DEMI UANG

DEMI UANG
MENGHIBUR DIRI


__ADS_3

Semenjak kejadian malam itu. Dean tak lagi datang mengunjungi ku, bahkan dia juga tidak pernah menelpon ku lagi menanyakan kabar. Dia menghilang begitu saja.


Apa karna aku menolak keinginannya malam itu? Atau karna aku sudah menamparnya, sampai dia sebegitu kesalnya dan tak ingin menghubungi ku lagi.


Harusnya aku yang marah, aku yang kecewa, aku yang tak ingin menemuinya lagi, tapi kenapa malah dia yang melakukan itu pada ku.


Aku bahkan masih menunggu kabar darinya. Karna saat ini aku masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya, sama persis sebelum kejadian itu terjadi.


Aku kangen dia yang selalu menanyakan kabarku, dan selalu mengunjungiku. Kenapa malam itu dia pergi tanpa kata? Bahkan tak melihat kebelakang lagi.


Aku sudah mencoba menghubunginya beberapa kali. Tapi dia tidak pernah menerima panggilan ku.


“Apakah ini berarti hubungan kita sudah selesai? Aku butuh penjelasan. Katakan jika memang hubungan kita telah berakhir, jangan membuat aku menunggu Dean..”


—————


Hari-hari ku kembali terasa sepi, dan handphone ku juga tak pernah berdering lagi.


Aku mencoba menyibukkan diri agar tidak terus larut dalam kesedihan. Aku kembali mengirim lamaran kerja kebeberapa perusahaan, dan aku berharap bisa segera mendaapatkan pekerjaan, karna saat ini aku benar-benar membutuhkan uang.


Persediaan uang yang aku miliki sudah sangat menipis, aku berencana untuk menjual cincin berlian hadiah ulang tahun ku dari mama 2 tahun yang lalu, saat usia ku genap 20 tahun. Sayang sih.. tapi cuma ini yang bisa aku jual untuk mendapat uang.


Uang yang didapat hasil penjualan cicin ini juga pasti lumayan banyak, aku harus benar-benar bisa menghematnya, sampai aku mendapatkan pekerjaan.


—————


Hampir 2 bulan sudah aku menunggu, tidak juga ada panggilan kerja. Di rumah sendiri membuat aku stres. Hidup ku terasa sangat membosan kan, Ingin rasanya menghibur diri.


Akhirnya aku memutuskan keluar malam ini, berniat untuk mengunjungi tempat dimana dulu aku sering ngumpul bersama teman-teman.

__ADS_1


Tidak tau kenapa tiba-tiba saja aku merindukan tempat itu.


Aku tiba di salah satu club dimana dulu aku sering kesini bersama teman-teman. Tapi semua terasa berbeda saat aku datang kesini hanya seorang diri.


“Qeezya..” Terdengar suara wanita memanggil nama ku.


Aku meliarkan pandangan mencari asal suara. Terlihat wanita berseragam hitam berdiri 3 meter tepat di samping kanan ku.


“Sudah lama nggak kesini, mau saya carikan maja?” Tawarnya sambil berjalan mendekati ku.


“Kekey..” Panggil ku sedikit berteriak, karna suasananya sangat berisik


Dia adalah salah satu waitress di club ini, yang dulunya sering melayani aku dan teman-teman ku.


“Yang lain mana?” Tanyanya sambil melihat-lihat di sekitar ku.


“Aku kesini hanya sendiri” Jawabku


“Nggak perlu key.. Aku benar-benar sendirian aja”


“Udah.. nggak apa-apa, disana masih ada meja kosong cukup untuk 2 orang” Ucapnya Sambil menuntun ku.


Aku mengikuti arahannya, dan tibalah di salah satu meja bar yang berada disudut ruangan. Cukup nyaman, tidak terlalu kena sorotan lampu, suasananya benar-benar gelap. Cocok untuk aku yang saat ini lagi ingin menyendiri tapi butuh hiburan.


“Mau aku ambilkan minum?” Tawarnya lagi


“Boleh.. Aku minta soda bisa, non alkohol” Pinta ku


“Kenapa?” Tanyanya

__ADS_1


“Aku takut nggak bisa pulang” Jelas ku sambil tersenyum.


Wanita itu ikut tersenyum seakan mengerti maksud ku, dan ia langsung pergi mengambilnya.


Aku meliarkan pandangan kesetiap sisi ruangan, semua terlihat begitu ramai dan sangat berisik. Tidak hanya musik yang terdengar keras, orang-orang juga pada teriak satu sama lain.


Ternyata dulu aku seperti mereka, bicara sambil teriak-teriak, lalu tertawa sesukanya, dan sesekali joget mengikuti irama musik yang dimainkan DJ.


Sejenak terlintas difikiran ku, sebelumnya aku belum pernah setenang ini saat berada di sebuah club, hanya duduk diam dan memperhatikan orang-orang disekitar.


“Ini minumannya” Ucap kekey yang baru saja tiba


“Makasih Key..”


“Kamu benar-benar nggak menunggu seseorang” Tanyanya masih belum percaya


Aku hanya menganggukan kepala.


“Sekitar 5 bulan lalu temen-temen kamu masih sering main kesini, dan sepertinya kamu nggak pernah bersama mereka lagi” Cerita Kekey sedikit “Tapi mereka sekarang sudah nggak pernah kesini lagi” Lanjutnya


“Owh ya..?” Tanya ku memperjelas


“Iya.. Saya kira malam ini kamu datang bersama mereka” Lanjutnya


Aku hanya menggelengkan kepala, dan Kekey langsung pergi meninggalkan ku.


Aku jadi memikirkan soal mereka. Kenapa mereka tidak pernah kesini lagi. Bukankah club ini salah satu tempat favorite mereka.


Apa mungkin mereka sudah mempunyai tempat favorite baru, atau mungkin saja mereka sudah memiliki pacar, dan mereka dilarang mengunjungi tempat seperti lagi.

__ADS_1


“Semoga kalian bahagia” Gumam ku


__ADS_2