DEMI UANG

DEMI UANG
SIAPA DIA?


__ADS_3

Aku keluar dari ruangan horor itu. Ruangan yang selalu membuat aku merasa merinding setiap kali aku masuk kesana.


Aku kembali ke mejaku dan lanjut mengerjakan pekerjaanku. Selama dua hari ini pikiranku agak sedikit kacau, aku bahkan jadi kurang konsentrasi. Tidak tau kenapa, mungkin semua ini gara-gara pria tua menyebalkan itu.


Kenapa harus dia orangnya, yang jadi Presdir Ducan?


Andai saja bukan dia, mungkin aku akan merasa nyaman kerja di sini seperti hari pertama aku masuk. Tidak akan ada rasa gelisah seperti ini.


“Assistant Qeezya.. Bagaimana laporan kerja anak perusahaan dari kota P, apakah sudah selesai?” Tanya Sekretaris Clarisa dari meja kerjanya


Aku yang dari tadi melamun langsung terperanjak mendengar pertanyaannya.


“Ehh.. Su sudah Sekretaris Clarisa. Semua laporannya sudah selesai saya input” Jawabku dengan refleks


“Kalau begitu kamu email ke saya ya”


“Baik Sekretaris Clarisa”


Huhh.. Aku bahkan jadi suka melamun.


***


Mumpung besok sudah weekend, aku berencana datang ke club tempat Kekey bekerja malam ini, untuk menghilangkan stres di otakku.


Semenjak ku tau pria tua menyebalkan itu adalah Presdir di Flowering Group, semangat kerjaku jadi sedikit berkurang. Aku tidak tau apakah karena ketidak sukaan ku pada pria tua itu, atau karena aku takut ia akan mengetahui siapa aku sebenarnya.


Jam 20:30 aku tiba di club.


Aku hanya mengenakan jumsuit berwarna hitam dan wedges tidak terlalu tinggi. Penampilanku sangat santai malam ini, tapi tetap terlihat cantik karena aku juga mengoleskan sedikit make up di wajahku agar terlihat fresh.

__ADS_1


Aku duduk di kursi bar, dan memesan minuman campur sederhana, yaitu rum dan coca cola dengan ukuran tall.


Tiba-tiba seseorang memegang pundak ku dari arah samping kiri, membuat aku terperanjak dan langsung memalingkan pandanganku kearahnya.


“Kekey..” Panggilku


Oh tidak, dia bukan Kekey. Dia seorang pria tua dengan tubuh sedikit gemuk dan masih berpakaian kerja.


Siapa dia?


“Hallo nona kecil sudah lama tidak bertemu, apa kamu sedang menunggu seseorang?” Tanyanya mencoba menggodaku


Apa aku mengenalnya? Kenapa bicaranya akrab sekali?


“Pakaian kamu santai sekali malam ini, semakin terlihat manis..” Lanjutnya menggodaku


Membuat aku jadi merinding.


Dia adalah teman Presdir Ducan, aku pernah bertemu dengannya di sebuah tempat karaoke malam itu, saat aku menjadi teman wanita Presdir Ducan.


Kenapa dia masih mengingat ku?


“Siapa anda?” Tanyaku pura-pura tidak mengenalinya


“Hahaha.. Ingatan kamu ternyata sangat buruk. Bagaimana kalau malam ini kamu menemani saya saja?” Tawarnya


Menjijikkan sekali, pria tua ini benar-benar tidak punya sopan santun terhadap wanita. Bisa-bisanya dia menggodaku seperti ini.


“Maaf tuan, sepertinya anda salah orang. Saya tidak kenal dengan anda, lagi pula saya bukan wanita yang seperti anda maksud” Aku mencoba menghindarinya

__ADS_1


“Hahaha..”


Lagi-lagi ia tertawa membuat perut buncitnya itu bergetar


“Selera humor kamu boleh juga nona kecil. Ducan memang hebat memilih seorang wanita. Berapa uang yang sudah Presdir Ducan beri ke kamu sampai kamu berani menolak saya?” Ucapnya sambil menyentuh daguku


Pria ini benar-benar nekat, jelas-jelas aku sudah menolaknya, ia malah makin berani menyentuhku


“Saya tidak mengerti perkataan anda, saya juga tidak mengenal pria yang tuan maksud. Maaf tuan anda salah orang” Jawabku dan menepis tangannya yang sekarang mencoba membelai rambutku


Di sela-sela tepisanku, terlihat sosok pria berdiri berjarak tiga meter tepat di belakang pria ini.


Presdir Ducan.. Deg Deg Deg


Sejak kapan dia berdiri di sana?


Apa dia mendengar perkataan ku?


Bagaimana bisa dia ada di sini?


Matanya menatapku dengan sangat tajam.


Oh tidak.. Apa dia sudah mengenaliku?


“Wah.. Ternyata anda di sini, lama kami menunggu .. Hahaha..” Ucap teman yang ada di samping Predir Ducan mengajak pria ini pergi


Situasi seperti apa ini, Presdir Ducan masih berdiri di sana dan menatapku. Sorotan matanya sangat menakutkan. Aku benar-benar takut dia akan melakukan hal yang buruk padaku.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Author: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.


__ADS_2