DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
hilangnya Rani dan Lova


__ADS_3

Seketika tubuh Rani dan Lova melemas, matanya terpejam, gelap gulita itu yang terlihat. tak lama kemudian Rani melihat sebuah cahaya kecil sedikit demi sedikit. Rani mulai membuka matanya dia mengedipkan matanya perlahan sambil melihat sekelilingnya.


"Ruangan apa ini" batin Rani saat melihat sekeliling ruangan. Tubuhnya masih lemas penanganya masih sedikit kabur, Rani mencoba menggerakkan tubuhnya, ternyata tubuhnya sudah terikat pada kursi besi yang cukup kuat dan tepat di sebelahnya ada Lova yang belum sadar dari pingsannya.


Saat Rani ingin memangil Lova, Rani melihat seseorang pria memakai topeng dan jaket yang cukup panjang yang tiba-tiba berdiri di depannya sehingga membuat Rani terkejut.


"Siapa kamu? apa yang kamu inginkan?" Ucap Rani dengan tubuh yang masih lemas sedangkan pria itu hanya diam dan terus memandangi Rani dan kemudian langsung pergi keluar dari ruangan itu.


"Mau kemana kamu? Apa mau kamu?" Ucap Rani mencoba mengumpulkan kekuatannya ketika pria itu langsung pergi


Di gedung milik MR C. Pak Adi dan pak Hendra datang menemui MR C untuk memberikan sebuah laporan kepada MR C.


"Maaf tuan aku tidak ingin menyampaikan berita ini nam...." Pak Adi belum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba MR C melayangkan sebuah bukunya hampir mengenai wajah pak Adi.


"Jika kamu tidak ingin menyampaikan berita itu, maka jangan kau katakan dan pergilah" ucap MR C yang terlihat mengerti dengan apa yang ingin di katakan oleh pak Adi, setelah itu pak Adi langsung pergi keluar dari ruangan MR C.


Keesokan harinya di universitas KUSUMA lebih tepatnya di dalam kelas tempat biasa Rani dan Lova kuliah, Mr Ronal mendata seluruh mahasiswa yang ada di kelasnya. Ketika mendata seluruh mahasiswa di kelasnya Mr Ronal baru menyadari jika Rani dan Lova menghilang.


Kemudian Mr Ronal memerintahkan Asami dan Agnes untuk mencari kebenaran Lova dan Rani. Seketika mereka berdua langsung pergi mencari kebenaran Lova dan Rani, mereka mencari ke kamarnya mulai dari dalam kamar sampai balkon mereka berdua tidak menemukan keberadaan Lova dan Rani.


Setelah itu Asami dan Agnes kembali ke kelasnya dan menyampaikan jika mereka berdua tidak bisa menemukan Rani dan Lova. Mendengar itu Mr Ronal menjadi khawatir dan langsung menuju ke ruangan pengumuman untuk mengumumkan kepada para mahasiswa universitas KUSUMA untuk mencari keberadaan mereka berdua. Hari itu seluruh mahasiswa mencari-cari keberadaan Rani dan Lova terutama teman sekelas mereka


Di markas milik geng WAPTIC Ridho merasa aneh karena sudah hampir dua hari Rani tidak membalas pesan darinya, bahkan saat waktunya berkumpul untuk melawan geng SHATY pun tidak hadir, jangakan hadir memberi kabar saja tidak. Hal itu membuat Ridho sedikit cemas.


"Guys, kalian tidak merasa aneh jika Rani tiak kesini? Padahal hari ini kita sudah berencana untuk menyerang geng SHATY" ucap Ridho sedikit cemas

__ADS_1


"Udah kamu Santai aja, mungkin dia lagi ada keperluan di kampus"ucap Tio menepuk pundak Ridho


"Tapi pesan yang aku kirim ke Rani sama sekali tidak di balas, jangankan di balas, di lihat aja tidak" ucap Ridho


"Ucapan kamu benar juga, sepertinya ada yang tidak beres" sahut Amel.


Tiiiit...suara alaram keamanan markas geng WAPTIC berbunyi menangis ada yang mencoba membobol server milik geng WAPTIC. Tiba-tiba salah satu server di markas WAPTIC mati eror, mati dan menyala dengan sendirinya sehingga membuat mereka yang di sana waspada. Tak lama kemudian dari layar sever eror tadi muncul gambar hitam putih bergambar seorang hacker bertopeng sehingga menutupi identitasnya.


"You guys started it, both of them will suffer the consequences.( Kalian yang mengawalinya, mereka berdua yang akan menanggung akibatnya)" ucap hacker tersebut dan dari sisi lain layar terdapat Rani dan Lova yang sedang terikat dan tubuh lemas.


"Rani, Lova. Apa yang kalian inginkan?" Ucap Amel ketika di layar server menampilkan gambar Rani dan Lova. Beberapa detik kemudian hacker itu tidak menjawab dan langsung mematikan layar server Sehingga membuat anggota geng WAPTIC marah dan takut.


"Kita harus tenang, jangan panik kita pikirkan jalan keluarnya" Mega mencoba menenangkan temannya.


"Bagaimana kita bisa tenang Mega? Kedua teman kita dalam bahaya apa kita akan diam disini saja dan menunggu kabar kematian mereka" ucap Tio dengan marah


"STOP...SILENCE EVERYTHING" teriak Amel memenangkan keributan teman-temannya. Seketika tatapan mereka semua menatap lurus ke arah Amel.


"Gunakan ilmu hacker kalian, cari letak server yang meretas markas WAPTIC, untuk apa kalian ribut, jika memang dengan kalian ribut dapat menyelamatkan kedua sahabat kita, maka silahkan kalian ribut" ucap Amel menyadarkan teman-temannya. Setelah mendengarkan kata kata dari Amel mereka saling meminta maaf.


"Untuk kedua sahabat kita" Amel mengulurkan tangannya


"Untuk membalas kebodohan geng SHATY" Mega menumpuk tangannya di atas tangan Amel


"Untuk menghancurkan kesombongan geng SHATY" dilanjutkan dengan Tio

__ADS_1


"Untuk memperlihatkan kekuatan geng WAPTIC" dilanjutkan d Ngan Ridho penuh semangat


"GENG WAPTIC, WE ARE CRYPTIC" terima mereka serentak sambil mengangkat tangan mereka.


Setelah itu mereka langsung menuju ke meja komputer mereka dan langsung mencoba melacak keberadaan geng SHATY. Tak lama kemudian Ridho menemukan sebuah kejanggalan dimana server dan akun milik geng SHATY yang dulu pernah membobol markas WAPTIC berbeda dengan yang kali ini. Ridho mencoba mengingat ingat ucapan hacker dari geng SHATY jika geng WAPTIC lah yang memulai peperangan itu. Seketika ridho menyadari pasti ada yang sengaja mengadu domba antara geng SHATY dan geng WAPTIC.


Setelah menyadari hal itu Ridho mengatakan kejanggalan yang Ridho temukan kepada teman temannya.


"Kamu benar, aku sependapat dengan kamu"uca Tio


"Apakah kita harus meretas server milik geng SHATY untuk meminta klarifikasi?" Tanya Mega


"Jangan, itu tidak lah sopan, kita haya butuh lokasi Marka geng SHATY, kita akan datang menemui mereka dengan baik-baik" ucap Amel


"Tapi kita harus waspada, kamu sadar bukan jika mereka yang menculik Rani dan Lova, berarti mereka berbahaya" tambah Mega


"Kita harus rakit beberapa senjata yang tidak terduga untuk berjaga jaga"tambah Ridho yang sudah memiliki ide untuk membuat rancangan senjata untuknya


"Ide bagus, aku juga punya beberapa rancangan senjata yang bagus" tambah Tio setelah itu mereka langsung pergi ke ruang khusus merakit senjata yang mereka inginkan. mereka tampak menyukai hal itu mengingat mereka sudah lama tidak merakit dan mendesain senjata mereka


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏


__ADS_2