
Kami tiba di sebuah hotel berbintang yang berada di pusat kota, tak jauh dari tempat karaoke yang kami kunjungi tadi.
Teman pria ini memesankan kami sebuah kamar, ia juga memberikan kuncinya pada ku. Lalu meninggalkan kami di lobby begitu saja.
Tega sekali mereka meninggalkan ku berdua dengan pria tua ini di sini. Apa mereka seburu-buru itu ingin bercinta?
Lagi pula pria tua ini sudah seperti orang mati saja. Untung mabuknya tidak resek seperti orang mabuk pada umumnya.
Merepotkan sekali
Sebenarnya aku bisa saja meninggalkannya di sini trus kabur. Hanya saja aku masih punya hati nurani yang tinggi.
Dengan sekuat tenaga ku bopong pria tua ini naik kelantai 9. Aku bahkan melepas wedges yang ku kenakan agar mempermudah langkah ku saat membawanya sampai ke kamar.
Akhirnya kami tiba di dalam kamar. Karna poster tubuhnya yang besar membuat tubuh ku yang kecil ini merasa kesulitan saat merebahkannya di atas kasur.
Aku juga membantu melepaskan jas, dasi dan juga sepatu yang ia kenakan. Kalau bukan karna uangnya, aku tidak akan pernah mau melakukan ini semua.
Aku duduk di pinggiran kasur untuk istirahat sejenak. Aku mengatur deru nafas ku yang masih terengah-engah kelelahan setelah membopong pria tua ini.
Tubuh ku terasa sakit semua, seperti habis jatuh dari tangga lantai 2 ke lantai 1. Benar-benar menguras tenaga.
__ADS_1
Bagaimana bisa seorang pria mabuk sampai tak sadarkan diri.
Padahal di pertemuan pertama di club malam itu pria tua ini juga minum cukup banyak, tapi dia tidak menunjukan reaksi mabuk sama sekali. Kenapa malam ini dia bisa mabuk separah ini?
Perlahan aku memperhatikan wajah pria tua ini yang sedang tertidur lelap seperti bayi. Wajahnya yang putih bersih seakan memancarkan cahaya terang, membuat wanita seperti aku ini ingin terus melihatnya.
Ia terlihat begitu tampan saat terpijam. Ia benar-benar memiliki wajah yang sempurna sebagai seorang pria.
Ingin rasanya aku menyentuh hidung pria tua ini.
Karna ini adalah pertemuan terakhir kita, izinkan aku menyentuhmu sebentar saja. Agar tidak ada lagi rasa penasaran ku terhadap pria tampan.
Benar, ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan pria tua ini. Cukup sudah aku menghina diri ku dengan pekerjaan seperti ini. Aku tidak ingin melakukannya lagi.
Deg.. Deg.. Deg.. Jantung ku berdetak cepat.
Apa seperti ini rasanya menyentuh pria tampan? Jantung ku terasa mau copot.
Entah sejak kapan aku jadi punya rasa penasaran terhadap pria tampan, sampai-sampai ada rasa ingin menyentuhnya seperti ini.
Aku masih menatap wajahnya. Ini membuat hati ku terasa damai. Aku yakin semua wanita pasti akan melakukan hal yang sama saat melihat pria tampan yang sedang terlelap di hadapannya seperti ini.
__ADS_1
Wahh.. Pikiran ku sudah mulai kacau. Sebaiknya aku pergi sekarang sebelum pria tua ini sadar.
Oh iya.. Dia bahkan belum memberikan ku uang. Bagaimana bisa aku langsung pergi tanpa bayaran.
Apa aku tunggu saja sampai dia bangun. Lagi pula jika ku bangunkan sekarang, pria tua ini tidak akan mungkin bisa bangun.
Aku berdiri lalu duduk di sofa yang berada tepat di samping tempat tidur. Pandangan ku tak bisa terlepas dari wajah yang sedang tertidur pulas di hadapan ku saat ini.
Aku mencoba untuk memejamkan mata dan merebahkan tubuh ku di atas sofa. Pikiran ku malah semakin kacau. Aku tidak bisa merasa tenang saat berada di dalam 1 kamar bersama seorang pria.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku benar-benar merasa lelah dan ingin istirahat. Tapi aku tidak bisa terus berada bersama pria yang sedang tertidur didalam satu kamar.
Aku malah takut akan melakukan hal yang tidak-tidak.
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Dan besok pagi-pagi sebelum pria tua ini bangun aku akan kembali untuk meminta uang ku.
Tak lupa aku juga membawa kunci kamar ini.
BERSAMBUNG..
__ADS_1
[Up 2-3 hari]
Autor: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam membuat cerita.