Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 4


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Yoon-gi langsung pergi begitu saja dan meninggalkan Ana dimeja makan. Kemudian Ana langsung meletakkan sendok ya dan mengejar suaminya.


Ana mengambil dasi yang ada dikursi yang duduki Yoon-gi saat makan dan mengejarnya.


"Yoon-gi tunggu!!" Panggil Ana.


Yoon-gi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ana yang berjalan pelan.


"Ada apa?" Tanya Yoon-gi.


"Kau melupakan dasimu" ucap Ana.


"Pakaikan" ucap Yoon-gi.


"A..apa??"


"Kau tuli atau aku harus mengulangi lebih keras"


"Ba..baiklah, akan aku pakaikan" ucap Ana.


Yoon-gi terlalu tinggi untuk menggapai lehernya dan memakaikan dasinya. Yoon-gi yang melihat Ana berjinjit untuk memakaikan dasinya Yoon-gi menyeret kursi kecil disamping Ana untuk lebih mudah memakai kan dasinya.


"Injak kursi itu" ucap Yoon-gi.


Ana menginjak kursi itu agar sejajar dengan tinggi badan Yoon-gi dan lebih mudah memakainya.


Ana masih terfokus pada dasinya sedangkan Yoon-gi diam-diam menatap Ana dalam.


•Gadis ini jika dilihat lebih dekat ternyata dia cantik sekali• Batin Yoon-gi


"Nah, sudah selesai" ucap Ana turun dari kursi.


Yoon-gi tidak merespon Ana dan masih menatap Ana.


"Yoon-gi??" Ucap Ana melambaikan tangannya dihadapan Yoon-gi.


"Ka..kau mengapa menatapku begitu?" Tanya Ana memecahkan tatapan Yoon-gi.


"Ahh, Aniya.. lain kali panggil aku Oppa" ucap Yoon-gi berbalik dan masuk kedalam mobil.


Belum sempat Ana menjawab mobil Yoon-gi sudah keluar dari halaman rumah. Ana hanya terdiam mendengar ucapan Yoon-gi yang menyuruhnya memanggil dirinya dengan sebutan Oppa.


"Apa aku tidak salah dengar?" Gumam Ana yang masih menatap mobil Yoon-gi yang sudah menjauh.


"Dia menyuruhku memanggilnya Oppa?" Gumam Ana tidak percaya.


"Aaaaa,, baiklah baiklah.. hmm tapi rumor yang beredar itu benar, dia sangat dingin dan irit bicara.. dia bicara seperlunya saja" ucap Ana masuk kedalam rumah.


Pagi itu hari pertama Ana menjadi seorang istri dan harus mengurus rumah. Seperti yang dilakukan ibu rumah tangga Ana membereskan rumah dan kamarnya, meskipun banyak pelayan tapi Ana tidak mau bergantung pada pelayan itu semua. Meskipun masih sedikit sakit dibagian sensitif nya tapi pelan-pelan Ana bisa menyelesaikan semuanya.


Malam itu pukul 19:00, Ana yang sudah siap dan rapi sedang menunggu kepulangan Sang suami, makanan yang sudah tertata rapi dimeja makan.


Malam itu Ana memakai dress berwarna merah berbunga-bunga dan sedikit terbuka. Kebiasaanya yang seperti biasa dia mengubahnya seperti layaknya seorang istri dan pengantin baru.


Ana masih terduduk diruang tamu dan menonton televisi untuk menunggu kepulangan Yoon-gi.


Pukul 22:00 malam,


Tok tok tok!!


Mendengar ketukan pintu Ana langsung bergegas membukakan pintu untuk menyambut sang suami dan bersamaan dengan salah satu pelayan yang akan membukakan pintunya.


"Biar aku saja, Ahjuma bisa istirahat lebih awal" ucap Ana dan dianggukan oleh pelayan itu.


Greeepp!!

__ADS_1


Ana membukakan pintu dan menampakkan wajah Yoon-gi yang tengah berdiri dihadapannya dengan wajah yang terlihat sangat lelah.


"Berikan tasmu, akan ku bawakan" ucap Ana.


Tanpa sepatah katapun Yoon-gi memberikan tasnya pada Ana dan berjalan mendahului Ana.


"Kau mau makan dulu atau mau mandi dulu" tanya Ana lembut yang membuat Yoon-gi menghentikan langkahnya.


"Kalau kau mau mandi dulu aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" sambung Ana.


"Hmm" ucap Yoon-gi yang berjalan kekamar.


Dengan sigap Ana menyusuk Yoon-gi namun terhenti saat asisten Yoon-gi memanggilnya.


"Nyonya muda?" Panggil seorang asisten pribadi Yoon-gi yang tak lain adalah Dae Hyun.


"Ya?" Ucap Ana menghentikan langkahnya.


"Nyonya, tadi Tuan sempat ke bar. Aku rasa Tuan sedikit mabuk" ucap Dae Hyun.


"Mabuk?" Ucap Ana kaget.


"Iya nyonya, tadi dikantor ada sedikit masalah dengan meeting hari ini yang membuat Tuan muda marah besar sampai memecat 4 karyawan" jelas Dae Hyun.


"Lalu dia pergi ke bar untuk mabuk?" Tanya Ana.


"Benar nyonya" ucap Dae Hyun.


"Baiklah terimaksih akan aku urus itu, kau istirahat lah" ucap Ana.


"Baik" ucap Dae Hyun yang membungkuk dan berlalu.


Ana masih terdiam ditempat memikirkan suaminya.


•Ada apa dengannya• gumam Ana.


Dengan segera Ana menyusul Yoon-gi dikamar dan melihatnya dengan cepat Ana membuka pintu karena terdengar suara Yoon-gi sedikit dengan amarah.


Greeeeppp!!


Ana membuka pintu dengan kasar.


"A..ada apa?" Tanya ada sambil menaruh tas Yoon-gi di sofa.


"Darimana saja kau?" Tanya Yoon-gi kesal.


"A..aku tadi menyiapkan makananmu" ucap Ana gugup.


"Menyebalkan" ucap Yoon-gi mengabaikan Ana dan berjalan ke kamar mandi.


"Ka..kau butuh se..sesuatu?" Tanya Ana.


Yoon-gi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ana. Perlahan-lahan dengan mata sayu dan tatapan tajam yang diberikan pada Ana membuat Ana takut untuk menatap mata suaminya itu.


Semakin dekat dan dekat Ana mundur perlahan sambil menundukkan wajahnya untuk menghindari tatapan tajam yang diberikan Yoon-gi, tanpa sadar Ana tersandung karpet dan terbentur ditembok dan dengan sigapnya Yoon-gi menarik tangan Ana dan menguncinya dibelakang tubuh Ana.


"Sa..sakit!!" Rintih Ana yang tangannya terpelintir.


"Yoon... Ahh!!" Rintih Ana yang kesakitan akan genggaman tangan Yoon-gi.


"Panggil aku apa?" Tatapan Yoon-gi sangat tajam dan membuat Ana memejamkan matanya.


"Op..Oppa.." ucap Ana memejamkan matanya.


"Pintar" ucap Yoon-gi melepaskan tangan Ana dan mengangkat dagunya.

__ADS_1


"Lihat aku" ucap Yoon-gi.


Dengan mata yang masih terpejam Ana membuka perlahan dan mulai melihat wajah suaminya yang sangat dekat dengannya.


Jantung Ana berdegup sangat kencang saat hembusan nafas Yoon-gi terdengar sangat jelas. Kamar yang sunyi hanya ada detik jarum jam yang terdengar disetiap sudut kamar yang luas dan megah itu.


Yoon-gi masih setia dengan tatapan tajamnya untuk Ana dan Ana hanya bisa terdiam saat melihat Yoon-gi smrik padanya.


"Ke..kenapa kau me..menatapku sepeti i..tu?" Tanya Ana gugup.


"Kenapa? Apa tidak boleh? Aku suamimu bukan?" Tanya Yoon-gi yang mengangkat dagu Ana kasar.


"A..aniya, ka..kau suamiku" ucap Ana.


"Baiklah sudah cukup, mandilah bersamaku" ucap Yoon-gi.


"A..apa?"


"Apa yang apa? Kau menolak? Hmm?" Tanya Yoon-gi dengan tatapan dinginnya.


"A..aku sudah ma..mandi" ucap Ana.


"Mandi lagi, jika kau menolak akan ku buat kau tidak bisa berjalan selama seminggu" ucap Yoon-gi memasang wajah datar dengan tatapan tajam.


Tentu saja Ana mengerti apa yang dimaksud Yoon-gi. Bagaimana bisa dia menolak Yoon-gi dengan ancaman seperti itu.


"Ba..baiklah, ta..tapi kau ti..tidak akan melakukannya kan?" Tanya Ana gugup.


"Jika aku mau akan aku lakukan" ucap Yoon-gi santai.


Belum sempat Ana berbicara Yoon-gi mengangkat tubuh ramping Ana dan membawanya ke kamar mandi. Perlahan Yoon-gi menurunkan Ana dan menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.


Ana yang berdiri dengan kaki yang gemetaran dan jantung yang berdegup kencang terdengar oleh dirinya sendiri. Ditambah lagi saat Ana melihat Yoon-gi mulai melepas kemejanya.


Ana berbalik dan membelakangi Yoon-gi dengan menggenggam erat tangannya.


"Kau? Kenapa diam saja? Lepas pakaianmu, atau kau mau mandi seperti itu?" Tanya Yoon-gi.


"Perlu ku bantu?" Goda Yoon-gi memeluk Ana dari belakang.


"A..aniya, aku akan me..bukanya sendiri" ucap Ana gugup.


"Oppa?" Panggil Ana.


"Hmm?" Ucap Yoon-gi yang sudah masuk kedalam bathtub dan memejamkan matanya.


"A..apa.. tadi ka..kau mabuk?" Tanya Ana.


"Apa Dae Hyun yang memberitahumu?" Tanya Yoon-gi yang masih memejamkan matanya.


"Nee" ucap Ana pelan.


"Ke..kenapa kau mabuk?" Tanya Ana.


"Kemarilah" ucap Yoon-gi mengulurkan tangannya.


Setelah melepas pakaian Ana ikut masuk ke bathtub dan berendam. Yoon-gi tidak merespon pertanyaan Ana dia hanya memejamkan matanya dan bersandar didadanya Ana.


"Aku mencintaimu" ucap Yoon-gi dipelukan Ana.


Ana terkejut mendengarnya, hatinya sedikit berbunga mendengar sang suami mengatakan hal itu. Senyumannya Ana mengembang sempurna menampakan lesung pipinya yang dalam.


20 menit berlalu, Ana dan Yoon-gi telah selesai mandi dan keruang ganti untuk memakai pakaian. Ana tampak kedinginan dan menggulung dirinya didalam selimut tebal.


Yoon-gi yang melihat itupun mengurangi suhu AC dikamar itu sa ikut berbaring disamping Ana.

__ADS_1


•Dia... masih memiliki sisi yang baik dan lembut• gumam ada menatap wajah Yoon-gi yang sudah tertidur pulas disampingnya.


Ingin sekali memeluknya tapi, Ana takut jika Yoon-gi terbangun dan marah.


__ADS_2