Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 18


__ADS_3

Setelah pesta selesai Yoon-gi dan Ana berpamitan untuk kembali kerumah mereka. Dalam perjalanan Ana masih terlihat sangat gugup dan ketakutan. Ana hanya terdiam dan keringat dinginnya membasahi keningnya.


Yoon-gi tidak terlalu memperhatikan Ana dan sibuk dengan ponselnya. Ana terdiam membeku dan mengingat kembali ucapan Jimin yang diucapkan saat dansa tadi.


Ketakutan yang Ana takutkan cepat atau lambat akan terjadi, ingin sekali memberitahu Yoon-gi tentang hal itu tapi, mengingat Yoon-gi tidak mencintainya akankah Yoon-gi mau melindungi dan membantunya.


Ana terus berfikir dan bersikeras untuk menyelesaikan masalah ini tanpa campur tangan Yoon-gi.


Ana takut jika keduanya mengetahui yang sebenarnya, akan menjadi ancaman besar bagi kehidupan keluarga Kim. Ya benar, keluarga Kim adalah sasaran utama Jimin untuk bisa mendapatkan Ana.


Meskipun keluarga Min membantu keluarga Kim tapi keluarga Park lebih tau cara menghancurkan musuh dalam satu tembakan peluru mengenai dua sasaran. meskipun Yoon-gi dapat melakukan apapun tapi Jimin adalah pria yang tidak pernah gagal dalam menjatuhkan seseorang demi keinginannya.


Ana tau betul sifat Jimin, mereka menjalin hubungan cukup lama dan baik buruknya Jimin Ana telah mengetahui segalanya. Mereka berencana menikah tahun depan karena Jimin masih sibuk dengan proyeknya.


Ana pernah berjanji akan menunggu Jimin selama apapun itu Ana akan selalu bersama Jimin hingga akhir kehidupan mereka.


Tapi Tuhan memiliki rencana lain atas janji Jimin dan Ana, semuanya berbanding terbalik dan membuat kehidupan Ana semakin membingungkan.


Jika Ana memutuskan hubungannya dengan Jimin jelas saja Jimin tidak akan menerima itu, apalagi saat pesta dansa tadi secara tidak langsung Jimin mengancam Ana.


Dua pria yang sama kerasnya, sama angkuhnya, sama dinginnya. Jika bertemu dalam satu masalah dan memperebutkan apa yang diinginkan semua akan hancur dalam satu detik.


•Sekarang, apa yang harus aku lakukan.. Jimin hadir kembali dan menangih janji itu... maafkan aku Jim, aku mencintai suamiku meskipun dia tidak mencintaiku• batin Ana mengusap wajahnya.


"Ada apa?" Tanya Yoon-gi.


"Aniya Oppa, aku hanya lelah.. tubuhku terasa sakit" ucap Ana senyum tipis.


•Apa karena aku?? Mianhe Ana• batin Yoon-gi merasa bersalah.


"Kemarilah" ucap Yoon-gi merentangkan tangannya.


Ana bingung tapi dengan cepat Yoon-gi menariknya dan memeluknya.


"Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat sampai dirumah" ucap Yoon-gi memeluk Ana.


"Nee Oppa" ucap Ana memejamkan matanya.


•Seandainya sikapmu tidak selalu berubah dan selalu hangat seperti ini, aku akan menceritakan semua keluh kesah ku padamu.. tapi sayangnya... itu tidak akan terjadi• batin Ana yang mulai terlelap dalam pelukan Yoon-gi.


****


Sesampainya dirumah, Ana masih tertidur dalam pelukan Yoon-gi. Yoon-gi menggendong Ana hingga masuk kedalam kamar.


Sangking lelahnya tubuh Ana sampai tidak terasa jika Yoon-gi menggendongnya.


Perlahan Yoon-gi membaringkan Ana diranjang dan menambah suhu AC karena melihat keringat Ana.


Saat Yoon-gi akan berdiri rambut Ana gelang Ana tersangkut disalah satu kancing jas Yoon-gi. Dan tertarik hingga Yoon-gi terjatuh ditubuh Ana dan wajahnya sangat dekat dengan wajah Ana.


Yoon-gi terdiam melihat wajah Ana yang tertidur dengan pulasnya.


Cup,


Yoon-gi mencium bibir Ana sekilas.


•Tidurlah, aku akan selalu ada untukmu.. mian telah kasar padamu.. ini semua akan berakhir dengan cepat chagia• Batin Yoon-gi menatap Ana sambil melepaskan kancingnya yang tersangkut digelang Ana.


Setelah itu Yoon-gi melepas sepatu Ana dan menggantikan pakaian Ana dengan piyama. Ana masih tidak terbangun sebegitu lelahnya tubuhnya.

__ADS_1


Yoon-gi juga sudah mengganti pakaiannya dan berbaring disamping Ana.


•Selamat malam Chagia• batin Yoon-gi mengecup kening Ana dan mematikan lampu.


Suasana malam hari yang diterangi oleh rembulan malam yang cahayanya menembus hingga tirai kamar, cahaya samar-samar yang membuat suasana semakin mencekam.


Yoon-gi masih menatap Ana dalam cahaya yang samar-samar, sesekali mengelus pipi Ana dan sesekali mengucapkan kata maaf.


****


Author,


Sebenarnya apa yang terjadi pada Yoon-gi?? kadang dingin dan cuek kadang pehatian dan romantis🙂 ada apa dengan Yoon-gi?? apa yang membuatnya berubah-ubah?? Ntahlah, akupun tak tau😂.


Oke, next😂


****


Yoon-gi masih setia dengan tatapannya menatap istrinya. Pukul 01:00 malam Yoon-gi tertidur dengan pulasnya. Suasana kamar yang sangat hening hanya terdapat suara detik jam besar yang ada disitu kamar.


Tik tok tik tok,


Suara detik jarum jam yang mengiringi tidur Yoon-gi dan Ana dimalam yang dipenuhi dengan banyak dan banyak pertanyaan.


Pagi harinya,


Cuit cuit cuit,


Suara burung bernyanyi diluar jendela, embun pagi yang menempel pada dedaunan menambah kesegaran pagi hari. Sinar matahari yang berpadu dengan embun pagi membuat suasana pagi semakin cerah.


Perlahan Ana membuka mata dan sayup-sayup matanya terkena cahaya matahari dan sedikit sayup melihat Yoon-gi yang masih tertidur sambil memeluk dirinya.


Ana ngin sekali memeluk Yoon-gi tapi tangannya membeku dan kaku untuk memeluk tubuh Yoon-gi.


Senyuman tipis Ana perlahan mengembang dibibirnya, air matanya menetes tanpa disadari.


"Ingin sekali memelukmu tapi... Aku takut Oppa" ucap Ana.


Ana terkejut saat merasakan Yoon-gi semakin kuat memeluknya tanpa membuka matanya. Semakin dekat tanpa ada celah sedikitpun.


"Oppa.." ucap Ana pelan.


"Hmm?" Ucap Yoon-gi tanpa membuka matanya.


"A...aku tau kau sudah bangun" ucap Ana.


"Aku bisa mendengar semua ucapanmu" ucap Yoon-gi melonggarkan pelukkannya dan membuka matanya.


"Peluk saja jika ingin memelukku" sambung Yoon-gi mencium kening Ana dan tersenyum.


"Oppa... Apa kau ada masalah?" Tanya Ana spontan.


"Kenapa bertanya begitu?" Tanya Yoon-gi.


"Sikapmu selalu berubah padaku, aku pikir kau sedang ada masalah. Jika kau memiliki masalah ceritakan padaku jika aku bisa aku akan membantumu" ucap Ana.


"Tidak!!!" Ucap Yoon-gi bangun dari tidurnya sontak Ana juga bangun.


"Kau tidak akan pernah bisa membantuku!! Kau tidak boleh terluka!! Aku akan melakukannya sendiri" ucap Yoon-gi tanpa disadari dia mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak dia katakan.

__ADS_1


"A...apa maksudmu Oppa?? Melakukan sendiri?? Melakukan apa??" Tanya Ana.


"Kau tidak akan mengerti sama sekali!!" Bentak Yoon-gi.


"Intinya aku tidak mau kau terluka!!" Sambungnya.


"Beritahu padaku Oppa apa yang terjadi??" Tanya Ana memegang bahu Yoon-gi.


"Sudah ku katakan Tidak!!" Bentaknya menyingkirkan tangan Ana dan melayangkan tangannya untuk menampar Ana.


"Pukul saja.. tampar aku.. jika semua itu bisa mengurangi masalahmu pukul saja.." ucap Ana tersenyum dan air matanya menetes.


Yoon-gi terdiam dan tangannya selama berubah menjadi kaku saat melihat air mata Ana menetes deras dipipinya. Yoon-gi bingung merasa frustasi dengan keadaan sekarang ini.


Tanpa berbicara Yoon-gi menarik Ana dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Mian Chagia miann!!" Ucap Yoon-gi memeluk Ana.


"Untuk apa" ucap Ana.


"Aku tidak ingin menyembunyikan ini darimu tapi aku tidak bisa membiarkanmu terluka karenaku Ana.. aku mencintaimu sangat mencintaimu, aku tidak bisa membiarkan orang yang aku cintai terluka.. Tidakk bisaa!!" ucap Yoon-gi semakin kuat memeluk Ana.


"Berjanjilah untuk tetap bersamaku Ana!!" Ucap Yoon-gi.


Deg,


Ada rasa sakit bercampur bahagia saat Yoon-gi mengatakan itu semua dalam posisi memeluk tubuh kecilnya. Air matanya semakin mengalir deras dan membasahi piyama Yoon-gi.


Sakit dan bahagia bercampur, tapi apa yang dimaksud Yoon-gi? Itulah pertanyaan yang sekarang memenuhi pikiran Ana.


"Apa yang oppa sembunyikan dariku?" Tanya Ana.


"Tidak!! Aku tidak bisa memberitahumu, aku akan menghancurkan semua dinding yang menghalangi kita" ucap Yoon-gi menatap Ana sendu.


"Oppa... Bagaimana bisa kau menyembunyikan masalahmu sendiri.. katakan padaku apa yang terjadi.. cinta itu diperjuangkan bersama aku tidak bisa membiarkanmu berjuang sendirian Oppa tolong jelaskan padaku" ucap Ana menangis.


"Percayalah padaku semua akan baik-baik saja" ucap Yoon-gi memeluk Ana.


"Tidakk!! Katakan padaku!!" Ucap Ana mendorong Yoon-gi.


"Tolong katakan, apa yang terjadi" ucap Ana menangis dan menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Jangan menangis Chagia, aku tidak bisa melihatmu seperti ini" ucap Yoon-gi menarik Ana.


"Tidak! Katakan apa yang kau sembunyikan" ucap Ana menepis tangan Yoon-gi.


"Ana mengertilah!! Aku tidak bisa membiarkanmu menderita" ucap Yoon-gi.


"Lebih baik kita menderita bersama daripada aku harus melihatmu kasar padaku setiap saat.. kau mau melindungimu tapi tanpa kau sadari kau juga menyakitiku... Kau menyakitiku Oppa!" ucap Ana dengan nada tinggi sambil menangis dan beranjak keluar kamar.


Brakk!!


Ana membating pintu keras dan berlari keluar.


"Anaaaa!!" Teriak Yoon-gi.


"Mian mian mian!" Ucap Yoon-gi frustasi.


Ana berlari sebisa mungkin kemana kakinya melangkah disitulah Ana akan tiba. Kaki gemetar dan entah berlari kearah mana.

__ADS_1


__ADS_2