DEMI UANG

DEMI UANG
ROOM KARAOKE 2


__ADS_3

Ada 7 orang pria beserta pasangannya didalam ruangan ini. Apakah orang-orang seperti mereka ini selalu bekerja hingga larut? Di jam segini saja mereka masih rapi mengenakan pakaian kerja.


Kulihat 2 pria diantaranya sudah pernah bertemu denganku sebelumnya. Tapi kali ini wanita yang mendampinginya terlihat berbeda dari sebelumnya. Hanya pria tua ini saja yang masih menginginkan aku untuk menemaninya. Tapi dia malah bersikap dingin padaku.


Aku tak peduli dia bersikap seperti apa. Aku hanya perlu menjalankan tugasku saja. Toh yang aku butuhkan hanyalah uangnya bukan sikapnya.


Aku bersyukur dia bersikap seperti ini, kalau perlu seperti ini saja sampai akhir.


Salah satu teman pria ini kulihat berdiri mengambil posisi untuk bernyanyi. Ia juga menarik teman wanitanya untuk ikut bernyanyi bersamanya.


Mereka terlihat begitu menikmati lagu yang mereka bawakan, hingga mereka saling berpelukan. Membuatku jadi merinding melihatnya.


Apa mereka selalu melakukan hal seperti ini? Menghabiskan waktu bersama seorang wanita dan minum-minum sehabis pulang kerja.


Aku yakin para pria ini sudah bekeluarga. Dilihat dari tampangnya saja mereka sudah tidak muda lagi, mungkin usia mereka telah menginjak kepala 4 dan juga 5.


Apa pantas mereka menghabiskan waktu dengan cara seperti ini?


Berbeda jauh dengan pria yang bersamaku saat ini. Ia masih terlihat sangat muda dari yang lainnya, dan aku tidak yakin bahwa dia sudah bekeluarga. Tetapi tetap saja usianya jauh lebih tua dariku.


Aku merapatkan dudukku dan merangkul lengannya. Sesekali kusandarkan kepalaku dibahunya. Parfumnya yang khas tercium begitu dalam di hidungku. Aromanya sangat jantan membuat aku merasa nyaman berada disampingnya.

__ADS_1


Aku sangat menyukai aroma pria ini. Tanpa sadar tanganku sudah melingkar dipinggangnya bagian belakang. Aku dapat merasakan bentuk tubuhnya yang bidang. Posisi ini membuat aku semakin merasa nyaman.


"Kenapa kamu bisa memiliki tubuh sehangat ini?" Gumamku "Sebentar saja seperti ini, aku ingin melupakan sejenak bebanku" Lanjutku bergumam


Disaat aku merasa nyaman, pria ini malah mengerakkan lengan yang kusandari.


Aku langsung menatapnya seolah bertanya, "Ada apa?"


Pria ini juga menatapku seolah mengatakan, "Apa yang kamu lakukan?"


"Aku sedang melakukan tugasku" Gumamku lagi


Pria ini memiliki kulit wajah yang halus dan bersih, bentuk hidungnya sangat panjang, alisnya juga hitam dan bibirnya sangat merah. Aku baru menyadari bahwa pria ini sangatlah tampan.


"Kenapa?" Tanya pria ini


Aku langsung terperanjat mendengar pertanyaannya barusan. Posisi ku yang masih merangkulnya langsung ku lepaskan.


Apa yang sudah aku lakukan? Aku seakan tersugesti dengan aroma tubuhnya.


"Maaf.." Ucapku sambil menundukkan kepala

__ADS_1


Seprtinya pria ini menyadari bahwa sikapku sedikit berlebihan. Aku jadi merasa seperti wanita mesum barusan.


Tapi bukankah dia menginginkan wanita yang berpengalaman? Sedangkan apa yang aku lakukan barusan belum ada apa-apanya dibandingkan wanita yang ada didalam ruangan ini. Mereka begitu agresif melayani prianya. Terkadang sesekali mereka terlihat saling berciuman.


Aku mungkin hanya terlihat seperti adik perempuan yang lagi bermanja pada kakak prianya.


“Apa mungkin pria ini seorang gay?” Gumamku sambil memperhatikan pria ini dari ujung kepala sampai ujung kaki


Mngkin saja dia seorang pria gay. Dia bahkan tidak pernah berlebihan menyentuh teman wanitanya. Pikiran ku sudah mulai kemana-mana.


Tak lama kemudian aku memutuskan untuk keluar sebentar dengan izin ketoilet.


Aku berdiri didepan cermin wastafel, kulihat tak ada yang salah dengan penampilanku. Aku bahkan terlihat sangat menggoda malam ini. Makeup dan pakaianku juga tak kalah sexy dari wanita-wanita itu.


Setelah selesai buang air kecil, aku merapikan pakaianku dan langsung mengambil langkah keluar untuk kembali ke room karaoke.


Saat aku berjalan di lorong-lorong room karaoke, aku melihat seorang pria berjalan berlawanan arah denganku. Sosok pria itu terlihat tidak asing lagi bagi ku.


Saat kami hampir berselisih aku menghentikan langkahku.


“Dean..” Panggilku

__ADS_1


__ADS_2