DEMI UANG

DEMI UANG
GAJI PERTAMA


__ADS_3

Sore hari. Masih di gedung Flowering Group.


🎶Ting.. *Notification Email Masuk*


“FLOWERING.GROUP-Selip gaji bulan..”


Aku membukanya dan ku baca.


Waaaah.... Serius? Gaji pertamaku sudah masuk kerekening? Emhh.. senangnya. Menggigit bibir sambil menahan senyum bahagia.


Seketika suasana hati yang sedang buruk berubah menjadi sangat bahagia. Bahkan rasa kesalku hari ini langsung sirna seketika. Mungkin saat ini aku sedang terlihat senyum-senyum sendiri dengan layar handphone ku.


Aku mengambil selembar kertas dan pena. Menulis daftar pengeluaranku selama satu bulan. Dari biaya makan, transportasi, hingga kebutuhan hidup lainnya. Jika dihitung-hitung aku hanya menghabiskan sepertiga dari gaji yang aku terima.


Ternyata pengeluaranku tidak sebanyak yang aku kira. Mungkin karena Kekey tinggal dirumahku sekarang. Aku merasa terbantu untuk biaya tagihan listrik dan juga air. Karena sekarang dia yang membayar semua.


*Gajiku masih sisa banyak. Aku akan tabung sebagain uangnya. Jaga-jaga kalau nanti ada keperluan mendadak atau tiba-tiba aku jatuh sakit yang membutuhkan banyak biaya. Hal kecil seperti ini memang harus dipikirkan saat masih punya uang lebih.* Dan sebagian uangnya lagi..


Tiba-tiba aku mengingat sesuatu. Undangan pernikahan Dean.


Iya, sebentar lagi aku akan menghadiri pesta pernikahan Dean. Aku harus membeli sesuatu sebagai hadiah pernikahan mereka.


Setelah pulang kerja, aku akan langsung mampir ke mall untuk mencari kado. Hanya sore ini kesempatan terakhir aku untuk mencarinya. Meski besok weekend, tapi sudah tidak ada kesempatan lagi. Karena besok malam adalah acaranya.


Setelah pekerjaanku selesai dan jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Aku bergegas keluar dari gedung Flowering Group. Aku berdiri dipinggir jalan masih di depan gedung menunggu taxi online ku datang.


Sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat dihadapanku.


Di lihat dari nomor plat kendaraannya, mobil ini bukan taxi online pesananku.


Perlahan kaca mobil itu terbuka. Seorang pria menyapa sedikit berteriak dari dalam mobil.


“Qeezya.. Menunggu siapa?”

__ADS_1


Meka! Oo ternyata dia. “Taxi” Jawabku singkat sambil tersenyum.


“Mau aku antar pulang?” Menawarkan tumpangan.


“Tidak perlu. Terimakasih.” Ku tolak dengan halus.


“Kamu yakin?”


Yakinlah. Aku tidak sembarang menerima tumpangan. Apa lagi kita tidak begitu kenal.


Aku hanya meanggukan kepala dan tersenyum manis.


“Kalau begitu aku duluan ya.” Pamitnya.


Dia baik sih. Menawarkan tumpangan padaku. Meanggapku sebagai temannya. Tapi aku tidak bisa secepat itu dekat dengan seseorang. Apa lagi dia seorang pria. Aku masih sangat canggung.


“Bye Qeezya.”


Ia melambaikan tangan dan menutup kembali kaca mobilnya. Aku membalas lambaiannya. Taxi ku pun datang tak lama setelahnya.


Belum juga belanja, aku sudah menenteng goodie bag dengan merk ternama. Yang isinya kemeja kotor.


Merepotkan sekali membawa barang kotor ini ke mall. Untung saja goodie bag nya merk terkenal. Jadi seperti habis belanja barang mahal.


Jika dipikir-pikir sudah lama sekali aku tidak pergi ke mall. Terakhir kali sebelum mereka menjauhiku. Beberapa bulan setelah kepergian orang tuaku. Saat aku tidak bisa mengatur keuanganku, dan mereka tau aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Itulah terakhir kali aku merasa happy bersama seorang teman.


Satu jam sudah aku berada di dalam mall. Barang yang aku cari sudah aku dapatkan. Aku membeli Diffuser Aromaterapy sebagai hadiah. Aku di rekomendasikan oleh pemilik toko. Mereka mengatakan jika menghadiahkan seseorang dengan wewangian, akan memunculkan perasaan hangat di hati dan rasa damai. Aku rasa ini hadiah yang sangat cocok untuk mereka yang akan hidup bahagia. Meski yang memberinya penuh rasa sesak didada.


Aku juga sudah belanja sedikit keperluan rumah. Setelah aku rasa sudah membeli semua yang aku butuhkan, aku langsung pulang kerumah. Belanja seorang diri sehabis pulang kerja ternyata sangat melelahkan.


—————


Siang hari setelah makan siang. Aku dan Kekey duduk manis di ruang tv. Sambil menikmati segelas jus jeruk buatan Kekey.

__ADS_1


“Key.. Aku mau menanyakan sesuatu.” Tanyaku sambil memeluk bantal kursi.


“Apa?” Kekey masih menyaksikan acara tv.


“Nanti malam aku akan menghadiri pesta pernikahan manatanku. Aku harus berpenampilan seperti apa?”


“Mantan?” Tanya Kekey sepontan menatapku.


Aku mengangguk.


“Yang pasti kamu harus tampil cantik. Kamu harus terlihat menarik. Berdandan secantik mungkin.“ Jelas Kekey bersemangat.


“Harus seperti itu?”


“Harus!” Emangnya kamu pergi dengan siapa?” Kekey menatapku.


“Sendiri”


“Sendiri?” Matanya melotot.


Ada yang salah?


“Kamu yakin?” Tanya Kekey lagi.


“Kenapa?” Aku malah kembali bertanya.


Emang salah ya jika aku hanya datang seorang diri?


“Apa seharusnya kamu mengajak seseorang pergi bersama kamu.” Kekey memberi saran, dengan nada hati-hati.


Siapa? Siapa yang bisa aku ajak? Dan siapa juga yang mau menerima ajakanku. Aku bahkan tidak punya siapa-siapa untuk diajak.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Author: Jika kalian suka jangan lupa likenya. Dan silahkan komen jika ada saran ataupun keritik agar dapat mengispirasi saya dalam menulis cerita. Makasih..


__ADS_2