
Di Surya Company, Zulfa dan Weni sedang bersiap menuju ke markas WAPTIC yang berada di kediaman Rani dan Lova. Mereka segera berangkat menggunakan mobil sport Weni yang terlihat hitam dan mewah.
Sesampainya di depan kediaman Rani dan Lova, mereka keluar dari mobil mereka, mereka melihat di depan gerbang ada dua penjaga bertubuh kekar dan bersenjata berjalan ke arah mereka.
"Siapa kalian, apa maksud kalian datang ke sini?" Tanya salah satu penjaga
"Kami ingin bertemu dengan ketiga bos kalian" ucap Weni dengan santai kemudian sambil di todong senjata mereka berdua di bawa masuk kedalam, di dalam markas banyak anak buah yang menjaga markas semua menodongkan senjata mereka ke arah Zulfa dan Weni karena mereka melihat Weni membawa pistol
Di ruang kerja, mereka bertiga masih mencari tahu tentang weni. Tak lama kemudian anak dua buahnya datang dan mengatakan jika ada dua wanita cantik yang yang ingin bertemu dengan mereka bertiga, mendengar itu Tio langsung memerintahkan untuk mengamankan mereka berdua duluan sambil menunggu mereka turun.
Di depan kediaman Rani dan Lova, Zulfa dan Weni belum di perbolehkan masuk kedalam, mereka masih di jaga dengan ketat di depan rumah. Tak lama kemudian mereka berdua melihat tiga sahabat Rani dan Lova berada di balkon lantai satu depan rumah. Mereka bertiga masih belum turun dan masih berdiri di balkon.
"Kira-kira apa yang membuat mereka berdua berani ke sini' Ridho memperhatikan Zulfa dan Weni
"Tapi aku yakin jika mereka akan mengatakan hal yang penting" tamba Amel
"Kalau begitu mari kita turun" tambah Tio kemudian mereka bertiga Segera turun dan menghampiri mereka berdua
Sesampainya di bawah, mereka memandangi Zulfa dan Weni yang tetap diam dan dengan wajah serius.
"Apa, apa Yang membawa kalian kesini? Dan dimana kedua sahabat kami?" Tanya Amel dengan muka datarnya
"Kalian tidak perlu tahu dimana mereka" ucap Weni sehingga membuat Amel kesal kemudian menodongkan pisau lipatnya ke Leher weni
"Katakan dimana mereka?" Amel masih menempelkan pisau lipatnya di leher Weni
__ADS_1
"Hanya satu hal yang kalian harus tahu, jika mereka berpesan kepada kalian untuk tidak mencari mereka" ucap Zulfa menepuk bahu Amel
"Tapi aku yakin kalian tahu kemana mereka pergi" ucap Tio yakin
"Ya, memang jika kami tahu lalu mengapa?" Ucap Weni seperti menantang
"Tolong, tolong bantu kami. Katakan dimana mereka" ucap Ridho mencoba tenang
"Dua Singa betina telah di kurung" ucap Weni sambil tersenyum. Mendengar itu ketiga sahabat Rani dan Lova menjadi sedih.
Setelah itu dengan santai Zulfa dan Weni langsung berjalan keluar dan menuju mobil sport mereka dan langsung pergi. Sedangkan tiga sahabat Lova masih terdiam memikirkan kedua sahabatnya itu.
"Kenapa? Kenapa mereka berdua melakukan itu?" Ucap Tio lirih sambil merenung
"Aku tidak mengerti apa yang ada di benak mereka berdua" tambah Ridho
Di rumah tahanan, Rani dan Lova sudah di vonis penjara seumur hidup, mereka dengan senang hati menerima hukuman itu. Saat mereka akan di bawa ke lapas oleh para sipir ketiga sahabat mereka menghentikan langkahnya.
"Rani, Lova, berhenti" Mega berjalan kearah mereka berdua bersama Tio dan Ridho
"Sebentar Bu" ucap Ridho mencoba mencegah para sipir membawa kedua sahabatnya
"Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Tio tidak percaya
"Rani, Lova, jawab apa maksud kalian?" Tanya Amel
__ADS_1
"Maaf, kalian semua siapanya saudara Rani dan Lova?" Tanya salah satu sipir
"Kami temannya Bu" jawab Tio
"Bukan, mereka bukan teman saya" ucap Lova berbohong
"Apa maksud kamu Lova?" Ucap Ridho marah
"Sudahlah kalian siapa? Kami tidak mengenal kalian" ucap Rani berpura-pura
"Rani, jangan membuat kami seperti ini, Rani jawab dengan jujur pertanyaan kami" ucap Amel dengan marah
"Mungkin kalian salah orang" ucap Rani
"Sudahlah, Bu bawa saya, saya tidak mengenal mereka" ucap Lova ke pada sipir itu kemudian mereka berdua langsung dibawa pergi kedalam sel tahanan. Sedangkan ketiga sahabat mereka tidak bisa berbuat apa-apa setelah itu mereka bertiga memutuskan untuk pergi.
Dan mulai saat itu Amel bertugas memimpin bisnis WAPTIC, kemudian Ridho memimpin perusahaan Wijaya milik Rani sedangkan Tio memimpin perusahaan Candra milik Lova
.
.
.
baiklah para reader maaf jika saya menamatkan novel ini terlalu cepat, karena saya tidak ingin membuat para reader bosen dengan cerita saya yang itu itu saja.
__ADS_1
dan untuk para reader yang selalu mensupport di setiap episode novel ini author ucapkan banyak terima kasih kepada kalian semua🙏 daaah👋👋👋