar kau mencari tau lebih dulu tentang dia" ucap Jimin meletakkan gelasnya.
Yoon-gi terdiam dan tampak berfikir, setelah sejam mereka berada di cafe Yoon-gi dan Jimin kembali ke kantor bersamaan dengan Ana, Taehyung dan Jungkook.
Ana tidak menyadari bahwa Yoon-gi juga ada di cafe bersama Jimin. Saat menengok keseberang Ana melihat Yoon-gi menatapnya tajam.
Ana terkejut dan mencoba untuk tetap tenang, yang lebih membuat Ana takut adalah yang berjalan bersama suaminya adalah Jimin.
Jimin tidak mengetahui apapun tentang pernikahan Ana dan Yoon-gi. Bahkan teman kerabat dan sahabat Yoon-gi juga tidak mengetahui pernikahan mereka.
Yoon-gi sengaja meminta agar pernikahannya tidak diumbar ke media.
•Tatapan itu...• batin Ana sambil berjalan menunduk.
Taehyung dan Jungkook tidak menyadari jika ada Yoon-gi diseberang dan terus berjalan menuju kantor.
Sesampainya dikantor, Jimin dan Jerry kembali ke perusahaan mereka dan Yoon-gi masuk keruangan dengan berjalan cepat dan tidak menghiraukan karyawan yang menyapanya.
Saat pulang kerja Ana menunggu sopir pribadinya di luar kantor Yoon-gi yang memperhatikannya diruang tunggu melihat Jimin datang dan menyapa Ana.
Melihat itu, Yoon-gi mengerutkan dahinya saat Jimin memegang tangan Ana.
"Jimin tolong lepaskan aku, kenapa kau tidak bisa mengerti" ucap Ana berusaha melepaskan tangan Jimin.
"Jimin, kau menyakitiku lepaskan" ucap Ana.
"Tidak sampai kau menjelaskan semuanya" ucap Jimin terkejut melihat cincin pernikahan melingkar dijari manis Ana.
"Apa ini?" Ucap Jimin.
"Apa? Kau sudah melihatnya apa butuh penjelasan lagi?" Ucap Ana yang masih berusaha melepaskan tangan Jimin.
"Kau sudah menikah? Dengan siapa? Kau meninggalkan ku demi pria lain? Hm?" Ucap Jimin yang menatap Ana tajam.
Cepat atau lambat Jimin akan tau tentang pernikahan bersama Yoon-gi. Kedua laki-laki yang sama kerasnya dan sama dinginnya ini membuat Ana bingung harus mengatakan kebenarannya atau berbohong.
"Jawab aku Ana!!!" Bentak Jimin.
"Ya, aku sudah menikah!" Ucap Ana.
"Kenapa kau menghianatiku?? Kau tau kan aku tidak suka dikhianati!!" Ucap Jimin memperkuat cengkramannya.
"Aku melakukan ini demi keluargaku Jim, perusahaan hampir bangkrut dan hanya suamiku yang bisa membantunya aku menikahi juga demi keluargaku" ucap Ana.
"Keluarga?? Keluarga yang tidak pernah menyayangimu itu kau sebut keluarga??" Ucap Jimin kesal.
"Jaga ucapanmu Jim, mereka yang merawatku sedari aku kecil hingga detik ini, tidak ada salahnya aku membalas Budi mereka" ucap Ana.
"Katakan, siapa suamimu!!" Ucap Jimin.
"Apa itu penting bagimu??hmm?" Ucap Ana masih mencoba melepaskan dirinya.
"Kau boleh tidak memberitahuku siapa suamimu, tapi kau harus ingat jangan sampai aku mengetahuinya atau akibatnya akan sangat buruk bagi rumah tangga kalian, kau harus ingat Ana aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu dengan tenang!!" Ucap Jimin melepaskan tangan Ana dan berjalan pergi.
Yoon-gi yang melihat itu semua hanya bisa memperhatikan tapi tidak bisa mendengarkan apa yang Ana dan Jimin bicarakan.
Amarahnya memuncak saat Jimin memegang tangan Ana dan terlihat sangat dekat.
•Wanita yang keras kepala, berani sekali dia masih mendekati pria lain kemarin Jungkook dan Taehyung sekarang dia malah dekat dengan Jimin!! Ckk!!• batin Yoon-gi menggenggam kuat gelas yang ditangannya hingga retak.
****
__ADS_1
Kediaman Min Yoon-gi,
Ana telah sampai dirumah dan memegangi pergelangan tangannya yang digenggam kuat oleh Jimin. Masih terasa sakit bahkan memerah.
Ana melihat mobil Yoon-gi belum ada dirumah, itu artinya Yoon-gi belum pulang.
Hingga pukul 21:00 malam Ana menunggu Yoon-gi diruang tamu dengan menonton drama, tapi tidak ada kabar atau tanda-tanda bahwa Yoon-gi akan pulang.
Perasaannya sangat tidak nyaman dan berulang kali Ana berusaha menelfon Yoon-gi tapi tidak ada jawaban sama sekali. Sampai akhirnya Ana menelfon Dae Hyun. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Hari semakin larut malam Ana tertidur disofa hingga pagi, dan terkejut karena Ahjuma membangunkannya.
"Nyonya muda" ucap Ahjuma membangunkan Ana pelan.
"Ahh, nee ya tuhan bagaimana bisa aku tertidur disini" ucap Ana mengusap wajahnya.
"Apa Yoon-gi Oppa sudah pulang" tanya Ana yang masih mengumpulkan tenaganya.
"Tuan muda semalam tidak pulang Nyonya"ucap Ahjuma.
"Apa? Tidak pulang? Lalu kemana dia" ucap Ana mengambil telfon dan menelfon Yoon-gi.
_Tuttt tuttt tutt! Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif_
"Kenapa ponselnya tidak aktif" ucap Ana mulai khawatir.
Ting tong
"Itu mungkin dia biar aku uang membuka pintunya " ucap Ana.
Ana berjalan dan membuka pintunya dan benar saja itu Yoon-gi.
"Oppa? Kau darimana saja? Kenapa pagi ini baru pulang" tanya Ana.
Yoon-gi tidak menghiraukannya dan berjalan masuk ke kamar. Ana mengikuti Yoon-gi kekamar.
Sampai dikamar Yoon-gi melepas dasinya dan melempar tasnya disofa dan berbaring di kasur.
"Oppa? Kau darimana saja?" Ucap Ana duduk dipinggir ranjang samping Yoon-gi.
"Bisakah kau berhenti bertanya Nyonya?" Ucap Yoon-gi menatap Ana tajam.
"A..aku hanya khawatir" ucap Ana menunduk.
Yoon-gi bangun dan mencengkram pipi Ana.
"Ada hubungan apa kau dengan Jimin?" Ucap Yoon-gi menatap tajam.
"J..Jimin oppa.." ucap Ana terbata.
"Kau bahkan memanggilnya dengan sebutan Oppa? Sedekat itukah?" Ucap Yoon-gi kesal.
"Di..dia.."
Ketakutan Ana pun terjadi saat Yoon-gi melihatnya bersama Jimin. Ana mencoba untuk mengatakannya tapi itu sangat sulit untuk mengatakan bahwa Jimin adalah kekasihnya yang ditinggal demi menikah dengan Yoon-gi untuk menyelamatkan perusahaan keluarga Kim.
"Katakan!!!" Ucap Yoon-gi.
Tok
Tok
Tok
"Siapa?" Tanya Yoon-gi.
"Ini aku Tuan muda" ucap Ajhuma.
"Ada apa?"
"Tuan muda, Nyonya besar ada di ruang keluarga" ucap Ahjuma.
"Katakan Aku dan Ana sedang Mandi" perintah Yoon-gi.
"Baik" ucap Ahjuma.
"Bersikaplah yang baik saat didepan eomma, jangan membuatnya berfikir kalau aku dan kau tidak saling mencintai" ucap Yoon-gi menghempas Ana dan berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
"Nee" ucap Ana pelan meneteskan air matanya dan meremas sprei.