Crystal Snow

Crystal Snow
Episode 30


__ADS_3

Pukul 17:00 sore Ana dan Luna membereskan barang-barang nya sambil bercanda ria.


Seluruh karyawan sudah bersiap untuk pulang Dae Hyun datang dan menjemput Ana atas perintah Yoon-gi.


"Nyonya muda?" Panggil Dae Hyun membulatkan seluruh mata karyawan yang ada di devisi nasional.


Ana berbalik dan melihat Dae Hyun diambang pintu. Seluruh mata karyawan tertuju pada Ana. Dalam keadaan hening wajar saja suara Dae Hyun seakan menggema di ruangan.


Dae Hyun berjalan menghampiri Ana.


"Nyonya.. Tuan muda menunggu anda dimobil" ucap Dae Hyun.


"Ahh.. i..itu... Dae Hyun.. bi..bisakah kau jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya?? Seluruh karyawan menatapku" bisik Ana pada Dae Hyun.


"Mian Nyonya.. tapi Tuan Muda akan marah padaku jika aku memanggil nama anda" ucap Dae Hyun.


"Ahh.. hmm bgtu ya.. ba... Baiklah.. ayo ayo kita keluar.. Luna aku duluan yaa.. sampai jumpa.." ucap Ana berjalan cepat mendahului Dae Hyun.


"Sampai jumpa An" ucap Luna.


Seluruh mata masih tertuju pada Ana sampai Ana keluar ruangan. Ada beberapa kata yang terngiang ditelinga Ana. Kata pujian bahkan kata hujatan pun didengar olehnya.


Malu dan malu itu saja yang dirasakan Ana saat Dae Hyun memanggilnya Nyonya Muda. Dae Hyun segera menyusul Ana yang berjalan cepat didepannya.


Sampai di mobil Yoon-gi sudah melihat wajah masam Ana dan hanya terkekeh.


Bamm..


Ana menutup pintu keras dengan wajah cemberutnya.


"Waee chagia?" Tanya Yoon-gi.


"Oppa.. bisakah kau menyuruh Dae Hyun jangan memanggilku Nyonya saat di kantor.. seluruh karyawan menatapku tadi" ucap Ana memanyunkan bibirnya.


"Ututututu... Kenapa?? Kau malu?? Hmm?? Biar saja kau kan istri Presdir!" Ucap Yoon-gi sombong.


"Heeehhh terserah" ucap Ana menarik nafas kasar.


Dalam perjalanan Yoon-gi terus menggoda Ana agar tersenyum alhasil Ana malah ketawa terbahak-bahak. Langka sekali Yoon-gi tertawa lepas seperti saat itu.

__ADS_1


Kehadiran Ana membuat Yoon-gi memiliki sifat sedikit hangat meksipun hanya padanya. Kebahagiaan yang tidak bisa dituliskan lewat kata-kata ini terlalu panjang jika dituliskan.


Ana hanya berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir sampai tua dan memiliki anak cucu.


****


Disisi lain,


Praakkkk!!! Seorang pria dengan amarah meluap melempar gelas pada seluruh pelayan rumahnya. Siapa lagi jika bukan Jimin.


Pria yang sekarang sudah berubah menjadi seorang psikopat ini amarahnya sedang meluap dan memuncak.


"Kalian begitu banyak orang tapi bisa-bisanya kecolongan dengan 2 orang mata-mata yang dikirim Yoon-gi!!!" Bentaknya dengan amarah yang memuncak.


Seluruh pelayan dan pengawal terdiam mematung dan membisu tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Amarahnya dan suara yang menggema diruang tamu itu terasa akan merobohkan mansion mewah itu.


"Dan lebih parah lagi dia melihat plat nomor mobilku yang berputus margaku!!! Itu akan memudahkan dia untuk mencari pelaku siapa yang menculik Ana!!" Amarah Jimin semakin meluap.


"Kalian semua dengan aku baik-baik!!! Jika penculikan saat itu terbongkar dan Yoon-gi tau bahwa aku yang menculiknya!!! Meskipun aku sendirian akan ku bunuh kalian semua!! Bukan hanya kalian tapi keluarga kalian juga akan mati ditanganku!!" Ucap Jimin dengan amarah yang tidak bisa di kontrol.


Seluruh pelayan dan pengawal tentunya tau bahwa ucapan Jimin itu bukan main-main. Semenjak Jimin tau bahwa Ana menikah dan menghianatinya, Jimin berubah seperti membalikkan buku.


Sontak salah satu pengawal menjawab dengan nada kasar pada Jimin yang membuat Jimin semakin memuncak.


"Jangan menganggap dirimu itu hebat Jimin shii!" Ucap salah satu pengawal yang membuat seluruh pelayan dan pengawal lainnya membulatkan matanya.


Jimin menoleh ke sumber suara yang meneriakinya dengan tatapan tajam dan hawa mematikan dalam dirinya.


"Siapa yang bicara tadii?!!" Ucap Jimin mengepalkan tangannya.


"Aku disini!! Aku yang bicara!! Kau berbicara seakan-akan nyawa manusia hanya ada di tanganmu!! Aku sudha muak menjadi pengawalmu di mansion ini.. jangan berfikir aku tidak berani melawanmu!!" Ucap pengawla itu dengan nada tinggi.


"Kau mengancam kami bahwa akan membunuh kami dan keluarga kami jika rahasiaku terbongkar!! Lalu apa?? Kau memang penjahat Jimin shii!!" Ucap pengawal itu menunjuk Jimin.


Seluruh pengawal hanya terdiam dan membatu mendengar semua ucapan pengawal yang berani melawan Jimin dihadapan semua orang.


"Ya Tuhan.. tolong selamatkan dia dari amarah Tuan Muda atau dia akan mati!! Apa dia sadar apa yang dia katakan!!" Ucap pelayan 1 ketakutan.


"Ssttt.. jika kau berbicara maka nyawamu juga akan hilang.." ucap pelayan 2 mencoba menenangkan.

__ADS_1


"Aku tau itu tapi siapa yang berani melawan Tuan Muda seperti itu?? Ya Tuhan.. apa dia akan dipenggal" ucap pelayan 1.


"Sstt diamlah" ucap pelayan 2.


"Apa kau pikir aku bermain-main dengan ucapanku?!!" Ucap Jimin berjalan mendekati pengawal itu.


"Ckk.. kau pikir semudah itu menemukan keluarga kami dan menghabisinya satu persatu?!! Kau bahkan tidak tau siapa saja keluarga kami apalagi kami begitu banyak disini!!" Ucap pengawal itu menantang Jimin.


"Ohya?!!" Ucap Jimin smrik dan memetik jarinya.


"Baik" ucap Jerry langsung menyalakan layar besar dihadapan para pelayan itu.


"Coba kau lihat dilayar itu!! Apa mereka keluargamu atau bukan?" Ucap Jimin berbisik ditelinga pengawal itu.


Seluruh pengawal dan pelayan membulatkan mata dengan apa yang mereka lihat di layar besar itu. Seluruh keluarga mereka ada dalam video tersebut terutama keluarga dari pengawal yang menantang Jimin barusan.


Pengawal itu spontan terduduk atas apa yang dilihatnya. Keluarganya tergantung dengan nyawa yang sudah tidak ada lagi.


"Kapan... Kapan.. kapan kau membunuh keluargaku!!!" Ucap pengawal terbelalak.


"Sejak kau menantang ku tadi!! Kau pikir aku bermain-main?!! Tidakk!!" Ucap Jimin.


"Bunuh pengawal sialan ini!!" Perintah Jimin.


"Aniyoo!!! Aku mohon ampuni aku!! Tolong!! Kau sudah membunuh seluruh keluargaku aku mohon!! Jangan.. jangan bunuh aku ku mohon!!" Ucap pengawal itu bersujud di kaki Jimin.


Jimin hanya terdiam dan tidak menghiraukan pengawal itu.


Dorr dorr..


Jerry menembak pengawal itu tepat di kepalanya dan sontak pengawal itu kehilangan nyawanya.


"Katakan!! Siapa lagi yang mau ikut bersamanya?!!" Ucap Jimin santai.


Seluruh pelayan dan pengawal hanya terdiam dan membatu melihat kejadian di layar dan didepan mata mereka.


Keluarga mereka ada dalam kendali Jimin jika mereka bertingkah sedikit saja mereka akan kehilangan keluarganya.


Tidak ada satupun yang berkutik ataupun melawannya. Seluruh orang hanya terdiam dan membatu suasana ruang tamu saat itu sangat hening hingga hanya terdengar detik jarum jam.

__ADS_1


__ADS_2