
"Hallo Key.." Panggilku via telpon
Aku baru sempat menghubungi Kekey untuk mengucapkan terimakasih ku, setelah kemarin hampir seharian aku tidak bisa bangun karna pusing.
"Makasih ya untuk yang kemarin" Ucap ku
"Nggak perlu berterima kasih. Aku nggak membantu apa-apa, kamu melakukannya sendiri. Maaf aku nggak bisa memberikan kerjaan yang pantas” Jawab Kekey dari seberang telpon
“Sertidaknya sudah ada pemasukan untuk kebutuhan ku selama beberapa minggu kedepan, sebelum mendapatkan pekerjaan yang layak. Ini berkat kamu” Jelas ku
“Jangan begitu.. Owh iya, apa pria itu mengajak mu melakukan hal itu?” Tanya Kekey
“Nggak Key.. Seperti yang kamu bilang sebelumnya. Dia juga nggak mnyentuhku berlebihan seperti yang teman-temannya lakukan pada teman wanitanya. Bahkan saat mereka mengajak wanitanya lanjut kesebuah hotel, ia malah menyuruhku pulang dan meninggalkan ku begitu saja" Cerita ku
“Syukurlah.. Aku benar-benar menghawatirkan mu malam itu, karna ku lihat kamu cukup pintar menggodanya. Kamu melakukannya dengan benar”
“Apa aku benar-benar terlihat seperti wanita-wanita itu?” Tanya ku
“Ya nggaklah. Meskipun kamu berprofesi sama seperti mereka, tapi kamu memiliki level yang tinggi. Wanita dengan bayaran termahal” Ucap Kekey
“Apa ada semacam itu?”
“Ya adalah.. Dari segi pakaian saja kamu sangat berkelas, tidak semurahan mereka. Apa lagi kamu cantik dan masih sangat muda. Yang pasti kamu nggak kalah pintar dalam menggoda pria” Jelas Kekey memuji ku
“Tapi aku nggak benar-benar melakukannya”
“Iya aku tau, kamu tidak seperti itu"
__ADS_1
Kekey benar-benar mengerti aku, padahal aku tidak pernah certa banyak tentangku padanya. Dia sangat baik dan perhatian, aku jadi merasa memiliki sahabat saat ini.
—————
“AAaaa.....” Teriak ku keras hingga bergema dalam satu ruangan
Aku menerima balasan Email dari salah satu perusahaan yang sudah aku kirim lamaran kerja. Aku diminta untuk mengikuti interview besok pukul 9 pagi.
Betapa bahagianya aku, sampai bingung untuk mengekpresikannya. Aku melompat-lompat kegirangan sambil berteriak tak jelas didalam kamarku.
Dengan penuh semangat aku membongkar isi lemari ku mencari pakaian yang pantas untuk aku pakai besok. Aku harus terlihat rapi dan menarik.
Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang membuat aku merinding. Aku teringat kejadian waktu itu, dimana aku gagal mengikuti ujian seleksi kerja karna sebuah kecelakaan.
Semoga itu tidak terjadi lagi. Karna nggak ada siapa-siapa yang akan membantu ku kali ini.
Sosok Dean kembali terlintas difikiranku. Sekeras apapun aku mencoba melupakannya, ia selalu saja hadir. Apa lagi disaat aku sendiri seperti ini.
-- -- --
Hari yang di tunggu tiba. Aku sampai ditempat tujuan tepat waktu. Aku bersyukur tidak ada yang menghalangi jalanku kali ini. Semoga interview hari ini juga menjadi keberuntungan ku kali ini.
Perusahaan ini memiliki bangunan yang sangat tinggi dan juga besar. Aku sampai tak percaya bisa memasuki perusahaan semegah ini. Aku masih ingat betul perusahaan tempat papa ku bekerja dulu bahkan tidak sebesar ini. Sebuah kebanggaan terbesar jika aku diterima bekerja disini, apapun jabatannya.
Aku memasuki ruangan interview. Ternyata ada banyak orang yang menunggu disana.
Aku mengambil tempat disamping seorang wanita yang kelihatannya seumuran dengan ku. Ia memberikan senyuman, dan aku membalasnya.
__ADS_1
“Kamu melamar di posisi apa? Tanya wanita itu
“Asisten sekretaris Pimpinan” Jawab ku
“Wah.. kita sama, semoga salah satu dari kita beruntung ya” Ucap manis wanita itu
Aku tersenyum mendengar ucapannya.
Aku merasa minder melihat penampilan wanita ini, ia terlihat begitu feminim dan sangat cantik. Apa lagi bentuk tubuhnya yang tinggi dan rambutnya yang panjang sedikit curly tergerai dengan indahnya.
"Apa semua yang menunggu disini melamar di posisi yang sama?" Tanyaku
“Nggak semua. Perusahaan ini membutuhkan 3 orang karyawan baru yang masing-masing menempati posisi berbeda” Jelasnya
Wajar saja ada banyak orang yang menunggu diruangan ini. Mungkin sekitar 15 orang yang mengikuti panggilan interview hari ini.
Aku duduk tenang menunggu giliran. Hampir 2 jam aku menunggu dan akhirnya nama ku di panggil. Aku mencoba bersikap tenang agar tidak nervous saat di wawancara.
Ada 3 orang yang duduk di depanku, posisi kami dibatasi sebuah meja persegi panjang.
Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya demi menetralisir kegugupan.
"Sebelum anda melamar kerja disini, sudah pernah bekerja dimana saja?" Tanya seorang wanita paruh baya yang duduk disamping kiri.
Ia melontarkan pertanyaan tanpa membaca cv yang telah ku berikan.
Dengan sedikit nervous aku memasang senyum manis penuh percaya diri dan menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
Sesi wawancara berjalan lancar dan aku berhasil menjawab semuanya pertanyaan yang diberikan oleh penguji.
Tidak tau apa hasilnya nanti, yang jelas aku sudah berusaha memberikan kesan yang baik dengan menjawab semua pertanyaannya penuh percaya diri.