DEMI UANG

DEMI UANG
KEBERUNTUNGAN


__ADS_3

Aku tiba di depan kamar hotel pukul 07:30.


Karna niat ku datang ke sini hanya untuk meminta uang ku lalu pergi, jadi aku hanya berpakaian seadanya, dengan t-shirt putih dan celana jeans panjang biru.


Aku bergegas masuk ke dalam kamar, dan apa yang aku lihat? Pria tua itu sudah tidak berada di sana. Kamar itu tampak kosong, bahkan sudah sangat bersih dan juga rapi.


Bagaimana bisa hanya dalam waktu kurang dari 4 jam aku meninggalkan orang yang sedang mabuk berat di kamar itu, sekarang dia sudah tidak ada di sana


Aku terduduk lemas di pinggir kasur. Aku menyesal kenapa malam itu aku memutuskan untuk pulang lebih dulu sebelum menerima uangnya.


Aku juga sudah berusaha untuk buru-buru datang ke sini. Tapi apa yang aku dapat? Nihil!


Menyesakkan sekali rasanya. Apa yang aku lakukan malam tadi seakan percuma, hanya mempermainkan diri ku saja.


Aku terdiam sejenak merenungi nasib ku. Kenapa aku begitu sial! Pikir ku.


Tiba-tiba aku mengingat sosok Kekey. Seseorang yang mungkin bisa membantu ku dalam masalah ini.


Tanpa berpikir panjang aku langsung mengambil handphone di dalam tas kecil ku, dan langsung menghubunginya.


“Hallo..” Terdengan suara wanita dari seberang telpon


“Key.. Kamu di mana?” Tanya ku


“Aku lagi di kos. Ada apa Qeez?”


“Oo.. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan” Ucap ku


“Apa?”


“Bagaimana kalau kita ketemuan aja? Biar lebih enak ngobrolnya.” Pinta ku


“Oke boleh, kebetulan aku juga mau keluar. Kamu lagi di mana?”


“Aku lagi di salah satu hotel dekat pusat kota”


“Kita ketemuan di dekat sana aja. Ada tempat ngopi yang enak nggak jauh dari sana, aku akan kirimkan alamatnya” Ucap Kekey


“Oke! Aku tunggu ya”


Aku sengaja meminta Kekey untuk bertemu secara langsung. Karna aku malu menceritakan masalah ini hanya lewat telpon.

__ADS_1


Aku langsung berdiri dan bergegas keluar kamar menuju lift. Saat di dalam lift handphone ku bergetar. Ku lihat pesan masuk dari Kekey, ia mengirimkan alamat yang ia maksud.


Aku keluar dari lift dan berjalan menuju lobby. Handphone ku kembali bergetar, panggilan masuk dari nomor tak di kenal. Aku langsung menerimanya.


“Hallo..” Jawab ku sambil berjalan menuju pintu keluar hotel


“Selamat pagi..” Terdengar suara wanita dengan nada yang sangat lembut dan juga formal


“Iya selamat pagi..” Balas ku sopan


Aku menghentikan langkah ku sebelum melewati pintu


“Benar dengan saudari Qeezya Aileen?”


“Iya saya sendiri”


“Kami dari perusahaan Flowering Group ingin mengabarkan bahwa anda diterima bekerja diperusahaan kami, dan mulai besok anda sudah bisa bekerja. Kami harap anda tidak terlambat”


Tubuh ku terdiam kaku seketika.


Betapa terkejutnya aku mendengar ucapan wanita itu. Aku seakan tak percaya Apa yang baru saja aku dengar.


Aku tak menyangka bisa diterima bekerja diperusahaan itu. Aku kira aku sudah ditolak. Karna hampir 3 minggu sudah setelah aku mengikuti interview waktu itu, dan baru hari ini aku di beri kabar bahwa aku di terima bekerja di sana.


Ini benar-benar kabar mengejutkan. Aku jadi memiliki semangat lagi untuk menjalani hari-hari ku.


Aku pikir, aku tidak akan pernah mendapati keberuntungan, setelah apa yang aku alami belakangan ini. Tapi pikiran ku salah. Ternyata keberuntungan itu masih bisa berpihak ke pada ku.


—————


Kekey memesan hot milk tea dan roti panggang keju. Sedangkan aku hanya memesan hot green tea saja.


“Kamu nggak makan?” Tanya Kekey


“Nggak.. Aku terlalu bahagia pagi ini, jadi nggak memiliki rasa lapar” Jawab ku sambil tersenyum bahagia


Kekey pun ikut tersenyum melihat ku ceria pagi ini.


“Kamu mau bicarakan apa?” Tanya Kekey sambil mengangkat cangkir minumannya


“Tadinya aku ingin minta bantuan kamu. Tapi sudahlah lupakan aja. Ada yang lebih membahagiakan dari masalah itu” Jawab ku

__ADS_1


“Apa itu?” Tanya Kekey penasaran


“Tadi sebelum aku ke sini, aku di telpon salah satu perusahaan besar yang sebelumnya aku sudah pernah mengikuti interview di sana, mereka menerima aku untuk bekerja di perusahaan mereka. Dan mulai besok aku sudah bisa bekerja" Cerita ku penuh semangat


“Wah.. Bagus dong.. Aku ikut senang mendengarnya. Selamat ya” Ucap Kekey sambil mengulurkan tangan memberikan selamat pada ku


Aku meraih tangannya penuh kegembiraan. Aku tak menyangka Kekey memberika respon yang sangat baik. Seperti seorang sahabat yang ikut bahagia saat melihat sahabatnya bahagia.


“Abis ini kamu ke mana? Tanya ku


“Aku rencana mau cari kosan didekat tempat kerja ku, Kebetulan hari ini aku lagi libur”


“Oo.. Emang kos kamu yang sekarang jauh?


“Iya.. Perlu waktu 30 menit untuk sampai ke tempat kerja. Apa lagi aku pulangnya selalu pagi. Jadi lebih baik aku cari kos yang dekat dengan tempat kerja” Keluh Kekey


“Bagaimana kalau kamu ngekos di rumah aku aja. Kebetulan rumah ku nggak jauh dari tempat kerja kamu” Tawar ku


Aku rasa ini ide yang bagus. Setidaknya aku jadi punya teman di rumah, Ada orang yang bisa aku ajak ngobrol, dan tidak perlu merasa bosan lagi kalau lagi dirumah.


“Rumah kamu?”


“Iya! Aku juga tinggal sendirian dirumah”


“Nggak ah.. Aku nggak mau” Jawab Kekey menolak


"Kenapa?"


"Aku nggak enak"


“Nggak enak kenapa? Masalah bayaran?" Tanya ku to the point


“Iya.. Kamu minta bayaran berapa kalau aku ngekos di rumah kamu” Tanyanya sedikit canggung


“Sebenarnya aku nggak mau menerima uang dari kamu. Tapi begini saja.. biar kita sama-sama merasa enak, kamu hanya perlu membayar tagihan listrik dan air setiap bulannya. Nggak banyak kok, aku rasa itu lebih kecil dari bulanan kos kamu sebelumnya. Karena kita hanya tinggal berdua dan jarang di rumah. Bagaimana?"


“Aku benar-benar merasa nggak enak..”


“Udah santai saja, anggap aja kita sama-sama anak kos di rumah ku"


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2