
Setatus pekerjaan ku masih dalam masa percobaan selama 6 bulan, dan aku sudah menandatangani kontraknya.
Kata Sekretaris Clarisa jika aku bisa menunjukan kinerja yang baik, aku bisa langsung di kontrak selama 2 tahun setelah selesai masa percobaan. Dan bonus yang aku dapatkan bisa mencapai 2x lipat dari gaji yang akan aku terima disetiap bulannya.
Gaji bulanan selama masa percobaan yang akan aku terima nanti saja sudah sangat besar, apa lagi jika aku menerimanya 2x lipat dari ini.
Ini benar-benar memotivasi aku untuk semangat dalam bekerja. Agar bisa mempertahankan posisi kerja ku sampai nanti aku bisa menandatangani kontrak itu.
Aku berharap bisa menandatanganinya, karna bagiku mendapatkan pekerjaan ini sangatlah susah. Jadi aku harus bisa mempertahankannya dengan semangat ku.
“Assistant Qeezya..” Panggil Sekretaris Clarisa dari meja kerjanya
Ia meminta ku untuk datang kemejanya. Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan katanya.
Di dalam ruangan ini hanya ada kami berdua yang menempati, karna ruangan ini berada tepat di depan ruangan Presiden Direktur, jadi ruangan ini di khususkan hanya untuk Sekretarisnya saja. Dan karna aku adalah Assistant Sekretaris Clarisa jadi meja ku berada tepat di samping mejanya.
Aku berdiri di depan mejannya.
“Iya Sekretaris Clarisa. Ada apa?”
“Kerja kamu hari ini cukup bagus. Saya senang dengan kinerja kamu, dan saya harap kamu bisa mempertahankan semangat kerja seperti ini setiap harinya” Ucap Sekretaris Clarisa memuji kinerjaku di hari pertama aku bekerja.
“Terimakasih Sekretaris Clarisa. Saya pasti akan selalu bersemangat dalam bekerja. Untuk itu mohon bimbingannya selalu” Ucap ku berterimakasih.
__ADS_1
Sekretaris Clarisa tersenyum manis mendengar ucapan ku. Ia juga menatap mata ku dengan sangat tajam. Membuat aku merasa grogi.
“Sebenarnya saya belum pernah di beri assistant seperti ini sebelumnya. Karna tugas sekretaris hanya bekerja untuk Presdir saja” Ucap Sekretaris Clarisa dengan nada bicara bersahabat. “Tetapi karna tugas saya begitu banyak dalam mengurus agenda, laporan, dan harus selalu bisa mendampingi Presdir setiap saat, membuat saya jadi sedikit merasa kerepotan. Untuk itu saya mengajukan permintaan seorang Assistant agar bisa membantu sebagian tugas saya dalam membuat laporan”Lanjutnya memberi penjelasan.
Sebelumnya aku sudah tau kalau tugas sekretaris itu sangatlah banyak. Tapi aku tidak tau akan seberat ini. Mungkin karna perusahaan ini sangatlah besar, jadi Sekretaris Clarisa membutuhkan bantuan assistant untuk bisa membatu pekerjaannya.
“Terimakasih Sekretaris Clarisa. Anda membuat saya jadi ada kesempatan bekerja di perusahaan ini. Saya janji akan bekerja keras untuk anda” Janji ku
Sekretaris Clarisa kembali tersenyum mendengar ucapan ku.
Tidak hanya cantik dan pintar, Sekretaris Clarisa juga memiliki hati yang sangat baik. Aku bangga bisa menjadi Assistantnya.
“Oh iya, Presdir kita dalam waktu 1 minggu ini tidak akan datang ke perusahaan. Karna sedang berada di luar negri untuk urusan keluarga. Jadi saya belum bisa memperkenalkan mu padanya secara langsung”
“Mumpung beliau sedang tidak ada di sini, jadi saya punya kesempatan untuk memberitahu mu seperti apa Presdir perusahaan kita. Agar kamu bisa memberi sikap yang benar saat bertemu dengannya nanti. Meskipun kerja kamu tidak langsung berurusan dengan Presdir, tapi kamu akan sering bertemu dengannya”
Seketika suasana menjadi hening. Aku benar-benar serius mendengarkannya.
“Presdir Ducan memiliki nama lengkap yaitu Ducan Arion Ansell”
Ya, aku sudah mendengar nama itu di setiap berkas yang ku baca.
“Ia memiliki disiplin diri yang ketat, profesional dan pekerja keras. Ia tidak suka menunda-nunda pekerjaan, apa lagi suatu kecerobohan. Orang-orang mengenalnya berhati dingin, berbicara jika penting saja”
__ADS_1
Mengerikan sekali. Aku jadi harus berhati-hati jika nanti ada kesempatan untuk menghadapinya.
“Jadi hindari membuat kesalahan sekecil apapun saat berurusan dengannya”
“Siap Sekretaris Clarisa. Saya akan mengingatnya”
Aku jadi penasaran seperti apa wujudnya. Apakah faktor usia membuat seseorang jadi memiliki sifat seperti itu. Aku membayangkan bahwa Presdir perusanaan ini adalah seorang pria tua yang mungkin sedang mengalami masa puber terakhir. Hahaha.
“Pekerjaan hari ini cukup, dan kamu sudah boleh pulang”
“Baik.. Terimakasih Sekretaris Clarisa” Pamit ku
—————
Setibanya aku di rumah. Aku langsung merebahkan tubuh ku di atas kasur. Ku luruskan otot-otot ku yang dari tadi tegang karna duduk lama di depan komputer, dan beberapa kali juga aku bolak-balik mengantar berkas kebeberapa managemen perusahaan.
Ternyata bekerja di perusahaan besar sangatlah melelahkan. Bagaimana bisa sebelum ada aku Sekretaris Clarisa mengerjakan pekerjaan itu seorang diri.
Dia benar-benar wanita hebat, tidak salah jika aku mengidolakannya.
BERSAMBUNG...
Author: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.
__ADS_1