
Aku berdiri didepan cermin kamar ku. Sejenak aku membayangkan mama berdiri dihadapan ku. Aku merasa wajah ku sangat mirip dengan mama.
Apa lagi dress maroon yang ku pakai saat ini adalah dress milik mama saat masih muda. Aku tak menyangka bisa memakainya dengan sangat pas. Dan aku baru menyadari bahwa aku sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.
Bodycon Dress ini terlihat lebih sexy dari dress yang ku pakai kemarin. Potongan lehernya sangat lebar, sehingga memperlihatkan tulang dada ku, dan bentuknya yang slim membuat bentuk tubuh ku terlihat sangat jelas.
Lagi-lagi aku tiba di club lebih awal. Masih ada waktu untuk aku mempersiapkan diri. Terlihat dari jauh Kekey datang menghampiri ku.
Kekey memuji penampilan ku malam ini. Ia juga mengingatkan ku untuk tidak lupa mengenakan lipstick pemberiannya.
Aku langsung menuju toilet dan mengenakan lipsticknya. Setelah selesai dan sedikit merapikan penampilan ku, Kekey kembali datang menghampiri ku.
“Qeezya, pria itu sudah menunggu mu” Ucap Kekey
Seketika jantung ku berdetak cepat, aku merasa sedikit takut.
“Dia duduk disana, mari aku antar” Lanjut Kekey sambil menuntun ku
Kaki ku mulai lemas dan tangan ku terasa dingin. Sepanjang jalan aku mencoba mengontrol nafas ku.
Kami tiba dimana pria itu menunggu ku. Ia terlihat masih mengenakan pakaian kerja, rapi dengan setelan jasnya. Wajahnya menunjukan jelas bahwa ia pria dewasa yang umurnya sudah pasti jauh diatas aku.
“Tuan ini wanita yang saya maksud” Ucap Kekey mamperkenalkan ku
“Oke.. Terimakasih” Ucap pria itu sambil tersenyum
“Kamu harus memberikan kesan yang bagus. Semoga berhasil” Bisik Kekey sebelum pergi meninggalkan kami
“Duduk” Ucap pria itu memerintah ku
Dengan sedikit gemetar aku duduk di sampingnya, dengan sedikit jarak. Aroma parfumnya tercium sangat jelas, dan memiliki aroma yang sangat khas,
“Umur kamu berapa?” Tanyanya
“23 tahun” Jawab ku
Ia terlihat tertawa kecil
“Ternyata benar, masih anak kecil” Ucapnya meremehkan
__ADS_1
“Tapi aku bisa seperti wanita dewasa” Jawab ku ketus
“Nama kamu siapa?” Tanyanya lagi
Aku diam sejenak, aku tidak ingin mengucapkan nama asli ku
“Gea” Jawab ku “Nama Bapak siapa?” Tanya ku balik
“Di usia kamu memang seharusnya memnggil ku seperti itu” Jawabnya
Aku terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Bahkan pria ini tak menyebutkan namanya, aku juga lupa menanyakan pada Kekey.
“Sebentar lagi teman-teman saya tiba, kamu harus bersikap sebagaimana mestinya” Ucapnya dingin
Pria tua ini sungguh membuat aku sedikit emosi. Nada bicaranya sangat dingin dan penuh kuasa.
Selang beberapa saat teman-temannya tiba. Jantung ku kembali berdetak, dan tangan ku mulai berkeringat dingin. Ini saatnya aku berakting.
Pria tua ini berdiri menyambut teman-temannya. Terlihat ada 3 orang pria, semua masih mengenakan setelan jas, hanya saja mereka terlihat lebih tua dari pria ini dan masing-masing menggandeng seorang wanita.
“Wah.. Pak Presiden Direktur kali ini wanita mu imut sekali” Ucap salah satu temannya
Pria tua ini kemudian menatap ku sambil tersenyum. Astaga aku sampai lupa peranku, aku langsung meraih lengan pria tua ini dan merangkulnya.
Aku memperhatikan para wanita yang duduk bersama temannya itu, mereka terlihat begitu lihai melayani prianya.
Apakah aku juga harus bersikap seperti mereka?
Aku mencoba untuk tenang, dan mengikuti keadaan. Aku berharap semua ini cepat berakhir.
Aku merapatkan duduk ku dengan pria tua ini, seakan tidak ada jarak. Aku merangkul tangannya dan sesekali bersandar di lengannya. Pria tua ini hanya diam menerima perbuatan ku.
Kemudian aku mengambil botol minuman dan menuangkan ke gelasnya. Ia menerima minuman ku. Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke telingaku.
“Kamu juga harus minum” Bisik pria tua ini
Aku langsung menatap wajahnya sambil membesarkan kedua mata ku.
Apa aku harus melakukannya?
__ADS_1
Ku lihat para wanitu itu ikut minum bersama prianya.
Oh tuhan aku akan melakukannya
Aku langsung mengambil gelas dan menuangkan minumannya.
Baru 2 gelas rasanya kepala ku sudah terasa berat. Ini karna sudah lama aku tidak minum minuman seperti ini. Aku berusaha menahannya.
Salah satu temannya menuangkan minuman lagi ke gelas ku. Dia meminta ku untuk meminumnya sebagai tanda perkenalan.
Aku merasa di kerjai oleh mereka. Sepertinya mereka tau aku tidak bisa minum.
“Wanita mu kurang lihai” Ucap salah satu temannya
Pria tua ini hanya tersenyum. Kepala ku benar-benar berat, perut ku terasa mual. Aku ingin segera memuntahkannya. Aku izin pergi ke toilet.
Setibanya di toilet, aku langsung memuntahkannya. Akhirnya perut ku mulai terasa sedikit enteng, pusing dikepala ku masih bisa ku tahan.
Aku merapikan kembali penampilan ku sebelum kembali keluar, dan mencoba bersikap tenang.
Pertemuan malam ini akhirnya berakhir, teman-temannya mulai pamit sambil membawa teman wanitanya pergi. Aku masih duduk bersama pria tua ini.
“Jangan terlalu di paksakan” Ucap pria tua ini sambil memberiku sebuah amplop berisi uang “Kamu boleh pulang” Lanjutnya lagi sambil beranjak pergi meninggalkan ku.
Seketika aku langsung menjatuhkan kepalaku di atas meja.
“Qeezya.. Kamu nggak apa-apa?” Tanya Kekey yang datang menghampiri ku
“Iya aku nggak apa-apa” Jawab ku masih dengan kepala tersandar di atas meja
“Mau aku pesankan taxi?”
“Boleh.. Aku mau pulang istirahat” Ucap ku lemas
Kekey langsung memesankan ku taxi.
—————
Sesampainya aku dirumah, kulihat sudah jam 3 pagi. Tanpa mengganti pakaian dan membersihkan make up aku langsung merebahkan tubuh ku di atas kasur.
__ADS_1