DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
memulai rencana


__ADS_3

“apa kamu kesepian? Atau kamu butuh kedua putrimu untuk menemanimu?” pak Surya duduk di sebelah pak Candra


“jangan bodoh Surya, bunuh saja aku, tapi jangan sakiti putriku” ucap pak Candra yang asli


“sesuai keinginan anda kakakku” ucap pak Surya kemudian. Dor dor dor. Pak Surya menembak pak Candra hingga tewas kemudian dia mengambil menyak tanah menyiramkan kepada pak Candra yang asli dan memerintahkan Tio untuk membakarnya. Namun hati Tio yang masih lemah tidak bisa melakukan hal ituu kemudian dia membakar kakaknya sendiri, hal itu membuat hati Tio bergetar dan langsung pergi dari ruangan itu meninggalkan pak Surya yang tertawa senang.


Setelah menceritakan pengalamannya selama 2 tahun itu Tio menujukkan video rekaman yang dia ambil secara diam-diam di ruangan rahasia pak Candra dan menjelaskan kebenaran ceritanya itu. Dia juga menceritakan tugas apa yang dia lakukan saat ada di dalam ruangan rahasia itu. Melihat video itu Rani dan Lova merasa marah dan ingin menangis namun air matanya enggan untuk keluar, sahabatnya yang lain pun melihat itu juga menjAdi geram karena mereka merasa telah di tipu, tangan mereka mlai mengepal dan ingin menghabisi orang yang ada di video itu.


Setelah melihat video itu sampai habis, mereka baru mengingat rencana 2 tahun yang lalu yang tidak terselesaikan. Mereka memerintahkan beberapa anak buah yang sudah terlatih untuk menyamar di perusahaan Candra, mereka juga memerintahkan anak buahnya untuk menyelesaikan alat dan bahan tambahan untuk balas dendam mereka. setelah anak buahnya sudah mulai bergerak, mereka semua memikirkan kembali cara untuk membuat konspirasi yang begitu baik dan kemudian mereka mulai menyusun rencana.


Di sebuah makam di pemakaman umum, Rani, Lova dan empat temannya berdiri di antara dua makam tersebut. Satu makam di sebelah kiri terdapat batu nisan milik seorang wanita, di dalam batu nisan itu terukir nama Keysa Candra Wijaya binti Trio Wijaya Diningrat, Ya seperti yang kita tau itu adalah makam ibu kandung dari Rani dan Lova. Rani dan Lova mengusap dan mencium batu nisan itu, Lova yang dulu sangat merindukan seorang ibu dan berusaha mencari tahu siapa ibunya, sekarang dia telah menemukan siapa ibunya tapi itu sudah terlalmbat. Sedangkan Rani merasa begitu merarah saat mencium nisan ibunya, dia mengingat kejAdian pembunuhan ibunya yang masih terasa segar dalam pikirannya.


Setelah mencium nisan milik ibunya, Rani dan Lova memalingkan wajahnya ke makan sebelah kanan makam ibunya, Rani menabur kelopak bunga mawar di atas makam itu yang terlihat masih basah, Mereka berdua mengusap nisan milik seorang pria dan menciumnya. Saat mencium batu nisan itu air mata Lova dan Rani menetes membasahi ukiran nama di nisan itu, dan seperti tebakkan kalian jika kukiran nama itu bertulisakan Candra Aryo Diningrat, dan itu tidak lain adalah nama dari ayah kandung Rani dan Lova yang baru saja di bunuh satu minggu yang lalu. Rani terlihat menyesal karena pernah beranggapan jika ayahnya lah yang membunuh ibunya, namun setelah melihat video dari Tio, mereka tau konspirasi sebenarnya yang di lakukan oleh paman Rani dan Lova yang bernama Surya Aryo Diningrat.


setelah cukup lama di sana, sebelum pergi Rani dan Lova berjanji di antara kedua makam orang tuanya, mereka berjanji akan memalas dendam kematian ibunya. Selain itu, mereka juga berjanji akan membakar pak Surya bersama dengan gedung yang dia rebut dari pak Candra. Dia juga berjanji bahwa tidak ada sedikitpun bukti yang kan memasukkannya ke dalam penjara. Meski pun ada saksi, dia tidak akan tertangkap sebelum mereka benar-benar menyerahkan diri. Semua janji itu di ucapkan mereka berdua dengan begitu menghayati janjinya kemudian mereka semua lansung pergi ke markas dan bersiap untuk menjalankan permainan mereka.

__ADS_1


sesampainya di markas mereka berkumpul di ruang santai, mereka masih duduk diam tanpa suara dan masih marasakan suasana duka yang terasa cepat. Rani dan lova masih melamunkan kematian ayahnya yang masih terbayang di pikirannya.


“rani, lova, aku tau jika kamu sedang berduka hari ini. Tapi kamu harus ingat janji kamu kepada ayah dan ibumu itu” ucap mega yang melihat sahabatnya melamun


“iya, asalkan kamu tau, sebenarnya kita itu juga sedih. Saat saat sahabat kita memiliki harapan untuk memiliki ayah kemudian seorang pamamn datang dan menghancurkan semua itu. Kita juga merasa sedih, namun kita tidak meratap” ucap ridho


“aku sebenarnya juga merasa marah, karena kita semua sudah menganggap pak candra sebagai ayah kita yang masih hidup. Dan ternyata, surya membohongi kita, kita tidak boleh tinggal diam” ucap amel yang merasa marah dan kecewa


“baiklah, kita, akan melakukannya sekarang” ucap lova yang sudah terbakar emosi


Di Candra Company. Rani dan Lova memasuki perusahaan, para karyawan yang mengetahui siapa sebenarnya Rani dan Lova langsung menyambut mereka berdua dengan sopan. Kemudian Rani meminta seorang reseepsionis untuk mengantarkan mereka ke ruang pak Candra yang sebenarnya itu adalah saudara kembar ayahnya yang menyamar. Sesampainya di ruangan pak Candra, Rani melihat pamannya yang bernama Surya masih memainkan perannya sebagai pak Candra.


“ayah kita datang” Rani dan Lova langsung memeluk pak Surya agar pak Surya tidak curiga jika mereka berdua sudah mengetahui sebenarnya


“halo sayang, kalian ngapain kesini” ucap pak Surya meleluk erat kedua keponakannya itu

__ADS_1


“pastinya untuk membunuhmu Surya, dasar penipu” batin Rani dan Lova melepas pelukannya.


Setelah itu pak Surya mempersilahkan Rani dan Lova duduk di sofa kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mengambi minuman. Rani dan Lova berusaha terus menyibukkan pak Surya agar Tio bisa mengerjakan rencananya dengan mudah, mereka terus bercerita dengan pengalamannya di kampus dan juga bercerita tentang penghargaan yang mereka dapat. Dua jam kemudian alaram di jam tangan Rani berbunyi sebentar, melihat itu Rani dan Lova tersenyum senang dan mulai menghitung mundur.


“lima, empat, tiga, dua, satu” batin Rani dan Lova menghitung mundur


Triiiig…. Alaram tanda bahaya perusahaan berbunyi sehingga membuat para karyawan keluar dari perusahaaan. di ruangannya Tio meledakkan bom asapnya yang sudah di modifikasi sedingga asap yang keluar bisa membuat orang batuk batuk namun dalam jangka waktu 2 jam, gejala batuk otomatis hilang. Tio dengan pura-pura tidak tau, langsung berlari keruangan pak Candra dan mengatakan kepada pak yang agar tidak keluar ruangan karena seseorang telah meledakkan bom virus.


“tuan, ada orang yang meledakakan bom virus di perusahaan” ucap Tio berbohong


“kalian semua periksa keadaan di luar ruangan” ucap pak Surya yang masih menyamar menjAdi pak Candra memerintahkan anak buahnya. Tak lama kemudian anak buahnya yang baru saja keluar menghirup bom asap buatan Tio sehingga menjAdi batuk batuk.


“tuan, uhukk.. uhukk.., di luar, asap yang berisi virus sangat tebal” ucap anak buah pak Surya sambil batuk-batuk


“apa yang kamu lakukan? Jika kamu berada di sini kamu bisa menularkan virus itu ke tuan Candra” ucap Tio memprofokasi, kemudian Tio tersenyum sebentar ke arah Rani dan Lova sebagai kode bahwa Amel sudah mematikan seluruh CCTV kota termasuk perusahaan Candra. Kemudian setelah mendapat kode itu Rani dan Lova membalas senyuman kepada Tio agar tidak tampak mencurigakan.

__ADS_1


__ADS_2