
Hari yang sangat melelahkan bagi Ana hari pertama bekerja Ana sudah mendapat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Siang itu pukul 12:00 saatnya jam istirahat.
Ana kurang fokus karena pagi tadi belum memakan apapun selain meminum air putih.
"Haii" sapa salah satu karyawan pria pada Ana.
"Ohh Haii" ucap Ana menyapa kembali.
"Kau karyawan baru kan? Kenalkan aku Kim Taehyung dan kau??" Ucap pemuda berkulit putih tampan dan tinggi itu sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Min Ana senang berkenalan denganmu" ucap Ana tersenyum.
"Oh iya, aku manager dari devisi nasional" ucap Taehyung.
"Ahh, maaf Pak telah lancang" ucap Ana memberi hormat.
"Santai saja tidak perlu seperti itu" ucap Taehyung yang memperlihatkan box smilenya.
"Kau mau ke kantin bersama?" Sambung Taehyung.
"Maaf pak pekerjaanku belum selesai mungkin sebentar lagi" ucap Ana.
"Tinggalkanlah dulu, makanlah dulu wajahmu terlihat agak pucat kau pasti belum makan" ucap Taehyung.
"Benarkah?? Ahh kalau begitu baiklah" ucap Ana tanpa memikirkan kemarahan yang akan terjadi jika Yoon-gi melihatnya.
Dalam pikiran Ana Yoon-gi tidak mungkin marah, Bahkan Yoon-gi sendiri yang menyuruhnya tidak saling mengenal. Ana rasa itu akan baik-baik saja.
Taehyung adalah manager sekaligus sahabat baik Yoon-gi sejak SMA hingga sekarang Taehyung bekerja diperusahaan milik Yoon-gi.
Taehyung mengajak Ana ke kantin kantor khusus manager. Dimana kantin tersebut hanya boleh didatangi oleh seluruh manager diperusahaan. Dan karyawan biasa hanya bisa makan di kantin khusus karyawan.
"Tuan, kenapa kita kemari.. ini kantin khusus manager sedangkan aku hanya karyawan biasa" ucap Ana.
"Panggil aku Taehyung saja tidak perlu sungkan, lagipula hanya makan kan tidak ada salahnya" ucap Taehyung.
"A..aku rasa ini kurang baik" ucap Ana.
"Baiklah terserah padamu, sekarang ayo duduk dan aku akan memesankan makanan. Kau mau makan apa?" Tanya Taehyung.
"Samakan saja dengan punya Anda" ucap Ana senyum.
"Baiklah kau tunggu disini" ucap Taehyung menuju tempat pemesanan.
Ana sedikit risih karena seluruh mata melihat kearahnya yang dimana sejak Ana berjalan bersama Taehyung.
Bahkan ada yang membicarakan Ana hingga terdengar jelas ditelinga Ana. Ana hanya bisa terdiam dan menundukkan wajahnya.
Dengan penampilan Ana yang seperti sekarang ini tidak memperlihatkan bawah Ana sudah menikah.
Rambut panjang bergelombang dan hitam menjulang ke punggungnya dengan jas hitam khusus wanita dan rok pendek yang ana kenakan dengan sepatu berhak tinggi berwarna merah yang membuat kecantikan Ana terlihat dengan jelas. Dan Make up tipis yang membuat Ana terlihat sangat anggun.
Taehyung kembali dengan membawa 2 porsi kimchi dan 2 jus alpukat.
"Ini makanlah" ucap Taehyung menyodorkan makanan nya.
"Nee, gamsahabnida" ucap Ana.
Taehyung dan Ana mulai memakan makanan merek masing-masing tidak ada perbincangan apapun saat itu. Hingga bel selesai istirahatpun berbunyi dan seluruh karyawan dan manager lainnya kembali pada pekerjaan masing-masing.
Ana dan Taehyung pun kembali pada pekerjaannya masing-masing.
"Terimakasih untuk makan siang kali ini" ucap Ana.
"Ahh, santai saja lain aku aku akan sering mengajakmu makan siang" ucap Taehyung.
"Nee" ucap Ana.
"Baiklah, aku harus kembali. Dan kau selamat bekerja" ucap Taehyung.
"Nee, Tuan" ucap Ana tersenyum.
****
Sepulang kerja Ana masih belum beranjak dari meja kerjanya masih ada satu dokumen yang ahrus diselesaikan dan besok harus diberikan pada Presdir atau lebih tepatnya pada suaminya sendiri.
Malam itu pukul 08:00 hany tinggal beberapa karyawan termasuk Ana. Tiba-tiba Taehyung datang dan bertanya pada Ana.
"Kau belum pulang?" Tanya Taehyung membuat Ana kaget.
"Ahh, Manager Taehyung. Aku masih harus memeriksa satu dokumen ini setelah itu aku akan pulang" ucap Ana.
"Berikan padaku" pinta Taehyung.
"Aku akan membantumu menyelesaikannya, kau terlihat sangat lelah jangan sampai sakit ini juga sudah lebih dari jam pulang kerja" ucap Taehyung mengambil dokumen dari tangan Ana.
"Tapi, manager Taehyung ini adalah tugasku aku tidak mau merepotkan Anda" ucap Ana.
"Bukan masalah, aku akan menyelesaikannya dan besok aku pastikan sudah sampai ditangan Presdir Yoon-gi kau tenang saja" ucap Taehyung menepuk bahu Ana.
"Ahh baiklah, maaf telah merepotkan Anda" ucap Ana.
"Bukan masalah" ucap Taehyung.
"Kemari barang-barang mu dan segeralah pulang" sambung Taehyung.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih" ucap Ana.
Taehyung hanya tersenyum dan mengangguk lalu berjalan pergi.
Sementara itu Ana mengemasi barang-barang dan bergegas menuju parkiran yang Diaman sopir pribadinya telah menunggu sedari tadi.
"Kantor sangat sepi, apa mungkin dia sudah pulang duluan" gumam Ana.
"Nyonya muda silahkan" ucap sopir pribadinya sambil membukakan pintu mobil.
"Ahh nee" ucap Ana masuk kedalam mobil.
"Oh iya, apa Tuan muda sudah pulang duluan?" Tanya Ana.
"Nee Nyonya, Tuan muda sudah pulang dari awal" ucap sopir pribadinya.
"Ohh begitu yaa, baiklah percepat sedikit" ucap Ana.
"Nee" ucap sopir.
Sesampainya dirumah Ana masuk dan ruang tamu yang begitu gelap hanya ada sinar lampu dari lantai 2 yang menyorot remang-remang.
__ADS_1
Perlahan Ana menutup pintu dan menguncinya.
"Sepi sekali, kenapa lampunya dimatikan ini juga baru pukul 9 malam" Gumam Ana pelan dan berjalan menuju kamar.
Tiba-tiba seluruh lampu menyala dan menampakkan Yoon-gi yang bersandar dipintu utama dengan tatapan dinginnya.
"Baru pulang?" Ucap Yoon-gi dingin.
"O..oppa.. a..aku pikir ka..kau sudah tidur.." ucap Ana gugup.
"Kenapa jam segini baru pulang? Hmm? Apa hari pertama kerja begitu sibuk?" Ucap Yoon-gi berjalan kearah Ana.
"I..itu.. tadi dikantor.. ba..banyak dokumen yang ha..harus aku se..lesaikan" ucap Ana.
"Tapi aku tidak pernah meminta karyawan ku lembur. Sebanyak apapun pekerjaannya aku tetap menyuruhnya pulang jika sudah saatnya jam pulang kerja" ucap Yoon-gi dengan nada sedikit kesal.
"A..aku karyawan baru.. a..aku pikir aku ha..rus menyelesaikan.. pe..kerajaanmu dengan baik" ucap Ana semakin takut dengan tatapan Yoon-gi.
"Katakan padaku, kau begitu dekat dengan manager Taehyung, ada hubungan apa?" Ucap Yoon-gi menarik tangan Ana.
"A..aku tidak ada..hu..Bungan apapun" ucap Ana gemetar.
"Benarkah?? Aku mendapat laporan bahwa karyawan biasa makan siang dikantin khusus manager" ucap Yoon-gi mempererat cengraman nya.
"I..itu... Manager Taehyung ya..yang mengajakku.." ucap Ana.
"Seharusnya kau menolak" ucap Yoon-gi kesal.
"Apakah aku tidak boleh memiliki teman dikantor?" Ucap Ana dengan nada yang menahan tangisnya.
"Karyawan wanita sangat banyak kau bisa berteman dengan mereka, dan Taehyung itu manager kau seharusnya tau batasanmu Nyonya Min Ana!!" Ucap Yoon-gi membentak Ana dan menekan Kalimat nyonya Min Ana.
"Mi..mianhe.." ucap Ana mulai meneteskan air matanya.
"Jangan coba-coba untuk menangis dihadapanku!!" Ucap Yoon-gi.
"N..nee nee" ucap Ana menunduk dan mengusap air matanya dengan tangan gemetar.
"Pergi dari hadapanku dan bersihkan dirimu!! Cepat!!" Bentak Yoon-gi.
Tanpa berbicara apapun Ana langsung menuju kamar dan tangisnya pecah disana.
"Kau yang melarang ku untuk mengumbar status pernikahan kita, siapa yang mau berteman denganku sedangkan mereka membicarakan aku.. apa salahnya jika aku terlahir seperti ini, Dimata semua orang aku sempurna. Tapi dimataku aku memiliki banyak sekali kekurangan" ucap Ana menangis sendu dengan menangkup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Kenapa kau melakukan ini padaku Tuan Muda Min Yoon-gi" ucap Ana menangis sendu.
Setelah lelah menangis Ana segera mandi dan membersihkan dirinya
Jika dia berlama-lama maka Yoon-gi akan memarahinya lagi.
Setelah selesai mandi Ana mengenakan piyama dengan lengan panjang dan celana panjang. Dan duduk didekat dinding kada melipat kakinya dan menatap pemandangan diluar.
Meskipun Ana sangat lapar, tapi Ana lebih memilih diam dan menatap pemandangan malam. Kota yang sangat ramai dan cerah dengan gemerlapnya cahaya.
Greeeppp,
Yoon-gi membuka pintu dan mendapati Ana yang tertidur disofa didekat dinding kaca.
Karena terlalu pulas Yoon-gi tidak membangunkan Ana untuk pindah ke ranjang Yoon-gi hanya memberikan selimut tebal dan membiarkan Ana tertidur.
Keesokan paginya, Ana terbangun dan mendapati dirinya yang tertidur di sofa dan melihat ke arah jam dinding menunjukkan pukul 05:00 subuh.
"Sebegitu tidak pedulinya kau padaku?" Gumam Ana memindahkan selimut dan beranjak keluar kamar.
Rumah megah dan besar itu masih sepi pada pagi itu. Ana memutuskan untuk keruang baca yang biasanya dia datangi selagi bosan.
Ana membaca beberapa buku cerita yang menurutnya bisa membuat moodnya kembali.
Ding dong
Ding dong,
Jam besar yang terletak disudut ruangan itu berbunyi menunjukkan pukul 06:00 pagi tidak terasa sejam berlalu.
Ana kembali keluar ruang baca dan menuju ke dapur untuk memasak. Didapur sudah ada beberapa pelayan yang sedang sibuk menyiapkan sayuran dan daging untuk dimasak.
Ana selalu membantu para pelayan Dipagi hari untuk memasak. Ana tidak ingin sang suami hanya dilayani dengan pelayan rumah dan sebagai istri Ana tidak ingin lepas dari tanggung jawab untuk memasak.
Belum sempat Ana membangunkan Yoon-gi, tampak Yoon-gi turun dari tangga dengan pakaian yang sudah rapi tanpa dasi dilehernya.
Yoon-gi berjalan kearah meja makan yang sudah terdapat banyak jenis makanan.
"Aku akan bersiap" ucap Ana dengan mata yang sedikit sembab ntah kurang tidur atau terlalu banyak meneteskan air matanya.
"Hmm" ucap Yoon-gi singkat.
15 menit kemudian, Ana kembali kemeja makan dan melihat Yoon-gi masih memakan buah sebagai pencuci mulut.
Pagi itu masih pukul 06:45 masih ada waktu 15 menit untuk sampai ke kantor.
Ana duduk dan mengambil beberapa lauk dan sayuran dimeja makan dan memakannya.
Dalam situasi yang canggung antara suami istri ini membuat para pelayan hanya berdiri terdiam.
Yoon-gi yang sibuk dengan apel ditangannya sedangkan Ana yang sibuk dengan makanan dipiringnya.
10 menit kemudian Ana telah menghabiskan sarapannya.
"Maaf aku tidak bisa membantu kalian pagi ini, aku hampir terlambat" ucap Ana mengambil tas selempang nya yang digantung dikursi yang dia duduki dan segera berjalan keluar.
"Tunggu!!" Ucap Yoon-gi.
"Nee, apa oppa butuh sesuatu?" Tanya Ana lembut.
"Ambilkan Dasiku dikamar" ucap Yoon-gi.
"Baiklah" ucap Ana beralihlah jalan menuju kamar.
Setelah kembali Ana memberikan dasi itu pada Yoon-gi.
"Ini dasimu Oppa" ucap Ana sambil memberikan dasinya.
"Pakaikan!" Ucap Yoon-gi.
"Eoh??"
"Apa aku harus mengulanginya?!" Ucap Yoon-gi menatap tajam Ana.
"A..aniya, aku mendengarnya" ucap Ana.
__ADS_1
Setelah memakaikan dasi Ana dan Yoon-gi keluar dan masuk kedalam mobil masing-masing dan menuju kantor.
Sesampainya dikantor, Ana langsung menuju kemeja kerjanya sedangkan Yoon-gi menuju keruang kerjanya dilantai paling atas.
Setelah sampai aja terduduk dan memegang kepalanya, Pikirannya benar-benar kacau saat itu dan belum terfokuskan ke pekerjaannya pagi itu.
"Haii, selamat pagi" ucap seorang pria bertubuh tinggi dan berkulit putih itu memecahkan keheningan yang dirasakan Ana.
"Ahh, Haii juga" ucap Ana berdiri dan membungkuk.
"Ahaha, santai saja. Kau karyawan baru?" Tanya pria itu.
"Ahh, nee aku baru mulai bekerja kemarin" ucap Ana.
"Ohh begitu ya. Kenalkan namaku Jeon Jungkook aku manager disini, manager dari devisi perencanaan" ucap pria bermata jeon itu sambil mengulurkan tangannya
"Ahh nee Tuan, aku Min Ana" ucap Ana.
"Baiklah, salam kenal" ucap Jungkook.
"Ahh nee" ucap Ana senyum.
"Kala begitu aku permisi dulu silahkan dilanjutkan pekerjaanmu" ucap Jungkook tersenyum dan berlalu.
"Nee" ucap Ana.
Kecantikan yang Ana miliki menarik banyak sekali perhatian para karyawan kantor dan berkenalan dengan Ana. Setiap harinya pakaian apapun yang dikenakan Ana tetap terlihat sangat cantik dan menawan. Membuat semua karyawan semakin takjub akan kecantikan Ana.
Ditambah lagi kedekatannya dengan dua pria tampan yang berpengaruh dikantor. Yaitu Kim Taehyung dan jeon Jungkook.
Setiap harinya jika bukan Jungkook Taehyung juga sering mengajak Ana untuk makan siang.
Yoon-gi yang tidak sengaja mengetahui hal itu dari Dae Hyun kemarahannya memuncak dan meluap seperti air mendidih, dikantor Yoon-gi terlihat baik-baik saja. Namun dirumah Ana selalu mendapat perlakuan dingin dan tatapan tajam dari Yoon-gi.
Yoon-gi selalu memarahinya dan kadang memukul Ana jika sudah terlalu kesal. Tapi anehnya perlakuan kasar Yoon-gi selalu diterima Ana dan rasa cintanya untuk Yoon-gi semakin bertambah. Jika bukan karena cintanya yang sangat dalam mungkin Ana terlah melarikan diri dari rumah Yoon-gi.
Bagaikan rumah kaca es yang selalu membuatnya membeku dan terjebak didalam sikap Yoon-gi yang begitu dingin dan sikap malas taunya pada Ana.
Setengah bulan pun berlalu, pekerjaan Ana semakin hari semakin membaik Ana mendapatkan teman yang cukup banyak ntah wanita ataupun pria. Itu juga memudahkan Ana untuk berinteraksi dalam lingkungan kantor.
Siang itu Yoon-gi mendapat tamu penting dari luar negeri dan ingin bekerja sama dengan perusahaan Yoon-gi.
Ting!
Pintu lift terbuka, menampakkan seorang pria berwajah tampan dan berkulit putih dan tinggi stylenya sangat menawan hingga membuat seluruh mata karyawan tertuju padanya.
Pria itu berjalan untuk mencari ruangan Yoon-gi dan diikuti oleh dua pengawal berbaju serba hitam dibelakangnya.
Pria itu terlihat sangat dingin namun setiap berjumpa dengan karyawan pria itu selalu menampakkan senyum Pepsodent nya dan menampakkan giginya yang putih dan rapi.
Ana yang terburu-buru membawakan dokumen keruangan Taehyung tidak sengaja menambrak pria itu dan terjatuh.
"Ahhh mi..mianhe Tuan, a..aku tidak sengaja" ucap Ana gugup sambil merapikan dokumen yang berserakan.
"Biar ku bantu" ucap pria itu membantu Ana memungut berkas dokumen.
"Ahh, itu tidak perlu Tuan.. maafkan aku" ucap Ana berkali-kali.
Pria itu hanya terkekeh melihat wajah Ana yang panik dan keringat dingin.
"Namaku Jung Hoseok aku Presdir dari perusahaan Jung" ucap pria itu menampakkan senyumannya.
"Mi..mianhe Tuan, maaf tidak hati-hati sehingga menabrak Anda" ucap Ana.
"Tidak masalah, apa kau bisa mengantarkan aku ke ruangan Presdir Yoon-gi?" Tanya Hoseok.
"Nee, Tuan mari saya antar" ucap Ana.
Sesampainya didepan ruangan Yoon-gi Ana mempersilahkan Hoseok untuk masuk dan Ana segera mengantarkan dokumen pada Taehyung.
"Gadis yang sangat unik" ucap Hoseok yang disambut oleh sekertaris Tya.
"Silahkan Tuan, Presdir telah menunggu anda didalam" ucap sekertaris Tya mengantarkan Hoseok masuk.
"Ahh nee" ucap Hoseok melangkah memasuki ruangan Yoon-gi.
"Hallo Yoon-gi bagaimana kabarmu?" Ucap Hoseok yang langsung duduk tanpa diberi aba-aba.
"Aku belum menyuruhmu duduk Presdir Hoseok" ucap Yoon-gi.
"Tidak perlu kau suruh aku sudah tau itu" ucap Hoseok.
"Sekertaris Tya buatkan dua cangkir dalgona" perintah Yoon-gi.
"Baik" ucap sekertaris Tya keluar ruangan.
15 menit kemudian sekertaris Tya kembali dengan membawa dua cangkir dalgona.
"Kau kenapa hmm?" Tanya Yoon-gi yang melihat Hoseok tersenyum sedari tadi.
"Aku tadi bertemu salah satu karyawan mu yang tidak sengaja menabrakku, dia sangat cantik dan lucu. Wajahnya itu sangat lucu jika dia ketakutan" ucap Hoseok menyeruput kopinya.
"Benarkah? Apa kau akan jatuh cinta pada karyawan biasa?" Ucap Yoon-gi.
"Bisa saja jika aku mau, lagipula dia sangat cantik" ucap Hoseok.
"Siapa namanya?"
"Aku tidak tau siapa namanya" ucap Hoseok.
"Lalu?"
"Lalu? Lalu apa?" Tanya Hoseok bingung.
"Kau lupa apa tujuanmu kemari?"
"Tentu saja tidak, ayo mulai!" Ucap Hoseok.
"Kau masih sama seperti dulu, aku bingung bagaimana bisa orang sepertimu bisa sesukses ini" ucap Yoon-gi sambil membuka dokumen.
"Heii, jangan meremehkan aku ya" ucap Hoseok dengan sombongnya.
"Ya ya ya ya"
Setelah berjam-jam membicarakan bisnis yang akan mereka kelola bersama akhirnya Hoseok dan Yoon-gi saling menyetujui dengan kerja sama antar perusahaan mereka.
Hoseok dan Yoon-gi memutuskan untuk makan siang bersama disebuah cafe dekat kantor.
Tidak sengaja Yoon-gi melihat Ana bersama Jungkook sedang makan dicafe itu juga. Seketika tangannya mengepal kuat dan disadari eh Hoseok.
__ADS_1