
Ana berlari dan terus menjauh dari rumah, air matanya tidak bisa ditahan lagi untuk kesekian kalinya.
Ana lemas dan mengentikan langkahnya dan terduduk dipinggiran jalan.
"Waee oppa wae?" Ucap Ana frustasi.
"Kenapa kau melakukan ini padaku?" Ucap Ana menunduk.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memeluknya dan mendekap Ana dengan sapu tangan dan saat itu juga kesadaran Ana mulai menghilang
Dua orang pria bertubuh tinggi besar memakai pakaian serba hitam menggendong Ana masuk kedalam mobil dengan tangan dan kaki yang diikat dan mulut yang di sumpal dengan sapu tangan.
Ana tidak sadarkan diri saat kedua pria itu menculiknya dan membawanya pergi.
Sementara itu Yoon-gi yang mengikuti Ana kehilangan jejak Ana dan tidak bisa menemukannya. Yoon-gi bingung dan mengerahkan seluruh pengawal untuk mencari Ana disetiap sudut kota Seoul.
Yoon-gi mencoba menelfon Ana tapi ponselnya ada dirumah. Yoon-gi merasa bersalah, kesal, kecewa karena tidak memberitahu Ana apa yang sebenarnya terjadi.
4 hari berlalu Yoon-gi masih belum menemukan keberadaan Ana hingga mencari kerumah orang tua angkat Ana dan kerumah orang tuanya tapi hasilnya nihil.
Kedua keluarga besar itu panik karena kehilangan putri yang sangat dicintai terutama Nyonya Min. Kemarahannya meluap karena Yoon-gi baru memberitahu pada keluarga setelah 2 hari menghilangnya Ana.
Polisi dan detektif paling handal semua dikerahkan untuk mencari Ana. Tapi hasilnya tetap mengecewakan.
Nyonya Min yang merasa kehilangan menantu satu-satunya merasa kecewa dengan Yoon-gi karena tidak bisa menjaga Ana dengan baik.
Hari kelima menghilangnya Ana, Seorang pelayan dirumah Yoon-gi meninggal dalam keadaan mengenaskan. Lehernya digorok dengan benda tajam dan salah satu kakinya di silet dari paha hingga kaki bawah dan diperutnya terdapat 25 tusukan.
Kejadian Ana belum terselesaikan dan sekarang kejadian yang mengerikan terjadi dirumah mewah Yoon-gi. Yoon-gi dibuat sangat bingung dan frustasi atas kejadian ini.
"Siapa yang berani melakukan ini semua!!" Ucap Yoon-gi geram dengan mengepalkan tangannya.
"Tuan muda, aku mendapat petunjuk tentang Nyonya muda" ucap Dae Hyun.
"Katakan" ucap Yoon-gi.
"Ada seseorang yang menculiknya dan membawanya ke suatu tempat yang dimana tidak akan terfikirkan oleh seseorang untuk pergi kesana. dari saksi yang didapat oleh detektif, Nyonya dibawa oleh dua orang pria memakai baju hitam dan membawanya dengan mobil. Bukan hanya itu mereka juga mendekap nyonya dan membiusnya" jelas Dae Hyun.
"Siapa saksinya!!" Ucap Yoon-gi.
"Saksi itu baru saja meninggal bersamaan dengan pelayan rumah kemarin, setelah memberikan bukti dan pernyataan pada polisi dan detektif saksi tersebut dibunuh pada malam hari tepatnya pukul 01:00 malam dan dibunuh dengan cara yang sama dengan pelayan rumah kita kemarin" jelas Dae Hyun.
"Apa dia orang yang sama yang menculik Ana?? Karena takut rencananya gagal dia membunuh saksi itu agar tidak bisa memberi bukti lain dan dia membunuh pelayan rumah karena ingin memperingatiku!!" Ucap Yoon-gi geram.
"Lancang!!" Ucap Yoon-gi mengepalkan tangannya.
•Irene?? Apa dia?? Dia nekat??• batin Yoon-gi kesal.
•Akan ku akhiri hidupmu jika benar kau yang menculik Ana!! Irene!!!• batin Yoon-gi mengepalkan tangan dengan kuat.
"Dae Hyun suruh seseorang mengawasi gerak gerik Irene, jika ada yang mencurigakan beritahu aku secepat mungkin" perintah Yoon-gi.
"Baik Tuan muda" ucap Dae Hyun.
Dihari yang sama Tuan dan Nyonya besar Min datang kerumah Yoon-gi karena mendapat kabar duka. Karena kemarin mereka tidak hadir di pemakaman maka mereka datang hari ini.
"Yoon-gi?" Panggil Min Yeo So.
"Appa??" Ucap Yoon-gi terkejut karena kedua orang tuanya datang.
"Apa ada perkembangan?" Tanya Min Yeo So.
__ADS_1
"Aniya appa, tapi ada kabar tentang Ana" ucap Yoon-gi.
"Katakan padaku!! Apa Ana ditemukan??" Tanya Min Ling'er.
"Dae Hyun mengatakan bahwa seorang detektif menemukan saksi mata dimana kejadian Ana diculik saat itu. Dua orang pria berbaju hitam membekap Ana dan membiusnya lalu dibawa pergi dengan mobil" ucap Yoon-gi.
"Kemana mereka membawa menantuku?? Appa min tolong kau suruh seluruh pengawal membantu mencari menantu kita" ucap Min Ling'er menangkup wajahnya menangis.
"Aku tidak tau mereka membawa Ana kemana, tapi Dae Hyun mengatakan bahwa Ana dibawa kesuatu tempat dimana tidak ada satu orang yang bisa kesana" ucap Yoon-gi.
"Suatu tempat yang tidak ada orang yang bisa kesana??" Tanya Min Yeo So.
"Nee Ayah, aku curiga jika itu Irene yang melakukan aksi nekatnya" ucap Yoon-gi.
"Irene?? Kenapa dia?? Kau masih memiliki hubungan dengannya?? Jawab eomma Yoon-gi!!" Ucap Min Ling'er emosi.
"Aniya eomma, aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya, aku sudah memutuskan hubungan kami karena aku sudah mencintai Ana sangat mencintainya eomma" ucap Yoon-gi menenangkan Min Ling'er.
"Lalu kenapa kau bisa yakin bahwa dia pelakunya??" Tanya Min Yeo So.
"Akan aku ceritakan semuanya pada kalian semua Tapi, sebelum itu mian telah menyembunyikan ini dari kalian semua" ucap Yoon-gi.
"Aku merasa bersalah karena sebelumnya tidak menceritakan pada Ana sehingga dia marah dan pergi dari rumah sampai dia diculik, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu pada Ana" sambung Yoon-gi.
"Ana benar, lebih baik menderita bersama daripada melindunginya dengan caraku yang salah, perlindunganku justru membuatku kehilangan dirinya. Perlindungan yang melindunginya juga menyakitinya" ucap Yoon-gi.
"Katakan!! Apa Yang sebenarnya terjadi!!" Ucap Min Ling'er.
"Itu..."
•••Flashback off•••
Kejadian dimana Ana berdiri di balkon rumah saat hujan deras mengguyur kota Seoul sejak pagi hingga menjelang malam.
Yoon-gi hanya tersenyum dan terkekeh melihat Ana seperti Ana kecil. Yoon-gi ingin ikut bersama Ana tapi rasa malas pada dirinya sangatlah besar.
Drrtt drrtt
Ponsel Yoon-gi bergetar dan tertulis nama Irene dilayar ponselnya.
Tutt
Yoon-gi📱:"Ada apa?"
Irene📱:"Ada apa?? Apa kau tidak merindukanku chagiya?"
Yoon-gi📱:"Hmm!!"
Irene📱:"Beberapa hari ini kau tidak menemuiku dan kau selalu sibuk dikantor dan iya!! Kenapa kau menambah keamanan kantormu?? Bahkan security tidak membiarkan aku masuk untuk menemuimu??"
Yoon-gi📱:"Apa ada masalah?? Aku sudah bilang pada seluruh karyawan dan staff kantor hanya istriku yang boleh menemuiku"
Irene📱:"Apa?!!! Lalu aku?? Kau anggap aku apa??"
Yoon-gi📱:"Irene?? Aku sekarang sadar bahwa aku harus setia pada istriku, sebaiknya kita akhiri hubungan gelap ini dan kau lupakanlah aku"
Irene📱:"Kau!! Mana janjimu padaku Min Yoon-gi?!!!! Kau mengatakan bahwa kau akan mencampakkan wanita itu dan akan menyakinkan ibumu agar bisa menerimaku sebagai istrimu!!! Mana yang kau ucapkan dulu!!"
Yoon-gi📱:"Irene?? Mengertilah!! Tolong, kau bisa menemukan pria lain diluar sana selain aku.. aku sudah menikah bagaimanapun juga Ana adalah istriku dan kau hanya kekasihku. Aku ingin akhiri hubungan ini dan tolong jangan menggangguku lagi"
Irene📱:"Tidak!! Tidak akan aku biarkan kau bahagia bersama wanita itu!!! Tidak Yoon-gi tidak!! Jika aku tidak bisa memilikimu itu artinya wanita itu juga tidak boleh!!! Kau akan melihat kematiannya!!"
__ADS_1
Yoon-gi📱:"Kau jangan gila Irene!!! Jika kau berani menyentuh Ana dan melukainya!! Aku tidak akan segan-segan menguburku untuk menemani Ana!!"
Irene📱:"Benarkah!! Semakin kau baik padanya semakin aku menakuti dirinya hingga dia gila!! Tapi jika kau semakin jahat padanya aku tidak akan melakukan apapun karena secara tidak langsung kau sendiri yang akan membuatnya gila!!"
Yoon-gi📱:" Jangan macam-macam!!"
Irene📱:"kita lihat saja kedepannya!! Aku akan membuat istrimu menderita!!"
Yoon-gi 📱:"Irene kau!!....."
Tuutt tuutt tuutt!!
Irene mematikan ponselnya, sejak saat itu Yoon-gi berusaha kasar pada Ana demi melindungi Ana sari ancaman Irene.
Yoon-gi tidak memiliki jalan lain, Yoon-gi juga tidak bisa menceritakan ini pada Ana. Yoon-gi selalu melihat ada ancaman disetiap gerakkan Ana ntah di kantor maupun dirumah.
Terasa berat bagi Yoon-gi tapi demi Ana Yoon-gi melakukan semua itu.
Ntah sampai kapan Yoon-gi bersikap begitu dengan mencari cara untuk menjalani kehidupan normal seperti keluarga.
•••Flashback on•••
"Jadi, Irene mengancammu??" Tanya Min Yeo So.
"Nee ayah, aku terlalu lemah akan hal itu" ucap Yoon-gi.
"Seharusnya kau cerita pada Ana bagaimanapun dia istrimu, kau tidak seharusnya memilih jalan seperti ini untuk melindunginya" ucap Min Yeo So.
"Sekarang kau lihat semua sudah terlambat, Kau belum menceritakan semua ini dan Ana diculik oleh Irene" ucap Min Yeo So.
"Kembalikan putriku" ucap Min Ling'er menangis dan menangkup wajahnya.
"Eomma, tolong jangan menangis.. aku berjanji akan menemukan Ana" ucap Yoon-gi memeluk Min Ling'er.
"Kau sendiri yang mengatakannya dan kau harus menemukan Ana Yoon-gi" ucap Min Ling'er menangis dipelukan Yoon-gi.
"Aku janji eomma" ucap Yoon-gi.
****
Disisi lain dikeluarga angkat Ana juga mendapat kabar bahwa Ana diculik.
Kediaman Kim,
"Apa?!! Kaka diculik??" Ucap Euna terkejut.
"Iya, appa sangat bingung siapa yang menculiknya, aku benar-benar khawatir" ucap Kim So Ji.
"Mereka tega menghilangkan putriku" ucap Kim So Hyundai matanya berkaca-kaca.
•Bagaimana bisa ini terjadi?? Siapa yang menculiknya?? Kenapa... aku hatiku... berkata kalau.... Jimin pelakunya• batin Euna.
"Apa yang harus kita lakukan?? Appa Kim berbuatlah sesuatu untuk menemukan Ana... Huhuhu" ucap So Hyundai menangis dan menangkup wajahnya.
"Aku akan berusaha Hyundai, kau tidak perlu khawatir keluarga Min juga pasti sedang berusaha" ucap So Ji.
"Meskipun aku selalu kasar dan marah padanya, hatiku tetap sakit jika mendapat kabar seperti ini.. dia bukan putri kandungku tapi aku merasa kehilangan, Appa Kim apa yang harus ku lakukan" ucap So Hyundai menangis.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja dan Ana akan segera ditemukan" ucap So Ji memeluk So Hyundai.
Semua orang panik atas menghilangnya Ana ditambah lagi dua pembunuhan yang sama dimalam yang sama. Satu pelayan setia Yoon-gi dan satu lagi saksi mata saat kejadian penculikan Ana.
__ADS_1
Peringatan untuk Yoon-gi dengan cara membunuh pelayan setianya dan menghilangkan bukti dengan cara membunuh saksi mata.