
kita lanjut keceritamya ya guys๐๐๐ Happy reading ๐ค
****
Sementara itu Yoon-gi dan Irene masih dalam perjalanan menggunakan helikopter pribadi untuk menuju Seoul, dalam perjalan Yoon-gi sibuk menatap ponselnya dan menunggu kabar dari Dae Hyun.
"Ckk!!" Kesal Yoon-gi yang tidak mendapat kabar apapun dari Dae Hyun.
"Ada apa denganmu?" Tanya Irene yang sibuk dengan dandanannya.
Yoon-gi tidak menjawab dan diam dalam kesal dan menatap keluar jendela.
Sesampainya dirumah, Yoon-gi langsung menyuruh pengawalnya mengantarkan Irene kembali kerumahnya, meskipun Irene menolak dan memaksakan u tuk tetap dirumah Yoon-gi tapi dengan sekali tatapan tajam Yoon-gi Irene menurut dan kembali kerumahnya.
"Dimana semua orang" ucap Yoon-gi kesal.
"Tuan muda sudah kembali?" Tanya kepala pelayan.
"Diaman semua orang" ucap Yoon-gi dengan tatapan tajamnya.
"Nyonya muda terkena demam berdarah dan dilarikan kerumah sakit bersama Nyonya besar dan Tuan Dae Hyun dan beberapa pengawal" ucap kepala pelayan.
"Apa?? Kenapa tidak ada satupun manusia yang memberitahuku haaa??" Ucap Yoon-gi menendang pot bunga disampingnya.
"Mi...mianhe Tuan muda, Nyonya besar melarang kami memberitahu anda" ucap kepala pelayan.
"Ckk!" Ucap Yoong keluar dan menuju kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Yoon-gi langsung menuju keruang VVIP tempat Ana dirawat. Diluar ruangan terlihat Dae Hyun dan 2 pengawal yang menunggu.
Plakkk!!
Yoon-gi memukul Dae Hyun dan membuat 2 pengawal langsung menundukkan kepalanya.
"Lancang!!! Kau tau Ana sakit dan tidak memberitahuku? Ha?? Kenapa??" Ucap Yoon-gi dengan emosi yang meluap dan mencengkram kerah baju Dae Hyun.
"Mianhe Tuan muda, Nyonya besarlah yang melarang saya untuk menghubungi anda" ucap Dae Hyun.
"Aku tau itu, kenapa kau tidak diam-diam memberitahuku?? Pabo!!" Ucap Yoon-gi melepaskan kerah baju Dae Hyun kasar.
Greeepp,
Pintu terbuka dan Nyonya besar Min terlihat diambang pintu mendengar keributan diluar ruangan.
"Pergi!!" Perintah Yoon-gi yang melihat ibunya diambang pintu.
Ceklek,
Nyonya Min menutup pintu dan berjalan kearah Yoon-gi.
Plakkk!! Satu tamparan mendarat dipipi putih Yoon-gi dan membuat tanda merah disana.
"Masih berani kau datang kemari?" Ucap nyonya min dipenuhi amarah dan air matanya menetes deras.
"Masih berani kau datang Min Yoon-gi?? Kenapa tidak bersenang-senang dengan kekasihmu itu?" Bentak Nyonya Min yang diiringi air matanya berderai.
Yoon-gi hanya terdiam mendengar semua perkataan ibunya.
"Kau lihat akibat ulahmu kau menjadikan istrimu seperti itu, kau lihat!!" Ucap Nyonya Min yang mengundang perhatian banyak orang.
"Keterlaluan!!!" Bentaknya.
"Mianhe eomma" ucap Yoon-gi.
__ADS_1
"Minta maaflah pada istrimu bukan padaku" ucap Nyonya Min berlalu dan meninggalkan Yoon-gi sendiri.
Yoon-gi masih terdiam dan menatap pintu ruang VVIP, perlahan Yoon-gi mulai memegang gagang pintu dan memutarnya untuk membuka pintunya.
Selangkah demi selangkah dia memasuki ruangan dan melihat istrinya terbaring lemah diranjang rumah sakit dengan selang oksigen yang menempel dihidungnya.
Yoon-gi berjalan mendekati Ana dan duduk dikursi samping ranjang dan memegang tangan Ana
"Mianhe Ana, seharusnya aku tidak pergi. Tapi apa boleh buat aku tidak mencintaimu An" ucap Yoon-gi mengelus rambut Ana.
Tiba-tiba saja air mata Ana menetes meskipun matanya masih tertutup dan belum sadarkan diri dan masih dalam pengaruh obat bius.
Yoon-gi masih setia memegangi tangan Ana dan mengelus lembut rambutnya. Meskipun tidak mencintai Ana tapi tetap saja kenyataan tidak bisa dirubah bahwa Ana adalah istrinya.
20 menit berlalu rasa lelah dan kantuk yang Yoon-gi rasakan membuatnya tertidur dengan menggenggam tangan Ana.
Perlahan jari-jari Ana mulai bergerak dan matanya mulai terbuka. Betapa terkejutnya Ana melihat laki-laki yang menggenggam tangannya dan tertidur disampingnya dalam posisi duduk. Senyum Ana mengembang tipis dibibirnya dan mencoba membangunkan suaminya.
"Oppa??" Panggil Ana dengan nada yang masih terdengar lemah.
"Oppa?" Panggil Ana sekali lagi dengan menyentuh rambut Yoon-gi.
Perlahan Yoon-gi membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Dan melihat Ana tersenyum manis dihadapannya.
"Kau sudah sadar?? Bagaimana keadaanmu?? Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu" ucap Yoon-gi berdiri tapi ditahan oleh Ana.
"Aku baik-baik saja" ucap Ana memegang tangan Yoon-gi.
"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu sekali lagi" ucap Yoon-gi melepaskan tangan Ana lembut.
Beberapa menit kemudian dokter serta Nyonya Min datang, betapa senangnya ibu mertuanya itu saat melihat menantunya telah sadar.
"Permisi Tuan biar saya periksa dulu ya" ucap dokter lembut.
5 menit kemudian,
"Kondisinya sudah membaik tapi masih sedikit lemah dan harus banyak istirahat jangan dibiarkan kecapean dan banyak pikiran ini akan mengganggu kondisinya" ucap dokter.
"Syukurlah, gamsahabnida dok" ucap Yoon-gi.
"Apa tadi resep obat yang saya berikan sudah ditebus diapotek?" Tanya dokter.
"Sudah dok" ucap Nyonya Min.
"Baiklah, jangan lupa obatnya diminum secara teratur agar cepat membaik" ucap dokter tersenyum.
"Nee, dokter" ucap Nyonya Min.
"Kalau begitu saya permisi dulu masih ada pasien yang ahrus saya periksa, Nyonya muda lekas sembuh ya. Saya permisi dulu" ucap dokter.
"Baik dok" ucap Yoon-gi.
Saat Yoon-gi akan melangkah mendekati Ana Nyonya Min menghalangi jalan Yoon-gi.
"Minggir, aku mau melihat menantuku" ucap Nyonya min yang membuat langkah Yoon-gi mundur
"Sayang, kau baik-baik saja kan?" Ucap Nyonya Min menggenggam tangan Ana sangat erat dan meneteskan air matanya.
"Ana baik-baik saja eomma, eomma jangan menangis" ucap Ana mengusap air mata ibu mertuanya itu.
Ana sangat beruntung mendapatkan ibu mertua yang sangat menyayangi nya bahkan menangis saat melihat Ana terbaring rumah sakit. Nyonya Min menganggap Ana seperti putri kandungnya sendiri. Rasa sayangnya sangatlah besar untuk Ana.
Wajar saja Yoon-gi adalah anak satu-satunya dikeluarga Min. Hal ini membuat Ana sangat bersyukur mendapatkan mertua sebaik Nyonya Min.
__ADS_1
Setelah 3 hari Ana dirawat dirumah sakit akhirnya Ana diperbolehkan pulang dan Nyonya Min membawa Ana untuk ikut kerumahnya.
"Ana, kau tinggalkan bersama eomma sampai kau benar-benar pulih, eomma khawatir" ucap Nyonya Min.
"Tapi eomma, siapa yang akan mengurus Yoon-gi oppa?" Tanya Ana
"Dirumah kalian banyak pelayan, biarkan saja para pelayan itu yang mengurusnya. Lagian eomma juga banyak waktu luang dirumah saat Appamu pergi kekantor" ucap Nyonya Min.
Ana melirik kearah Yoon-gi melalui spion mobil tengah yang sedang fokus menyetir.
"Tapi eomma.."
"Tidak ada tapi tapian pokoknya kamu ikut kerumah eomma" ucap nyonya Min.
"Ikutlah dengan eomma, sampai keadaanmu benar-benar pulih pelayan dirumah memang banyak tapi mereka juga punya tugas masing-masing dan aku juga sibuk di kantor jika kau bersama eomma kau akan lebih baik" ucap Yoon-gi.
"Lihat, Yoon-gi juga sudah mengijinkanmu tidak ada penolakan lagi" ucap nyonya Min.
"Nee eomma, Ana imut sama eomma" ucap Ana.
"Bagus sayang" ucap Nyonya Min memeluk Ana penuh kasih sayang.
Sesampainya dirumah keluarga Min Yoongi tidak mampir dan langsung berpamitan untuk kekantor karena sejam lagi ada meeting bersama klien.
Ana masih sedikit tidak enak hati dengan Yoon-gi karena beberapa hari ini tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik.
Sudah 2 hari Ana dirumah mertuanya, Yoon-gi selalu datang sepulang dari kantor dan membawa buah dan beberapa susu untuk membantu memulihkan kesehatan Ana.
Ana diperlakukan bak Nyonya dirumah mertuanya. Selain eomma mertua appa mertuanya juga sangat menyanyangi Ana. Wajar saja Ana adalah Ana yang baik cantik dan pintar. Ana benar-benar merasakan kasih sayang yang pernah hilang semasa kecilnya.
Ana benar-benar bahagia bisa menemukan keluarga baru yang sangat mencintai dan menyayanginya.
Seminggu berlalu kondisi Ana sudah membaik dan pulih tolal. Yoon-gi datang untuk menjemput Ana kembali kerumah mereka, tapi mertuanya masih melarangnya untuk hal itu. Tapi tidak ada alasan lagi untuk Ana tetap tinggal.
Seminggu belakangan ini Ana tidak melayani Yoon-gi dan tidak menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik. Ana menyakinkan mertuanya agar memperbolehkannya u tuk pulang bersama Yoon-gi.
"Berjanjilah akan sering datang kemari" ucap Nyonya Min yang tidak mengijinkan Ana pulang.
"Nee, eomma Ana janji akan sering datang kemari" ucap Ana.
"Eomma akan selalu menunggumu nee" ucap Nyonya Min memeluk dan menciumi Ana.
"Nee eomma nee" ucap Ana dengan rasa yang sangat bahagia.
"Ehekmm,, eomma jika kau menciuminya aku tidak akan kedapatan nanti" ucap Yoon-gi yang sedari tadi tidak dihiraukan.
"Biar saja" ucap Nyonya Min.
Ana hanya terkekeh melihat mertuanya seperti itu, rasa sayang dan cinta yang pernah hilang kini ke Bali lagi meskipun tidak dikeluarga yang sama, tapi Ana tetap sangat bahagia dengan hal ini.
Setelah berpamitan Yoon-gi dan Ana menuju rumah mereka. Dalam perjalanan Ana tidak mengatakan apapun begitupun Yoon-gi yang fokus pada stirnya.
Sesampainya dirumah Kepala pelayan yang selalu mengkhawatirkan Ana menyambutnya dengan antusias.
Ana berjalan memasuki rumah dan diikuti Yoon-gi di belakang.
"Dae Hyun, bawa masuk barang-barang yang ada di mobil dan letakkan dikamarku" perintah Yoon-gi.
"Baik Tuan muda" ucap Dae Hyun.
"Istirahatlah, kau pasti lelah" ucap Yoon-gi.
"Nee" ucap Ana berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1