
Pagi harinya,
"Argghhh..." Rintih Ana perlahan bangun dan memegangi tengkuk lehernya.
"Leherku... Sakit sekali" ucap Ana meringis kesakitan.
Ceklek,
Suara pintu dibuka dan 1 pelayan masuk membawa nampan berisi sandwich dan jus.
"Nyonya? Anda sudah bangun" ucap pelayan.
"Dimana Jimin?" Tanya Ana masih meringis merasakan sakit.
"Tuan.. Tuan pergi nyonya" ucap pelayan.
"Kemana?" Tanya Ana.
"Aku tidak tau nyonya, Tuan tidak pernah mengatakan kemana dia akan pergi" ucap pelayan.
"Nyonya.. ini sarapanmu" ucap pelayan.
"Letakkan saja disitu.." ucap Ana.
"Aku mau berjalan-jalan ketaman, dan kau temani aku" ucap Ana beranjak turun dari kasur.
"Tapi nyonya... Anda belum sarapan" ucap pelayan.
"Bawa makanan itu aku akan makan ditaman" ucap Ana.
"Baik" ucap pelayan mengambil nampan diatas meja.
Ana berjalan keluar kamar dan menuruni tangga Ana melihat seisi rumah yang dimana sangat sepi tidak ada satupun penjaga dirumah itu.
Penjaga yang lebih dari 20 orang itu tidak ada seperti biasanya. Ana bingung dan sempat berfikir ini adalah kesempatan bagus untuk kabur.
Taman,
"Dimana semua orang, aku tidak melihat orang lain selain kau" tanya Ana duduk di kursi panjang ditaman.
"Penjaga diberhentikan dan semua pelayan libur nyonya" ucap pelayan.
"Kenapa begitu tiba-tiba?" Tanya Ana bingung.
"Aku juga tidak tau nyonya" ucap pelayan.
"Ya sudahlah" ucap Ana meminum jusnya.
"Nyonya, bolehkah aku ke dapur?? Masih banyak pekerjaan didapur" ucap pelayan.
"Hmm baiklah" ucap Ana senyum.
"Jika nyonya butuh sesuatu panggil aku" ucap pelayan.
"Nee" ucap Ana.
Setelah pelayan itu pergi, Tinggallah Ana sendiri ditaman yang luas itu. Ana duduk dan meminum jusnya sambil menatap mansion mewah itu.
Senyumnya mengembang dan air matanya menetes.
"Jimin?!! Aku tidak menyangka kau berubah secepat ini... Berubah menjadi monster yang mengerikan... Jimin yang lembut dan sangat perhatian padaku.. kemana dia?... Jimin!!" Ucap Ana meneteskan air matanya.
"Jimin? Kau tau?!!.. Mansion ini.. kehidupan ini.. impian kita.. aku.. dan kau... Semuanya berubah begitu cepat... Impian dimana kita akan menikah, hidup bersama, memiliki banyak anak, bahagia bersama dan membangun cerita disetiap langkah kehidupan kita!!.. semuanya sirna begitu saja.. kau.. aku.. sudah tidak akan pernah bisa bersama Jim... Tidak akan pernah..." ucap Ana meneteskan air matanya dan tersenyum pahit.
"Kau berubah.. iya kau berubah.." ucap Ana tertunduk.
Terlintas dipikiran Ana untuk kabur dari mansion itu, meskipun Ana tau jarak dari mansion ini ke kota sangat jauh. Tapi demi kembali pada sang suami yang dicintai, Ana mencoba berjalan perlahan menuju keluar halaman mansion itu.
Ana sedikit berlari kecil dan melihat sekitar. Semakin cepat langkah kaki Ana berlari akhirnya Ana keluar dari halaman mansion itu dan menyusuri setiap jalan. Untungnya Ana tahu kemana dia harus melangkah.
Mansion itu bukan hanya impian nya dengan Jimin tapi masa depannya dengan Jimin yang dengan cepat berubah. Sebelumnya Ana pernah ke mansion ini untuk berlibur bersama Jimin dan membuat impian bersamanya.
Dipertengahan jalan dari arah berlawanan Ana melihat mobil Jimin dan dengan cepat Ana berbalik dan menutupi wajahnya.
Sswooshhh.....
Mobil Jimin melewati Ana dan dengan cepat Ana berlari berlawanan arah dengan mobil Jimin. Ana sempat menatap mobil Jimin yang melaju melewatinya.
•Jimin?!!... Maafkan aku... aku tidak akan pernah melupakan cinta kita... aku mencintaimu... Tapi aku lebih mencintai suamiku... aku bisa bersamamu.. tapi tanpa suamiku... aku?!!...•
•Selamat tinggal Tuan Muda Park Jimin• batin Ana meneteskan air matanya tersenyum pahit dan berbalik membelakangi arah mobil Jimin.
Terus berlari kemana langkahnya tertuju dan sampailah disebuah jalan besar dan dengan cepat Ana langsung menghentikan salah satu mobil yang melintas.
"Berhentiiii tolong aku... Tolong berhentilah!!!!" Teriak Ana merentangkan tangannya.
Ciitttt...
Mobil itu berhenti mendadak dan nyaris menabrak Ana.
"Aww" ucap seorang pria yang ada didalam mobil itu.
"Apa-apaan ini?!! Kenapa kau rem mendadak eoh?!!" Ucap pria itu.
"Mian tuan... Ada seorang wanita berdiri di tangah jalan" ucap sopir.
"Tolong aku ku mohon!!" Ucap Ana mengetuk kaca mobilnya.
"Ana"!!!! Ucap pria itu membulatkan matanya.
Pria itu dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari kearah Ana dan memeluknya.
"Ma..manager?? Benarkah ini kau?!!" Ucap Ana tak percaya.
__ADS_1
"Ini aku Ana ini aku!!" Ucap pria itu yang tak lain adalah Taehyung.
"Gomawo... Gomawo" ucap Ana membalas pelukan Taehyung.
"Masuklah dan ceritakan padaku!!" Ucap Taehyung membuka pintu mobil dan menyuruh Ana masuk.
"Nee" ucap Ana masuk ke dalam mobil.
Setelah itu mereka melaju menuju rumah Yoon-gi.
"Ana katakan!! Apa yang terjadi padamu?!" Tanya Taehyung.
Ana masih terdiam dan belum menjawab Taehyung. Tangan Ana gemetar dan pikirannya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Jimin mengetahui bahwa dirinya kabur dari mansion itu.
"Manager? Apa aku merepotkan mu?" Tanya Ana lirih.
"Aniya Ana... Aku akan mengantarkanmu kerumah Yoon-gi" ucap Taehyung senyum.
"Mian" ucap Ana menunduk.
"Untuk apa??" Tanya Taehyung.
"Untuk segalanya" ucap Ana senyum dengan air mata yang menetes.
"Jangan menangis Ana, kau sudah Aman. Kau bisa menceritakan semuanya saat kita sampai.. jangan khawatir Yoon-gi akan mencari siapa yang menculikmu dan menjebloskannya ke kantor polisi" ucap Taehyung mengusap air mata Ana.
"Aniya... Jangan lakukan itu" ucap Ana spontan.
"Wae?? Penculiknya harus dipenjara Ana" ucap Taehyung bingung.
"Tidak manager, ku mohon jangan" ucap Ana.
Taehyung mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan Ana. Akan ada banyak darah yang tumpah jika Yoon-gi dan Jimin bertemu dalam satu kebenaran.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu Ana. Kenapa jangan??" Tanya Taehyung.
"Ahh baiklah, kau masih trauma aku tidak akan banyak bertanya. Kau bisa menjelaskannya nanti..tenanglah" sambung Taehyung.
Ana hanya tersenyum dan terdiam menatap keluar jendela. Ana masih memikirkan apa yang terjadi jika Jimin tau bahwa dia kabur dari mansion.
Jimin sudah tau bahkan mungkin saat ini Jimin sedang murka. Ana hanya takut jika ada pelayan yang tidak berdosa dibunuh olehnya.
Pikiran Ana gelisah dan khawatir jika suatu saat Jimin dan Yoon-gi tau kebenaran yang membingungkan ini.
****
Disisi lain,
"Selamat datang Tuan" ucap pelayan.
"Hmm!!" Jimin langsung berjalan menuju kamar.
Tiba-tiba Jimin menghentikan langkahnya ketika melihat nampan yang ada diatas meja di taman melalui jendela.
"Ahh... Itu.. Nyonya tadi ada ditaman katanya mencari udara segar" ucap pelayan.
"Apa?!!! Bukankah aku bilang jangan biarkan dia keluar dari rumah?!!!" Ucap Jimin marah.
"M..mian Tuan" ucap pelayan.
"Dimana semua pengawal dirumah ini" ucap Jimin berjalan kearah pelayan tersebut dengan tatapan tajamnya.
"I..itu... Bukankah Tuan menyuruh mereka berhenti untuk satu hari ini? Dan semua pelayan sedang cuti" ucap pelayan itu gemetaran.
"Jerry?" Panggil Jimin.
"Nee Tuan muda?" Ucap Jerry.
"Berikan pelajaran untuk seluruh pelayan dan pengawal sialan itu.. jangan ada yang tersisa satupun termasuk dia" ucap Jimin menunjuk pelayan yang ada dihadapannya.
Pelayan tersebut langsung terduduk dihadapi Jimin dan menangis agar diampuni. Tapi apakah Jimin akan mengampuninya?? Sangat tidak mungkin.
Orang baik yang tersakiti akan lebih mengerikan daripada penjahat asli. Dan itulah Jimin yang sekarang.
Tanpa menghiraukan pelayan itu Jimin langsung keluar dan mencari Ana.
"Sial!!! Dia pasti sudah kabur" ucap Jimin kesal dengan cepat melaju dengan mobilnya.
"Ana?!!... Berlarilah dan kembalilah pada suamimu!!! Jangan sampai aku menemukanmu atau akan buruk akibatnya!!" Ucap Jimin memukul stir mobilnya.
****
Setelah sampai dirumah Ana langsung berlari kedalam rumah dan bertepatan dengan seluruh keluarga Kim dan Min sedang berkumpul.
Nyonya Min yang tidak bisa membendung air matanya karena kehilangan menantu kesayangannya.
"Putriku" ucapnya sembari menangis dan memeluk Nyonya besar Kim.
Brakk!!!
Ana membuka pintu dengan keras dan nafas yang memburu, air matanya tidak bisa dibendung lagi ketika melihat Yoon-gi menatapnya.
Semua orang membulatkan matanya ketika melihat Ana masuk bersama dengan Taehyung. Dengan cepat Yoon-gi berlari dan memeluk Ana erat sangat erat begitupun Ana membalas pelukan Yoon-gi.
"Chagia" ucap Yoon-gi mengecup kepala Ana.
Air mata bahagia tidak bisa dibendung lagi, semua keluarga menangis haru terutama Nyonya Min. Dengan sigap Nyonya Min menggantikan Yoon-gi memeluk Ana kuat.
"Putriku kembali" ucap Nyonya Min bahagia.
"Kau kemana saja sayang, eomma sangat khawatir!! Kau baik-baik saja kan" ucap nyonya Min menangkup wajah Ana.
"Ayo ayo duduklah,, pelayaan!!!! Ambil segelas air" teriak nyonya Min membawa Ana duduk bersama yang lainnya.
__ADS_1
"Taehyung, dimana kau bertemu Ana?" Tanya Yoon-gi.
"Akan ku ceritakan berdua saja" ucap Taehyung.
"Baiklah, kita keruang kerjaku" ucap Yoon-gi berlahan menuju ruang kerja diikuti Taehyung.
Semua orang merasa bahagia haru setelah sebulan lebih Ana kembali. Banyak pertanyaan yang diajukan keluarganya kenapa dan bagaimana Ana bisa diculik.
Ruang kerja Yoon-gi.
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya dipinggir jalan, dia memberhentikan mobilku dan meminta tolong. Aku rasa dia berlari cukup jauh sehingga nafasnya tersengal. Dan dia berlari dari atas bukit" ucap Taehyung.
"Atas bukit??" Tanya Yoon-gi.
"Iya, jalan kecil dekat sungai yang menuju ke suatu tempat yang katanya tidak ada seorangpun yang boleh ketempat itu. Bukan karena mengerikan tapi ada seseorang yang tinggal disana. Aku juga tidak tau kenapa aku berfikir untuk lewat jalan itu dan aku malah bertemu Ana" jelas Taehyung.
"Bagaimana bisa ini terjadi, siapa yang menculik Ana" ucap Yoon-gi.
"Dan ya, tadi aku dimobil aku bilang padanya kita akan melapor ke polisi atas kejadian ini. Tapi anehnya dia tidak mau kasus ini dibawa ke polisi dan mejebloskan pelakunya" ucap Taehyung.
"Bagaimana bisa dia berkata begitu!! Sebenarnya siapa yang menculik Ana dan ancaman apa yang diberikan sampai Ana tidak mau menyelesaikan kasus ini" ucap Yoon-gi.
"Aku juga tadi meminta penjelasan nya tapi aku rasa penculik itu memiliki hubungan yang ekstrim dengan Ana sehingga Ana takut untuk mengatakannya" ucap Taehyung.
"Apa aku harus memaksa Ana untuk mengatakannya?" Tanya Yoon-gi.
"Aku rasa jangan Hyung, ini akan membuatnya depresi, perlahan-lahan semua akan terungkap. ini hanya masalah waktu agar Ana sedikit tenang. Lagipula dia baru sampai dirumah dengan selamat dan aku rasa jangan terlalu menekannya untuk mengatakan semuanya" ucap Taehyung.
"Aku rasa begitu. Tapi akan aku pastikan penculik itu tidak akan selamat" ucap Yoon-gi.
"Kau tidak berniat membunuh penculik itu kan Hyung?"tanya Taehyung.
"Tidak sama sekali tapi akan ku jebloskan ke penjara seumur hidupnya" ucap Yoon-gi mantap.
"Sebaiknya kita kebawah Hyung, dan mendengar penjelasan Ana" ucap Taehyung.
"Baiklah" ucap Yoon-gi.
Ruang keluarga,
Ana masih dalam pelukan Nyonya Min dan tidak mengijinkan nyonya Kim memeluk Ana. Sangking rindunya dan khawatir pada Ana nyonya Min memeluk Ana seperti takut kehilangan Ana.
"Aku tidak tau akan seperti apa jika aku kehilanganmu sayang" ucap nyonya Min memeluk Ana.
Ana hanya terdiam dan belum mengatakan Apapun tapi pikirannya masih dipenuhi dengan Jimin.
Ana tidak bisa mengatakan bahwa Jimin yang menculiknya. Taehyung dan Yoon-gi akan mencarinya dan ini akan membuat masalah besar bagi dua pria itu.
Pria yang sama keras nya dan kakunya. Sebulan tinggal bersama Jimin Ana sudah mengetahui perubahan pada diri Jimin yang berubah menjadi seorang monster yang tidak bisa terkena masalah sekecil apapun.
Hanya ada kematian jika berurusan dengan Jimin untuk saat ini. Sangat tidak mungkin untuk menjebloskan Jimin kepenjara. Semua akan berakhir jika Jimin dan Yoon-gi saling mengetahui.
Ana takut Jimin akan kembali dan mengincarnya apalagi jika Jimin mengetahui bahwa Yoon-gi adalah suaminya. Pertemanan, kekerabatan, dan kedekatan akan berubah menjadi permusuhan dalam satu detik.
"Ana sayang, ceritakan pada eomma siapa yang berani menculikmu??" Tanya Nyonya Min.
"Aniya eomma" ucap Ana membuat semua orang terdiam dan bingung.
"Ana katakan pada ayah siapa yang melakukan itu padamu" ucap So Ji.
"Akan aku jelaskan semuanya" ucap Ana melepaskan pelukan Nyonya Min.
•Mian... aku terpaksa berbohong demi kalian semua.. biarkan semua ini aku sendiri yang menyimpannya...tidak akan aku biarkan kalian menderita karenaku.. Jimin?!! Dia... bukanlah Jimin yang dulu... mian!!• batin Ana.
"Ceritakan sayang, eomma akan menjebloskan siapapun dia.. eomma tidak peduli" ucap Nyonya Min.
"Yoon-gi oppa pasti sudah cerita kenapa aku lari dari rumah" ucap Ana.
"Yaa, dia sudah cerita pada kami" ucap Tuan besar Min.
"Saat aku merasa pasrah dengan semuanya aku terduduk dipinggir jalan dan menangis.. ntah siapa yang mendekapku dari belakang dan membiusku.. sejak saat itu 5 hari kemudian aku baru sadar dan berada dimansion mewah" ucap Ana.
"Mansion mewah?? Apa penculik itu orang kaya?" Tanya Nyonya Min.
"Aku rasa begitu, selama sebulan aku diculik mereka tidak pernah menunjukkan wajahnya padaku.. bahkan pelayannya juga menutupi wajahnya.. mansion itu dijaga dengan ketat sehingga tidak ada cela untuk kabur dari sana..." Ucap Ana.
"Bos dari orang-orang yang menculik ku selalu muncul dan memakai topeng, tidak pernah melihatkan wajahnya sedikitpun.. bahkan suaranya aku tidak mengenalinya.. aku merasa tinggal disebuah kastil tua yang dipenuhi dengan vampir yang menghisap darahku.. aku membeku dan hanya bisa terdiam dikamar yang sangat mengerikan..." Sambung Ana.
"Mereka selalu memperlakukan aku dengan baik tapi tidak ada cela untuk bisa melarikan diri sekalipun... Jangankan melarikan diri keluar dihalaman rumah itu saja aku tidak bisa.. sampai dimana semua penjaga dan pengawal serta pelayan tidak ada dan Hanya ada satu pelayan yang tinggal.. aku mencoba untuk pergi ketaman dan akhirnya aku memiliki kesempatan lari dan bertemu dengan manager Taehyung" jelas Ana.
"Syukurlah sayang!! Kau bertemu dengan Taehyung.. jika tidak ntah apa yang akan terjadi" ucap nyonya Min.
"Tapi kenapa kau tidak mau jika aku menjebloskannya kepenjara" ucap Yoon-gi yang baru saja turun dari tangga bersama Taehyung.
Deg,
Jantung Ana berdetak kencang saat pertanyaan itu muncul. Ana bingung arus mengatakan apa pada semua orang.
"Ana.. apa yang dikatakan Yoon-gi itu benar??" Tanya nyonya Kim.
"Ana.. apa yang terjadi sebenarnya??" Tanya nyonya Min.
"Aniya eomma yang aku ceritakan itulah yang sebenarnya.. soal ituu.. aku tidak mau masalah ini semakin rumit biarkan semua berlalu... Aku sudah dihadapan kalian tidak perlu membahas itu lagi" ucap Ana senyum.
"Sayang!! Jika tidak dilaporkan mereka akan menculik lagi" ucap Nyonya Min.
"Aniya eomma... Semua akan baik-baik saja" ucap Ana memeluk Nyonya Min.
"Aihhh sudahlah lupakan semuanya.. Yoon-gi tambah lagi keamanan untuk menjaga Ana" ucap Nyonya Min.
"Baik eomma" ucap Yoon-gi.
Semua orang merasa lega dan bahagia saat Ana kembali kerumah dengan keadaan selamat.
__ADS_1
•Ana aku tau kau berbohong... tidak akan aku biarkan penculik itu berkeliaran seenaknya.. meskipun kau tidak mau mengatakan apapun tentangnya.. aku akan tetap mencarinya.. kau tidak bisa membohongi suamimu Ana• batin Yoon-gi menatap Ana.