DEMI UANG

DEMI UANG
HARI PATAH HATI


__ADS_3

Hari ini akan menjadi hari pata hatiku. Dimana aku akan menyaksikan laki-laki yang aku cintai bersanding bahagia dengan wanita lain.


Aku sudah mempersiapkan diri sejak tadi sore, agar terlihat cantik malam ini. Tidak tau ini semua aku tunjukan untuk siapa. Hanya saja, aku menganggap ini sebagai alasan untuk menutupi kesedihanku.


Aku tiba didepan gedung acara. Perlahan aku melangkahkan kaki berjalan masuk, sambil menggenggam clutch bag berwarna gold. Hadiah yang ku bawa sudah ku serahkan pada penerima tamu saat dipintu masuk. Acaranya terlihat sangat meriah, karna banyak yang menghadiri.


Kedua mempelai belum bisa kulihat, karna terlalu ramai disini dan panggungnya jauh didepan sana.


“Qeezya, sudah lama ya.” Sebuah sapaan seorang wanita mengagetkanku, dan langkahku terhenti.


Suara itu tidak asing lagi. Berjarak 2 meter dari samping kiriku wanita itu tampak berdiri sambil merangkul tangan seorang pria yang berdiri di sampingnya. Wanita itu bernama Diva.


“Iya ya udah lama banget. Bagaimana kabar mu?” Lanjut sapa wanita yang ada di samping mereka. Dan wanita itu bernama Hanna, ia pun merangkul seorang pria.


“Baik.” Jawabku sambil tersenyum. “Kalian apa kabar?” Aku bertanya balik.


Aku lupa Dean adalah teman kuliahku, dan pasti banyak teman kuliah yang ia undang. Kenapa aku tidak terfikir kesini.


“Baik dong.” Jawab mereka bareng.


Mereka begitu asing bagiku, dan aku juga merasa canggung disapa mereka. Bukan karena aku tidak akrab dengan mereka semasa kuliah, tapi sebaliknya. Mereka lebih dari sekedar teman. Mungkin waktu itu Mama dan Papa hanya mengenal mereka saja sebagai teman kuliahku. Karna hanya mereka yang selalu bersamaku saat itu.


Ternyata mereka berdua masih sangat akrab.


“Pacar kamu mana? Jangan bilang kamu datang seorang diri.” Tanya Diva


Aku tersenyum mendengar pertanyaannya.

__ADS_1


Kalian lihat sendiri, tidak ada siapa-siapa di sekitarku.


“Yaampun.. ternyata kamu masih sendiri aja.” Sahut Hanna sedikit tertawa


“Kenapa? Kok betah banget sih.” Lanjut Diva


“Iya. Liat tuh Dean. Dia kan pernah suka sama kamu. Sekarang udah nemu jodohnya. Masak sih kamu yang pernah nolak dia masih sendiri aja. Harusnya kamu datang bawa gandengan.” Cetus Hanna


Mereka tidak tau bahwa aku dan Dean pernah pacaran.


Benar kata Kekey, harusnya aku tidak datang sendirian.


“Kita juga udah nggak pernah ngajak ngumpul bareng lagi karna udah punya pacar.” Lanjut Diva


Tidak! Kalian bohong. Semenjak kalian tau aku sudah tidak memiliki banyak uang, saat itulah kalian sudah tidak pernah menghubungiku.


“Kamu sibuk jadi wanita karir ya sekarang?” Hanna kembali bertanya


“Pantas aja, wajah kamu terlihat agak tua sekarang. Kamu nggak pernah perawatan lagi ya?” Hanna kembali cerus.


“Aku nggak punya waktu untuk perawatan. Hehe..” Jawabku


“Harusnya kalo kamu udah bisa cari uang sediri, kamu bisa sepuasnya manjain diri.” Ucap Diva


“Betul tu. Aku dan Diva yang masih lanjutin kuliah aja masih bisa sesekali nyempetin kesalon.” Lanjut Hanna


Cara pemikiran kita sudah sangat jauh berbeda sekarang. Kalian masih bisa bersenang-senang dengan uang yang kalian tinggal minta. Aku bisa mempertahankan pekerjaanku yang sekarang saja sudah sangat bersyukur. Dan gaji yang ku terima harus bisa aku pertahankan selama sebulan sebelum menerima gaji selanjutnya.

__ADS_1


“Kalian benar, mungkin aku terlalu sibuk sekarang. Jadi kurang memperhatikan diri. Makasih sudah memperhatikanku” Jawabku dengan senyuman. “Oh iya.. kalian silahkan lanjut dulu. Aku mau izin ketoilet.” Pamitku. Aku ingin melarikan diri dari pembicaraan ini.


Kenapa air mata bodoh ini tiba-tiba keluar. Membuatku terlihat jadi semakin menyedihkan.


Padahal yang mereka katakan semua itu benar, harusnya aku tidak merasa tersinggung dengan ucapan mereka.


Kuatlah Qeezya. Jangan menangis. Ingat tujuan kamu datang kesini untuk apa. Ingin mengucapkan selamat pada Dean dan wanitanyakan.


Hampir 15 menit aku berada di toilet. Aku kembali merapikan diri. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan.


Setelah aku rasa sudah siap. Aku langsung berjalan keluar dan naik keatas panggung menemui Dean dan Istrinya.


Mereka terlihat sangat bahagia dan serasi. Wanita Dean begitu anggun dan manis. Dia pantas mendapatkan wanita seperti itu.


•••


Aku sudah berada dirumah.


Setelah membersihkan diri dan bersiap untuk tidur, aku tidak sengaja menjatuhkan sebuah goodie bag dari meja riasku, dan isinyapun ikut keluar. Kemeja kotor milik Presdir Ducan.


Sial.. Disaat seperti inipun pria tua itu membuatku jadi bertambah kesal.


Kuinjak-injak kemeja itu dengan penuh emosi, seraya meluapkan kekesalanku malam ini. Dan tiba-tiba sebuah aroma keluar dari sana. Aku terdiam. Merasakan aroma itu masuk kedalam hidungku. Seketika aku terhipnotis. Aku langsung mengambil kemeja itu.


Emhh.. Aroma parfum ini, membuatku merasa jauh lebih nyaman. Merasa berada dipelukan seseorang. Aku bisa melupakan sejenak kesedihanku dengan aroma ini.


Tanpa sadar aku mengenakan kemeja itu layaknya piyama dan tertidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Author: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam menulis cerita. Makasih..


__ADS_2