Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 17


__ADS_3

Kediaman keluarga Kim,


Suasana yang sangat ramai, semua kerabat teman dekat dan keluarga diundang keacara ulang tahun Kim so Eun.


Setiap tahunnya ulang tahun Euna selalu dirayakan secara terbuka dan besar-besaran, mengingat kondisi perusahaan Kim semakin membaik berkat Ana menikah dengan Yoon-gi. Perusahaan keluarga Kim sekarang jauh lebih maju karena kerja samanya dengan Y.A entertainment.


Yoon-gi dan Ana sampai dirumah kediaman Kim sekitar 08:15 dan mereka melewatkan acara tiup lilin. Dan baru kali ini Euna meminta agar pestanya sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.


Pesta kali ini bukan hanya ada pesta dansa tapi juga ada pesta topeng. Setiap tamu undangan yang masuk ke pesta diberikan satu buah topeng untuk dipakai.


"Apa kami harus memakai benda bodoh ini" ucap Yoon-gi.


"Maaf Tuan, Nona besar Kim So Eun lah yang meminta agar semua tamu menggunakan topeng" ucap salah satu penjaga.


"Oppa.. pakai saja.." ucap Ana lembut.


"Haisss.. benar-benar konyol" ucap Yoon-gi sambil memakai topengnya.


Ana hanya tersenyum dan memakai topeng miliknya. Setelah itu Yoon-gi dan Ana masuk keruang utama dimana pesta diadakan.


"Euna?" Panggil Ana yang melihat Euna.


"Kakak" ucap Euna memeluk Ana.


"Aku pikir kau tidak datang" sambung Euna.


"Bagaimana bisa aku tidak datang" ucap Ana.


•Euna tidak pernah memelukku ini adalah kali pertama dia memelukku dan memanggilku kakak• batin Ana tersenyum.


"Ahh Kaka ipar" ucap Euna menggandeng tangan Yoon-gi.


"Selamat ulang tahun Nona So Eun, ini kado dariku dan Ana untukmu semoga kau menyukainya" ucap Yoon-gi dan Dae Hyun memberikan kado besar berbalut kertas merah muda.


"Ahh aku pasti sangat menyukai nya" ucap Euna yang belum melepaskan tangan Yoon-gi.


"Emm apakah nona So Eun bisa melepaskan tanganku? Ana juga menggandengku jadi tolong lepaskan" ucap Yoon-gi dingin.


"Ahh, mian" ucap Euna.


"Chagiya, mari kita sapa ayah dan ibumu" ucap Yoon-gi.


"Ahh, nee.. Euna kami akan segera kembali" ucap Ana senyum.


"Nee kakak" ucap Euna senyum palsu.


•Benar-benar menjengkelkan, harusnya aku yang menikah dengan dia dan bukan Ana... Jika aku tau dari awal aku tidak akan menolak• batin Euna kesal.


Selagi Ana dan Yoon-gi menyapa So Ji dan So Hyundai ada satu pria yang menjadi sorotan semua tamu undangan dengan pakaiannya yang sangat mewah dan memakai topeng yang membuatnya semakin terlihat tampan.


Pria itu berjalan mendekati Euna dan memberikan kado ulang tahunnya.


"Kau siapa?" Tanya Euna.


"Ini aku.. Park Jimin" ucap Jimin membuka topengnya.


"Kau?? Bukankah kau kekasihnya Ana?" Tanya Euna.


"Kau benar" ucap Jimin.

__ADS_1


"Kau kemari untuk mencari kakak? Kau terlambat dia sudah menikah dengan seorang bos besar" ucap Euna cuek.


"Apa kau tau siapa suaminya?" Tanya Jimin.


"Apa penting bagimu? Bukankah kau hanya mantannya" ucap Euna.


"Kami belum berpisah" ucap Jimin.


"Mwo?? Itu artinya..." Ucap Euna.


"Katakan siapa nama suaminya?" Ucap Jimin.


"Aku tau wajahnya tapi aku lupa siapa namanya" ucap Euna.


"Bagaimana bisa kau lupa dengan nama kakak iparmu" ucap Jimin.


"Jika aku ingat akan aku katakan tapi aku lupa, jika kau mau tau.. itu disana Disebelah Ana itu adalah suaminya" ucap Euna menunjuk kearah Ana dan Yoon-gi.


•Dia... sepertinya aku mengenalnya... tapi siapa?? Siapa pria itu??• Batin Jimin memakai topengnya kembali.


"Baiklah terimakasih" ucap Jimin berlaku pergi.


"Ehh?? Hanya begitu saja?? Ck" ucap Euna.


Pukul 09:00, MC memberitahukan pesta dansa akan dimulai dan dansa kali ini adalah dansa double dimana setiap pasangan akan bertukar dengan pasangan lain dan berhenti ketika pasangannya kembali seperti semula. Semua pesta ini dirancang sendiri oleh Euna.


•Ohooo.. dansa yaa.. Hmm jika pesta ini bertukar pasangan.. itu artinya aku harus mendapatkan Ana• Batin Jimin smrik melihat Ana yang terus menggandeng Yoon-gi.


"Heii Tuan" panggil Euna.


"Kau?? Ada apa?" Tanya Jimin.


"Katakan" ucap Jimin.


"Aku tidak ada pasangan untuk dansa, aku berfikir kau juga tidak ada bagaimana jika kita dansa bersama? Lagipula jika kau mau berdansa dengan Ana diakan sudah ada suaminya" ucap Euna enteng.


"Kau benar juga, lagipula ini dansa tukar pasangan dan aku tidak hanya akan berdansa denganmu saja bukan?" Ucap Jimin.


"Yaaa kau benar" ucap Euna.


Back to Yoon-gi and Ana,


"Kalian harus dansa malam ini" ucap So Ji senyum.


"Ayah, tapi aku tidak bisa dansa" ucap Ana.


"Aku akan mengajarimu" ucap Yoon-gi.


"Tapi Oppa.."


"Ikuti saja iramanya dan sesuaikan dengan pasanganmu dalam gerakkannya kau akan bisa nanti" ucap Yoon-gi senyum.


"Tapi Oppa.. dansa ini bertukar pasangan" ucap Yoon-gi.


"Tidak akan ada yang berani macam-macam aku akan mengawasimu" ucap Yoon-gi.


"Baiklah" ucap Ana pasrah.


Cara dansa sudah dimulai dan semua pasangan masih bersama pasangan awal. Ana bersama Yoon-gi dan Euna bersama Jimin.

__ADS_1


Ana tidak mengetahui kalau Jimin hadir dipesta ulang tahun Euna dan menjadi pasangan dansa Euna.


Awal dansa masih baik dan masih mengikuti irama, setiap sekali hentakan dan putaran sudah mulai bertukar pasangan.


Meskipun Ana masih canggung dalam berdansa tapi karena mengikuti setiap gerakan dan Ana sudah menghafalnya.


Sampai pada Euna mendapatkan Yoon-gi dan Ana mendapatkan Jimin. Jimin sudah mengetahui bahwa yang berdansa dengannya adalah Ana tapi Ana tidak tau bahwa itu Jimin.


•Aroma ini... aku sangat mengenalnya.. seperti Aroma.... Jimin• batin Ana perasaannya merasakan hal lain.


•Cengraman tangannya kuat sekali• batin Ana merasa risih.


Masih dalam dansa Jimin menyapa Ana yang sontak membuat Ana membulatkan matanya.


"Hallo sayang" ucap Jimin sontak Ana kaget karena Ana sangat hafal dengan suara Jimin.


"Jimin kau!!" Ucap Ana kaget.


"Ya aku.. kenapa? kaget?" Ucap Jimin smrik.


"Ohh jadi dia suamimu ya" sambung Jimin.


"Jimin kau... Jangan macam-macam yaa" ucap Ana dengan jantung yang berdegup kencang.


"Aihh sayang sekali, aku tidak bisa melihat wajah suamimu karena topengnya. Tapi cepat atau lambat aku akan mengetahuinya.. kau sudah digenggaman ku tapi ini hanya dansa tunggu sampai kau menjadi milikku seutuhnya dan ingat kau masih kekasihku" ucap Jimin smrik.


"Kau jangan gila Jim" ucap Ana berusaha mengendorkan cengraman Jimin.


"Haiss sayang sekali aku harus melepasmu dan mengambil wanita itu" ucap Jimin yang mengikuti aliran musik untuk berganti pasangan.


"Kita akan bertemu lagi" ucap Jimin berbisik ditelinga Ana.


Tap!! Ana berputar dan kembali kepelukan Yoon-gi. Keringat dingin yang membasahi kening Ana dan jantungnya semakin berdegup kencang.


Yoon-gi bisa merasakan perubahan pada diri Ana yang terlihat ketakutan.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Yoon-gi.


"A...aku hanya se.. sedikit pusing" ucap Ana.


"Baiklah, Kita hentikan dansanya" ucap Yoon-gi membawa Ana duduk bersama So Ji dan So Hyundai.


"Ana?? Ada apa denganmu?" Tanya So Hyundai.


"Ana sedikit pusing eomma" ucap Yoon-gi.


"Duduk dan istirahat lah dulu, ini munimlah" ucap So Hyundai memberikan segelas air putih.


"Gomawo eomma" ucap Ana.


"Kau yakin, baik-baik saja" tanya Yoon-gi.


"Nee Oppa" ucap Ana.


Acara malam itu masih berlanjut hingga malam pukul 11:00 malam, Ana dan Yoon-gi menghabiskan waktu mereka dengan duduk dan berbincang pada So Ji dan So Hyundai.


Acara yang cukup meriah dan sangat ramai didatangi seluruh tamu. Jimin yang duduk dikursi agak jauh hanya meminum minumannya dan memperhatikan Ana dan Yoon-gi.


"Ana... Hmm... Siapa sebenarnya suamimu itu" ucap Jimin meneguk minumannya dengan senyum smrik.

__ADS_1


__ADS_2