Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 20


__ADS_3


Disisi lain,


Lima hari kemudian Ana sadar, karena selama lima hari terakhir pria yang menculik Ana membiusnya dengan obat tidur.


Dirumah mewah yang sangat amat megah dengan dekorasi yang sangat unik dan bercahaya berkilau dan dipenuhi dengan berbagai macam dekorasi yang sangat indah.


Rumah yang berada di daerah yang cukup ekstrim didekat perbukitan yang sangat terpencil tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui rumah itu.


Rumah mewah dengan 10 pelayan dan 5 tukang kebun yang selalu menempati mansion mewah diatas bukit.


Rumah dengan kolam dan dinding kaca besar yang tampak sangat erotis benar-benar desain yang sangat menakjubkan.


Perlahan Ana membuka matanya dan sadar bahwa dia tidak berada dirumahnya. Langit-langit kamar yang terlihat berbeda dengan desain awan dan langit biru kamar mewah yang elegan dan sangat indah.



Terdapat jam yang sangat besar di bagian pojok kamar. Ana mencoba bangkit dan duduk dipinggiran kasur dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya.


"Yoon-gi Oppa?? Dimana kau??" Ucap Ana memegangi kepalanya yang agak pusing kemudian meneguk segelas air yang ada di meja samping tempat tidur.


Ana masih terduduk dan mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Kamar dan suasana yang asing, sebenarnya dimana aku berada?? Ana selalu bertanya pada dirinya yang mencoba mengingat semuanya.


Tiba-tiba pintu besar terbuka dan menampakkan seorang pria bertubuh tinggi masuk kedalam kamar.


Ana masih tidak merespon siapa yang membuka pintu Ana hanya terduduk menunduk dan memejamkan matanya karena mencoba mengingat yang terjadi padanya.


"Sudah bangun?" Tanya pria itu dengan tatapan tajam kearah Ana.


Deg,


Jantung Ana berdetak kencang saat mendengar suara pria itu.


•Suara ini?!.....Jimin?!!!• batin Ana langsung membulatkan matanya dan mendongakkan kepalanya.


"Bagaimana tidurmu?? Nyenyak??" Tanya pria itu yang tak lain adalah Jimin.


"Ka... kau..?!!!" Ucap Ana sangat terkejut.


"Ada apa sayang?!! Kau takut? Hm?? Bukankah dulu kau menginginkan moment ini?? Kau pernah bilang ingin berlibur berdua denganku ke mansion ini, apa kau lupa?" Tanya Jimin menatap Ana tajam dan senyum smrik.


"Ja..jangan mendekat.. ka..kau gila" ucap Ana mundur dengan posisi masih diatas kasur.


"Jangan takut, aku tidak akan melukaimu sayang" ucap Jimin senyum.


"Ka..kau kenapa kau membawaku kemari??" Tanya Ana.


"Karena kita berlibur sayang" ucap Jimin semakin dekat.


Sreekkk!,, Jimin menarik kaki Ana hingga Ana terbaring. Jimin mengunci pergerakan Ana hingga tidak ada ruang untuk bergerak.


"Lepaskan aku!!! Apa kau Gila?!!!!" Ucap Ana memberontak.


"Aku suka jika kau begini" ucap Jimin mencium paksa Ana.


•Tidakkk!!!• Batin Ana memberontak.


"Hahhh...Haahhh.." nafas Ana tersendat.


"Lepaskan Aku Jimin!!! Ucap Ana dengan nafas memburu.


"Aku tidak mau! Bagaiman dong?!" Ucap Jimin smrik.


•Yoongi oppa tolong aku!!!• batin Ana.


"Katakan!! Siapa suamimu?!!" Ucap Jimin menekan kuat tangan Ana.

__ADS_1


"Apa hakmu untuk mengetahui itu?!" Ucap Ana tegas.


"Tentu saja aku ada hak, kau kekasihku dan kau menghianatiku Ana!!" Ucap Jimin.


"Sudah ku katakan padamu ini demi keluargaku!! Ini terpaksa!!" Ucap Ana.


"Tapi kau mencintai suamimu bukan?!! Dan kau menyuruhku melupakanmu!! Apa kau pikir semudah itu?! Hm?!!" Bentak Jimin.


"Ya aku mencintai suamiku dan aku sudah tidak mencintai dirimu semenjak kau pergi dariku Jim" ucap Ana.


"Kau tau aku pergi kemana dan kenapa!!dan kau yang berjanji akan menunggu ku!! Tapi apa?!! Kau menghianatiku!!" Ucap Jimin kesal.


"Aaaaaaaahhh...." Teriak Ana saat Jimin semakin kuat menekan tangannya.


"Jika dengan cara lembut kau tidak mau mengatakan siapa suamimu!! Maka akan ku gunakan dengan cara kasar!!" Ucap Jimin membuka baju Ana.


"Tidakkk!!!!" Teriak Ana mencoba menahan bajunya.


"Oppaaaaaaa!!!" Teriak Ana.


"Katakan!! Atau akan ku buat kau lumpuh dengan caraku Ana!!" Ucap Jimin menatap Ana tajam.


"Jangan ku mohon Jimin!! Jangan lukai suamiku!! Aku mencintainya jangan lakukan apapun aku mohon!" Ucap Ana mulai menangis.


"Katakan!! Atau... kau... tau.. akibatnya" ucap Jimin menekan setiap katanya.


"Tidak!! De..dengarkan aku ku mohon dengarkan aku" ucap Ana terus memohon.


Ana tidak bisa membiarkan Jimin menyentuh tubuhnya karena mereka hanya kekasih bukan suami istri. Ana hanya mau disentuh Yoon-gi dan bukan Jimin, Ana tidak bisa memberikan hak Yoon-gi pada pria lain.


"Jika kau tidak memberitahu siapa suamimu maka... Aku akan mencarinya sendiri dan jika sudah ku temukan.. kalian akan bertemu di pemakaman suamimu!!" Ucap Jimin.


"Tidak Jimin tidak!! Ku mohon dengarkan aku!!"


"Katakan!!!" Ucap Jimin.


"Apapun?? Apa termasuk tubuhmu?!!" Tanya Jimin dengan tatapan tajam.


"A..aku tidak bisa memberikan itu.. itu adalah hak suamiku dan kau.. tidak boleh menyentuhnya" ucap Ana pelan.


"Kau bilang apapun?!! Yang ku mau hanya kau!!" Ucap Jimin.


"Aku mohon mengertilah Jim ku mohon" ucap Ana.


"Kau membuatku muak" ucap Jimin beranjak pergi.


"Aniya!!" Ucap Ana terbangun dan memegang kaki Jimin.


"Lepaskan!! Sebelum aku lebih kasar padamu!!" Ucap Jimin.


"Akan aku lakukan, semuanya... Yang kau ingin kan" ucap Ana spontan.


Senyuman mengembang sempurna di wajah Jimin sangat puas dengan jawaban yang Ana berikan.


"Tubuhmu?!!" Tanya Jimin sekali lagi.


"Akan aku berikan!!" Ucap Ana lirih, tertunduk dan meneteskan air matanya.


•Yoongi oppa?? Aku mencintaimu sangat mencintaimu.. akan aku lakukan apapun untukmu.. meskipun dengan diriku aku akan melindungimu.. tidak akan aku biarkan Jimin mengetahui bahwa kau adalah suamiku.. Oppa?? Mian.. aku memberikan hakmu pada orang lain... Aku mohon jangan membenciku... Saranghae Oppa saranghae!! Mian Oppa mian• batin Ana menangis sendu.


"Bagus sekali!!" Ucap Jimin puas.


Jimin memegang tangan Ana dan membantunya berdiri, baju yang sempat robek karenanya Jimin melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Ana.


"Pelayan!!!" Teriak Jimin.


Ceklek,

__ADS_1


5 pelayan yang nafasnya bersaut sautan datang ke kamar Jimin.


"Nee Tuan?" Ucap pelayan.


"Dia!! Nyonya kalian!! Perlakukan dia sebaik mungkin.. turuti perintahnya dan perlakukan dia sepeti ratu di mansion ini, kalian mengerti!!" Ucap Jimin.


"Mengerti Tuan" ucap 5 pelayan kompak.


"Bagus!! Siapkan makanan dam pakaian baru untuknya" ucap Jimin.


"Baik" ucap pelayan dan mengerjakan yang diperintahkan Jimin.


Ana masih terdiam dan menahan tangisnya. Batinnya menyesal telah lari dari rumah pagi tadi.


•Jimin tidak akan melepaskan aku semudah yang aku bayangkan... Yoon-gi Oppa... Mian... aku sangat merindukanmu• Batin Ana meneteskan air matanya.


"Chagiya... Ayolah jangan menangis terus" ucap Jimin.


"Lepaskan aku" ucap Ana lirih.


"Lepaskan?? Kau pikir setelah aku mendapatkanmu susah payah aku akan melepaskanmu?!! Begitu??" Ucap Jimin mendekat kearah Ana.


Ana terdiam membeku tidak bisa berkata apapun. hatinya tidak lagi mencintai Jimin tapi, jika tidak menuruti ucapan Jimin maka... Yoon-gi yang akan dalam bahaya. Tapi bagaimanpun juga Jimin dan Yoon-gi adalah teman dari masanya.


"Tolong, jangan mendekat" ucap Ana lirih dan memejamkan matanya.


"Aku akan keluar untuk rapat dengan Yoon-gi dan kau jangan coba-coba kabur!! Pelayan akan kembali dan membawakan baju untukmu!!" Ucap Jimin semakin dekat kearah Ana.


•Dia akan rapat dengan Yoon-gi Oppa?? Apa dia tidak mencariku selama 5 hari ini• batin Ana.


"Kau mendengarku kan Kim Ana?!!!" Ucap Jimin mengangkat dagu Ana.


"Aku mendengarmu" ucap Ana.


"Bagus" ucap Jimin mengecup kening Ana dan berlalu keluar.


Ana tidak bisa kabur dari mansion mewah ini, dulu mansion inilah impian Ana dan Jimin untuk berbulan madu setelah menikah. Tapi semuanya berubah ketika Ana harus menikah dengan Yoon-gi.


Semua ini demi keluarganya dan Ana berniat membuat perjanjian untuk cerai dengan Yoon-gi setelah setahun pernikahan mereka. Tapi belum sempat mengatakan perjanjian itu, Tuhan berkata lain Ana malah sangat mencintai Yoon-gi hingga berpisah satu menit saja itu terasa berat bagi Ana.


Sudah 5 hari semenjak Ana diculik rasanya sepi dan sunyi mansion impian yang dulu dipenuhi dengan kehangatan kini berubah menjadi mansion yang mengerikan bagi Ana.


Seluruh rumah di beri pin dan pengamanan yang sangat ketat. Penjagaan ada disekitar rumah depan belakang samping kanan kiri semua dijaga dengan ketat. Tidak ada peluang bagi Ana untuk pergi dari mansion ini.


"Oppa?? Aku merindukanmu!! Sangat merindukanmu" ucap Ana duduk dibalkon mansion dengan menatap hamparan rumput yang luas di samping kamarnya.


Ceklek,


Tiga orang pelayan kembali membawa makanan dan susu serta sir mineral dan pakaian.


"Nyonya??" Panggil pelayan memecahkan lamunan Ana.


"Ya?"


"Nyonya?? Tuan berpesan agar nyonya segera mandi dan memakai pakaian ini" ucap pelayan.


"Baiklah" ucap Ana mengambil pakaian dari tangan pelayan dan berjalan menuju kamar mandi.


"Nyonya??" Panggil pelayan.


"Ada apa lagi?" Tanya Ana.


"Nyonya, Setelah mandi... Tolong makanannya dimakan jika nyonya tidak makan.. Tuan akan marah pada kami" ucap pelayan.


"Itu tidak akan terjadi, aku akan memakannya" ucap Ana senyum.


"Gomawo Nyonya" ucap pelayan.

__ADS_1


Ana hanya mengangguk dan masuk kekamar mandi. Hatinya masih merasa sangat bersalah dan pikirannya dipenuhi dengan nama Yoon-gi


__ADS_2