
Di tempat rapat Ridho masih mengorek informasi tentang bisnis gedung itu.
"Bagaimana tuan Ridho, tuan ingin menginvestasikan dana anda di bisnis bidang apa?" Tanya tuan Cakra dengan sopan
"Saya dengar gedung ini serba guna, kadang menjadi hotel kadang menjadi kafe, kadang menjadi bar yang super mewah, saya ingin tau bisnis unik apa lagi yang ada di gedung ini?" Tanya Ridho intuk mengorek informasi gedung itu.
"Sepertinya anda sangat tertarik dengan uniknya bisnis di gedung ini, bisnis yang lainnya cukup ilegal jadi jika anda siap terlibat saya akan beri tahu bisnis apa itu, dan kami juga akan berusaha melindungi para investor di sini" ucap tuan Cakra mencoba meyakinkan Ridho. Mendengar itu Ridho menolaknya dengan halus sehingga tuan Cakra tidak merasa tersinggung. Namun untuk menghindari kecurigaan tuan Cakra, Ridho menginvestasikan 5% hartanya untuk bisnis di bidang perhotelan.
"Saya rasa saya masih ada jadwal meeting dengan para klien" Ridho melirik kearah jam tangannya
"Iya, saya memaklumi kesibukan pengusaha muda seperti Anda" ucap tuan Cakra sopan
"Atas kerja sama tuan Cakra saya ucapkan terima kasih"
"saya juga ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan tuan Ridho kepada kami" tuan Cakra menyalami Ridho, kemudian Ridho segera kembali ke tempat Rani, Lova, dan kedua temannya. Di tempat persembunyian Rani dan temannya Ridho melihat ke arah Rani yang sedang pingsan.
"Rani kenapa?" Tanya Ridho dengan wajah panik. Dengan tenang Amel menjelaskan kronologi kejadian itu, sehingga membuat Ridho kembali tenang. Setelah itu mereka langsung pergi dari lokasi itu dan menuju markas mereka yang berada di belakang bar milik Tio.
Di sana dengan hati-hati Ridho menggendong Rani dan membaringkannya di sofa, mereka Ridho, mega dan Amel langsung memaikan komputer yang begitu besar, mereka dengan begitu leluasa melakukan peretasan dari sistem manapun. Sedangkan Lova yang baru menginjakkan kakinya di markas Rani dan temannya membuat Lova kagum. Markas itu penuh dengan teknologi canggih yang mereka rakit sendiri selain itu juga ada komputer yang begitu besar dan sangat banyak. melihat itu semua menjadi tertarik dengan dunia hacker.
"Lova kamu kenapa ayo duduk sini" ucap Mega saat melihat Lova yang melamun.
"Oh iya, makasih" Lova duduk di sofa sebelah Mega
"Apa Kamu bisa meretas sistem operasi?" Tanya Amel
"Bisa sedikit-sedikit, itupun Rani yang ngajarin" ucap Lova sedikit canggung
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah masuk kedalam kelompok kami yang bernama WAPTIC (we are cryptic) yang memiliki arti 'kami samar', sekarang kamu bisa leluasa meretas situs atau sistem yang kami inginkan, geng WAPTIC ini termasuk geng terbaik dalam hal cyber crime sehingga mendapatkan gelar The king of cyber crime" Amel mengajak Lova melihat lihat markas WAPTIC.
Kemudian Amel memperlihatkan ruangan yang berisi koleksi senjata dan bom rakitan mereka yang tidak kalah canggih dengan milik pemerintah. Melihat semua itu Lova menjadi sangat terkesan dengan isi markas WAPTIC. Setelah selesai berkeliling sebentar, mereka berdua menuju komputer yang mereka pilih untuk bersenang senang. Dan tak lama kemudian Rani mulai bangun dan langsung menuju meja komputernya.
Tiiing.... Suara pesan untuk geng WAPTIC, di di sebuah layar komputer yang sangat besar yang menempel di dinding. Pesan itu berisi sebuah video ejekan kepada geng WAPTIC.
"You are not a hacker, you do not have the potential to become a hacker, all your attacks are like small non-lethal firecrackers ( Kalian bukanlah seorang hacker, kalian tidak memiliki potensi untuk menjadi hacker, semua serangan kalian itu bagaikan petasan kecil yang tidak mematikan)" ucap seorang hacker di video itu, hacker itu memakai topeng Sehingga tidak dapat di kenali.
"Siapa dia yang berani mebobol markas WAPTIC dan meremehkan kita" ucap Ridho dengan marah
"Tenang Ridho, seorang hacker itu tidak boleh cepat marah, kita harus tenang agar kita bisa menyerang balik kelompok itu" ucap Tio dengan tenang
"Itu benar kata Tio, kita jangan mudah terpancing, itu nanti malah melemahkan diri kita sendiri" tambah Mega
"Kalau begitu kita tidak boleh diam saja, kita harus cari siapa yang berani mebobol server markas WAPTIC" ucap Rani menahan emosinya.
Satu jam kemudian, Rani hacker terbaik di geng WAPTIC berhasil menemukan kelompok hacker yang membobol server milik geng WAPTIC. Kelompok hacker itu bernama SHATY (secret hacker society) hacker ini adalah hacker yang cukup berprestasi di Indonesia, mereka pernah memenangkan perang cyber dengan hacker Cina. Tak itu saja geng SHATY juga salah satu geng yang baik dalam bidang cyber crime sehingga mereka dengan mudah bisa melewati sistem keamanan berlapis milik geng WAPTIC.
"Bagaimana ini, apa kita bisa menang melawan geng SHATY? geng SHATY memiliki banyak hacker yang cukup kuat dalam hal cyber crime" ucap Mega gelisah
"Iya Mega benar, mereka sangat profesional pantas saja bisa meretas sistem keamanan kita" tambah Tio
"Kita memang tidak sekuat geng SHATY namun kita juga mendapat gelar the king of cyber crime, ingat itu jadi jangan takut" ucap Amel memberi semangat
"Sebenarnya kita itu kuat namun kita samar seperti bayangan, kita tak terlihat, kita samar itu bukan arti dari nama geng kita, geng WAPTIC (We are cryptic)" tambah Ridho
"Apalagi kita juga punya personil tambahan yang tidak kalah hebatnya dengan geng SHATY" Rani menunjuk kearah Lova sehingga mereka semua melirik ke arah Lova dan menjadikan suasana menjadi hening. Sedangkan Lova menjadi canggung ketika tiba-tiba temannya memandanginya dengan tatapan aneh yang tidak bisa di gambarkan.
__ADS_1
"I-i-iya" ucap Lova sambil menganggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum Sehingga dapat memecah keheningan saat itu
"Itu benar, kita samar, kita tak terlihat namun mematikan, karena kita samar, kita tidak lemah, tapi kita samar, memang kita tidak terlalu populer seperti geng SHATY, itu karena kita samar" ucap Ridho menambah semangat.
"Kita samar, kita samar, kita samar, kita samar" ucap mereka semua dengan penuh semangat
Setelah itu mereka mengulurkan tangannya sambil mengepalkan tangan mereka dan berteriak "GENG WAPTIC"
" WE ARE CRYPTIC!!!" Teriak mereka sambil mengangkat kepalan tangan mereka kemudian mereka saling tersenyum dan saling memberikan semangat untuk melawan dan menghancurkan kesombongan geng SHATY. Kemudian mereka segera kembali ke meja komputer mereka masing-masing untuk merusak sistem keamanan milik geng SHATY.
Tiga jam kemudian setelah waktu yang cukup lama dan sebuah usaha yang sangat besar, dengan performa gabungan geng WAPTIC mereka berhasil meretas server yang ada di markas milik geng SHATY, kemudian mereka membuat server milik geng SHATY terkunci dan memberikan sistem pengamanan sehingga server milik geng SHATY tidak bisa di buka lagi.
Raut wajah bahagia terlukis di wajah mereka berenam. Mereka merasa bahagia karena berhasil merusak server milik geng SHATY. Mereka merayakan itu dengan berpesta kecil-kecilan di bar milik Tio sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 malam sehingga Rani dan Lova harus segera kembali ke kampus. Sebelumnya ke kampus mereka berdua meretas sistem CCTV kampus dan membuat alat deteksi penyusup mati sementara. Mereka segera kembali di antar Amel dan Mega, di perjalanan Rani dan Lova terus memandangi jam tangan mereka yang menunjukkan sambil menghitung waktu mensetting CCTV dan pendeteksi penyusup milik kampus.
Di tengah perjalanan tiba-tiba kedua mobil sport milik Mega dan Amel di hadang oleh dua mobil mewah yang sama jenisnya dengan milik Amel dan Mega.
Bruuum.. Bruuuum... Bruuuum... Suara gas kedua mobil sport yang menghadang Rani dan Lova. Kemudian Rani dan Lova turun dari mobil sambil membawa pistol jenis revolver miliknya.
"Kalian mau minggir baik-baik atau dengan paksa"Rani menodongkan senjata apinya. Dan seketika kedua pria tinggi berkulit sawo matang keluar dari mobil sport itu. Kedua pria itu mendekat kearah Rani dan Lova yang sedang menodongkan senjata kepada mereka berdua. Kemudian kedua pria itu mendekat dan semakin mendekat kearah Rani dan Lova sehingga kedua mata metwka saling bertatapan. Pria itu tersenyum beberapa detik kemudian kembali masuk ke mobil dan pergi.
.
.
.
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏
__ADS_1