
Malam harinya,
Ana berdiri di balkon kamarnya dengan memegang secangkir teh hangat. Ana menggunakan sweeter panjang yang mencapai pahanya dan menutupi tangan hingga jarinya memakai kaos kaki dan bando putih dikepalanya dan rambut hitam yang menjulang hingga punggung Ana.
Rambut yang terurai terkena angin malam semilir membuat Ana mendapat pelukan dari Yoon-gi.
"Oppa..??" Ucap Ana tersenyum saat melihat Yoon-gi meletakan dagunya di pundaknya.
"Malam ini begitu dingin, kenapa kau disini?? Hmm?" Ucap Yoon-gi memeluk Ana.
"Lihatlah, bulannya begitu indah.." ucap Ana.
"Kau lebih indah dari bulan itu" ucap Yoon-gi.
Ana hanya tersenyum mengelus pipi Yoon-gi yang masih meletakkan dagunya dipundak Ana.
"Oppa??" Panggil Ana.
"Nee chagia" jawab Yoon-gi.
"Mian, Aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu.. bahkan selama aku diculik aku tidak melayanimu" ucap Ana lirih.
"Tidak perlu minta maaf chagia, itu bukan salahmu.. itu salahku.. kau istri terbaik untukku chagiya" ucap Yoon-gi.
"Gomawo" ucap Ana berbalik dan memeluk Yoon-gi.
"Baiklah,, ayo ke kamar dan tidur.. hari semakin larut" ucap Yoon-gi langsung menggendong Ana.
"Oppa.. aku bisa jalan sendiri" ucap Ana memanyunkan bibirnya.
"Aku tidak mau" ucap Yoon-gi menggoda Ana.
"Apa penculik itu tidak memberimu makan dengan baik? Kau semakin ringan chagia, berani sekali mereka!!" Sambung Yoon-gi sambil menggendong Ana menuju kamar.
"Haiss oppa ayolah aku ini sudah berat bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku ini ringan" ucap Ana.
"Kau harus diberi sedikit asupan agar kau semakin berisi" Ucap Yoon-gi.
"Apa maksudmu Oppa??" Tanya Ana.
"Bagaimana jika dirumah ini bertambah satu bayi mungil dan lucu bukankah itu akan lebih seru, atau setidaknya dua tiga atau empat bayi juga tidak masalah" ucap Yoon-gi menatap Ana.
"Mwo??" Ucap Ana membulatkan matanya.
"Atau kau mau lima atau enam? Hm?" Ucap Yoon-gi menggoda Ana.
"Oppa?!!..." ucap Ana terkekeh memukul pelan dada Yoon-gi
"Aaa... membuatnya itu sangat mudah chagia" ucap Yoon-gi terus menggoda Ana.
"Oppa?!!! Hentikan.. dasar mesuuum" ucap Ana menenggelamkan wajahnya didada bidang Yoon-gi.
"Ahahaha.. lihat betapa merahnya wajahmu.. aku bercanda chagia.. baiklah ayo tidur" ucap Yoon-gi menidurkan Ana dan ikut berbaring disebelahnya.
"Selamat malam chagiya" ucap Yoon-gi mengecup bibir Ana sekilas.
"Nee Oppa.. selamat malam" ucap Ana memeluk Yoon-gi.
Yoon-gi mematikan lampu kamarnya dan menyisakan cahaya remang-remang. Ana langsung tertidur dipelukan Yoon-gi. Hari semakin malam dan dingin.
Pagi harinya,
Ana bangun lebih awal sedangkan Yoon-gi masih tertidur. Pagi itu pukul 05:55 pagi, masih terlalu pagi untuk membangunkan Yoon-gi pergi ke kantor.
Kemarin Taehyung menceritakan keadaan Yoon-gi selama Ana di culik, bos besar yang angkuh bisa lemah begitu saja saat kehilangan istri tercintanya.
Ana hanya tersenyum dan mengelus wah Yoon-gi yang masih tertidur. Sebelumnya rasa takut untuk menyentuh Yoon-gi masih ada dalam dirinya.
Tapi kali ini, Ana benar-benar tau kalau Yoon-gi sudah mencintainya meskipun belum mengucapkannya. Ana mencium bibir Yoon-gi lembut, Yoon-gi menyadari ciuman itu dan menarik tengkuk leher agar ciumannya lebih dalam. Ana hanya membulatkan mata karena menyadari Yoon-gi perlahan membuka matanya.
"Emmm" Ana melepaskan ciuman dan menatap Yoon-gi.
"Oppa?!! Kau nakal sekali... Sudah bangun tapi tidak mau bangun" ucap Ana memanyunkan bibirnya.
"Kau yang nakal, kau juga yang membangunkanku.. sekarang aku sudah bangun.. ayo katakan kau mau apa?!" ucap Yoon-gi memeluk tubuh Ana hingga terjatuh di atas tubuhnya.
"Lepaskan" ucap Ana melotot.
"Aihh tatapan mata yang tajam sekali" ucap Yoon-gi.
"Ini namanya melotot Oppa" ucap Ana.
"Melotot seksi" ucap Yoon-gi terkekeh.
"Ya sudah lepaskan aku!! Aku mau ke kamar mandi" ucap Ana.
"Tidak sebelum satu ciuman lagi" ucap Yoon-gi memperkuat pelukannya.
"Ayolah oppa.. aku sudah tidak tahan lagi.." ucap Ana.
"Tidak tahan apa? Mau melakukannya Dipagi hari?...." Tanya Yoon-gi menggoda Ana
"Oppa?!!... Jika oppa masih berbicara lagi aku akan pipis diatas tubuhmu... Ayolah lepaskan" ucap Ana.
"Haisss baiklah... Baiklah" ucap Yoon-gi melepaskan Ana.
__ADS_1
Dengan cepat Ana berlari ke kamar mandi dan menutup pintunya.
"Dasar mesuumm" teriak Ana dari dalam kamar mandi.
"Ana?!! Aku bisa mendengarmu!!!" Teriak Yoon-gi.
"Mian" teriak ana dari dalam kamar mandi dan terdengar suara tawanya.
20 menit berlalu Ana sudah mandi dan bersiap sedangkan Yoon-gi masih mandi saat ini.. Ana menyiapkan pakaian kantornya dan sepatunya.
10 menit kemudian Yoon-gi keluar dari kamar mandi dan melihat Ana duduk santai dibawa AC dengan menonton televisi. Ana juga sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Chagiya?" Panggil Yoon-gi.
"Ah, nee?" Ucap Ana kaget dan berbalik.
"Kau mau ke kantor?" Tanya Yoon-gi.
"Nee, tentu saja.. sudah sebulan aku tidak bekerja" ucap Ana.
"Bagaimana jika semua karyawan bertanya kenapa sebulan ini kau tidak masuk kantor?" Tanya Yoon-gi.
"Aku bilang saja aku menikah dan ijin" ucap Ana santai.
"Eitss diam!! Aku akan mengumumkan bahwa kau istriku" ucap Yoon-gi menarik Ana.
"Oppa lepaskan... Bajuku akan basah jika kau memelukku begini.. lihat.. tubuhmu basah" ucap Ana merengek.
"Ssttt jangan membantah kau ya!! Sekarang bantu aku memakai pakaian" ucap Yoon-gi.
"Manja sekali... Pakailah sendiri" ucap Ana cuek melepaskan pelukan Yoon-gi dan berbalik membelakangi nya.
"Kau mau membantuku atau seminggu kedepan kau tidak akan bisa berjalan?" Ucap Yoon-gi berbisik ditelinga Ana.
Ana membulatkan matanya besar-besar dan berbalik menatap Yoon-gi.
"Oppa?!!.. hmm baiklah baiklah.. mana pakaianmu sini ku pakaikan" ucap Ana.
Yoon-gi hanya terkekeh dan memberikan pakaiannya pada Ana.
10 menit berlalu Yoon-gi sudah rapi dan siap untuk ke kantor. Pagi itu pagi yang sangat bahagia bagi Ana. Impiannya untuk bisa seperti pasangan lainnya telah terwujud meskipun belum sepenuhnya. Setidaknya Yoon-gi tidak kasar lagi padanya.
Ana sedang memakaikan dasi Yoon-gi dan menatap wajah Yoon-gi dalam. Yoon-gi hanya mengerutkan dahinya dan sesekali mencubit hidung Ana.
Setelah siap mereka menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Suasana yang sudah lama diimpikan Ana agar bisa bersama Yoon-gi dan diakui sebagai istri akhirnya terwujud.
Seluruh pelayan menyambut Yoon-gi dan Ana yang turun dari tangga. Semua pelayan juga merasa senang dan bahagia telah kembalinya Nyonya bak malaikat bagi para pelayan.
Semenjak hadirnya Ana dalam hidup Yoon-gi meskipun sempat dingin keras dan kasar. Seluruh pelayan bersyukur karena sekarang Yoon-gi sedikit berubah menjadi Tuan muda yang agak lembut.
"Selamat pagi Tua dan Nyonya" ucap para pelayan.
"Pagi Ahjuma" ucap Ana senyum.
Yoon-gi tidak menjawab bahkan wajahnya sangat datar.
"Oppa senyumlah sedikit" ucap Ana.
"Hiiiii" ucap Yoon-gi memamerkan gigi putihnya yang rapi.
"Bagaimana?? Sudah puas?" Ucap Yoon-gi.
"Bukan seperti itu, tapi seperti ini mmm..." Ucap Ana dengan senyum manis di bibirnya.
"Mmmm" ucap Yoon-gi memperlihatkan senyum gummy nya.
Ana hanya terkekeh melihat suaminya terpaksa senyum dihadapan seluruh pelayan. Semua pelayan hampir saja ketawa, tapi itu akan membuat marah Yoon-gi muncul.
"Dae Hyun?" Panggil Yoon-gi duduk dimeja makan dan makan sarapannya.
"Ya Tuan muda?" Proposal kerja sama dengan perusahaan Park dan Jung sudah selesai?" Tanya Yoon-gi mengunyah makanannya.
"Uhukk uhukk..." Tiba-tiba saja Ana tersedak saat mendengar perusahaan Park.
"Chagiya, kau baik-baik saja??" Tanya Yoon-gi menyodorkan air putih.
"Nee Oppa.. hanya tersedak sedikit" ucap Ana dan mengambil gelas dari tangan Yoon-gi dan meminumnya.
"Proposalnya sudah siap tuan" ucap Dae Hyun.
"Baguslah, hari ini Aku dan Ana akan ke kantor bersama dan akan ku umumkan bahwa Ana adalah istriku" ucap Yoon-gi.
"Baik" ucap Dae Hyun.
Setelah selesai makan Ana dan Yoon-gi menuju kantor.
****
Perusahaan Min,
"Selamat pagi Presdir" sapa para karyawan yang berderet di luar kantor.
"Pagi" ucap Yoon-gi dingin dan masuk dengan menggandeng tangan Ana.
"Sekertaris Tya? Beritahu pada seluruh karya berkumpul di loby kantor sekarang juga" perintah Yoon-gi.
__ADS_1
"Baik Presdir" ucap sekertaris Tya.
"Oppa... Kau yakin?" Tanya Ana.
"Sangat yakin" ucap Yoon-gi santai dengan senyum gummynya.
•bukankah itu Ana karyawan baru yang hampir 2 bulan ini tidak masuk kerja kan• bisik para karyawan.
•kau benar.. kenapa dia bersama Presdir.. apa dia ada hubungan dengan presdir• ucap para karyawan itu bisa didengar Ana.
Ana hanya terdiam dan menundukkan kepalanya dan mengikuti langkah Yoon-gi.
Loby perusahaan,
Seluruh karyawan dan manager berkumpul di loby sesuai perintah Yoon-gi.
"Sekertaris Tya apa semua sudah berkumpul disini?" Tanya Yoon-gi.
"Sesuai perintah Anda Presdir" ucap sekertaris Tya.
"Bagus" ucap Yoon-gi.
Semua orang berbisik saat melihat Yoon-gi yang terus menggandeng tangan Ana disampingnya.
2 manager utamanya yaitu Taehyung dan Jungkook berdiri tepat disamping kiri Yoon-gi Dae Hyun dan sekertaris Tya.
Orang-orang yang bisa ada disamping Yoon-gi adalah orang pilihan dan sangat dipercayainya untuk membantunya.
"Baiklah, jika semua sudah berkumpul aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian" ucap Yoon-gi dengan nada lantang.
"Ana adalah Nyonya muda Min.. dia adalah istriku" ucap Yoon-gi membuat seluruh karyawan membulatkan matanya.
"Meskipun dia hanya karyawan biasa itu tidak akan mengubah statusnya sebagai Istri Presdir... Aku tidak melarang kalian mendekatinya tapi aku harap kalian tau batasan kalian.. aku harap kalian mengerti" ucap Yoon-gi.
•Oppa... Ini berlebihan• batin Ana menunduk.
"Baik presdir" ucap seluruh karyawan.
"Bagus.. semuanya kembali bekerja" perintah Yoon-gi.
Satu persatu karyawan meninggalkan loby dan menuju ke devisi mereka masing-masing. Yoon-gi yang menyadari bahwa Ana menunduk sedari tadi mengangkat dagu Ana dan menatapnya.
"Wae?" Tanya Yoon-gi.
"Ani.. aku.. aku rasa ini berlebihan" ucap Ana gugup.
"Apa yang berlebihan.. kau istriku.. mereka semua harus tau itu.. aku akan membuat papan iklannya juga" ucap Yoon-gi.
"Mwo?!" Ucap Ana membulatkan matanya.
"Apa?? Kenapa?? Ada masalah?" Tanya Yoon-gi.
"Itu berlebihan jangan lakukan itu lagipula mereka semua sudah tau kan? Jadi itu tidak perlu lagi" ucap Ana.
"Kenapa tidak?? Apa yang berlebihan? Aku melajukan ini untuk kita" ucap Yoon-gi menangkup wajah Ana.
"Ehemm heii Hyung?! Ingatlah bahwa kami masih ada disini" ucap Jungkook.
Wajah Ana memerah saat mendengar Jungkook berkata seperti itu dan langsung melepaskan tangan Yoon-gi.
"Siapa yang menyuruhmi tetap disitu? Bukankah aku bilang semua kembali bekerja?!" Ucap Yoon-gi menatap Jungkook.
"Ahh baiklah Hyung.. kalian lanjutkan saja kami akan pergi.. benarkan Jungkook?!" Ucap Taehyung tersenyum pada Jungkook dan mendorong nya untuk pergi bersamanya.
"Ahh ini tidak adil.. aku ini tampan.. kenapa aku belum memiliki pasangaannn dan mereka memamerkan kemesraannya dihadapanku... ini menyebalkan..." Ucap Jungkook sambil mengomel dan berjalan dengan dorongan Taehyung.
"Diamlah.. jangan membuat malu kau ya... Siapa juga yang menyuruhmu jomblo hingga saat ini?! Hmm?!!" ucap Taehyung membekap mulut Jungkook sembari berjalan menjauh dari Yoon-gi dan Ana.
"Pfftt..." Ana terkekeh melihat tingkah Jungkook dan Taehyung.
"Baiklah.. apa sudah puas memandang mereka?!!" Ucap Yoon-gi menatap Ana dengan melipat kedua tangannya didada.
"Ahh.. mian Oppa" ucap Ana terkekeh melihat suaminya.
"Baiklah... Nyonya Muda Min Ana...kembalilah bekerja" ucap Yoon-gi.
"Siap laksanakan Presdir Min Yoon-gi" ucap Ana terkekeh dan berjalan meninggalkan Yoon-gi.
"Nanti malam kau akan mendapat hukuman mu Nyonya" ucap Yoon-gi membuat Ana berbalik dan hanya terkekeh.
Devisi nasional,
Ana berjalan masuk dan seluruh mata tertuju padanya. Ada tatapan sinis dan tatapan penuh senyuman bahagia. Tiba-tiba Luna menghampiri Ana.
"Ana.. mian aku tidak tau bahwa kau istri Presdir yang misterius itu.. aku pernah tidka sopan padamu" ucap Luna.
"Luna.. kau ini bicara apa sih.. kita kan teman jadi untuk apa berkata seperti itu... Aku masih Ana yang sama kau tenang saja" ucap Ana senyum sambil memegangi tangan Ana.
"Apa aku pantas menjadi teman dari istri presdir?" Tanya Luna.
"Kau ini berkata apa.. tentu saja pantas memangnya kenapa tidak" ucap Ana terkekeh.
"Ahh... Ana kau baik sekali" ucap Luna memeluk Ana.
Luna adalah teman pertama Ana saat baru masuk ke kantor hanya saja Luna dari devisi perencanaan jadi mereka jarang bersama. Semenjak Ana diculik oleh Jimin, Luna naik pangkat dan dipindahkan ke devisi Nasional.
__ADS_1