DEMI UANG

DEMI UANG
SUPERWOMAN


__ADS_3

Ini adalah hari ke dua aku bekerja.


Sama seperti sebelumnya, hari ini Sekretaris Clarisa terlihat sangat cantik dan feminin. Ini di karenakan tuntutan pekerjaannya, yang mengharuskan dia berpenampilan menarik. Karena seorang sekretaris harus mempunyai daya tarik yang dapat membuat orang memberikan kesan yang positif.


“Assistant Qeezya.. Tolong kamu input semua laporan kerja anak perusahaan dari kota P. Setelah Presdir kita kembali, saya akan memberikan semua laporan ini untuk di meetingkan. Jadi tolong segera kamu selesaikan ya” Perintah Sekretaris Clarisa yang baru saja selesai menerima panggilan dari telpon genggamnya.


“Baik Sekretaris Clarisa, akan saya kerjakan” Jawabku


“Oh iya.. Sebentar lagi saya ada meeting di luar, jika ada managemen perusahaan yang menelpon ke meja saya, tolong kamu angkat dan catat pesan-pesannya. Dan satu lagi, jika ada surat-surat masuk kamu terima saja dan letakkan di atas meja saya” Lanjut pesannya sebelum meninggalkanku


“Baik Sekretaris Clarisa”


Hari ini Sekretaris Clarisa terlihat sangat sibuk. Dari tadi dia tak henti-hentinya menerima panggilan telpon. Ia bahkan menggantikan Presdir Ducan di sebuah meeting besar.


Sekretaris Clarisa is a superwoman


***


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore, sudah waktunya aku untuk pulang. Ku lihat Sekretaris Clarisa belum kembali dari tadi pagi.


Kasihan Sekretaris Clarisa harus bekerja keras sendiri saat Presdir tidak ada.


Aku membereskan berkas-berkas yang ada di meja ku, lalu pulang.


Hari ini aku berencana untuk mampir ke tempat kerja Kekey sebentar, sekedar menyapanya.


Jam menunjukan pukul 17:40


Masih dengan berpakaian kerja lengkap aku duduk di kursi meja bar. Aku juga memesan minuman tanpa alkohol, sembari menunggu Kekey datang menghampiriku.


Tanpa menunggu lama akhirnya Kekey datang menghampiriku.


“Sudah pulang? Tanyanya


“Iya..” Jawab ku tersenyum


Tidak tau kenapa aku merasa bahagia saat bertemu Kekey. Apa karna dia sudah ku anggap seperti sahabat.


“Kenapa nggak ganti pakaian dulu?” Tanyanya yang masih berdiri di sampingku

__ADS_1


“Aku cuma mau mampir sebentar aja”


“Ada yang mau di omongkan?


“Nggak kok, aku hanya suntuk di rumah. Jadi mampir ke sini dulu”


“Maaf ya.. Kita belum sempat ngobrol banyak semenjak tinggal bareng” Ucapnya dengan raut wajah sedih


“Iya nggak apa” Jawabku menepuk lengannya


“Oh iya.. Gimana tempat kerja kamu?”


“Menyenangkan..” Jawabku bersemangat “Aku juga punya atasan yang luar biasa baik” Lanjutku


“Syukurlah.. Semoga kamu betah kerja di sana” Ucap Kekey mendoakanku


Tak banyak yang bisa aku ceritakan padanya karena ia sedang bekerja. Padahal aku ingin sekali bercerita banyak padanya tentang pengalaman kerjaku selama dua hari ini.


Setelah menyapanya dan berbincang sedikit aku langsung pulang dan beristirahat.


—————


Tidak seperti biasanya, jam segini Sekretaris Clarisa belum berada di mejanya. Surat-surat yang aku letakkan di mejanya kemarin saja belum bergeser sama sekali. Sepertinya kemari sore Sekretaris Clarisa juga tidak balik ke kantor lagi setelah meeting di luar.


Apa mungkin ada meeting di luar lagi yang mendadak sepagi ini?


Tak Tok Tak Tok Tak Tok


Terdengar suara langkah sepatu dari arah pintu masuk. Ku lihat Sekretaris Clarisa datang bersama seorang pria yang berpakaian sangat rapi dengan stelan jas berwarna hitam.


Saat itu juga Sekretaris Clarisa memberiku kode untuk memberikan salam pada pria yang sedang berjalan bersamanya.


Dengan sigap aku langsung berdiri dan membungkukan badanku untuk memberikan salam.


Siapa pria itu? Ia bahkan berjalan lurus tanpa melihat kearah ku. Apa dia tidak menyadari ada orang di sini.


Sekretaris Clarisa dan Pria itu terus berjalan dan masuk ke ruangan Presiden Direktur. Seketika aku langsung terperanjat.


Apa mungkin pria tadi itu adalah Presdir Ducan? Bodohnya aku, bagaimana bisa aku tidak menyadarinya.

__ADS_1


Tapi bukankah Presdir Ducan sedang berada di luar negri, dan akan kembali dalam waktu 2-3 hari lagi. Untung saja tadi aku memberikan salam hormat padanya, itu juga karna di beri kode oleh Sekretaris Clarisa.


Bodoh.. Bodoh.. Bodoh..


Tak lama Sekretaris Clarisa keluar dari ruangan Presdir Ducan. Aku langsung berdiri dan menghampiri mejanya.


“Maaf Sekretaris Clarisa, apa pria tadi itu Presdir Ducan? Tanyaku memastikan


“Iya dia Presdir Ducan” Jawabnya sambil tersenyum “Ada apa” Lanjutnya bertanya


“Tidak ada apa-apa. Hanya saja saya belum mengenalinya” Jawabku sambil tertawa kecil karna malu


Kenapa dia cepat sekali kembali? Apa urusannya sudah selesai?


“Ohh.. Kalau begitu kamu siap-siap saja, sebentar lagi saya akan mengajak kamu masuk ke ruangannya untuk memperkenalkan diri” Ucap Sekretaris Clarisa dengan senyum manisnya


“Baik..” Jawab ku


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung ku tiba-tiba berdetak cepat. Aku belum terbiasa berhadapan dengan bos besar. Aku benar-benar nervous.


“Apa mau sekarang saja?” Tanya Sekretaris Clarisa


“Sekarang?” Tanyaku kaget


“Iya. Yuk ikut saya” Ajaknya langsung berdiri dan mengambil langkah menuju pintu ruangan Presdir Ducan


Aku mengikuti langkahnya sembari mengambil nafas panjang dan menghembuskannya demi mengurangi kegugupan.


Sekretaris Clarisa mengetok pintu ruangan Presdir Ducan sebanyak 3x, lalu terdengan suara dari dalam mempersilahkan kami masuk. Sekretaris Clarisa membuka pintu dan menyuruh ku berjalan masuk lebih dulu.


Aku berjalan dengan posisi kepala menunduk ke bawah. Sekilas terlihat Presdir Ducan duduk di kursi mewahnya. Aku berdiri tepat di hadapan meja Presdir Ducan dan Sekretaris Clarisa ikut berdiri di sampingku.


Aku memberanikan diri meluruskan pandangan ku ke depan untuk menatap Presdir Ducan. Tersentak aku seketika saat melihat pria yang ada di hadapanku.


Presdir Ducan ternyata adalah pria tua menyebalkan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Autor: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.


__ADS_2