Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 12


__ADS_3

Selagi Yoon-gi masih mandi Ana membereskan kamarnya dan membuka tirai yang masih tertutup. Dan menyiapkan pakaian untuk Yoon-gi.


Setelah Yoon-gi keluar dari kamar mandi Ana langsung mengambil handuk dan segera mandi.


"Kenapa kau menyiapkan pakaian kantor?" Ucap Yoon-gi.


"Bukankah kau harus ke kantor" ucap Ana.


"Aku ambil cuti 3 hari" ucap Yoon-gi.


"Ahh, baiklah aku akan menyiapkan pakaian santai untukmu" ucap Ana meletakkan pakaian kantor Yoon-gi dan mengambil pakaian santai.


"Kau mandilah aku akan keluar menemui eomma" ucap Yoon-gi memakai pakaian.


"Nee" ucap Ana masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Ana keluar dan memakai pakaiannya dan segera menuju ke ruang keluarga.


Ahjuma yang menunggu Ana diluar kamar mengajak Ana untuk keruang makan sana udah ditunggu oleh Yoon-gi dan eomma.


"Sayang..." Ucap eomma merentangkan tangannya untuk memeluk Ana.


"Bagaimana kabarmu sayang?" Ucap eomma.


"Aku baik eomma" ucap Ana.


"Baiklah ayo duduk, tadi eomma sempat membantu Ahjuma memasak untuk kalian" ucap eomma.


"Eomma harusnya tidak perlu repot-repot" ucap Ana.


"Haiss sudahlah ayo duduk dan makan" ucap eomma.


Selama sarapan pagi Ana hanya terdiam dan sesekali tersenyum pada eomma. Yoon-gi dengan sikap dinginnya masih belum membuka suara.


"Oh iya Ana, beberapa hari kedepan Appa akan keluar negeri untuk bisnisnya dan eomma akan pergi bersamanya, jaga dirimu baik-baik ya dan kau Yoon-gi jaga menantuku dengan baik kejadian sebelumnya jadikanlah pelajaran untuk tidak melakukannya lagi" ucap eomma.


"Nee" ucap Yoon-gi singkat.


"Bagaimana denganmu An?" Tanya eomma.


"Nee eomma nee" ucap Ana senyum.


Seharian yang menyibukkan Ana karena kedatangan ibu mertua yang sangat menyayangi nya. Selalu menghabiskan waktu berdua dan bercanda ria bersama.


Yoon-gi yang menghabiskan waktunya diruang kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya. Sesekali Yoon-gi masih mengingat apa yang terjadi diantara Jimin dan Ana hingga sedekat itu. Bahkan Ana memanggilnya dengan sebutan Oppa.


Yoon-gi sesekali melamun dan memikirkan kedekatan antara Ana dan Jimin.


****


Menjelang sore eomma pulang dijemput oleh pengawal yang dikirim oleh suaminya.


Setelah eomma pulang Yoon-gi langsung menarik Ana dan membawanya ke kamar.


"Oppa.. pelankan langkahmu, aku susah untuk menyesuaikan" ucapan Ana sedikit menyeret langkahnya.


Brukkk


Yoon-gi mengehentikan langkahnya dan Ana menabrak punggung Yoon-gi.


"Aww" ucap Ana memegang keningnya.


"Duduk" ucap Yoon-gi dingin.


Ana tidak bicara apapun dan langsung duduk sesuai perintah Yoon-gi.

__ADS_1


"Katakan, ada hubungan apa kau dengan Jimin" tanya Yoon-gi menatap tajam Ana.


"Itu... Hanya teman lama" ucap Ana.


"Kenapa aku tidak tau" tanya Yoon-gi yang terus memberi tatapan mengerikan.


Diwajahnya sedikit terlihat wajah cemburu tapi Ana tidak bisa memastikan bahwa itu rasa cemburu atau demi imagenya saja.


"Tidak semua tentangku kau harus tau" ucap Ana.


"Begitukah??" Ucap Yoon-gi mendekatkan wajahnya ke wajah Ana.


"Kau mau berkata jujur atau aku akan memberimu sedikit sentuhan agar kau mau jujur" ucap Yoon-gi tepat berada didepan wajah Ana.


"I..itu... Di...dia hanya te..teman lamaku..itu saja..." Ucap Ana.


"Masih tidak jujur!!" Ucap Yoon-gi yang langsung mengangkat tubuh ramping Ana dan membawanya ke kamar.


•Habislah..•batin Ana yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi jika sudah sampai dikamar.


Bruukk!!


Yoon-gi menjatuhkan kasar tubuh Ana ke kasur dan menindihnya.


"Berkata jujur atau kau tidak akan tidur malam ini?" Ucap Yoon-gi smrik.


"A...aku su..sudah berkata ju..jujur.." ucap Ana gugup dan tangannya mencoba mendorong Yoon-gi.


Yoon-gi menarik tangan Ana keatas dan menggenggam erat tangan Ana. Yoon-gi menatap Ana dengan penuh🌚🌚.


"To..tolong lepaskan a..aku.." ucap Ana memalingkan wajahnya kesamping.


"Menurutmu aku akan melepaskanmu?" Ucap Yoon-gi smrik.


•Ana sepertinya kau sudah tidak bisa berbuat apapun• batin Ana dengan jantung yang berdegup kencang.


"Ahhh,, Aniya... Bagaimana mungkin aku takut pada suamiku sendiri" ucap Ana tersenyum dan tertawa kecil untuk menenangkan jantungnya.


"Baiklah, kau sendiri yang tidak mau jujur... Maka.." ucap Yoon-gi langsung ******* bibir Ana.


•Ohh Ana tamatlah riwayat mu• batin Ana.


"Emmpptt" Ana yang hampir kehabisan nafas.


"Hahhh" nafas panjang Ana saat Yoon-gi melepaskan ciumannya.


"Oppa... Kau...apa kau... Mau membunuhku.. hahh hahh" ucap Ana terbata-bata dan nafas tersendat.


"Masih mau bohong? Hmm??" Ucap Yoon-gi masih menggenggam tangan Ana.


"Aku...aku tidak bohong..." Ucap Ana.


"Kau bohong atau tidak kau sudah membuatku menginginkannya" ucap Yoon-gi ******* bibir Ana.


•Tuhan tolong aku• batin Ana.


Malam yang melelahkan😂


****


Pagi harinya, Ana masih tertidur dan Yoon-gi bangun lebih Awal dan bersiap.


Yoon-gi mengambil piyamanya dan memakainya, sesekali Yoon-gi menatap Ana yang tertidur pulas pagi itu.


Tangannya ingin sekali memindahkan rambut Ana yang menutupi sebagian wajahnya.

__ADS_1


•Perasaan apa ini Yoon-gi?? Kau cemburu dia mendekati pria lain dan kau menghukumnya dengan cara seperti itu.. apa aku mulai mencintainya??• batin Yoon-gi tersenyum tipis saat menatap wajah Ana.


•Haisss!!• batin Yoon-gi mengacak rambutnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Pukul 07:05 Ana terbangun dan melihat Yoon-gi keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk diperutnya.


"Sudah bangun?" Ucap Yoon-gi melihat Ana dengan rambut berantakannya.


"Nee Oppa" ucap Ana dengan suara khas bangun tidur.


"Hari ini kau tidak perlu pergi ke kantor, aku memberikanmu ijin selama 2 hari dan hari ke 3 kau bisa ke kantor" ucap Yoon-gi mengambil pakaian di lemari.


"Kenapa begitu" ucap Ana.


"Kau pasti lelah, istirahatlah dirumah dan bersantai, tidak perlu bertanya kenapa" ucap Yoon-gi sambil memakai pakaiannya.


"Hmm baiklah" ucap Ana tersenyum.


Setelah selesai bersiap Yoon-gi keluar dan menuju ruang makan sedangkan Ana membersihkan dirinya.


Setelah selesai sarapan dan Ana selesai mandi keduanya bertemu di ruang tamu dimana Yoon-gi akan pergi ke kantor.


"Oppa??" Panggil Ana.


"Ada apa?" Tanya Yoon-gi.


"Bolehkah aku ijin kerumah eomma?" Tawar Ana.


"Tidak!!" Ucap Yoon-gi singkat dan berjalan keluar rumah


"Tapi oppa..."


"Membantah??" Ucap Yoon-gi menghentikan langkahnya dan hanya menengok kan kepalanya.


"Aniya" ucap Ana.


"Bagus" ucap Yoon-gi yang langsung keluar rumah dan berlalu pergi ke kantor.


Setelah Yoon-gi pergi ke kantor rumah terasa sepi seperti awal mereka menikah. Ana bingung harus berbuat apa, Ana hanya keluar masuk dan berkeliling disetiap sudut rumah. Pergi ketaman belakang dan duduk dibawah pohon rindang dan sesekali melukis.


Keahlian Ana adalah melukis, Ana sering melukis ditaman belakang dan melukis kota Seoul, taman belakang yang didesain sebagus mungkin dan ditanami berbagai macam Bungan dan pohon kecil sebagai hiasan dan ada kolam kecil yang dibuat jembatan melengkung.


Membuat suasana taman menjadi seperti taman kota yang indah. Air mancur kecil yang tersambung ke kolam ikan hias semakin menambah kecantikan taman itu.


Siang pun tiba Ana kembali masuk kerumah dan makan siang bersama para pelayan. Baru kali ini para pelayan bisa merasakan duduk bersama majikan dan makan bersama seperti keluarga.


Suasana agak canggung tapi karena sifat Ana yang humoris membuat mereka akrab bak keluarga.


Setelah selesai makan siang Ana kembali ke kamar, merasa lelah Ana membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur.


Karena Yoon-gi memiliki waktu luang dan tidak ada jadwal rapat Yoon-gi pulang lebih awal. Yoon-gi selalu berkata mengambil cuti tapi tetap lupa dan selalu pergi ke kantor.


Sore harinya pukul 17:00 Yoon-gi sampai dirumah. Dan disambut para pelayan, sedangkan Ana tidak menyambutnya pulang.


"Dimana Ana" tanya Yoon-gi yang melihat para pelayan.


"Nyonya ada dikamar sejak siang tadi Tuan" ucap Ahjuma.


"Apa dia sakit lagi?" Tanya Yoon-gi agak khawatir.


"Tidak Tuan, Nyonya sedikit lelah dan mungkin sedang tidur" ucap Ahjuma.


"Baiklah" ucap Yoon-gi berjalan ke kamar.


Greeeppp

__ADS_1


Yoon-gi membuka pintu kamar dan menutupnya kembali, terlihat Ana yang hanya memakai dress pendek dengan posisi tidur yang sangat imut Bangi Yoon-gi.


Lagi-lagi rambut Ana menutupi sebagian wajahnya, Yoon-gi berjalan dan duduk disamping tempat tidur dan menyingkirkan rambut Ana. Dan itu membuat Ana terkejut dan terbangun.


__ADS_2