
Happy Reading!!!
Crystall melirik suaminya dengan tatapan sinis, saat ini dirinya tengah duduk di balkon kamar guna menikmati malam indah di negri orang itu.
Sementara Daffa tampak terkikik menyadari tatapan istrinya yang begitu tajam dan mengintimidasi. Daffa memiringkan kepalanya lalu tersenyum tanpa dosa kepada istrinya, tangannya beralih merangkul bahu istrinya itu.
"Kenapa sih, kok Mama Zira natapnya gitu?" tanya Daffa dengan santai.
"Kenapa kenapa, aku yang tanya kenapa bisa langsung jadi padahal baru seminggu kita disini!!" jawab Crystall sewot.
"Hehehe, kan aku tokcer, Mama. Oh iya, lagian kan sebelum kesini juga memang sering main, di rumah, di kantor bahkan di--" ucapan Daffa terhenti karena Crystall buru-buru menutup mulutnya.
"Stop jangan dilanjutin, nyebelin kamu itu!" potong Crystall hendak pergi namun Daffa mencegahnya.
Daffa memegang tangan istrinya lalu menariknya pelan hingga Crystal jatuh terduduk di pangkuannya. la usap lembut wajah cantik Crystal yang semakin bertambah setiap hari atau bahkan setiap menitnya.
Daffa gila, ia benar-benar tergila-gila pada wanita yang berstatus istrinya itu. Hanya Crystall yang bisa membuatnya seperti ini.
"Terima kasih ya." Ucap Daffa diakhiri senyuman yang begitu menawan.
Crystall mengerutkan keningnya, ia menangkup wajah Daffa lalu menatapnya lekat.
"Makasih untuk apa hmm?" tanya Crystall membingkai wajah suaminya.
"Untuk semuanya, untuk kehadiran kamu, kehadiran Adam dan sekarang kehadiran baby." Jawab Daffa seraya beralih mengusap perut Crystall yang masih rata.
"Dan maaf juga atas sikapmu sebelum dan sesudah pernikahan, aku mungkin kurang baik, tapi berkat kamu, berkat kamu aku bisa merubah diri meski belum sepenuhnya sesuai keinginan kamu." Lanjut Daffa dengan tulus dari hatinya.
Crystall tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, ia menyatukan kening mereka lalu mengecup hidung mancung suaminya.
"Bahkan kamu jauh lebih sempurna dari ekspetasi aku selama ini, dan soal masa lalu, lebih baik kita lupakan, aku tidak mau menengok ke belakang jika untuk mengingat masa-masa sakit." Sahut Crystall tak kalah tulus.
__ADS_1
"Jika kamu merasa belum bisa menjadi suami yang baik, lantas bagaimana denganku. Selama ini mungkin aku hanya menyusahkan kamu, aku bukan istri sempur--" ucapan Crystall terhenti karena Daffa mencium bibirnya.
"No, kamu yang paling sempurna buat aku, Adam dan dedek bayi. Karena kesempurnaan itulah aku selalu merasa takut, aku takut kamu pergi dan berakhir meninggalkanku sendiri." Potong Daffa menyelipkan anak rambut Crystall ke belakang telinga.
Setelah tiga tahun dari kebenaran Ayah Cakra, Crystall dan Daffa menjalani pernikahan mereka dengan penuh cinta, membangun cinta yang kian hari kian besar. Daffa yang dingin dan arogan kini sangat mencintai sang istri.
Adapula mengenai kekasih Daffa—Gaby, dimana ketika Daffa, Crystall dan berwarna rekan yang menjalankan tugas di Desa Melati itu, Daffa telah mengetahui akal busuk sang kekasih sehingga ia membalas semua pengkhianatannya tanpa seorang pun yang tahu.
Jejak seorang Gaby tidak di temukan hingga detik ini, banyak kejadian yang telah mereka lalui. Namun, kesabaran dan kerendahan dari masing-masing dapat meredam semua permasalahan di antara keduanya.
Abiseka telah berpulang satu tahun lalu, setelah satu bulan Crystall melahirkan putra pertama mereka—Adam Ananta Effendi.
Dan kini, pasangan itu dikaruniai anak yang baru menginjak beberapa minggu.
Crystall tersenyum tipis, ia mengangukkan kepalanya. "Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, tapi aku jujur jika selama beberapa tahun terakhir aku telah mengkhianati kamu. Aku selingkuh!" ujar Crystall dengan santainya.
"Maksud kamu?" tanya Daffa pelan, terlihat dari wajahnya ia panik.
"Sayang!!!!!" rengek Daffa yang hampir kehilangan nyawa akibat ucapan istrinya itu.
Crystall terkekeh, ia menarik kepala Daffa ke dadanya, ia usap dengan lembut rambut Daffa sesekali ia cium.
Jika dulu Crystall begitu membenci Daffa karena sifatnya yang pemaksa, egois dan tak berperasaan, maka kini sebaliknya, ia sangat mencintai suaminya karena sikap dewasa yang suaminya miliki.
"Zira, aku sangat mencintaimu." Bisik Daffa di telinga istrinya.
Crystall tersenyum, ia semakin mengeratkan pelukannya. "Aku juga, Mas. Aku juga mencintai kamu dan keluarga kita." Sahut Crystall.
Daffa menjauhkan kepalanya, ia mendongak menatap wajah Crystall yang sedikit gelap akibat pantulan lampu yang ada di sana. Daffa menarik lembut kepala istrinya lalu ia cium dengan hangat bibir Crystall.
Crystall membalas pangutan suaminya, ia bahkan mengusap seduktif belakang kepala Daffa yang mana membuat ciuman diantara mereka semakin panas.
__ADS_1
"Aku tidak akan minta olahraga malam kok, Sayang. Aku paham dengan kondisi kamu yang sedang hamil muda." Celetuk Daffa mengusap bibir basah istrinya.
"Lagian siapa yang mau!" timpal Crystall sewot.
Daffa tertawa keras, ia kembali menarik kepala istrinya lalu mencium dan menyesap dalam-dalam bibir manis yang hanya dimiliki oleh istrinya, dan apapun yang Crystall miliki maka itu juga miliknya termasuk semua yang ada dalam diri wanita cantik calon dua anak.
"Mama Zira adalah Mama muda kesayanganku." Ujar Daffa asal-asalan.
"Dan Papa Daffa adalah dunia ku." Balas Crystall diakhiri kedipan mata yang membuat jantung Daffa mencelos.
Crystall terkekeh melihat suaminya terdiam, ia mencium kedua pipi suaminya lalu kembali memeluknya erat. Daffa dan Crystall mungkin bulan pasangan pengantin baru, namun kemesraan diantara mereka bahkan melebihi pasangan baru menikah.
Sifat Daffa yang tegas dan manja diwaktu berbeda membuat Crystall yang malu-malu dan emosian begitu mencintainya, sebaliknya begitu.
Pasangan Daffa dan Crystall ada untuk saling melengkapi, meski pertemuan mereka bukan hal baik, namun hubungan yang mereka jalin suci dan penuh akan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang semoga selalu bersama dengan mereka.
Kisah yang berawal dari perjodohan kini mereka merasakan luar biasanya sebuah cinta, dengan melengkapi dan memberi sebuah perasaan, hubungan diantara Crystall dan Daffa akan terus terjalin. Sama sekali dengan adanya pertengkaran kecil, Daffa yang akan mengorbankan ego-nya, merendahkan suaranya, hingga sang istri yang sangat dia cintai melebur.
Crystall dan Daffa, dengan buah cinta mereka Adam Ananta Effendi. Seorang bayi laki-laki yang merupakan perpaduan antara Daffa dan Crystall, bayi yang sangat imut dan menggemaskan.
Sampai ketika waktu berlalu, malam berganti dan bulan berpindah. Crystall telah melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik, anak kedua mereka di beri nama Intan Aurora Effendi.
Kebahagiaan keluarga Effendi tak terasa meluap-luap, meninggikan volume samudera, merendahkan kapasitas langit. Crystall dan Daffa adalah bentuk nyata dari kisah dengan memperjuangkan hak cintanya dalam sebuah hubungan. Karena dalam surat takdir, keduanya telah di satukan oleh tinta-tinta aroma kehidupan.
Crystall Is Mine, Crystall hanya milik Daffa seorang. Hanya Daffa Louise Effendi.
...END...
...----------------...
__ADS_1