
“Besok aku ada kerjaan di luar kota selama 3 hari” Terdengar suara Dean dari seberang telpon
“Kenapa mendadak?” Tanya ku
“Aku baru dapat kabar, kalo klien yang ingin aku temui hari ini sudah pulang dari luar negri. Jadi besok aku harus segera kesana untuk menemuinya sebelum dia balik lagi ke luar negri”Jelasnya
“Owh.. gitu, baiklah. Kamu hati-hati ya” Pesan ku
“Makasih.. Jaga diri baik-baik ya. Setelah pulang aku akan langsung menemui mu” Katanya
Seketika jantung ku berdegub kencang. Kata-kata Dean yang sederhana itu membuat aku jatuh cinta padanya hampir setiap hari.
Tiga hari waktu yang sangat lama bagi aku yang saat ini lagi merasakan indahnya jatuh cinta. Meskipun tidak setiap hari kami bertemu, tapi didalam satu kota yang sama tidak akan menimbulkan kecemasan.
Sebenarnya apa yang aku cemaskan? Tidak ada.. Hanya saja aku takut merindukannya begitu dalam.
Seperti hari-hari biasanya, meski saat ini Dean berada di luar kota, ia selalu menghubungiku setiap saat, menanyakan kabar ku, apa yang sedang aku lakukan, dan apakah aku sudah makan.
Tapi kenapa rasa rindu itu muncul, bagaimana bisa hanya beberapa hari dia meninggalkan ku, aku sudah merindukannya seberat ini.
Dia disana untuk bekerja, kenapa aku merasa keberatan. Egois jika aku hanya menginginkan dia selalu berada di sisi ku. Aaa.. rindu ini sungguh membunuh ku.
Ini adalah hari terakhirnya disana. Besok kami akan bertemu. Aku ingin melakukan sesuatu yang akan membuat Dean merasa senang saat dia kembali untuk menemui ku.
Yang aku tau Dean suka makan, jadi aku berfikir untuk memasakan sesuatu yang enak untuknya. Tapi aku sendiri belum pernah memasak, bagaimana aku bisa memasakan sesuatu yang enak untuknya.
Aku memutar beberapa video memasak yang menurut aku caranya tidak begitu susah tapi enak. Karna aku ingin sekali memasakannya sesuatu, jadi aku harus bisa memasak.
__ADS_1
Dan akhirnya aku sudah memutuskan menu apa yang akan aku masakkan untuk Dean. Bahan yang di butuhkan tidak banyak, dan cara membuatnya juga sangat mudah. Wah.. senangnya.
🎵 Ting Tong.. Ting Tong.. 🎵
Bel rumah ku berbunyi
“Apa aku memesan makanan?” Gumam ku
Ku lihat jam menunjukan pukul 19:40
Aku membuka pintu. Kagetnya aku melihat siapa yang ada di depan pintu rumah ku.
“Selamat malam” Ucapnya
“Dean..” Panggil ku
🎵 Selanjutnya kamu hanya perlu memasukan garam secukupnya... 🎵
Aku lupa mematikan videonya, sungguh memalukan, membuat aku jadi salah tingkah.
“Kamu mau memasak?” Tanyanya
“Itu.. A.. Aku baru mau belajar masak” Jawab ku terbata-bata
Dean terlihat tertawa kecil, aku hanya memberikan kesan yang tidak enak saat dia kembali.
Aku menundukan kepala karena malu.
__ADS_1
“Apa kamu mentertawakan aku karna nggak bisa memasak?” Ucap ku
“Bukan seperti itu.. Aku hanya merasa senang bisa ketemu kamu malam ini” Jawab Dean sambil mengusap kepala ku
Aku langsung tersenyum malu, lagi-lagi jantung ku berdegup kencang.
“Mau aku bikinkan minum?” Tawarku
“Nggak usah, aku cuma singgah sebentar untuk menemui mu. Habis ini aku langsung pulang, aku baru tiba tadi sore dan langsung kesini” Jelasnya
Bagaimana aku tidak makin cinta sama pria ini. Perlakuannya yang kecil saja membuat aku ingin terbang.
Dean menatap ku sambil tersenyum. Perlahan ia mulai mendekati ku, seketika aku merasa seperti ada getaran arus listrik yang sangat kuat saat tubuh kami mulai bersentuhan, seakan tidak ada jarak membuat jantungku berdedak tak karuan.
Wajahnya perlahan mendekati wajah ku, matanya melirik kearah bibir ku. Aku memejamkan mata dan ia langsung mencium ku. Saat itu juga tubuh ku terasa panas dan kaki ku menjadi lemas.
Tidak berlangsung lama Dean melepaskan ciumannya, dan langsung memelukku dengan erat.
“Jangan menggunakan pakaian seperti ini jika kau menunggu seseorang” Bisiknya lembut
“Dug.. Dug.. Dug..” Suara jantung ku terdengar jelas
Aku rasa Dean mendengarnya, dan wajah ku pasti terlihat memerah.
“Aku tidak ingin pacarku dilirik oleh pria pengantar makanan” Lanjutnya
Tuh kan.. Lagi-lagi dia membuat aku jatuh cinta padanya lagi dan lagi.
__ADS_1