DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
mencari kebenaran Lova


__ADS_3

Keesokan harinya di ruang makan rumah pak Candra. Pak Candra sudah selesai bersarapan, setelah itu pak Candra segera pergi ke perusahaannya. Sesampainya di perusahaan pak Candra memerintahkan Adi dan Hendra untuk mencari tahu tentang perusahaan Wijaya. Tanpa pikir panjang mereka langsung pergi mengerjakan perintah pak Candra.


Sesampainya di perusahaan Wijaya Adi dan Hendra langsung menuju ke lobby.


"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap resepsionis dengan sopan


"Saya ingin bertemu dengan CEO Wijaya Company" jawab Hendra. Kemudian resepsionis mengantarkan mereka menuju ruang khusus tamu. Kemudian resepsionis itu mempersilahkan mereka masuk dan dan menungu di sana. Tak lama kemudian seorang pria paru baya masuk keruangan itu dan menemui mereka berdua.


"Selamat siang" sapa pak Aris menejer Wijaya Company


"Selamat siang" Hendra dan Adi menyalami pak Aris


"Senang bertemu dengan anda tuan, suatu kehormatan bagi kami bisa bertemu secara langsung dengan CEO Wijaya Company" ucap Adi mengawali pembicaraan


"Oh maaf, saya bukan CEO Wijaya Company, saya Aris menejer disini yang ditugaskan sementara untuk mengendalikan Wijaya Company sampai waktu yang di tentukan" jawab pak Aris


"Lalu sampai kapan itu?" Tanya Hendra


"Sampai sang pewaris tunggal siap dan sudah menyelesaikan Studinya" jawab pak Aris


"Siapa dia?" Tanya Adi semakin penasaran


"Nona Rani, Rani Keysa Wijaya, dialah pewaris tunggal perusahaan Wijaya" jawab Aris


"Rani? Bukankah dia sudah mati" Batin Hendra dan Adi ketika nama Rani di sebut


"Apa Rani yang anda maksudkan adalah anak ini?" Adi menunjukkan foto Rani dari telpon genggamnya


"Iya, dia sangat baik, sopan dan pintar, dua hari yang lalu nona Rani sempat menjalankan perusahaan ini" jawab pak Aris.


"Syukurlah jika calon pemimpin kalian begitu baik, sebenarnya kami hanya ingin bertemu dengan CEO Wijaya, namun bertemu dengan pak Aris juga menyenangkan. Kalau begitu kita permisi dulu" Hendra pamit dan segera menginfokan hal itu kepada pak Candra.


Sesampainya di perusahaan Candra, Hendra dan Adi segera menuju ruangan pak Candra. Di depan pintu ruangan Hendra mengetuk pintu ruangan, kemudian pak Candra memperbolehkan masuk kemudian mereka segera masuk dan menceritakan apa yang di dengar.


"impossible, it's impossible, Rani sudah mati, lalu siapa dia?" Ucap pak Candra tidak percaya

__ADS_1


"I do not know, tapi itu kenyataannya" jawab Hendra


"Apa dia putriku" batin pak Candra


"Cari tau siapa Rani, jangan lukai dia, aku butuh rambutnya" perintah pak Candra yang seketika langsung mereka kerjakan.


Di universitas KUSUMA. Rani dan Lova telah menyelesaikan kelasnya, saat akan kembali ke kamarnya Rani melewati sebuah gudang yang pintunya masih terbuka. Rani memasuki gudang itu dan melihat sekeliling gudang. Di pojokan gudang tiba tiba terlintas dalam ingatan Rani tentang pembunuhan pak Agus, ingatan Rani mulai sedikit bangkit dan kepalanya terasa sakit. Setelah itu berlari keluar gudang itu sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Rani, kamu kenapa?" Tanya Lova yang melihat Rani berlari ke luar gudang


"Aku mengingat sesuatu, tapi aku rasa itu tidak penting untuk mu" jawab Rani kemudian langsung pergi


"Apa yang terjadi dengannya" batin Lova saat Rani pergi


Kemudian Lova yang selalu penasaran mencoba masuk kedalam gudang itu. Semula Lova terlihat biasa saja namun ketika dia melihat ke arah pojokan gudang dia terbayang kejadian disaat dia menemukan mayat pak Agus. Setelah mengingat hal itu Lova langsung berlari keluar.


"Pantas saja Rani berlari dari gudang, mungkin dia juga mengingat hal yang sama denganku" batin Lova kemudian segera kembali ke kamarnya.


Dikamar Lova dan Rani. Rani duduk di meja belajarnya sambil merenungkan hal yang baru saja dia ingat.


"Rani, kamu pasti terkejut aku mengingat apa di gudang tadi, kamu pasti mengingat hal yang sama kan" ucap Lova mengagetkan Rani


"Kamu mengagetkan aku saja, memang apa yang kamu ingat?" Tanya Rani sedikit kesal


"Aku mengingat, aku melihat sebuah mayat yang tertutup kain putih yang, dan dalam ingatanku pria Itu di bunuh" ucap Lova yang membuat Rani terkejut


"Memang siapa pembunuhnya?" Tanya Rani sedikit takut jika Lova akan mengetahui segalanya


"Aku tidak tau, ingatanku tidak kembali secepat itu l, sehingga bisa mengingat kejadian dengan detail" jawab Lova sehingga membuat Rani lega


"Lupakan, hal itu tidak penting" ucap Rani kemudian Lova bersantai di balkon.


Di balkon. Lova menarik nafasnya dalam-dalam dan hembuskan perlahan, Lova menikmati angin sore hari itu. Lova berdiri kemudian menutup matanya sekejap kemudian membukanya perlahan. Lova kembali masuk ke kamarnya, saa masuk kedalam kamar tiba-tiba ingatannya memperlihatkan saat Rani menodongkan pistolnya ke pelipis Lova sehingga membuat Lova gemetar. Lova tidak percaya dengan hal itu, Lova memegangi kepalanya yang terasa sakit. Lova mencoba menahan rasa sakit itu kemudian memutuskan untuk segera tidur


Keesokan harinya di markas milik pak Candra. Hendra memerintahkan anak buahnya untuk menyamar menjadi pegawai di perusahaan Wijaya untuk mengorek informasi tentang Rani. Sedangkan Adi dan anak buahnya menemui sahabat lamanya yang tidak lain adalah Reyhan dan Dimas.

__ADS_1


"Bagaimana bro? Kamu bilang Rani sudah mati lalu kenapa menejer Wijaya Company bilang jika dua hari yang lalu Rani memimpin perusahaan itu" tanya Adi kepada mereka berdua


"Begini, sebenarnya saat Rani kamu serahkan kepada kita, aku merasa kasihan dengannya, saat itu aku juga merasa jika dia sudah mati, namun ketika aku menyentuh tangannya tiba-tiba dia berkata Rani, Rani. Aku pikir itu namanya, aku langsung membawanya ke rumah sakit dan aku mulai mencari tahu siapa dia" Dimas menceritakan semua kejadian dua Minggu yang lalu


"Jadi kamu tau siapa dia?" Tanya Adi


"Iya, aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri. Bahkan kita yang mengantarkannya kembali kuliah" Reyhan mengingat hal itu


"Iya, dia sungguh manis dan menegaskan" ucap Dimas memecah suasana yang terasa tegang


"Benarkah? Kalau begitu nikahi saja dia" tambah Adi yang membuat mereka tertawa.


"Ya udah kalau begitu, kita masih ada urusan kalau mau nanya lagi besok aja" ucap Reyhan berpamitan pergi


"Siap bro, thanks" jawab Adi


"Ok, you're welcome" tambah Dimas kemudian langsung pergi.


Di universitas KUSUMA. Setelah Rani dan Lova menyelesaikan kelasnya mereka berdua pergi ke kantin untuk makan siang. Disana sambil makan makanan yang dia pesan Lova membaca buku tentang reaksi kimia sedangkan Rani membaca buku tentang pemrograman dan sistem komputer.


"Eh Rani, lihat ini kita bisa buat bom hanya dengan beberapa cairan kimia" Lova menunjukkan buku kimianya


"Kelihatannya menarik, ayo kita coba" ajak Rani yang suka hal yang menantang


"Tapi ini harus di dampingi oleh dosen" ucap Lova


"Gak perlu, kita ikuti step by step yang sudah ada di situ, pasti aman" ajak Rani


"Ya udah, ok" Lova menyetujuinya


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏


__ADS_2