
Setelah semua sudah pergi dan tinggal rani, lova, 4 sahabatnya dan anak buahnya. Salah satu anak buahnya memberikan bon belanjaan dari mall kepada rani dan lova memberikan lova beberapa keterangan kemana saja saat kejadian kebakaran itu. Setelah itu mereka semua langsung pergi, rani dan lova menuju rumahnya, yaitu rumah pak candra sedangkan empat temannya langsung ke markas. Saat mereka pergi, dari belakang mereka dan dari balik pohon, wanita yang di lihat mega tadi muncul dan tampak mengintai mereka dengan tatapan tajam seakan sedang merencanakan sesuatu.
Di rumah pak candra. Rani dan lova masuk dan mengingat kenanga mereka di sini. Mereka masuk kedalam rumah itu dan di sambut empat pengawal. Karena mereka yang masih merasakan duka atas meninggalkan pak candra dan atas penyesalan mereka membunuh pak surya, mereka bersikap dingin kepada pengawalnya dan kepada asisten rumah tangganya. Saat mereka berjalan melewati kamar lova, rani dan lova tampak memandangi kamar itu yang pernah mereka tinggali.
“percaya atau tidak, aku pernah menempati kamar ini” ucap rani kepada kakaknya itu
“iya, apa dulu paman menyayangimu?” tanya lova yang mengingat pak surya
“iya, dia sangat baik, aku sampai menyesal telah membunuhnya” jawab rani. Kemudian lova mengusap puncak kepala rani sambil tersenyum kearah rani, sedangkan rani yang melihat senyum lova menjadi tenang. Setelah itu mereka memutuskan untuk masuk kedalam kamar itu sambil mengenang pengalaman mereka di sana.
Di dalam kamar, rani langsung melempar tubuhnya ke ranjang sedangkan lova melihat buku-bukunya yang memenuhi rak bukunya. Dia melihat album foto keluarga candra yang dia ambil dari kamar ayahnya, yang belum sempat dia buka selama ini. Lova duduk di ranjang bersama rani kemudian memperlihatkan album foto itu. Lova membalik buku itu kemudian pandangan mereka terpaku pada sebuah foto ayahnya yang sudah meninggal, seketika raut wajah mereka berubah sedih dan kembali mengingat ayahnya yang dua minggu yang lalu meninggal.
“kenap dia pergi begitu cepat, aku belum sempat memeluknya” ucap rani yang mengingat ayahnya itu
“aku tidak tau sejak kapan surya menyamar menjadi ayah, jadi aku tidak tau, apakah yang membesarkan ku sejak dulu itu ayah atau surya. Aku tidak tau” ucap lova tak kalah merasa sedih
“lalu bagaimana dengan ibu? Apa dia dulu pernah kesini?” tanya rani
“tidak, aku tidak pernah mengetahui wajah orang yang melahirkan ku itu” ucap lova mencoba tegar di hadapan adiknya itu. Kemudian rani membalik buku itu sampai di halaman belakang, ada foto yang menghadap ke sampul buku, rani membukanya dan mereka melihat foto ayahnya dan ibunya sedang menggendong dua bayi kembar yang tidak lain adalah dia dan lova.
“apa dia ibu?” tanya lova memandangi wanita cantik dalam foto itu
“iya, dia ibu Keysa Wijaya. Cantik bukan, dia ibu kita” ucap rani menunjukkan foto itu. Lova mengambil foto itu dan mengusap debu yang menempel di foto itu dengan jarinya, dia memandangi wajah wanita itu yang hampir mirip dengannya. Sebenarnya lova sangat ingin menangis dan meluapkan seluruh kesedihannya namun di mencoba terus terlihat tegar di hadapan adiknya, agar adiknya tidak ikut rapuh.
Tol tok tok, suara pintu kamar itu di ketuk, mereka pun mengizinkannya masuk, dan dari balik pintu terlihat pengawalnya masuk.
“nona, anda di cari oleh dua interpol dan satu detektif. Mereka sedang menunggu di ruang tengah yang akan menyelidiki tentang kebakaran perusahaan candra” ucap pengawal itu dengan sopan
__ADS_1
“baiklah aku akan ke sana” ucap lova kemudian segera turun dan menuju ruang tengah
Di ruang tengah, mereka berdua melihat satu wanita cantik dan dua pria yang terlihat masih muda dan cukup tampan.
“selamat siang, tuan dan nona. Silahkan duduk” ucap lova dengan tenang
“terimakasih nona rani dan nona lova. Kami datang kesini hanya ingin meminta sedikit keterangan kepada anda” ucap detektif cantik itu yang bernama Cindy
“baiklah silakan, kami tidak keberatan” ucap rani santai
“kami ingin bertanya, saat sebelum, dan saat atau sesudah kejadian itu anda dimana saat itu?” tanya salah satu interpol yang bernama Dicky
“saat sebelum kejadian itu, saya dan adik saya pergi ke perusahaan untuk menyapa ayah saya. Setelah itu saya langsung pergi dan menuju mall untuk berbelanja tas dan jam tangan. Kemudian saya kembali menuju tempat bisnis saya dan berkumpul dengan para rekan rekan saya” ucap lova
“kami bisa mempercayai ucapan anda, namun untuk membuat sebuah laporan kita membutuhkan bukti dan mungkin beberapa saksi. Apa anda memiliki bukti?” tanya salah satu interpol yang bernama Rizal
“apa ada lagi pertanyaan yang bisa kami jawab, tuan dan nona?” tanya lova dengan tenang kemudian ketiga tim penyelidik itu langsung pamit kemudian pergi menuju mall yang rani dan lova katakana untuk memastikan jika mereka berdua memang ke sana saat kejadian sambil membawa bon belanjaan rani, jam tangan dan tas yang di tunjukkan kepada rani.
Di mall, ketiga tim penyelidik itu segera menuju bagian arloji, dan melihat ada empat gerai yang cukup besar dan banyak sekali pengunjung di sana. Mereka bertiga langsung menuju gerai arloji brand yang hanya di miliki oleh kalangan atas saja, kerena rani dan lova bukanlah orang biasa.
“apa ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya pramuniaga di sana
“kami tim penyelidik, kami ingin meminta sedikit keterangan dari anda” ucap Rizal menunjukkan kartu interpolnya
“baik tuan silahkan” ucap pramuniaga itu dengan senang hati
“apa benda ini dari gerai anda” tanya Cindy memperlihatkan arloji milik rani
__ADS_1
“iya, ini dari gerai kami” ucap pramuniaga itu
“apa anda mengingat siapa yang membeli ini?” tanya Dicky
“iya seingat saya adalah, anak dari keluarga candra. Rani Wahyu Wijaya” ucap pramuniaga tadi.
“apa CCTVnya berfungsi?” tanya Rizal menunjuk kearah CCTV dalam gerai
“iya tuan, masih berfungsi dengan baik” ucap pramuniaga itu. Kemudian mereka segera melihat rekaman CCTV saat kejadian kebakaran itu terjadi, namun setelah mereka cari-cari mereka tidak menemukannya.
“oh iya saya ingat, saat itu listri padam dan CCTV banyak yang bermasalah” ucap pramuniaga itu
“baiklah, terima kasih atas laporannya. Saya mohon izin” ucap Cindy kemudian mereka melanjutkan menuju bagian tas brand untuk mencari saksi.
Di sebuah gerai tas brand para penyelidik itu melihat gerai yang memiliki harga termahal, mereka pun segera memasuki gerai itu dan memenanyakan tentang tas itu.
“iya tuan, tas ini dari gerai kami” ucap karyawan gerai itu
“apa kamu ingat siapa yang membeli tas ini?” tanya Dicky
“iya, saya ingat namanya adalah Lova candra lestari, pewaris Candra Company” ucap karyawan itu. Kemudian mereka mencoba mencari tahu apakah CCTVnya menyala saat kejadian. Kemudian mereka memeriksa hasil rekaman CCTV dan ternyata sama, saat kejadian CCTVnya mati semua, sehingga mereka yakin jika mereka berdua tidak ada uhungannya dengan kebakaran itu. Tim penyelidik mencoba mencari tahu di TKP namun mereka benar benar tidak mendapatkan saksi maupun bukti yang bisa menjerat rani dan lova. Setelah itu mereka langsung menyimpulkan jika kebakaran itu murni sebuah kecelakaan. Kemudian mereka menutup kasus itu karena tidak ada bukti jika kebakaran itu adalah pembunuhan.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏