DEMI UANG

DEMI UANG
TAWARAN


__ADS_3

Masih di club yang sama.


Tepat berada diseberang dimana aku duduk saat ini, terlihat seorang wanita yang usianya mungkin sudah menginjak kepala 3, berada di pelukan seorang pria tua yang pantasnya menjadi papanya.


Pakaian wanita itu begitu sexy, benar-benar menunjukan bentuk tubuhnya. Gerak geriknya juga sangat menggoda, dan pria tua itu terlihat sangat menikmatinya.


Bukan hanya mereka saja, meja disamping kanan mereka juga ada seorang pria muda, yang ditemani dua wanita sexy. Kedua wanitanya terlihat sangat agresif, pakaian dan makeupnya terlalu berlebihan. Dan mereka seakan saling beradu kesexyan. Menggelikan sekali.


“Apa pekerjaan seperti ini membuat mereka senang? Atau semata hanya demi uang?” Gumam ku


“Memperhatikan mereka membuat aku jadi sakit mata. Huuh..”


—————


Lagi-lagi semua lamaran yang aku kirim di tolak. Membuat aku semakin frustasi.


“Aaa.. Pengen mati aja rasanya”


Aku kembali ke club ini lagi, dan sudah 3 kali dalam satu minggu aku mengunjungi tempat ini. Karna aku merasa hanya tempat ini yang benar-benar mengerti suasana hati aku saat ini.


Meskipun aku datang bukan untuk minum-minum, setidaknya banyak orang yang bisa aku lihat, sedikit mengurangi rasa stres. Tapi ini membuat keuangan ku semakin memburuk.


“Qeezya, kamu sendiri lagi?” Tanya Kekey yang setiap aku kesini datang menyapa ku


“Key.. Apa aku boleh menanyakan sesuatu?”


“Boleh, silahkan”


“Apa di club ini membutuhkan karyawan baru?” Tanya ku tanpa berfikir


“Untuk siapa”


“Aku..” Jawab ku cepat


“Kamu bercanda?” Tanyanya tak percaya


“Aku serius.. Aku lagi butuh kerjaan”


“Apa kamu tidak malu? Bukankah kamu..”

__ADS_1


“Aku bener-bener membutuhkan kerjaan saat ini, aku harap ada lowongan untuk aku” Ucapku sebelum Kekey menyelesaikan pertanyaannya


“Oke.. Saya akan coba tanya bos dulu, apakah ada lowongan atau tidak” Jawabnya


“Makasih Key.. Besok aku datang lagi untuk nunggu jawabannya”


“Baiklah” Jawab Kekey sambil beranjak pergi


Mungkin ini memang sudah menjadi keputusan yang harus aku ambil. Aku tidak lagi memandang gengsi. Semua aku lakukan demi bertahan hidup.


Malam ini tidak sampai selarut biasanya aku sudah memutuskan untuk pulang. Aku hanya ingin menunggu kabar besok, semoga Kekey memberi jawaban sesuai harapan.


Sesampainya aku dirumah, sejenak aku terdiam sambil berdiri melihat kesetiap sisi ruangan didalam rumah. Aku merasa rumah ini begitu luas dan hampa. Hanya terdengar detik jarum jam yang berputar di dinding ruangan. Ini adalah harta satu-satunya yang aku miliki sekarang.


“Rumah ini akan menjadi saksi hidup ku”


——————


Dan hari yang aku tunggu tiba.


Jam menunjukan pukul 20:20, aku sudah berada di club, Kekey datang menghampiri ku dengan sebuah jawaban.


Aku hanya bisa diam tak berkata sedikitpun. Tubuh ku terasa lemas tak memiliki semangat. Air mataku ikut keluar, itu cukup menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini.


“Apa kamu benar-benar membutukan pekerjaan?” Tanya Kekey sedikit prihatin melihatku bersedih


Aku hanya menganggukkan kepala


“Apa boleh aku minta nomor telpon mu? Aku akan mengabari mu jika ada yang membutuhkan pekerjaan” Ucap Kekey yang tiba-tiba saja berbicara nonformal kepada ku.


Tanpa berfikir aku langsung memberikan nomor telpon ku kepada Kekey. Aku benar-benar berharap Kekey bisa membantu ku.


“Mau aku ambilkan minum?” Tawar Kekey


“Makasih Key, aku mau langsung pulang saja” Jawab ku


Aku langsung meninggalkan club itu, dengan perasaan yang amat sangat sedih dan kecewa.


——————

__ADS_1


Sudah 1 bulan aku mengurung diri dirumah. Menghabiskan waktu hanya dengan tidur dan sesekali menonton tv. Benar-benar membuat aku merasa bosan, dan hampir tak memiliki semangat hidup lagi.


“Apa aku akan mati seperti ini”


🎶 Zeet..zeet.. Zeet.. 🎶


Handphone ku bergetar.


Kulihat pesan masuk dari nomor tak di kenal. Aku langsung membukanya..


“Qeezya ini aku Kekey. Apa kamu sibuk? Aku ingin menelpon mu..”


Aku langsung membalasnya


“Telpon saja” Balas ku


Tanpa menunggu lama Kekey langsung menelpon ku, dan aku langsung mengangkatnya.


“Apa kamu masih membutuhkan pekerjaan?” Tanya Kekey dari seberang telpon


“Iya Key, aku lagi membutuh uang saat ini” Jawab ku


“Aku punya kerjaan, tapi.. aku bingung menjelaskannya, karna menurut aku ini kurang bagus untuk kamu” Ucap Kekey membuat aku penasaran


“Emangnya kerjaan apa?” Tanya ku


“Aku tidak bermaksud menawarkan ini ke kamu, tapi aku hanya punya ini yang bisa aku tawarkan. Kamu tidak harus menerimanya” Ucapnya lagi membuat aku semakin penasaran


“Apa itu Key” Tanya ku lagi


“Begini.. Aku punya kenalan seorang CEO, dia sering meminta aku untuk mencarikannya teman wanita yang mau menemaninya minum bersama teman-temannya. Yang aku tau dia nggak pernah menyentuh wanita yang menemaninya” Kata Kekey menjelaskan


“Jadi maksud kamu menjadi seorng wanita penghibur?” Tanyaku memperjelas


“Bisa di katakan seperti itu, tapi aku nggak memaksa kamu untuk menerimanya. Karna pria ini juga mencari wanita yang berpangalaman dalam hal itu, meskipun ia nggak akan menyentuhnya, tapi ia ingin terlihat memiliki teman wanita yang sangat menggoda di depan teman-temannya. Bayarannya lumayan besar” Lanjut Kekey menjelaskan


“Maaf Key.. aku nggak mencari pekerjaan yang seperti itu” Ucap ku


“Iya nggak apa, aku juga nggak bermaksud menawari mu. Karna aku tau dia nggak pernah menyentuh teman wanitanya jadi aku berani mengatakan ini ke kamu. Maaf ya, aku hanya ingin mencoba membantu. Lagian ini juga nggak pantas untuk kamu”

__ADS_1


“Iya key nggak apa, makasih sudah mau membantu ku”


__ADS_2