Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 28


__ADS_3

Cup,


Yoon-gi mengecup kening Ana dan memecahkan lamunan Ana.


"Chagi" ucap Ana membuat Yoon-gi membulatkan matanya.


"Mwoo?? Kau memanggilku apa?" Tanya Yoon-gi.


"Chagiaaaahh.." ucap Ana manja.


"Jangan menggodaku kau ya.." ucap Yoon-gi mencubit pipi Ana.


"Kalau aku menggodamu bagaimana?" Tanya Ana menggigit bibir bawahnya.


"Hentikan itu.. atau aku akan menggantikan gigimu menggigit bibir itu" ucap Yoon-gi menatap Ana.


"Baiklah baiklah" ucap ana terkekeh.


Hampir jam 9 malam Ana duduk diteras rumah bersama Yoon-gi menatap langit bukan yang bersembunyi dibalik awan hitam.


Ana tertidur pulas dengan bersandar di pundak Yoon-gi. Dengan sigap Yoon-gi langsung menggendong Ana dan membawanya kekamar.


Dengan begitu pintu utama yang sangat besar tertutup.


****


Disisi lain,


Ada seorang pria yang mengintai kediaman Yoon-gi dan melihat memata matain Ana dan Yoon-gi yang sedari tadi.


Seorang pria memakai masker hitam, kacamata hitam, dan pakaian serba hitam. Pria itu tersenyum miring saat melihat Yoon-gi menggendong Ana masuk dalam keadaan tertidur.


Pria itu tersenyum miring karena apa yang diinginkan telah diketahuinya.


"Permainan dimulai.." ucap pria itu masih memandang rumah Yoon-gi dengan tersenyum miring.


Perlahan dia menjalankan mobilnya menuju kediamannya. Mobil hitam mewah itu memasukin rumah mewah yang sangat megah dan disambut oleh kurang lebihnya ada 20 pelayan yang berbaris dan membungkuk setengah badan karena Tuan nya datang.


Dengan tatapan dingin dan membunuh, pria itu menatap satu persatu pelayannya saat berjalan ditengah-tengah mereka.


"Tuan Muda.. anda menadapat telfon dari Presdir Hoseok" ucap pelayan pribadi pria itu yang tak lain adalah Jerry.


Ya, pria itu adalah Jimin yang mengikuti Ana sejak berada di kedai. Begitu keras kepalanya sampai mengikuti Ana dan alhasil Jimin mengetahui bahwa Yoon-gi lah suami Ana.


Tapi Jimin tidak berniat untuk langsung mengetahui, Jimin merencanakan sesuatu agar Ana sendiri yang mengatakannya. Jimin akan terus berpura-pura tidak tahu dan terus berpura-pura untuk mencari tau suami Ana.


"Berikan telfonnya" ucap Jimin mengulurkan tangannya.


In call


Jimin📱:"Hallo"


Hoseok📱:"pabo!! Kau darimana saja eoh?? Aku menelfonmu sejak tadi" nada marah.


Jimin📱:"mian Hyung"


Hoseok📱:"katakan.. kau darimana!!"


Jimin📱:"katakan dulu ada apa kau menghubungiku"

__ADS_1


Hoseok📱:"lusa aku akan keluar negeri untuk 3 hari.. aku dan Yoon-gi"


Jimin📱:"untuk Apa?"


Hoseok📱:"besok akan ada rapat dan membahas tentang ini.. aku hanya memberitahumu itu saja.. besok datanglah tepat waktu"


Jimin 📱:"hmm aku mengerti"


Tutt


Tutt


Tutt


Hoseok mematikan telfon.


"Keluar negeri ya? Hmm" ucap Jimin tersenyum miring.


"Jerry.. siapkan proposal dan dokumen yang akan digunakan untuk rapat besok" perintah Jimin.


"Baik" ucap Jerry.


Jimin berjalan kelantai dua menuju kamarnya. Jimin bersantai duduk bersandar dibalkon kamarnya dan memegang gelas wine ditangannya. Menatap langit hitam.


Memejamkan matanya dengan kuat meremas gelas berisi wine hingga pecah ditangannya. Warna merah darah warna wine bercampur menjadi satu ditangannya.


"Kenapa.. kenapa harus Yoon-gi Hyung!! Kenapa!!" Ucap Jimin kesal.


"Ana.. aku sudah mengetahui bahwa Yoon-gi adalah suamimu.. akan ku buat kau menderita bersamanya!!" Sambung Jimin.


Tengah malam itu Jimin masih berada di balkon kamarnya dengan darah yang hampir mengering ditangannya. Jimin masih menatap langit kosong tidak ada bintang satupun.


Langit gelap gulita dengan cahaya lampu kota Seoul. Hari semakin larut malam. Pukul 01:00 malam Jimin ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya dan tidur.


****


Pagi harinya pukul 06:05 pagi.


Ana terbangun seperti biasanya dan melihat Yoon-gi masih tidur.


Ana hanya tersenyum dan berlalu kekamar mandi untuk mandi dan bersiap ke kantor.


15 menit kemudian Ana kembali dengan rapi dan memakai baju kantornya. Setelah selesai merapikan diri Ana membangunkan Yoon-gi untuk bersiap. Selagi Yoon-gi mandi Ana menyiapkan pakaiannya serta beberapa dokumen untuk rapat hari ini.


10 menit berlalu Yoon-gi telah selesai mandi dan memakai pakaian. Ana memakai kan dasi hitam bercorak maroon. Karena Yoon-gi lebih tinggi darinya Ana menarik kuris setengah pendek untuk membantunya menggapai leher Yoon-gi.


Setelah mereka berdua siap dengan pakaian kantor yang rapi keduanya turun keruang makan untuk sarapan.


Seluruh pelayan telah siap terutama Dae Hyun yang mengatur seluruh persiapan Dipagi hari.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya" ucap seluruh pelayan membungkuk setengah badan.


"Pagi" ucap Ana senyum cerah.


Sedangkan Yoon-gi hanya memasang wajah dinginnya. Memang Yoon-gi terasa hangat dihadapan Ana tapi tidak dihadapan orang lain.


10 menit berlalu Yoon-gi dan Ana telah selesai sarapan dan segera keluar rumah untuk menuju kantor.


Pagi itu sangat cerah embun pagi yang tebal disertai cahaya matahari yang tertutup embun membuat aroma pagi semakin cerah.

__ADS_1


Burung berkicau riang seakan bernyanyi mengiringi perjalanan Ana dan Yoon-gi ke kantor.


"Chagiya... Ada yang harus aku katakan" ucap Yoon-gi.


"Katakan saja" ucap Ana.


"Besok aku akan ke luar negeri selama 3 hari bersama Hoseok.... Aku akan menyuruh temanku untuk menemanimu dirumah.. karena Dae Hyun akan pergi bersamaku" ucap Yoon-gi.


"Nee Oppa.. tapi aku rasa itu tidak perlu.. dirumah sudah banyak pelayan" ucap Ana.


"Kau yakin?? Dia bisa menjagamu selagi aku tidak ada.. kau tenang saja ya" ucap Yoon-gi meyakinkan Ana.


"Hmm nee baiklah" ucap Ana senyum.


Sesampainya di kantor seperti biasanya.. sekertaris Tya dan beberapa pengawal menyambut kedatangan Yoon-gi dan Ana.


Ana sedikit risih dengan seperti ini karena Ana merasa bahwa dirinya hanyalah karyawan biasa.


Yoon-gi mengecup kening Ana kemudian berlaku menuju ruangannya dan Ana menuju meja kerjanya. Luna yang sudah menanti Ana langsung menghampiri Ana dengan gembira.


Seluruh karyawan bekerja seperti biasa terutama Ana dan Luna.


Pukul 09:00 lift terbuka dan 2 orang pria tampan berwajah dingin melangkahkan kaki berjalan diantara seluruh karyawan. Sontak seluruh karyawan berdiri dan memberi hormat.


Pria yang tak lain adalah Jimin dan Hoseok. Berjalan menuju ruang rapat dimana seluruh manager dan karyawan pilihan sedang menunggu terutama Yoon-gi.


Jimin menoleh kearah Ana dan tersenyum semanis buah berry. Ana hanya menunduk dan tidak menatap Jimin.


Jimin dan Hoseok terus berjalan menuju ruang rapat. Ntah mengapa hari ini Hoseok juga tidak memancarkan senyumannya yang menghangatkan bagai matahari pagi.


Setelah Jimin dan Hoseok berlalu seluruh karyawan kembali duduk dan menghadap monitor masing-masing untuk lenajutkan pekerjaan nya.


Ana menarik nafas lega dan kembali duduk di kursinya. Wajahnya sedikit gugup dan tangannya sangat dingin. Senyuman Jimin tidak seperti biasanya. Ada rasa senang dan bahagia dalam senyuman itu.


Senyuman yang sempat hilang dalam diri Jimin kini kembali tapi dengan artian yang berbeda. Jika dulu senyuman itu membawa kebahagiaan dan kenyamanan bagi siapa saja yang melihatnya namun kali ini berbeda, senyuman itu membawa hawa lain yang menimbulkan ke khawatiran bagi diri Ana.


"Hufftt" Ana menghembuskan nafas kasar.


"Ada apa Ana?" Tanya Luna.


"Aniyoo.. aku rasa aku sedikit lelah" kata Ana menyandarkan tubuhnya dikursinya.


"Pfftt.. istirahatlah dulu aku akan mengerjakan ini" ucap Luna mengambil alih monitor Ana.


"Gomawo Luna" kata Ana memejamkan matanya sambil bersandar.


"Ahh aku kan temanmu" ucap Luna.


Jam istirahat pukul 12:00 siang,


Setelah selesai mengerjakan dokumen Ana dan Luna menuju kantin karyawan.


Dan bersamaan dengan Jimin yang keluar dari ruang rapat bersama dengan Yoon-gi dan Hoseok. Ana langsung berbalik dan menjauh meninggalkan Luna ditempat saat itu juga.


"Ana kau mau kemana??" Teriak Luna.


Yoon-gi, Jimin, dan Hoseok semakin mendekat dan Luna memberi salam.


"Selamat siang Presdir" ucap Luna membungkuk setengah badan.

__ADS_1


"Siang" ucap Yoon-gi.


Yoon-gi, Jimin, dan Hoseok berjalan melewati Luna. Yoon-gi sudah melihat Ana yang berbalik dan hanya tersenyum. Mereka akan menuju ke cafe biasanya didekat kantor untuk makan siang.


__ADS_2