
•Mian Yoon-gi mian!!• batin Ana menyesali semuanya.
Ana memeperbaiki keadaan make up-nya di kamar mandi 15 menit berlalu Ana masih belum kembali sampai Jimin pun sudah kembali keruang am VVIP.
Yoon-gi yang khawatir langsung menyusul Ana ke toilet, Jimin pun bertanya pada dirinya sendiri sudah begitu lama ana belum kembali juga.
"Aku akan segera kembali" ucap Yoon-gi beranjak pergi mencari Ana.
"Baiklah" ucap Taehyung.
Diam-diam Taehyung juga khawatir kenapa Ana belum kembali. Ingin mencarinya tapi mengingat bahwa dirinya dan Ana tidak ada hubungan apapun selain manager dan karyawan.
Toilet wanita,
"Permisi Nona.. apakah ada wanita lain didalam?" Tanya Yoon-gi pada seorang yeoja yang keluar dari kamar mandi.
"Apakah wanita yang memakai dress biru bercorak putih?" Tanya yeoja itu.
"Ahh nee benar" ucap Yoon-gi.
"Dia ada didalam.. sepertinya sedang menangis" ucap yeoja itu.
"Apa? Menangis??" Ucap Yoon-gi yang membuka pintu akan masuk.
"Eitss jangan masuk tunggu saja sampai dia keluar.. kau seorang pria orang-orang akan mengira kau melakukan itu didalam kamar mandi pdhal banyak kursi kosong untuk melakukannya" ucap yeoja itu menahan Yoon-gi.
"Dia istriku" ucap Yoon-gi dingin dan menerobos masuk.
"Heeehh😒 bukankah aku lebih baik dari istrimu itu" gumam yeoja itu kemudian berjalan pergi.
Yoon-gi masuk dan melihat ada beberapa wanita didalam terutama Ana yang menyeka air matanya dan menatap wajahnya di kaca.
Seluruh wanita itu terkejut karena Yoon-gi datang dengan tergesa-gesa begitupun dengan Ana.
"Bukankah kau pria?? Kenapa masuk kemari?" Tanya yeoja 1.
"Mian.. aku mencari istriku" ucap Yoon-gi dingin berjalan kearah Ana dan menarik Ana keluar kamar mandi.
Dengan wajah dingin Yoon-gi menarik Ana keluar yang membuat seluruh wanita didalam kamar mandi itu terheran-heran.
"Katakan padaku! Kenapa kau menangis?" Ucap Yoon-gi menatap Ana dalam.
"Aku.. aku tidak menangis" ucap Ana menunduk.
"Katakan!" Ucap Yoon-gi sedikit menekan suaranya.
"Percayalah aku tidak menangis.. aku tadi hanya mencuci mukaku saja" ucap Ana senyum tipis.
"Ana.. aku bukan anak kecil yang bisa kau tipu.. ternyata yeoja itu benar kau menangis.. katakan siapa yang membuat kau menangis?" Tanya Yoon-gi mendesak Ana untuk memberitahunya.
•Mian.. aku tidak bisa memberitahu yang sebenarnya• batin Ana miris.
"Ohh jadi begitu.. kau lebih percaya pada orang asing dibanding istrimu sendiri?? Baiklah terserah" ucap Ana pura-pura marah.
"Ana?!! Aku tidak sedang bermain-main" ucap Yoon-gi. dengan nada agak membentak.
"Aku juga tidak bermain-main oppa.. aku akan menangis jika kau membentak ku seperti ini" ucap Ana meneteskan air matanya.
Air mata itu menetes bukan karena bentakan Yoon-gi melainkan Ana tidak sanggup untuk menahannya. Ancaman Jimin terus terngiang ditelinga dan pikirannya.
Ditambah lagi Ana mengiyakan kemauan Jimin dan secara tidak langsung ana memberikan harapan pada jimin untuk bisa memilikinya sepenuhnya.
Hatinya teriris dan tersakiti, ntah apa yang terjadi berikutnya. Hanya air mata ini yang bisa berbicara dan menjelaskan semuanya.
"Aniyo.. sejak kapan kau cengeng eoh?? Jangan menangis sudahlah aku tidak membentakmu chagi.. aku hanya bertanya" ucap Yoon-gi menarik Ana dalam dekapannya.
"Jangan menangis sudah cukup aku tidak akan bertanya aku percaya padamu" ucap Yoon-gi memeluk Ana.
•Air mata ini bukti aku sangat mencintaimu Yoon... aku tidak mau berpisah denganmu.. tidak mau!!.. maafkan aku.. maaf!!• batin Ana menangis sendu dalam pelukan Yoon-gi.
"Aku rasa kau sedikit kurang enak badan.. ayo kita pulang" ucap Yoon-gi.
"Apa acaranya sudah selesai?" Tanya Ana.
__ADS_1
"Belum..tapi aku rasa sebaiknya kita pulang lebih awal.." ucap Yoon-gi.
"Aniyo.. tunggu sampai acaranya selesai.. aku tidak mau merusak suasana pertemanan kalian" ucap Ana masih dalam pelukan Yoon-gi.
"Kau yakin?" Tanya Yoon-gi melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Ana.
"Nee" ucap Ana senyum.
"Baiklah.. kajja kita kembali kesana" ucap Yoon-gi menggandeng Ana.
Setelah kembali dapat dilihat jelas wajah Taehyung yang lega dengan kedatangan Ana dan Yoon-gi. Ana terlihat sedikit pucat dan menundukkan wajahnya.
Selama didalam ruangan Ana hanya terdiam dan tidak berkata apapun. Sesekali matanya melirik kearah Jimin yang berkali-kali menuang minuman digelasnya.
Seok-jin dan keluarganya pulang duluan karena putra mereka sudah tertidur. Hanya tersisa Taehyung, Jungkook, Jimin, Namjoon dan Yoon-gi serta Ana.
Berkali-kali Yoon-gi menegur Jimin karena dia sudah terlalu banyak minum dan hampir mabuk. Bukan hampir lebih tepatnya sudah mabuk.
"Jimin hentikan itu.. kau bisa mabuk berat nanti!!" Ucap Yoon-gi menarik botol minum dari tangan Jimin.
"Baiklah.. baiklah.. aku minum segelas lagi berikan itu padaku Hyung" ucap Jimin dengan nada khas orang mabuk.
"Ani!!" Ucap Yoon-gi.
"Heeeehhh.." Jimin mengela nafas panjang dan memutar bola matanya malas.
Ana khawatir jika Jimin mabuk berat dan mengajarkan hal yang aneh-aneh didepan semua orang apalagi jika Jimin mengatakan tentang hubungan mereka.
Ana menatap pekat mata Jimin yang memerah dengan tatapan yang tajam Jimin menatap Ana yang tengah menatapnya. Dengan smrik khas Jimin dia hanya bersandar dan menggeleng kepalanya.
Ana masih memperhatikan wajah pria dihadapannya itu. Ada rasa khawatir dan takut dalam hatinya.
"Jimin.. aku rasa kau..(terpotong)"
"Apa?? Aku mabuk berat begitu?? Ya memang lalu??" Ucap Jimin mulai berkata aneh.
"Sadarlah heii!! Apa yang membuatmu stress dan mabuk seperti ini" tanya Hoseok menggoyangkan tubuh Jimin yang bersandar dikursi.
"Ckk.. seorang wanita yang meninggalkanku.. yang menghianatiku dan menikah dengan pria lain Hyung" ucap jimin setengah sadar.
Mendengar perkataan Jimin tubuh Ana mulai bergetar dan takut jika Jimin mengatakan semuanya. Ana hanya terdiam dan membatu keringat dinginnya mulai muncul dan tangannya bergetar.
"Hanya karena seorang wanita?? Bukankah kekasihmu sudah kau temukan" ucap Yoon-gi.
"Aku sangat mencintainya Hyung!! Tapi dia meninggalkan aku dan menikah dengan pria lain!!!" Ucap Jimin spontan membuka matanya dan menatap Ana tajam.
Ana terkejut karena tatapan ini belum pernah ia lihat sebelumnya. Dengan tangan yang berkeringat dingin ana menggenggam erat kedua tangannya dan menunduk.
"Jangan menatap Ana seperti itu!!" Ucap Hoseok.
"Aihh mian Noona" ucap Jimin smrik pada Ana.
"Sebaiknya kita pulang jika terus disini Jimin akan gila dan bicara hal hal yang aneh" ucap Taehyung.
"Aku rasa benar Hyung" ucap Jungkook.
"Baiklah ayo kita pulang" ucap Namjoon berdiri dan diikuti mereka semua kecuali Jimin yang masih menatap Ana pekat.
"Jimin berdiri lah ayo cepat" ucap Hoseok berusaha menarik jimin.
"Kalian pulanglah.. aku mau bermain sebentar setidaknya 2 atau 3 wanita" ucap Jimin terkekeh dan bersandar disofa dengan mata terpejam.
Ucapan Jimin berhasil membuat seluruh orang membulatkan mata terutama Ana. Mereka terdiam membatu tidak berkata apapun.
"Kau jangan gila Jim!!" Ucap Yoon-gi.
"Aku gila?? Bagaimana bisa!! Aku ini normal Hyung" ucap Jimin smrik.
"Hoseok aku rasa kita perlu menarik pria aneh ini" ucap Yoon-gi menarik Jimin.
"Heiii.. lepaskan" ucap Jimin menepis tangan Yoon-gi dan Hoseok.
"Aku bilang pulanglah.. aku tidak akan pergi sebelum aku bermain!!" Bentak Jimin membuat semuanya terkejut.
__ADS_1
Tidak biasanya Jimin seperti ini perubahannya lebih cepat dari kilat membuat Ana ingin menangis namun tidak mungkin untuk sekarang ini.
Ana mencoba berjalan kearah Jimin tapi tangannya ditahan oleh Yoon-gi.
"Apa yang akan kau lakukan?!" Ucap Yoon-gi menarik Ana.
"Biar aku coba bujuk dia.." ucap Ana.
"Nanti dia akan...(terpotong)"
"Aniyo oppa.. aku sudah pernah menangani hal ini" ucap Ana senyum menyakinkan Yoon-gi.
Tentu saja Ana pernah menangis hal ini karena sebelumnya Jimin juga pernah mabuk dan hanya Ana yang bisa membujuknya.
Yoon-gi merasa berat untuk melepaskan tangan sang istri untuk membujuk temannya itu. Taehyung hanya terdiam membeku saat Ana berkata seperti itu.
Kedua pria yang seakan tak rela jika Ana menyentuh Jimin. Yang satu adalah suami yang begitu mencintainya dan yang satu lagi manager yang diam-diam mencintainya.
Perlahan Ana melangkah kearah Jimin dengan menatapnya sendu. Jimin perlahan membuka matanya dan melihat sosok wanita cantik dihadapannya. Tanpa disadari air mata Ana mengalir tanpa sepengetahuan Yoon-gi dan yang lainnya.
Ana tetap melangkah kearah Jimin dan Jimin hanya menatapnya tajam. Tatapan itu tidak membuat Ana bergetar sedikitpun. Jika Ana tidak melakukannya Jimin akan mengatakan hal-hal aneh.
"Jim??" Panggil Ana lembut.
Jimin masih terdiam dan tidak menjawab Ana tatapannya masih tertuju pada wanita yang kini berdiri dihadapannya.
"Mau apa kau?" Tanya Jimin dingin.
"Sadarlah kumohon.. ayo pulang" ucap Ana senyum paksa.
"Siapa kau?? Apa hakmu berkata begitu?" Ucap Jimin menatap tajam kearah Ana.
"Aku... (Terpotong)"
Jimin berdiri dari duduknya dan berada sangat dekat dihadapan Ana. Jimin menatap Ana tajam tanpa menghiraukan orang-orang yang berdiri dibelakang Ana.
"Dengar Ana... Meskipun aku mabuk aku masih ingat agar tidak membongkar semuanya dihadapan mereka.. dan kau jangan coba-coba melarangku jika kau tidak bisa memenuhinya dengan dirimu!!" Ucap Jimin lirih tapi terdengar menekan setiap kalimat nya.
Ana terdiam dan meneteskan air matanya dan menatap Jimin sendu.
"Akan aku berikan!! Tapi pulanglah untuk malam ini!! Ku mohon" ucap Ana menatap Jimin sendu.
Jimin hanya memutar bola matanya dan berjalan melewati Ana. Jimin menggandeng Hoseok keluar ruangan dan berjalan menuju parkiran. Semuanya hanya terdiam dan menatap Jimin yang digandeng oleh Hoseok.
Taehyung, Jungkook, Namjoon dan Yoon-gi sesaat terdiam menatap Ana dengan mata merahnya.
"Chagi?" Panggil Yoon-gi lirih.
"Nee" ucap Ana berbalik menatap Yoon-gi.
"Ayo pulang" ucap Yoon-gi menarik tangan Ana cukup kasar keluar ruangan.
Yoon-gi berjalan cepat menarik ana meninggalkan Taehyung, Jungkook dan Namjoon.
"Apa ini?? Semuanya berakhir dengan aneh" ucap Namjoon kesal.
"Baiklah kalian berdua pulang bersama kan? Aku akan pergi sampai jumpa" ucap Namjoon berjalan mendahului Taehyung dan Jungkook.
Taehyung terdiam dan masih menatap Yoon-gi yang menarik tangan Ana. Taehyung tidak bisa berkata apapun.
"Kau baik-baik Hyung?" Tanya Jungkook menepuk pundak Taehyung membuat lamunannya pecah.
"Nee.. ayo pulang" ajak Taehyung.
"Baiklah" ucap Jungkook menyesuaikan langkahnya dengan Taehyung.
Pukul 23:45 malam, Yoon-gi pulang bersama Ana, Jimin bersama Hoseok, Taehyung bersama Jungkook dan Namjoon pribadi sendiri. Mereka bersamaan keluar dari parkiran club' malam itu menuju rumah masing-masing.
Hoseok yang menyetir saat Jimin sedang mabuk berat dan berkata hal-hal aneh. Dalam perjalanan Jimin mengatakan satu hal yang membuat Hoseok membulatkan matanya tidak percaya dan hampir menabrak mobil didepannya.
Cittt,,
Hoseok mengerem mendadak saat mendengar Jimin mengatakan hal yang diluar dugaan.
__ADS_1
"Kau bilang apa??" Tanya Hoseok menghentikan mobilnya tepat dipinggir jalan dan menatap Jimin yang dalam keadaan mabuk.
Jimin masih bersandar dan tidak merespon pertanyaan Hoseok.