DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
membodohi pak Candra


__ADS_3

Di dalam markas WAPTIC Mega dan Amel mengangkat Rani dan membawanya ke ruang favorit Rani yaitu ruangan khusus server canggih dan sambung internet yang cepat.


"Haduh, bocah ini ternyata berat banget" keluh Amel sambil duduk di sova sebelah Rani.


"Eh Mel, kamu percaya enggak kalau dia itu Lova?" Ucap Mega ragu


"Ya enggak lah, kita kenal Rani semenjak duduk di sekolah dasar, bahkan bau ketiaknya aja aku hafal, dan itu sama dengan Rani yang dulu" ucap Amel


"Ya kali kamu nyium bau ketiak Rani" ucap Mega menyipitkan matanya


"Enggak lah, bercanda, tapi aku yakin sembilan puluh sembilan persen ini Rani" ucap Amel yakin


"Aku juga berfikir seperti itu, namun kenapa dia bilang kalau dia itu Lova, kalau benar dia Lova, lalu kenapa dia tidak mengenal kita" Mega menjadi bingung


"Pasti saat Rani dan Lova di sekap, ada sesuatu yang terjadi. lalu Lova yang asli kemana?" Tambah Amel yang membuat mereka semakin bingung


Triiiing... triiiing... Suara ponsel Mega berbunyi, kemudian Mega segera mengangkat telepon itu. Mega terlihat sangat panik ketika mengetahui ternyata yang menelponnya adalah Ridho yang sedang di sekap oleh pak Candra dan jika ingin di bebaskan harus membebaskan Lova.


Setelah itu mega menutup telponnya dan menceritakan semua itu kepada Amel. Disaat Mega menceritakan semua itu kepada Amel tanpa sadar ternyata Rani sudah bangun dari pingsannya sejak tadi.


"Siapa kalian? Kenapa kalian masuk kedalam mimpiku?" Ucap Rani mengagetkan Mega dan Amel.


"Apa kamu mengingat sesuatu?" Tanya Amel


"Apa kamu mengingat tempat ini?" Tambah Mega


"Sebenarnya siapa kalian?" Tanya Rani mencari tahu

__ADS_1


"Kita sahabat kamu sejak kamu duduk di bangku sekolah dasar, kamu adalah Rani sahabat kita, dan Lova Candra lestari itu juga sahabat kita, tapi bukan kamu orangnya" ucap Mega


"Sudah aku bilang aku Lova dan bukan Rani" ucap Rani


"Sudahlah, tidak ada gunanya kita berdebat disini, ada sahabat kita yang nyawanya Terancam" ucap Amel kemudian mengajak mega untuk segera pergi. Mereka segera keluar dan membawa Rani, tak lupa mereka juga membawa beberapa senjata rahasia untuk jaga jaga.


Di depan markas pak Candra, Tio dan Ridho di borgol di pagar depan markas sambil menunggu Mega dan Amel datang. Dan tak lama kemudian ada sebuah mobil mewah yang tidak asing lagi sampai di lokasi tersebut. Dari mobil itu keluar. Dua wanita yang tidak lain adalah Amel dan Mega. Mega maju kedepan dan menghampiri Ridho dan Tio, namun saat sudah mendekati Tio dan Ridho, Mega di hadang oleh kedua pengawal pak Candra.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Mega yang sebal karena langkahnya di hentikan


"Dimana nona Lova?" Tanya pengawal itu


"Disana di dalam mobil itu" Mega menunjuk kearah mobilnya


"Lepaskan dia dulu" sahut pak Candra. Kemudian Amel yang mendengar itu langsung mengeluarkan Rani yang masih di borgol tangannya.


Tio, Ridho dan Mega segera masuk kedalam mobil sementara Amel masih menongdongkan senjatanya ke arah Rani.


"Sekarang lepaskan putriku" ucap pak Candra


"Aku tidak tau ternyata kamu sebodoh itu" Mega membuka kaca mobilnya dan menembakkan beberapa bom asap ke arah pak Candra dan semua anak buahnya. Kemudian Amel kembali memasukkan Rani kembali ke mobil dan mereka langsung pergi.


"Kejar mereka" pak Candra menembaki mobil mereka yang ternyata mobil mereka anti peluru. Para anak buah pak Candra langsung berlari masuk ke dalam mobil dan mengejar mereka. Mereka sempat tertangkap namun karena keahlian Ridho dalam menyetir mobil, Ridho dengan mudah dapat lolos dari anak buah pak Candra, mereka pun segera kembali ke markas WAPTIC.


"Lepaskan aku, apa sebenarnya yang kalian inginkan dariku?" Rani terus mencoba melepaskan diri, kemudian mereka dengan paksa harus mengikat Rani di sebuah kursi besi. Karena hal itu kepala Rani kembali terasa sakit, dia berteriak kesakitan, dia mengingat suatu hal yang membuatnya hilang ingatan.


Melihat itu mereka menjadi tidak tega, mereka bingung mau apa, namun mereka hanya ingin mengembalikan ingatan Rani agar Rani bisa kembali membalaskan dendamnya.

__ADS_1


"Rani stop, kamu kenapa?" Amel mencoba membuat Rani diam


"Sudah aku bilang aku adalah Lova" Rani terus menganggap dirinya Lova


"Kita tidak akan menyakitimu, kita sahabat kamu, tenanglah," ucap Ridho


"Kita janji, besok kita akan melepaskan kamu, jadi tenanglah"tambah Amel


"Turuti perintah kita, kita lepaskan kamu" tambah Tio


"Baiklah, aku akan menuruti perintah kalian, aku pegang Jani kalian" ucap Rani yang sudah pasrah.


Mereka segera membuka tali yang mengikat Rani, sedangkan Amel mengambil buku harian milik Rani dan memberikan itu kepada Rani yang terus menyangka dirinya adalah Lova. Kemudian mereka membawa Rani ke dalam ruangan komputer yang paling dia sukai. Mereka memerintahkan Rani untuk membaca buku harian Rani di dalam ruangan itu, kemudian mereka keluar dari ruangan itu meninggalkan Rani sendiri.


Di dalam ruangan. Sebelum Rani membaca, Rani mulai melihat sekeliling ruangan dan menaruh bukunya di meja komputer. Rani berputar melihat lihat ruangan itu yang sepertinya tidak asing baginya. Rani mulai mengingat sesuatu, dia merasa pernah bermimpi berada di ruangan itu sambil menulis sesuatu. Mengingat itu Rani teringat pada buku harian yang diberikan Amel kepadanya. Rani kembali ke meja komputer dan membuka buku harian itu kemudian membacanya.


Aku Rani Keysa Wijaya, ibuku bernama Keysa Candra Wijaya. hobi ku adalah bermain komputer. hidupku sangat mewah bahkan hampir sama dengan seorang putri. ibuku sangat posesif dengan ku, namun aku sadar jika itu tandanya dia sangat menyayangiku. Ibu ku bilang aku adalah anak tunggal karena itu juga ibu sangat posesif dengan ku bahkan aku sampai di sebut dengan julukan 'anak mama'.


Aku Rani Keysa Wijaya. aku dibesarkan oleh ibuku sampai usia 10 tahun, hal itu karena ibu ku sengaja di bunuh oleh seorang yang aku tidak tahu. Pamanku yang bernama Alfin melaporkan kasus pembunuhan itu, namun keesokan harinya di juga di bunuh. Setelah saat itu aku merasa kesepian meskipun banyak pelayan dan pengawal di rumahku aku tetap kesepian. Aku mau tidak mau harus menjadi penerus perusahaan Wijaya.


Aku Rani Keysa Wijaya, aku merasa kesepian, hingga suatu ketika aku berteman dengan Mega, Amel, Tio dan Ridho. Setelah mengenal mereka seakan aku sudah menemukan keluarga baru. Kami memiliki hobi yang sama, jadi kami membentuk sebuah kelompok hacker yang bernama WAPTIC (we are cryptic) yang mempunyai arti kami samar. Saat berkumpul di markas aku membuka laptopku dan mencari kumpulan berita.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏 dan terima kasih yang sudah dukung aku


__ADS_2