
Akhirnya Kekey menyetujui tawaran ku. Aku juga menyuruhnya untuk langsung membawa barang-barang miliknya ke rumah ku hari ini juga.
Rumah ku ada 2 lantai dan memiliki 3 kamar tidur. 1 kamar ada di lantai atas, yaitu kamar ku. 2 kamar lagi ada dilantai bawah, kamar orang tua ku dan juga kamar tamu. Aku menempatkan Kekey dikamar tamu.
Sudah jam 8 malam ku lihat Kekey masih membereskan barang-barang miliknya.
“Boleh aku masuk?” Izin ku yang masih berdiri di depan pintu kamarnya
“Masuk aja, ini kan rumah kamu”
“Tapi kamar ini kan punya kamu sekarang, aku nggak boleh sembarang masuk tanpa seizin kamu”
“Kamu bebas mau masuk kamar ini kapan aja, lagi pula nggak ada sesuatu yang istimewa di dalam sini”
Aku berjalan masuk sambil tertawa mendengar ucapan Kekey.
Aku benar-benar merasa bahagia ada seseorang di rumah ku. Aku jadi merasa seperti memiliki keluarga.
Aku duduk di atas kasur, sambil memperhatikan Kekey merapikan pakaiannya.
“Aku senang kamu tinggal dirumah ku. Aku jadi punya teman ngobrol sekarang” Ucap ku sambil mengambil guling yang ada di samping ku dan memeluknya.
“Aku juga senang kamu mengizinkan aku ngekos di sini. Apa lagi rumah ini sangat besar, harusnya nggak pantas dikosin”
“Cuma kamu kok. Aku nggak nerima orang lain. Lagi pula rumah ini sepi semenjak nggak ada mama dan papa. Jadi nggak ada salahnya kalau aku ngekosin keteman sendiri. Dan aku harap kamu betah tinggal di sini” Ucap ku yang masih memperhatikan Kekey bebenah
__ADS_1
“Aku pasti betah, apa lagi rumah ini berada di pusat kota. Mau kemana-mana dekat, dan yang paling penting tempat kerja ku sudah nggak jauh lagi” Jelas Kekey “Tapi mungkin kita akan jarang ketemu meski 1 rumah” Lanjutnya
“Kenapa?” Tanyaku
“Karna kita sama-sama bekerja, apa lagi jam kerja kita berbeda. Kamu masuk pagi, dan aku masuk sore. Mungkin saat kamu pulang kerja aku sudah tidak di rumah, dan paginya waktu kamu berangkat kerja aku pasti masih tidur, karna kerja ku pulangnya pagi” Jelas Kekey ikut duduk di samping ku
“Owh.. begitu ya. Tapikan masih ada hari libur”
“Libur aku hanya ada 1 hari dalam 1 minggu, itu juga bukan di hari weekend”
“Setidaknya di hari libur aku atau kamu kita bisa ketemu meskipun cuma sebentar”
“Iya sih.. Yang jelas terimakasih banyak sudah izinkan aku tinggal di sini”
“Iya sama-sama. Ohh iya.. Ini kunci serep rumah ku untuk kamu pegang”
Aku sudah siap untuk berangkat kerja di hari pertama ku.
Aku berdiri di depan pintu masuk gedung pusat perusahaan Flowering Group. Gedung pusat yang menjadi impian semua orang yang bekerja di Flowering Group.
Bagi mereka yang bisa bekerja di anak perusahaan saja sudah sangat membanggakan. Apa lagi aku yang sekarang ini bisa di terima bekerja langsung di gedung pusatnya, sebagai Assistant Sekretaris Presiden Direktur. Jangankan memiliki rasa bangga, aku bahkan masih belum percaya bisa berada disini.
“Nama saya Clarisa Lubis, Sekretaris Presiden Direktur. Kamu bisa panggil saya Sekretaris Clarisa”
Perkenalan singkat dari seorang wanita yang cantiknya luar biasa. Ia memiliki tubuh yang sangat sempurna. Kulitnya putih bersih, rambutnya lurus panjang berwarna coklat.
__ADS_1
Cara ia berpakaian juga sangat modis. Karna bentuk tubuhnya yang profesional membuat segala sesuatu yang ia kenakan terlihat begitu indah.
Sedangkan aku hanya mengenakan kemeja, rok selutut, dan sepatu high heels. Dan juga sedikit merias wajah ku agar terlihat lebih fresh dan sedikit menarik.
“Saya Qeezya Aileen, Assistant baru anda. Mohon bimbingannya” Ucap ku sambil membungkukkan sedikit badan ku memberi salam
“Nggak perlu tegang, santai aja” Ucap wanita ini sambil tersenyum manis
Aku tak percaya wanita ini memperlakukan aku sesantai ini.
“Kamu nggak harus merasa canggung dengan saya. Saya nggak semenakutkan itu kok” Jelas wanita ini
Aku menatapnya dengan perasaan mengagumi. Sekretaris Clarisa benar-benar seorang sekretaris yang luar biasa di mata ku.
“Tugas sekretaris atau tangan kanan Presiden Ditektur , adalah sebagai pemegang rahasia terbaik dalam perusahaan, sebagai beranda perusahaan, sebagai penghubung pimpinan dengan pihak luar, perawat atau pelindung bagi perusahaan dan pribadi Presiden Direktur” Ucap Sekretaris Clarisa memberi penjelasan tentang tugasnya “jadi apapun yang saya minta untuk kamu kerjakan, itu adalah sesuatu yang sangat penting. Kamu harus benar-benar teliti dengan apa yang kamu kerjakan, jangan sampai salah” Lanjutnya
“Baik.. Saya akan bekerja keras” Jawab ku tegas penuh percaya diri
Meski ia mengatakannya untuk bersikap santai padanya, tapi tetap saja aku masih merasa canggung dengannya.
Di hari pertama aku bekerja, Sekretaris Clarisa memberikan pekerjaan yang lumayan banyak. Dan tidak sedikit pula pekerjaan itu yang tidak aku pahami.
Tapi Sekretaris Clarisa dengan sabarnya mengajari ku sampai aku benar-benar mengerti.
Ia sungguh memahami ku sebagai assistant barunya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Autor: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.