DEMI UANG

DEMI UANG
PEMECATAN


__ADS_3

Aku meletakkan kopinya diatas meja.


“Berhenti di situ!”


Deg Deg Deg


Perasaanku mulai dirasuki rasa tidak nyaman. Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi sebentar lagi.


Pria tua itu duduk bersandar di kursi empuknya dengan posisi kaki kanan berada di atas kaki kirinya, sambil memberi sorot mata menakutkan.


Aku masih berdiri di posisiku. Tidak berani bergerak sedikitpun. Aku hanya menundukan kepala menatap kedua tanganku yang saling berpegangan erat dan mulai mengeluarkan keringat dingin.


“Siapa yang menerima kamu bekerja di sini?” Suaranya terdengar dingin.


Tidak. Aku tak berani menjawabnya. Ini bukan hanya sekedar suasana hati yang sedang buruk, tapi dia benar-benar sangat marah.


Aku hanya meliriknya sebentar dan kembali menundukan kepala.


“Kenapa wanita seperti kamu bisa bekerja di perusahaan saya?!” Teriaknya.


Membuat aku tersentak kaget karena suaranya yang keras. Aku semakin menciut dan gemetar.


“Apa yang Presdir Ducan maksudkan?” Tanyaku pura-pura tidak mengerti perkataannya


“Kamu pikir saya tidak tau siapa kamu?” Suaranya kembali dingin dan berdiri.


Iya aku tau kamu sudah mengenaliku, dan kamu sangat marah besar saat ini.


Ia mulai berjalan kearah ku.

__ADS_1


Plis jangan mendekat. Mendengar amarah mu dari sana saja sudah membuat aku takut. Jangan membuat aku semakin ketakutan.


“Dari awal saya sudah curiga.. Tapi saya tidak yakin, karena tidak mungkin pelayan wanita malam bisa berpenampilan selugu ini” Dia sudah berdiri tepat di hadapanku. “Apa yang tidak bisa orang seperti kalian lakukan demi uang ha?” Ia kembali berteriak.


Tapi kali ini teriakkannya tepat didepan wajahku sehingga aku harus menutup mata bahkan terdorong selangkah kebelakang karena suaranya yang keras.


“Maafkan saya” Lirihku pelan.


Mungkin terdengar seperti gumaman.


“Heeh.. Menggelikan sekali” Ia memasukan tangannya ke saku celana dan mundur bersandar di sudut mejanya. “Bagaimana bisa perusahaan saya mempekerjakan wanita seperti kamu?”


“Maafkan saya karena tidak mengatakannya dari awal.”


Aku bahkan mengucapnya dengan mulut dan tangan gemetar.


“Siapkan diri untuk keluar dari perusahaan ini!”


“Tolong jangan lakukan itu Presdir Ducan. Sebenarnya saya bukan wanita seperti itu.” Ucapku memohon sambil merapatkan kedua telapak tanganku.


Dari awal aku sudah tau ini akan terjadi. Tapi kenapa saat mendengar kebenarannya terasa sangat menyakitkan.


Tok Tok Tok


Sekretaris Clarisa muncul setelah mengetok pintu. Dia terlihat ragu saat memasuki ruangan. Karena terlihat jelas pria tua ini masih memasang wajah kesal karena kebohonganku.


Sekretaris Clarisa membawa sebuah dokumen di pelukannya, dan berjalan perlahan mendekat.


Aku akan sangat malu jika Sekretaris Clarisa tau masalahku pada pria tua ini. Aku tidak punya tempat untuk menaruh mukaku di hadapannya.

__ADS_1


“Sekretaris Clarisa.. tolong buat surat pemberhentian untuk dia!” Perintah pria tua ini.


“Haa?” Ucap Sekretaris Clarisa kaget bercampur bingung.


Bagaimana ini? Dia bahkan sudah merintah Sekretaris Clarisa untuk membuat surat pemecatan untukku.


“Presdir Ducan.. Percayalah, saya benar-benar bukan wanita seperti itu. Tolong jangan pecat saya, saya sangat butuh pekerjaan ini”


Dia diam tak memberi respon.


Apa aku masih kurang memelas? Haruskah aku berlutut dan memohon agar pria tua itu mempercayaiku dan tidak memecatku?


“Maaf Presdir Ducan, kesalahan apa yang sudah Assistant Qeezya perbuat?”


“Saya hanya tidak menyukainya. Tolong kamu carikan saja penggantinya segera!”


Dia tidak memberi tahu kebenarannya pada Sekretaris Clarisa. Kenapa dia menutupi keburukan ku? Apa dia masih punya hati?


Tapi dia tetap pada keputusannya untuk mengusirku.


“Maaf Presdir Ducan, kita tidak bisa sembarang memecatnya tanpa ada alasan yang jelas.” Ucap tegas Sekretaris Clarisa “Apakah Assistant Qeezya melakukan kesalahan yang merugikan perusahaan? Jika tidak kita tidak bisa memberikan surat pemberhentian seenaknya”


Penjelasan Sekretaris Clarisa membuat pria tua itu terdiam.


Apa dia akan menarik kata-katanya setelah mendengar penjelasan dari Sekretaris Clarisa?


“Oke baiklah.. karena saya tidak mungkin memecat kamu, jadi silahkan ajukan surat pengunduran diri!”


Apa? Surat pengunduran diri? Kejam sekali anda.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Author: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.


__ADS_2