Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 32


__ADS_3

LEX Nightclub,



Ana membulatkan mata saat Yoon-gi masuk ke area parkiran club' malam. Ana menelan Saliva kasar.


"Op....oppa.. bukankah ini club' malam.. kau bilang kita akan ke restoran bukan?" Tanya Ana.


"Ahh.. mian... Jimin mengubah tempatnya dia mengajak ke club' agar lebih ramai.. kau tenang saja aku tidak akan minum" ucap Yoon-gi dengan memutar stir mobil untuk memarkirkan mobilnya.


Ana hanya terdiam dan tidak bersuara sama sekali tangannya semakin gemetar apalagi saat Yoon-gi menyebutkan nama Jimin.


Ana agak meragukan ucapan Yoon-gi bahwa dia tidak akan minum. Ana tidak melarang hanya saja takut jika suaminya itu mabuk.


"Tidak masalah kan chagi??" Tanya Yoon-gi melepas sabuk pengaman dan menatap Ana.


"Nee oppa.. aniyo" ucap Ana senyum paksa.


Yoon-gi membuka pintu dan keluar dari mobil terlebih dahulu. Bersamaan dengan itu mobil silver mewah memarkirkan mobilnya disamping mobil Yoon-gi.


Pria yang keluar dari mobil itu membuat Ana sangat kaget dan jantungnya tidak bisa dikontrol. Jimin dan Hoseok keluar bersamaan dari dalam mobil.


Pria yang memakai jas hitam pekat dengan selingan warna putih dikerah bajunya dengan sepatu yang mengkilap. Yang satu lagi memakai jas abu-abu hitam dengan dasi yang rapi.


Dua pria itu menyapa Yoon-gi sebelum Yoon-gi membuka pintu mobil untuk sang istri. Jimin yang berjalan menyapa Yoon-gi membuat Ana tidak tau harus melakukan apa. Seakan detak jantungnya berhenti dan nafasnya menghilang.


Terasa sangat gugup dan mengerikan, suami dan kekasihnya berada ditempat yang sama dan berada tepat didepan matanya. Ana mengehela nafas kasar saat Yoon-gi bilang akan memperkenalkan istrinya pada dua pria yang memang belum tau bahwa Ana istrinya.


Senyum miring Jimin terlihat jelas saat Ana menatapnya dari dalam mobil. Jelas dia tidak akan kaget karena memang Jimin sudah mengetahui ya sejak awal namun berpura-pura untuk tidak tau.


"Kau sendirian?" Tanya Hoseok.


"Ani.. aku bersama istriku.. sebentar" ucap Yoon-gi berjalan akan membuka pintu mobil Ana.


•Ya Tuhan tolong berikan keajaiban akan hal ini• batin Ana memejamkan mata saat Yoon-gi membuka pintu mobilnya.


"Ahhh.. sepertinya aku harus ketoilet sebentar.. kalian masuklah nanti aku menyusul" ucap Jimin berpura-pura sakit perut dan menuju toilet.


"Belum apa-apa sudah rindu dengan toilet saja" ucap Hoseok terkekeh.


Ana yang mendengar itu spontan membuka matanya dan menghela nafas lega dan keluar dari mobil dengan melirik kearah Jimin yang berjalan membelakangi mereka.


•Aku tidak mau melihat wajah gugupmu itu terlalu cepat Ana• batin Jimin smrik.


"Chagi... Ayoo" ucap Yoon-gi tersenyum.


"Mwooo??" Ucap Hoseok membulatkan matanya saat melihat Ana.


"Kau? Bukankah kau karyawan di kantor Yoon-gi" ucap Hoseok.


"Nee Presdir.." ucap Ana senyum.


"Jadi dia istrimu??" Tanya Hoseok tak percaya.


"Kenapa?? Kau tak percaya??" Ucap Yoon-gi santai.


"Tentu saja aku percaya sudah didepan mataku juga" ucap Hoseok.


"Baiklah pasangan yang sangat harmonis mari kita masuk.. berhubung pasanganku si Jimin masih dikamar mandi.. aku yang berjalan mendahului kalian.. okeyy?!!!" Ucap Hoseok sombong langsung berjalan mendahului Ana dan Yoon-gi.


"Ya Tuhan bagaimana bisa aku memiliki teman seperti ini..." Ucap Yoon-gi menggandeng Ana dan menyusul langkah Hoseok.


Ana hanya terkekeh mendengar ucapan Yoon-gi dan melihat tingkah percaya dirinya Hoseok. Itu sedikit menghilangkan rasa takutnya jika nanti bertemu Jimin.


Meskipun diparkiran tadi Ana selamat dari tatapan Jimin tapi tidak akan merubah kenyataan bahwa saat bertemu didalam bar akan lebih menakutkan lagi.


Saat Hoseok, Yoon-gi dan Ana masuk keruang VVIP yang sebelumnya dipesan oleh Taehyung didalam sudah Ada Seok-jin serta anak dan istrinya Taehyung, Jungkook, dan Namjoon.


Dengan senyum yang sumringah Taehyung menatap setiap langkah Ana yang memasuki ruang VVIP. Ada rasa sakit dihatinya ketika pandangannya beralih pada tangan Ana yang begitu mesra menggandeng tangan Yoon-gi.


"Annyeong" ucap Hoseok gembira dengan ala percaya dirinya.


"Kalian sudah datang.. ayo duduk disini" ucap Seok-jin.


Ana hanya tersenyum dan mengikuti Yoon-gi untuk duduk tepat berhadapan dengan Taehyung dan Jungkook.


"Kalian menunggu lama?" Tanya Yoon-gi.


"Aniyo Yoon" ucap Jiso yang sibuk dengan coklat putranya.

__ADS_1


"So Hyeon.. jangan terlalu banyak.. Seok-jin lihatlah putramu dia tidak mendengarkan aku" ucap Jiso yang berusaha menghentikan putranya yang terus terusan meminta permen coklatnya.


"Hyeoonnn" panggil Seok-jin menatap putranya.


"Iya Daddy" ucap So Hyeon bersandar di kursi dengan bibir manyunnya.


Ana terkekeh melihat wajah imut dari So Hyeon yang terpaksa berhenti makan permen.


"Apa kau istrinya Yoon-gi?? Siapa namamu?" Tanya Jiso.


"Ahh.. annyeong haseyo Min Ana imnida" ucap Ana senyum.


"Ana?? Nama yang bagus.. namaku Kim Jiso dia putraku namanya Kim So Hyeon" ucap Jiso senyum.


"Putra kita berdua" timpal Seok-jin.


Jiso hanya menoleh kearah Seok-jin yang mengambil Alih memangku So Hyeon.


"Dimana Jimin? Kenapa belum datang?" Tanya Seok-jin.


Ceklek,


Pintu ruangan terbuka dan menampakkan seorang laki-laki masuk kedalam ruangan itu.


"Jimin disini" ucap pria yang baru masuk dengan langkah perlahan masuk ruangan VVIP dan dengan kedua tangannya yang dimasukkan kedalam saku celananya.


Deg,


Seketika jantung Ana berdegup kencang saat mendengar suara Jimin dan langkah kakinya yang semakin mendekat.


Ana memejamkan matanya kuat saat langkah kaki Jimin mendekat kearahnya dan dengan begitu Jimin duduk tepat disamping Taehyung yang pas sekali berhadapan dengannya dan Yoon-gi.


"Chagi?" Panggil Yoon-gi yang menyadari Ana memejamkan matanya.


"Kau kenapa?" Tanya Yoon-gi.


"Ahh.. a..aniyo oppa" ucap Ana gugup dan ditambah lagi Ana menyadari bahwa Jimin duduk didepan matanya dengan tatapan tajam dan menyilang kan kakinya dengan santai.


"Apa dia istrimu Hyung?" Tanya Jimin santai.


"Ahh nee.. kau belum tau ya.." ucap Yoon-gi.


"Chagi?? Angkat wajahmu biar Jimin melihat betapa cantiknya istri dari seorang Min Yoon-gi" ucap Yoon-gi terkekeh.


•Istrimu adalah kekasihku Hyung• batin Jimin.


Perlahan Ana mengangkat wajahnya dan menatap Jimin yang tepat berada didepan matanya. Ana hanya terdiam menatap wajah Jimin yang juga menatap wajahnya.


Tatapan antara Jimin dan Ana dapat dirasakan oleh Taehyung. Awal dari tatapan itu Taehyung hanya diam dan berpura-pura bermain dengan So Hyeon karena pada dasarnya Taehyung sangat menyukai anak kecil.


Semakin lama tatapan itu berlangsung sedikit aneh dengan sengaja Taehyung berbicara sedikit mengagetkan untuk memecahkan tatapan antara Ana dan Jimin.


"Ahh Hyung.. apakah baik jika kau mengajak So Hyeon ke bar seperti ini? So Hyeon masih terlalu kecil untuk datang ketempat seperti ini" Tanya Taehyung pada Seok-jin yang memecahkan tatapan antara Ana dan Jimin.


"Jiso yang mengajaknya aku sudah menyuruh agar So Hyeon dirumah dengan baby sitternya tapi berpisah dengan So Hyeon akan membuat Jiso tidak tenang mekipun hanya semenit" jelas Seok-jin.


"Paman... Nonono.. Hyeon sudah dewasa sama seperti Daddy.. Daddy bilang Hyeon adalah worldwide handsome" ucap So Hyeon dengan suara yang menggemaskan.


Seketika semua orang terkekeh mendengar ucapan dari bocah berusia 2 tahun ini dengan suara yang menggemaskan khas layaknya seorang anak kecil. Anak mungil dengan pipi sebesar bakpao yang begitu imut diusianya yang baru 2 tahun tapi juga sangat pintar. Meskipun masih terlihat sangat kecil tapi berbicaranya cukup mudah dipahami.


"Hmm.. benarkah begitu??" Tanya Namjoon yang duduk disamping Jungkook.


"Yaa tentu saja" sombong So Hyeon dengan wajah menggemaskan.


Ruangan VVIP itu menjadi rame karena adanya So Hyeon yang selalu membuat semua tertawa selain Ana. Ana hanya bisa tersenyum sesekali melirik kearah Jimin yang meliriknya juga dengan wajah yang sangat puas.


Mereka tidak memesan minuman yang memabukkan karena ada Seorang So Hyeon yang menggemaskan. Mereka hanya memesan bir yang dipikiran Hyeon adalah jus apel dan beberapa makanan pembuka utama dan penutup.


"Oppa??" Panggil Ana.


"Nee?" Ucap Yoon-gi menoleh kearah Ana.


"Ahh aku ke toilet dulu" ucap Jimin mengagetkan semua orang.


"Heii kalau mau kesana pergilah.." ucap Hoseok.


"Kau sensitif sekali Hyung" ucap Jimin berdiri dari duduknya dan keluar ruangan dengan melirik Ana.


"Ada apa chagi?" Tanya Yoon-gi menepuk paha Ana.

__ADS_1


"A..aku mau ketoilet juga" ucap Ana gugup.


"Mau ku antar?" Tanya Yoon-gi.


"Aniyo aku hanya sebentar saja" ucap Ana.


"Ahh baiklah.. mumpung Jimin juga ke toilet kalian searah jika kau lama aku akan menyusul" ucap Yoon-gi terlalu percaya pada Jimin.


"Nee Oppa" ucap Ana berjalan keluar.


Ceklek,


Ana keluar ruangan dan menutup pintunya pelan. Ana masih bersandar dipintu dan memejamkan matanya meremas dress yang ia kenakan.


"Aku tau kau akan menyusul ku sayang" ucap Jimin bersandar disamping pot bunga besar dekat pintu dengan tangan menyilang didadanya.


Ana terkejut dan spontan menoleh kearah Jimin dan menatapnya sendu.


"Wae?? Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Jimin.


Tanpa menjawab pertanyaan Jimin Ana menarik tangannya dan membawanya ke luar.


"Kau agresif sekali" ucap Jimin smrik.


Ana hanya terdiam dan terus menarik tangan Jimin dan mengajaknya keluar ditempat yang agak sepi.


Sesampainya diluar bar Ana melepaskan tangannya dari Jimin dan tidak bergeming hanya terdiam menahan air matanya tanpa menoleh kearah Jimin.


Tangan kekar Jimin melingkar di perut Ana dan meletakkan dagunya dibahu Ana. Ana hanya terdiam dan menunduk sendu menahan air matanya.


"Aku menang sayang" ucap Jimin berbisik ditelinga Ana.


"Aku sudah mengetahui siapa suamimu.. meskipun begitu sebenarnya aku sudah mengetahui siapa suamimu semenjak kita bertemu dikedai kopi saat itu" ucap Jimin berbisik ditelinga Ana dengan nada berat.


"Kau puas?" Tanya Ana dengan suara serak.


"Tentu saja" ucap Jimin mencium pipi Ana dengan bangganya.


"Lepaskan aku" ucap Ana lirih meneteskan air matanya.


"Kenapa?? Kau mau apa dariku??" Ucap Jimin.


"Aku... Aku mau kau... Jangan beritahu Yoon-gi tentang hubungan ini.. tolong Jim.. aku sudah memutuskan hubungan ini tolong terimalah kenyataanya" ucap Ana menangis lirih.


"Hanya itu??.. mudah saja.. aku akan menerima kenyataan ini jika Yoon-gi mengetahui segalanya tentang kita" ucap Jimin membalikkan badan Ana dan mendekapnya sangat dekat dengan tubuhnya.


"Sudah ku bilang hubungan ini akan berakhir jika aku menyetujuinya.. jika aku tidak menyetujuinya itu artinya kau tetap kekasihku dan kau sudah menghianatiku Kim Ana!! Aku akan menghancurkan hubunganmu dengan Yoon-gi secepatnya!!" Sambung Jimin menekan perkataannya.


"Ani.. aku mohon biarkan ini menjadi rahasia diantara aku dan kau.. aku mohon jangan beritahu Yoon-gi.. aku tidak ingin berpisah dengannya ku mohon" ucap Ana lirih menahan air matanya.


"Kalau begitu turuti kemauanku!!" Ucap Jimin menekan perkataannya dan memperkuat cengkramannya.


"Apa yang kau mau?" Ucap Ana lirih dengan menundukkan kepalanya.


Jimin tidak menjawab pertanyaan Ana dan mengangkat dagunya dengan satu tangannya.


Cup,


Jimin mencium bibir Ana dalam tidak ada cela diantaranya. Ana hanya bisa terdiam memejamkan matanya dengan setiap tetesan air matanya yang mengalir deras dipipi putihnya.


•Maafkan aku Yoon• batin Ana menangis.


"Yang aku ingin.. yang aku mau.. Adalah kau!! Bahkan yang tersembunyi sekalipun harus menjadi milikku.. kau mau memberikannya kan sayang?!!" ucap Jimin melepaskan ciumannya dan berbisik ditelinga Ana.


Seluruh tubuh Ana merinding dan hanya bisa memejamkan matanya saat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jimin tidak ada yang bisa Ana lakukan selain mengangguk cepat dihadapi jimin.


"Pergilah" sambung Jimin berbalik membelakangi Ana dengan senyum kemenangan dalam dirinya.


"Apa?" Ucap Ana terdiam.


"Jika kau terlalu lama Yoon-gi akan keluar dan mencarimu.. aku belum puas dengan ini tapi jika Yoon-gi tau bukan hanya aku yang kena tapi kau akan lebih parah dan aku tidak bisa melihatmu di siksa pria lain selain aku... aku sangat mengenalnya jadi kembalilah lebih dulu" ucap Jimin membelakangi Ana.


"Aku sudah tersiksa dari awal.. tapi cintaku mengalahkan itu semua" ucap Ana berjalan mendahului Jimin.


Jimin hanya terdiam menatap setiap langkah kaki Ana dengan dress mewah yang ia kenakan.


"Kau tenang saja chagi!! Besok suamimu dan Hoseok Hyung akan keluar negeri dan dengan percayanya... dia memintaku untuk menjagamu.. ciuman ini hanya sekilas.. akan ku lampiaskan besok untukmu!!" Ucap Jimin smrik.


Ana berjalan sendu dengan langkah kaki yang seakan berat untuk dilangkahkan. Sesekali Ana menyentuh bibirnya. Bibir yang dicium oleh pria yang bukan suaminya.

__ADS_1


Rasa menyesal dan kecewa bercampur jadi satu hanya satu kata yang selalu Ana ucapkan "semuanya telah terjadi".


__ADS_2