
🎶 Zeet..zeet.. Zeet.. 🎶
[Kekey memanggil...]
"Iya Key.." Jawabku
"Qeezya.. hari ini kamu punya kesibukan?" Tanyanya
"Nggak ada. Ada apa Key?"
"Pria kemarin memintamu untuk menemaninya lagi malam ini. Apa kamu mau?" Tanya Kekey sedikit terbata
Aku kaget mendengar ucapan Kekey. Aku nggak sungguh-sungguh dengan pekerjaan seperti ini. Tapi kenapa pria itu malah meminta ku untuk menemaninya lagi. Emang kesan seperti apa yang sudah aku buat sampai dia menginginkan aku lagi.
"Kalau kamu nggak mau, kamu boleh menolaknya. Aku akan bilang ke pria itu kalau kamu nggak bisa" Lanjut Kekey sebelum mendengar jawaban ku
Terdengar dari nada bicaranya Kekey seperti merasa tidak enak saat memberitahuku masalah ini. Dia seakan menjaga perasaan ku, tidak ingin membuat aku tersinggung.
"Apa benar wanita yang diinginkan pria itu adalah aku?" Tanyaku memastikan
"Sebenarnya aku kurang yakin, soalnya nama yang dia sebut bukan nama kamu. Tapi dia mengatakan wanita yang menemaninya terakhir di club tempat aku bekerja. Setau aku itu kamu" Jelas Kekey
"Siapa nama yang dia sebut?" Tanyaku lagi
"Aku nggak ingat, nama itu asing bagiku. Lagian aku nggak pernah merasa ngenalin dia dengan wanita bernama itu"
"Apa dia menyebut Gea?"
"Iya benar Gea" Jawab Kekey spontan
"Iya itu aku, aku ngenalin diri dengan nama itu"
__ADS_1
Aku sengaja tidak menggunakan nama asli. Karna aku menganggap yang bekerja seperti itu bukanlah aku, tapi orang lain. Aku melakukannya hanya demi uang, bukan untuk merendahkan harga diriku.
"Ternyata benar kamu" Ucap Kekey
"Kamu jangan pernah memberi tahu nama asliku ya Key" Pesanku
"Aku mengerti.. Aku nggak akan ikut campur masalah pribadi kamu" Ucap Kekey meyakinkan ku.
Aku beruntung punya Kekey saat ini. Dia benar-benar mengerti perasaanku. Dia teman yang baik disaat aku mengalami hal sulit seperti ini.
"Baiklah, aku mau menemaninya malam ini" Jawabku
Aku menerimanya karna uang. Jika bukan karna keuanganku yang semakin memburuk, aku tidak akan menerimanya.
"Kamu serius Qeezya?" Tanya Kekey meyakinkan jawabanku
"Iya aku mau"
"Aku serius Key.. Dia juga nggak akan macam-macam kok. Aku pasti bisa melewatinya" Nada bicaraku penuh percaya diri "Jam berapa aku harus menemuinya?" Lanjut tanyaku
"Jam 10 malam. Tapi kali ini bukan di club tempat ku bekerja, tapi disebuah tempat karaoke. Kalau kamu serius aku akan mengirimkan alamatnya ke kamu"
"Aku akan datang tepat waktu" Jawabku tegas
—————
Pukul 22:00 aku tiba disebuah tempat karaoke elite dikota ini. Ini pertama kalinya aku memasuki tempat karaoke sebesar ini.
Aku mengenakan mini dress berwarna hitam, dan juga wedges hitam dengan tinggi 5 cm. Rambut ku yang pendek kubiarkan tergerai cantik. Makeup yang ku pakai agak ku tonjolkan malam ini, dan seperti biasa aku mengenakan lipstick pemberian dari Kekey. Aku benar-benar terlihat seperti wanita dewasa malam ini.
Aku tiba didepan ruang karaoke yang dijanjikan, yaitu room 215. Saat aku membuka pintu, sudah ada banyak orang didalam ruangan ini.
__ADS_1
Apa aku setelat ini? Padahal aku datang tepat pada waktu yang dijanjikan.
Semua mata tertuju padaku. Aku menjadi sedikit nervous, sama rasanya seperti memasuki ruang interview.
Aku masih berdiri diposisi yang sama saat aku masuk. Ruangan ini sangat besar dan luas. Aku meliarkan pandanganku mencari pria itu. Karna lampunya hanya menggunakan lampu sorot yang berputas aku agak kesulitan menemukamnya.
Tepat sekitar 5 meter dari hadapan ku pria itu berdiri menyambut kedatanganku. Perlahan aku melangkah menghampirinya. Tetapi aku merasa seperti diperhatikan oleh orang-orang didalam ruangan ini.
Apa ada yang salah dari penampilanku? Apa make up ku terlihat berlebihan? Tiba-tiba saja aku merasa wajahku sangat tebal, aku jadi kurang percaya diri dengan penampilanku malam ini.
Pria ini masih sama seperti sebelumnya, masih mengenakan pakaian kerja rapi dengan setelan jasnya.
Iya masih berdiri saat aku tiba dihadapannya.
"Maaf saya terlambat" Ucapku sambil membungkukkan sedikit badanku tanda menghormatinya
Padahal aku merasa tidak terlambat, hanya saja karna pas aku datang semua sudah ada didalam.
Pria ini diam tak menjawab ucapanku. Sikapnya sangat dingin. Padahal dia yang memintaku datang untuk menemaninya. Tapi kenapa pria ini malah bersikap dingin pada ku.
"Dasar pria tua menyebalkan" Gumamku geram
Kemudian pria itu duduk, dan akupun ikut duduk disampingnya.
"Wanitamu Okey juga pak Presdir" Ucap pria disamping kiri pria tua ini.
Pria tua ini hanya tersenyum, dan masih bersikap dingin padaku.
Apa yang salah dengan pria tua ini? Apa dia salah makan? atau tidak menyukai penampilanku malam ini. Tapi apa masalah dia? Aku hanya wanita panggilan baginya. Mau nggak mau dia harus menerima penampilanku, yang penting aku melayaninya dengan benar.
Lagian aku masih belum tau siapa nama pria ini. Memang pantas kau ku panggil pria tua.
__ADS_1